Elementalist

Elementalist
Chapter 280 - Lost


__ADS_3

Begitu memasuki tahap Dragon, raga maupun pikiran Arya dan Safira bersatu padu sehingga pengelihatan mereka menjadi sama. Arya seolah menatap dunia dengan mata naga miliknya, yang pertama kali menarik perhatiannya adalah fakta kalau ternyata Safira selama ini buta warna.


Namun ia langsung mengerti bagaimana cara Elemental Dragon tersebut mampu bertarung sangat baik, sebuah gas pekat memancar dari dalam tubuh orang – orang di hadapannya. Safira menjelaskan kalau itu merupakan perwujudan Agnet, semua makhluk hidup memiliki ciri – ciri berbeda sehingga para naga memanfaatkannya supaya bisa membedakan lawan atau kawan.


Bahkan saat kepulan asap efek perubahan masih menutupi pandangan, Arya hanya membutuhkan beberapa detik saja untuk menemukan lokasi Xavier juga Reiko. Waktu mencoba bergerak Arya terkejut menyadari betapa ringan fisiknya, otot – oto kuat kadal raksasa membuatnya mampu melaju bagai angin meskipun berukuran jumbo.


SYUU....!


"Sial—"


Xavier terkesiap akibat kemunculan tiba – tiba naga biru di belakangnya, kaki binatang tersebut langsung menerkam cepat dirinya tetapi untungnya Viento sang elang datang menyelamatkannya. Xavier berhasil menghindar sambil berdecak kesal karena Elemental Beastnya menjadi korban sampai mengalami cedera parah.


"Bocah tengik! Berani sekali kau mematahkan sayapnya...." geram Xavier murka.


Laki – laki itu kemudian mengibaskan lengannya sampai tercipta empat tornado besar menghimpit mode Dragon Arya melalui empat arah berbeda, Safira mendengus meremehkan sebelum mengeluarkan raungan yang melenyapkan seluruhnya tanpa bekas.


Reiko bersama Phyrope menyelinap demi memberikan serangan kejutan, ekspresi antusias gadis si gadis berubah begitu ekor bersisik tebal menyapu ke arahnya seperti pecut. Bunyi keras terdengar lalu nampak sesuatu terpental jauh entah kemana terus terkapar tidak berdaya.


Arya kembali fokus mencari Xavier, sehebat apapun kemampuan menyelinapnya mustahil mengelabui mata naga. Berbekal satu sergapan tangkas cengkraman kuat Safira berhasil menangkapnya, terakhir si naga biru membuka mulut lebar – lebar dan menembakan hawa dingin dari jarak teramat dekat.


BUMM...!!! SRRRR....!!!


Tanah bergetar terkena serangan barusan kemudian perlahan berganti warna menjadi putih akibat terlapis oleh es tipis, saat mengira semuanya telah berakhir Arya mendapati tangan serta kakinya tak mampu berkutik. Betapa kagetnya dia saat tiba – tiba ada bayangan menutupi sinar matahari, dua ekor naga terbang menukik tajam mengincar dirinya.


"DRAGON!!!" bertepatan dengan kejadian tadi, suara teriakan menggema Elementalist pihak Fatum menggema dari arah depan mapun belakangnya.


JDUARR.....!!!"


------><------


"GRRR....!!!"


Setelah pergerumulan panjang nampak sepasang naga berzirah berwarna hijau juga merah muda menggigit leher tahap Dragon Arya lalu menguncinya di tanah. Sisik biru Safira terlihat mengkilap karena berlumuran darah, Xavier melepaskan pegangannya dan membiarkan Reiko menghempaskan naga lemas itu.


Ia langsung mengeluarkan cahaya terus menghilang, Arya terpisah dari Safira dalam kondisi sama – sama babak belur. Elemental Dragonnya sudah kembali ke wujud mungilnya, Arya berusaha merangkak mendekati makhluk malang tersebut namun terhenti karena Xavier menginjak lengannya.


"Aku telah memperingatkanmu bukan? Berapa kalipun kau mencoba berevolusi, kami juga bisa melakukannya...."


Arya mendongak untuk melihat Xavier bersama Reiko yang sedang dalam mode Hybrid, mereka berada dalam wujud manusia tapi mendapat tambahan fisik naga seperti ekor, tanduk, serta sisik. Reiko mendekatinya sembari berjongkok dengan senyum lebar.


"Nee....Onii-chan? Kau punya kejutan lagi? Hehehe....aku tidak sabar menunggu"


Waktu Arya ingin menjawab ia mengeluarkan batuk berdarah terus kehilangan kesadaran sepersekian detik hingga kedua musuhnya sempat menganggap dirinya tewas, namun Arya akhirnya bangkit lagi menjauhkan kaki Xavier dan melompat memeluk Safira.

__ADS_1


"Isti...rahatlah...." bisiknya berbekal napas putus – putus, kakinya gemetaran kehabisan tenaga.


Badan Safira menyusul Efbi berubah menjadi kalung yang tergantung pada leher Arya, Louis menatap dingin semua kejadian barusan. Tidak terkejut melihat dahsyatnya pertempuran layaknya orang – orang lain di sekitarnya.


"Memuakan sekali, Hayha? Lumpuhkan dia sebelum nanti malah akan semakin merepotkan...."


"Aye aye boss...." si gadis penembak jitu menyahut sembari mengokang senapan miliknya.


"Tunggu—"


JDUAR! JLEB


"Ekh!?"


Hayha membidik organ vital Arya tetapi tepat sebelum menarik pelatuknya Mira memukul ujung senjata tersebut hingga menyebabkan tembakannya meleset dan malah mengenai kaki kanan Arya, semua pandangan langsung terarah kepadanya.


"Mira? Kau....baik – baik saja?" celetuk Hayha menggaruk – garuk kepalanya kebingungan.


"A...ak...aku...."


"Jelaskan tindakanmu barusan...."


"B..bo...boss? Bukankah....anda sebelumnya bilang ingin menghabisinya dengan tangan sendiri? Aku cuma....berusaha mengabulkan permintaan anda...." Mira menjawab tanpa berani menatap ketuanya.


Louis menatap anak buahnya itu cukup lama sebelum menghela napas, dia bangkit berdiri mengajak empat petinggi Fatum lainnya untuk melaksanakan eksekusi. Mira mengusap keningnya sambil memasang ekspresi kesakitan.


------><------


"Xavier? Reiko? Menyingkirlah, biar aku yang menyelesaikan semuanya...."


"Fyuhh...akhirnya, kupikir kau hanya penonton...." komentar Xavier berbalik menjauh.


"Apa maksudmu!? Onii-chan itu—"


"Reiko?"


"Ugh....dasar perusak suasana! Awas ya! Kubuat kau membayar semua ini!!!" Reiko membentak sebelum pergi menghentak – hentakan kakinya kesal.


"Ada pesan terakhir?"


Louis bertanya sambil mengarahkan sabitnya ke arah Arya, pemuda tersebut hanya menatapnya dalam diam. Regulus, Kris, Garyu, juga Merlin sudah siap dengan senjata masing – masing, mereka terlihat cukup senang mengingat betapa banyak masalah yang diperbuat Arya di masa lalu.


"Sepertinya tak ada, setelah kupikir – pikir kau tidak terlalu mirp adikku pada momen terakhirnya. Selamat tinggal....Arya Frost"

__ADS_1


Usai mengucapkan kalimat tadi Louis langsung melepaskan serangan penghabisan disusul empat teknik dari petinggi Fatum lainnya, Arya menatap energi penghancur datang menghampirinya dalam gerakan lambat.


"Hehehe....cuma sampai sini ya? Maaf teman – teman....aku—"


"GIO!? JANGAN!!!"


SRET! WUSH!!!


Arya terperangah saat tiba – tiba ada seseorang yang menarik tudung jubahnya kemudian melemparkan sebuah cincin berhiaskan permata berwarna putih, kejadian itu terjadi sangat cepat tetapi setiap detiknya akan selalu diingat oleh Arya.



Bagaimana penampilan berantakan Giovanni Van Astral dengan satu lengan sukses menyingkirkannya dari jalur berbahaya, Pengawas Astral memberikan senyum lebar kepadanya seraya berucap. "Seharusnya anda juga memasangkan mantra untuk saya hehehe, teruslah hidup Tuan....seperti harapan ibumu....".


JDUASH! BUMM! CPRATT!!!


"TIDAAKKK....!!!" teriakan pilu menyayat hati Bianchi terngiang menuju segala penjuru, keheningan janggal medan perang menambah kesan kelam tangisannya.


"Pria itu? Bagaimana mungkin kita tidak mendeteksi kedatangannya?"


"Ahh....pengorbanan luar biasa, nampaknya Gio menggunakan seluruh sisa tenaganya demi menghapuskan hawa kehadirannya agar dapat menyelinap. Alasannya adalah menjaga supaya peninggalan terakhir gurunya tetap hidup" Kris menimpali pertanyaan Merlin sedikit kagum.


"Begitu rupanya, aku sempat berpikir kita terlalu fokus menatap mangsa utama"


Arya berbekal tubuh gemetar dan mental terguncang menyentuh pipinya, ia melihat telapaknya yang telah diselimuti cairan merah kental. Hampir setengah badan Arya bermandikan darah mentor sekaligus salah satu orang paling dihormatinya.


"Hah....hah...ukh....hu....hiks....Pengawas....ekh....ini....bohongkan?"


'LEMAH! LEMAH! LEMAH! HUAHAHAHA....DASAR PAYAH!' hinaan tersebut secara bertubi – tubi memenuhi benak Arya.


"Hiks....hua...hiks....huaaa...."


'KAU HANYA MEMBAWA PETAKA KEMANAPUN ENGKAU PERGI! MENCOBA MELINDUNGI TEMAN – TEMANMU? HAH!? OMONG KOSONG! LIHAT HASIL DARI SETIAP TINGKAH HEROIK KONYOLMU PECUNDANG! SEKARANG KAU TAU HARUS MELAKUKAN APA BUKAN?'


"Bu...nuh..."


'YAA....TEPAT SEKALI!!! BERIKAN AKU TUBUHMU DAN AKAN KUHABISI TIAP LAWANMU TANPA TERSISA! SEPERTI MEMORI INDAH KITA DI KUTUB SELATAN....'



"ARRRRGGHHH.....!!!"


JDUARRR....!!!!

__ADS_1


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.


__ADS_2