
“BERANINYA KALIAN MEMPERMAINKANKU!”
Suara menggelegar Scogliera terdengar disegala penjuru, tubuh Arya yang mendapatkan tekanan berat tidak mampu digerakan satu incipun. Dia hanya bisa menatap ngeri naga air dihadapanya sambil tersenyum lemah.
Scogliera mengakibatkan ombak besar ketika memukulkan ekornya ke air untuk hendak menyelam demi mencari keberadaan Selena, atau menggagalkan apapun yang gadis tersebut dan Arya rencanakan sejak awal.
“Tidak akan kubiarkan!” Arya cepat - cepat berupaya membekukan air disekitar tubuh sang naga.
“BERHENTI MENGGANGGU!”
Cukup dengan raungan itu, ledakan Agnet membuat tubuh mungil Arya terseret arus air danau. Ia terbawa cukup jauh dari posisi semula. Mata Scogliera mengeluarkan cahaya biru terang.
“Anavíosi ton Korallión*!*”
Arya bisa merasakan getaran hebat dari dasar danau, tiba - tiba satu persatu karang tajam berukuran tidak normal muncul ke permukaan air. Jumlahnya makin banyak dan mulai bergerak menuju Arya.
Dia mulai meringis pelan memaksa otot – ototnya untuk dapat membawanya pergi sekarang juga, sayang seluruh bagian tubuhnya sudah mati rasa. Disaat – saat genting Delphin datang dan langsung menggigit pakaian Arya.
Berenang sejauh mungkin dari jurus bercakupan luas milik Scogliera, dengan cekatan si lumba – lumba mulai berenang zig – zag demi menghindari kumpulan batu karang tajam tersebut.
“Terima kasih Delphin” bisik Arya lemas.
“Kikikiki” lumba – lumba tersebut membalas hangat.
Geram sebab Arya mampu lolos, Scogliera mulai membuka mulutnya. Semua orang mulai bisa melihat Agnet berkumpul deras pada titik itu. Tidak mau Delphin ikut terluka, Arya berusaha lepas dan menempatkan dirinya didepan.
“Bahaya! Delp—“
“Gunna Uisce!”
Tembakan air dasyat menabrak mereka, suaranya cukup membuat orang – orang terpaksa memejamkan mata karena ngilu. Selepas itu si naga air langsung masuk ke dalam danau demi mengejar Selena.
------><------
Kembali saat Arya dan Selena baru mengetahui lokasi telur berada, didalam air Arya melemparkan sesuatu begitu cepat kedalam mulut Selena sehingga membuatnya tersedak. Namun entah mengapa setelah kejadian itu dia bisa bernapas normal didalam air.
__ADS_1
Seakan semua cairan disekitar situ adalah udara, sepersekian detik waktu transformasi Selena berlangsung. Arya memberikan dia sandi menggunakan tangan, ia berusaha menyampaikannya secara singkat, padat, dan jelas.
“Buat satu buah Klon air, aku akan mengalihkan perhatiannya. Jangan gunakan kekuatan elemen milikmu jika tidak ingin terdeteksi, pakai semua waktu yang kau dapat untuk mendapatkan telur itu secepat mungkin, mengerti?”
“Bagaimana denganmu? Kapsul ini—“
“Tidak apa – apa, pergilah. Nanti aku pasti akan menangkapmu”
Kemudian Arya mendorong Selena selembut mungkin namun dengan tenaga besar, membuat tubuhnya semakin jauh menuju kedalaman air. Tak menunggu waktu lama, Arya dan Klon Selena dihempaskan keluar oleh pengendalian air Scogliera.
Selena cuma bisa mendoakan semoga Arya baik – baik saja, ia merasa bersalah menggunakan kapsul milik laki – laki itu. Dengan begini bukankah waktu satu setengah jam milik Arya semakin berkurang, dia benar – benar tidak mengerti.
Arya adalah tipe orang yang sangat baru dikehidupan Selena, dia mampu mengambil keputusan cepat dan tepat. Selalu bisa menemukan solusi bagaimanapun keadaanya, juga membuat nyaman semua orang yang berada disisinya.
Selena ingat ketika pertama kali bertemu Arya, seorang bocah laki – laki bertampang polos yang seolah tidak tau akan kenyataan pahit dunia. Membuatnya merasa iba sampai mengetahui identitas anak tersebut.
Dalam waktu singkat, bocah laki – laki itu menjelma menjadi orang paling disegani semua orang. Ketua Elementalist generasi mereka. Mungkin begitulah kehidupan seorang yang berbakat dimata Selena, namun ada sesuatu menjanggal pikirannya. Perasaanya mulai bimbang akhir – akhir ini.
“Kenapa jantungku malah jadi berdebar kencang mengingat kejadian malam itu? Buruk, apa begini perasaan mereka semua padanya ya?”
Selena menggeleng – gelengkan kepala, bukan waktunya memikirkan hal itu. Sekarang dia harus menemukan dimana telur naga air miliknya, setelah berenang tanpa henti cukup lama. Akhirnya dia sampai dasar danau.
Matanya menangkap sesuatu yang terlihat seperti tanaman merambat berwarna putih, ia mendekat dan menyentuh benda itu dengan hati – hati. Sensasinya seperti kapas basah bagi Selena, ketika mulai membuka isi tanaman tersebut.
Matanya melebar mendapati sebuah telur berukuran dua kali buah kelapa, warna biru jernih pada telur membuat Selena merasa girang. Ia segera membawanya keluar dari sana, ketika sudah melewati celah.
Pergerakan arus air berubah begitu cepat, membuat Selena berusaha bertahan sekuat tenaga tanpa pegendalian airnya. Pada akhirnya ia harus menyerah terseret arus air kemudian terpental keluar danau, disanalah baru ia melihat sesosok naga air berenang melingkar dan menyebabkan pusaran air raksasa.
Tubuh Selena melayang ke arah karang – karang tajam, karena kecepatannya terlalu tinggi ia tidak bisa menghindar. Sebab takut telur dipelukannya ikut terjatuh, waktu dia memejamkan mata menunggu rasa nyeri yang teramat sangat menimpa.
Ada bayangan cepat melompat dari satu karang ke karang lainnya, seseorang muncul kemudian dengan sigap menangkap tubuh gadis berambut biru itu. Dia mendarat mulus dipuncak salah satu karang berujung pipih.
“Bukannya sudah kubilang akan menangkapmu? Kerja bagus, Selena”
__ADS_1
Selena membuka matanya perlahan dan mendapati Arya sedang menggendongnya dengan senyum puas, dia mulai tertawa kemudian merangkul leher Arya masih dalam posisi digendong.
“Uhm...., terima kasih”
Arya yang tidak mengerti kenapa Selena bertingkah seperti itu memutuskan harus bergerak cepat menuju garis finis. Ini adalah kesempatan terbaik milik mereka, karena jarak antara keduanya dengan Scogliera sudah teramat jauh.
Arya melompati batu karang secepat mungkin sambil membawa Selena ditangannya, Scogliera muncul lagi dipermukaan air menggunakan wujud manusia. Ia menghela napas sedikit kecewa sekaligus senang.
“Aku memang salah meremehkan mereka berdua, tau begitu kenapa aku membuat perjanjian bodoh denganmu ya Vil?”
“Kalaupun kau tidak mengajukannya, aku yang akan ajukan” Vilhelm berbicara untuk pertama kalinya sejak ujian dimulai.
“Jahat sekali, bukankah mereka adalah bibit – bibit unggul penerus tuan kita?”
Vilhelm tidak memberikan respon pertanyaan terakhir dari Scogliera, akhirnya perempuan tersebut mengangkat tangan kanannya tinggi – tinggi.
“Setidaknya maukah kau membantuku kali ini? Agar semuanya terlihat seperti ujian sampai akhir”
“Tentu”
Arya menyadari ada sesuatu yang aneh, air danau tiba – tiba surut dengan cepat, ia menoleh lalu langsung menambah lajunya. Sebuah gelombang setinggi entah beraba meter siap menerjang ke arah mereka.
“Frozen Tidal Wave”
Saat gelombang tersebut mulai dilepaskan oleh Scogliera, Vilhelm meniupkan pelan udara dingin dari mulutnya. Perlahan es menjalari gelombang raksasa itu dan menambah daya hancur serangannya.
“Pegangan lebih kuat Selena!”
Seluruh batu karang habis terhembas jurus ombak es gabungan dua Elemental Dragon generasi sebelumnya. Arya melompat setinggi mungkin dan untungnya berhasil dengan selamat membawa Selena ke garis finis.
Yah walau kakinya terasa nyeri begitu mendarat dari ketinggian tidak masuk akal tadi, akhirnya ia menurunkan Selena. Keduanya memberikan pandangan ngeri ke arah teknik sinkronisasi tingkat tinggi yang ditunjukan dua naga barusan.
Author Note :
__ADS_1
Jangan cuma bilang semangat -_- (bantu share!)