Elementalist

Elementalist
Chapter 237 - Merelakan Segalanya


__ADS_3

Callista menghela napas panjang, hawa dingin nampak keluar melalui celah tipis antara bibirnya. Para anggota keluarga Tepes merasakan perubahan drastis dari tatapan gadis tersebut namun tentu pantang untuk mundur lagi pula jelas sekali jumlah mereka masih unggul ketimbang pihak lawan.


“Keparat tengik ini....banyak tingkah!” geram Aris murka menyiapkan palunya.


“Aris!?” Dexi berteriak memperingati.


Sewaktu hendak maju menyerang, sosok Callista lenyap dan muncul dihadapannya hanya selisih kedipan mata. Dia melepaskan tendangan keras ke arah perut Aris, meski terkejut si Vampire perempuan kembar berhasil menggunakan gagang senjatanya sebagai penahan. Alhasil ia terdorong mundur sembari menciptakan jejak terseret panjang pada tanah.


Ekspresi Aris menegang pertanda kesal, nyatanya Callista belum selesai. Lagi – lagi anak bungsu sang Pride Sins mencoba peruntungannya, Callista melesat cepat sambil menciptakan dua bilah pisau dengan kekuatan darah bekunya.


“JANGAN MEREMEHKANKU BRENGSEK!!!”


BUMM!!!


Hantaman Aris tidak mengenai adiknya tapi menyebabkan tanah berhamburan kemana – mana hingga memaksa Callista mengambil jarak. Saat momen itu, sebuah anak panah mengincar pergelangan tangan kanannya.


Callista sangat mulus menghindarinya cuma berbekal satu lompatan kecil, dia berputar di udara sebelum melemparkan benda tajam ciptaanya kepada pelaku penembakan tadi. Dexi yang dasarnya seorang pemanah memiliki kemampuan pandangan hebat, ia melihat serangan balasan Callista lalu berusaha menangkapnya memakai sebelah lengan.


DUUMM!!!


Betapa terkesiap kerabat – kerabatnya ketika tubuh Dexi terhempas menabrak bangunan beberapa meter dekat lokasi pertarungan. Sepertinya si pemuda tak memperkirakan tenaga lemparan Callista sekuat barusan, memperhatikan situasi kian memburuk Ethel dan Galahad segera turun tangan.


Putra juga putri tertua Kris Tepes tanpa basa – basi mencoba mencederai bagian vital badan Callista, namun secara mengejutkan Callista mampu meladeni duet mereka bahkan bisa dikatakan berimbang. Naik pitam, masing – masing mempercepat laju gerakan penghabisan tersebut. Callista terus terdesak serta menderita luka – luka goresan apa lagi waktu Aris ikut menyudutkannya.


“Blood Field; Crimson Tundra....!”


KRETAK! KRUTUK!


Bongkahan es kemerahan timbul melalui pijakan kaki Callista melindungi sekaligus membantunya menusuk ketiga kakaknya. Ethel, Galahad, maupun Aris mampu menahan teknik manipulasi darah Callista walau tentu benar – benar marah dibuatnya.


“Ckk!? Dasar keras kepala....”


“Baiklah, aku masih bi—ukh....hoek!?”


Callista gagal menyelesaikan kalimatnya akibat tubrukan keras lutut menghujam telak rusuknya, pengelihatannya seketika berubah kabur. Masih mencoba memulihkan diri tendangan lain mendarat pada dagunya sampai Callista terlempar ke udara.


Penderitaan tadi ternyata belum berakhir, berbagai macam pukulan juga sepakan bertubi – tubi mengenainya sehingga babak belur. Cairan merah memenuhi tanah sekitar sana, para anak keluarga Tepes menelan ludah berat melihat cara bertarung Madison. Bahkan Ethel serta Galahad baru pertama kali menyaksikan ibu mereka menghajar seseorang sebrutal itu.

__ADS_1


Callista meringkuk kesakitan memegangi dadanya efek kesulitan bernapas, Madison perlahan menempatkan kakinya diatas kepala sang gadis kemudian menginjaknya sekuat tenaga dan menciptakan retakan besar menghiasi tanah.


“Jangan bercanda bocah, kau mau menghinaku atau apa? Mau mati hah?”


------><------


Vampir adalah salah satu jenis Demon paling disegani, sejarah panjang ditambah kemampuan manipulasi spesial membuat mereka sulit ditandingi. Namun di antara banyaknya jumlah kelompok penghisap darah ini yang paling tersohor adalah Tepes, atau bisa dibilang para keturunan langsung Raja Vampir pertama.


Sementara sisanya kebanyakan merupakan jenis buatan, lebih dikenal sebagai korban tergigit dan juga anggota keluarga cabang. Hal tersebut menyebabkan Tepes memuncaki kasta tertinggi seluruh ras Vampir, Madison Bitemark dan Fae Sanguinoso tidak termasuk dalam kategori bangsawan darah murni seperti Tepes.


Keduanya hanyalah putri keluarga cabang kelas rendahan, namun tidak ada yang pernah meragukan kemampuan mereka. Masing – masing membuktikan dirinya terbaik di generasinya meskipun tak berasal dari keluarga utama, Madison juga Fae merasa jumawa serta mampu menggenggam kekuasaan Vampir Dark Side sampai akhirnya mereka dibabat habis oleh gadis bernama Kruel Tepes.



Cucu kesayangan Kepala Keluarga Tepes sekaligus orang yang paling berkesempatan menduduki gelar itu beberapa waktu mendatang, beliau mempunyai dua cucu masing – masing satu dari setiap anaknya. Walau Kris dijuluki pemuda berbakat, level Kruel jauh meninggalkannya.


Kris banyak dibicarakan karena dikenal sebagai anak cerdas nan penurut, sedangkan Kruel kebalikannya. Dia lebih bebas dan suka berbuat onar, bahkan ketika belum mempunyai payung merah kesayangannya, Kruel dulu menggemparkan halayak ramai sebab berhasil mengalahkan setiap Grand Duke yang tidak menyetujui keputusannya.


Di sanalah Madison maupun Fae menyadari keturunan berdarah murni mempunyai kekuatan mutlak, bahkan keduanya mulai bersaing mendekati Kris. Waktu terus berlalu sampai suatu hari Kruel menghilang entah kemana tanpa kabar selama beberapa dekade kemudian pulang mengurung diri di kastil miliknya tanpa mengungkit apa – apa.


Kejadian ini berdampak positif bagi Kris karena terpilih sebagai Kepala Keluarga Tepes berikutnya akibat ketiadaan Kruel, Madison dan Fae ikut memperoleh keberuntungan usai menikahi Kris lalu diangkat sebagai bangsawan.


BUAKH! BUAKH! BUAKH!!!


“Hey? Hentikan, kau sungguh berniat membunuhnya? Nanti Kris murka bagaimana?” ujar Fae menepuk pundak wanita tersebut.


Gerakan menginjak Madison terhenti, ia menarik napas dalam – dalam untuk mencoba menenangkan pikirannya. Fae bersyukur temannya itu masih cukup waras, dia mengangkat kepala Callista dengan menarik rambutnya.


“Callista? Anak cantik....lihat betapa buruknya penampilanmu sekarang, mari ikut kami pulang bertemu—“


“Cuih!?” Callista sempat meludahkan darah ke muka Fae meski wajahnya sendiri sangatlah kacau balau.


“Grrr.....kau dan Ibumu sama – sama hama.....”


JDUAAAKKK....!!!


Selesai mengumpat Fae melepaskan pukulan keras sehingga Callista terlempar puluhan meter, perempuan pengguna penutup wajah ini mengeluarkan sapu tangan tuk membersihkan perbuatan Callista sebelum memerintahkan anak – anaknya.

__ADS_1


“Pergi, seret dia bertemu Ayah kalian. Jangan sampai kami turun tangan lagi atau lain kali aku akan benar – benar membunnuhnya....”


------><------


“Hmm kurasa area sekitar sini telah am—“


BRUAKH...!!!


“WOAAA....!!?”


Kizuna memekik kaget kemudian buru – buru menutup telinganya akibat suara tabrakan keras ditambah angin kencang yang menerpanya satu detik lalu. Ia menoleh dan menemukan bekas reruntuhan bangunan lain semakin hancur. Penasaran, Kizuna memicingkan mata beruha melihat menembus kepulan debu.


“Eee....eh? Callista!?”


Sewaktu akhirnya mengenali sosok berdarah – darah tergeletak lemas jauh di sana, Kizuna tanpa menunggu lama langsung mencoba menolong. Kondisi Callista sungguh memperihatinkan sampai – sampai Kizuna bingung harus berbuat apa.


GRAB!


“Ki...zu...na....” panggilnya lemah.


“Hei?! Kau baik – baik saja? Aku tau kau mempunyai kemampuan regenerasi tapi—“


“La...ri....”


“Hah?”


“Heeeh....pantas aku mencium bau bulu binatang basah, ada Werebeast ternyata....”


Kizuna menoleh dan menemukan empat orang Vampir sudah mengelilinginya, aura kegelapan milik masing – masing membuat rambut sekujur tubuhnya berdiri menandakan bahaya. Dia segera berbalik memunggungi sahabatnya.



“Kalian pelakunya ya?”


“Minggirlah rubah kotor, kami hanya ingin membawa pulang gadis kurang ajar itu....”


“Lewati mayatku dulu keparat.....!!!” Kizuna menggeram memamerkan gigi – gigi runcingnya, kesembilan ekornya mekar layaknya pelindung bagi Callista.

__ADS_1


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.


__ADS_2