Elementalist

Elementalist
Chapter 249 - Dissent


__ADS_3

“Apa kau tidak terlalu memberi keringanan pada mereka?” Garyu menatap tajam.


“Aku setuju....” timpal Merlin.


“Hmm? Masalah buat kalian? Kita sudah membicarakan ini, tidak akan kubiarkan satupun ras Manusia yang menyerah disentuh kalian meskipun sehelai rambut saja....” Louis menoleh usai menyelesaikan pengumumannya.


ZING....!!!


Agnet kuat beradu menyebabkan hawa sekitar tempat kelima pemimpin pasukan bergetar hebat, bahkan beberapa anggota berperingkat rendah cepat – cepat menjauh atau dapat kehilangan kesadaran. Kris mengamati situasi tersebut sembari terkikik geli, ia tidak percaya hari dimana pasukan Elit seluruh ras besar bersatu untuk melawan satu musuh sama akhirnya tiba.


“Ayolah....semuanya, ada pertempuran menanti. Jangan malah membuang – buang tenaga berseteru antar sesama dong....” ujar Orion mencoba mencairkan suasana.


“Diamlah anjing Azuldria! Kau pikir punya hak bicara dengan kami? Ketahui tempatmu....” Merlin meliriknya sinis.


“Ahahaha....aku di sini mewakili Yang Mulia Regulus karena alasan yang kalian sendiri tau, tetapi jika memang diremehkan segitunya aku tidak keberatan bertukar satu dua jurus melawanmu Orange Witch....”


“Jangan terlalu angkuh bocah tengik....”



Mungkin jumlah perwakilan Elf dalam pasukan ini bisa dibilang paling sedikit, bahkan mereka tidak ditemani oleh Raja barunya. Namun semua orang sadar betul kalau sampai terjadi perpecahan kemudian harus bertarung, ras pemilik wilayah terluas itu sungguh akan menjadi lawan paling merepotkan.


“Ahhh....aku juga ingin meluruskan sesuatu....”


Selesai mengucapkan kalimat barusan Louis menghilang dalam sekejap lalu muncul pada tengah – tengah pasukan Werebeast, tangannya bergerak cepat mencengkram udara kosong. Tapi perlahan sesosok individu berkulit hijau nampak tercekik keras.


“Akh....!?”


“Kingka?!” panggil anggota Dua Belas Shio lainnya.


“Bunglon kecil....kau tau kesahalanmu?”


“Ugh....kenapa tiba – tiba—apa masalahmu brengsek?!”


“Sudah aku tegaskan supaya tak menambah korban jiwa bukan? Waktunya kau menerima konsekuensinya....”


KRAKK....!?

__ADS_1


“KEPARATTT....!?”


BUAKH....!?? DESH....!?



Melihat kepala kawannya hancur membuat Baekho menggeram murka sebelum menerjang ke arah Louis disusul oleh Ushiro dan Hebihime. Namun sebelum serangan mereka sempat mengenainya, masing – masing Mira, Sandayu, serta Hayha mengelilingi Ketua Vanguard tersebut kemudian menangkisnya. Kejadian ini cukup menyebabkan semua orang tertegun menyaksikan kekuatan kelompok milik Louis.


“Oi sialan? Jawab pertanyaanku dan sebaiknya kau pikirkan masak – masak sebelum bicara, kau pikir aku akan berdiam diri saja ketika kau membunuh salah satu Jenderal Petarungku tanpa memberitahu alasannya....” Garyu melotot sembari mengeluarkan sedikit api melalui celah mulutnya.


“Kita punya perjanjian, dia melanggarnya. Aku benci pembohong.....”


“Brengsek ini—“


“Jangan berpura – pura bodoh, penciumanku mungkin tidak setajam milik kalian namun aroma darah tadi jelas sekali. Sekarang giliranku bertanya, apakah Werebeast hendak melanggar kontrak tersebut?”


Pernyataan balik Louis segera direspon oleh tiga pemimpin ras lainnya, Merlin mengeluarkan payung jingganya terus menodongkannya tepat menuju sang Dragon Shio. Tak lama berselang bilah pedang Orion juga Kris melakukan hal sama.


“Grrr....kalau begitu para penghisap darah di sana layak mendapat hukuman setimpal!? Mereka pasti ikut menghabisi beberapa Manusia....”


“Hihihi....bercandamu tidak lucu sama sekali Tuan Garyu, kami mungkin Vampire tetapi masih cukup pintar untuk menghormati perjanjian” balas Kris tertawa geli sambil diiringi gelak anggota keluarga Tepes lainnya.


“Garyu? Sepertinya kau harus belajar cara mendidik anak buah dari Kris” Louis berpesan singkat ketika berjalan melewatinya.


Pupil mata Garyu melebar, ia menunduk kemudian mengepalkan kuat – kuat tangannya. Orion serta Merlin merasa agak kecewa sebab orang itu sukses mengendalikan emosinya padahal kesempatan menghabisi ras Werebeast sudah hampir tercipta, sementara James menatap jasad tanpa kepala Kingka sebelum menghela napas.


“Aku tidak lihat, kan telah kuperingati....bebal sih hadeh.....”


------><------


Luapan suka cita atas keberhasilan bertahan hidup melalui bencana jatuhnya Elemental City menguap seketika digantikan oleh tarikan napas kencang pertanda cemas waktu layar proyeksi sihir seluruh kota menyorot pemandangan sekeliling, beberapa orang berpikiran cepat menyadari hal ini dan meminta Ryan segera menonaktifkan tekniknya namun sayang terlambat.


Pengumuman Louis lebih dahulu mengudara, setelah mengungkapkan ancaman secara terang – terangan pada awal pembicaraanya perlahan ia mulai menjabarkan satu per satu tuntutan juga tawaran.


Pertama, Louis menegaskannya dirinya bersama pasukan Fatum hanya menginginkan nyawa sepuluh Elementalist. Sehingga seolah memberitahu kalau kalian ingin selamat, serahkan mereka maka Louis berjanji akan mengampuni siapapun yang menyerah serta menjamin keselamatannya.


Tidak perlu jeda lama rencana Louis menunjukan hasil, para penduduk Elemental City terpecah menjadi dua kelompok besar. Satu berusaha melindungi sementara sisanya mau tetap hidup, gesekkan itu sungguh luar biasa karena ikut menyeret mantan pemimpin – pemmpin negara ditambah Hidden Suzerainity ke dalamnya.

__ADS_1


“BUKANKAH PILIHANNYA JELAS SEKALI!? KAU MAU KITA HIDUP ATAU MEREKA?!”


“DASAR TIDAK TAU BALAS BUDI!? KAU PIKIR MENGAPA DIRIMU MASIH MAMPU BERNAPAS USAI MUSIBAH SEBELUMNYA!?”


“PERSETAN!? TUGAS ELEMENTALIST ADALAH MELINDUNGI UMAT MANUSIA?! JADI MATI SEKALIPUN HARUSNYA MEREKA TERIMA SAJA!!!”


“IDIOT!? MEMANGNYA KAU BERANI MENJAMIN KALAU HIDUP SEMUANYA AKAN AMAN SEPERTI UCAPANNYA!!? IA MERUPAKAN TRASH YANG BEKERJA SAMA DENGAN RAS – RAS LAIN!? KAU BUTA YA!? BAGAIMANA JIKA KELAK KAU DIJUAL KEPADA MEREKA!??”


Teriakan, makian, hinaan bahkan suara pukulan memenuhi udara, perdebatan kian memanas sampai berpotensi menciptakan kekacauan besar. Disanalah Pak Hartoso, Perdana Menteri Masamune, Raja Faisal bersama individu – individu terpandang lain mengambil tindakan.


Pengwal pribadi masing – masing hanya perlu memancarkan Agnet mereka untuk mendamaikan massa, tetapi sialnya situasi makin keruh akibat pengumuman Stickman sebagai Wali Kota yang menyatakan dia beserta anak buahnya siap bergabung dengan pihak Louis.


“Gio? Kita harus bagaimana?” bisik Bianchi khawatir.


“Serahkan masalah ini pada para Mantan Pemimpin Negara, kita tidak punya pengaruh apapun dalam masyarakat. Pax adalah organisasi bak bayangan yang bergerak dibawah kaki mereka semua....”


Kala Pengawas Ujian menerka – nerka kemana arah perseteruan akan berakhir, terdapat seorang gadis masih menatap layar proyeksi tanpa mampu mengalihkan perhatiannya. Pupil matanya bergerak kesana kemari melihat kerumunan prajurit musuh.


‘Kenapa....kenapa lambang – lambang kelima keluarga Elf ikut serta? Mengapa bisa begini? Ibu? Nenek....? Apa kalian sungguh melanggar janji tersebut?’ Alalea diserang peraasaan cemas bertubi – tubi.


------><------


“KAU PASTI BERCANDA!? INI SIH NAMANYA KELUAR KANDANG HARIMAU MASUK KE MULUT BUAYA!?” jerit Timothy memperhatikan pasukang gabungan itu.


Untuk pertama kalinya sembilan Elementalist lain setuju atas pendapat Timothy, tak ada yang berkomentar atau mencoba membantah. Ketika teman – temanya masih terpaku Arya mencoba mencari jalan keluar dan tepat sebelum dia sempat mengucapkan sepatah katapun pengumuman Louis mulai berkumandang.


Mereka mendengarkan hingga selesai dengan seksama, ekspresi masing – masing pelan tapi pasti berubah memburuk sadar efek dari kejadian barusan akan teramat besar. Arya berbalik kemudian berlari demi berniat segera kembali menuju Distrik Emas namun tiba – tiba keseimbangannya menghilang.


“ARYA!?”


“KAPTEN!?”


“Hah...hah....hah....akh....” ia jatuh bertekuk lutut sambil memegangi dadanya yang sesak, matanya mulai berkunang – kunang.


“Jangan gegabah!? Kaulah orang yang kondisi fisik maupun mentalnya paling terkuras!” tegur Selena buru – buru mendekatinya.


“Kita....uhuk....harus cepat....hah....atau semua bakal kacau balau....Safira....” Arya memanggil lemah sembari merangkak pada tanah.

__ADS_1


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.


__ADS_2