Elementalist

Elementalist
Chapter 266 - Overwhelmed


__ADS_3

Energi sabetan pedang merah berkilau terlihat menyambar seakan mengoyak udara sekitar lokasi pertarungan, begitu mengenai target suara memekakkan telinga nyaring terdengar diiringi hembusan angin dahsyat. Beberapa orang terpaksa mencari tempat berlindung dari efek pasca jurus hebat barusan.


“Kekuatan yang luar biasa....” Timothy berdecak kagum sambil berusaha mengintip keadaan area di sana melalui balik bongkahan bangunan.


“Bukan waktunya kagum, ayo kita harus bergerak....”


Kevin memimpin jalan untuk bergerak kembali, keduanya langsung tiarap saat merasakan Agnet kuat Arya sebelumnya. Mereka sebenarnya sungguh ingin membantu pemuda tersebut, namun usai menimbang – nimbang situasinya Kevin berpikir jika bergabung ke situ sama saja bunuh diri dan malah akan mengganggu konsentrasi Arya.


Oleh karenanya ia mengajak Timothy menghalau bala bantuan Fatum lainnya atau paling tidak menolong rekan – rekan seperjuangan, hantaman sihir bola hitam raksasa beberapa saat lalu memang mengakibatkan kondisi abu – abu bagi semuanya. Kevin juga Timothy cukup beruntung bertemu secara tak sengaja, kalau sampai berpapasan dengan musuh kemungkinan ceritanya bakal berbeda.


“Tetapi....setelah kuperhatikan menjadi Kapten itu enak ya....”


“Hah? Apa maksudmu?” tanya Kevin keheranan tanpa menoleh.


“Bahkan perempuan – perempuan pihak musuh ikut memperebutkannya....lihat”


“Mereka sedang mengincar nyawanya....kupikir hal tersebut bukan suatu yang harus kau merasa iri tentangnya, kepalamu terantuk keras sekali ya? Hari – hari makin bertambah aneh....”


“Kevin ayolah....walaupun demikian kau pun pasti—“


BRUAKH!!!


Tiba – tiba dinding beton di atas kepala keduanya ambruk berserakan, masing – masing segera memasang sikap siaga terus berpencar menghindarinya. Masih dengan napas terputus – putus mereka menengadah kemudian mengambil kesimpulan kalau kejadian tadi terlalu janggal, struktur bangunannya nampak sangat kokoh.


Mustahil jatuh tanpa alasan jelas, tak lama berselang aroma amis menusuk lubang hidung dua Elementalist pria ini. Perlahan dari dalam debu muncul siluet seorang laki – laki berlumuran darah segar, dia berjalan santai sembari mengunyah sesuatu.


KRATAK! NYAM! GLEK!



“Akhirnya sampai....harusnya energi kuat sebelumnya berasal dari sini....”


“Ghoul...”


“Kevin hati – hati....dia bukan Demon biasa melainkan anggota Tujuh Dosa Besar....” Timothy memperingati waspada.


“Hmm....dan kalian? Ahh....Elementalist rupanya, meski bukan target utama sepertinya lumayan sebagai appetizer....” gumam Avarum melirik singkat.


Belum sempat Kevin maupun Timothy bereaksi, benda misterius muncul melalui punggung sang Gluttony Sins kemudian menerjang keduanya. Kecepatannya tidak dapat diimbangi Timothy sehingga dirinya hanya bisa berlindung menggunakan Ladon namun tetap tersungkur menembus tembok, sementara itu Kevin sigap mengaktifkan Wakiya Ronin Mode lalu layaknya sambaran petir menyelinap ke belakang lawannya.

__ADS_1


“Electric Smite!” Kevin menembakan kilat kekuningan sekuat tenaga.


SRRT....!!! JDUAR!!!


------><------


Begitu mendarat Arya langsung bertekuk lutut, Mode Servant miliknya menghilang hampir bersamaan dengan kekuatan kakinya. Walau ada dorongan kuat untuk menutup mata dia masih berusaha terjaga ingin memastikan hasil dari kedua jurusnya yang mengenai telak para lawan.


“Hah...hah...hah sudah kuduga tidak semudah itu....” gumamnya pelan terus mencoba bangkit memanfaatkan pedangnya sebagai penopang.


Sebuah pelindung sihir nampak berdiri kokoh beberapa senti di hadapan Moona serta Bunny, cukup melihat energi sekitar teknik tersebut Arya bisa mengetahui siapa dalangnya. Friska si Black Mara melayang santai menghampiri perempuan – perempuan bermata gusar dekat sana.


“Jangan protes dahulu, aku cuma melakukan perintah. Lagi pula aku tak menyerang bukan?”


“Apa maumu penyihir licik?” Moona meliriknya dingin.


“Sejujurnya aku punya sedikit urusan belum selesai dengannya, tetapi kalau kalian keberatan silahkan lanjutkan”


“Kau sengaja agar kami berhutang budi, cepat katakan keinginanmu sebagai gantinya....” tagih Bunny curiga.


“Haduh....kalian terlalu berpikiran buruk tentangku, tidak semua Wicth bersikap demikian. Aku hanya mau nyawa pemuda itu, kita satu aliansi ingat?” Friska menghela napas lelah.


SYUU....!!!


Sebuah tongkat hijau melesat entah dari mana terus berputar – putar hingga tiba tepat di depan Arya berdiri, ketika hendak menebasnya sosok Mira muncul menangkap benda tersebut dan memaksa dirinya menghentikan ayunan Mandalika.


Ujung senjata aneh Mira memiliki semacam celah yang langsung dimanfaatkan olehnya menjepit leher Arya kemudian menghempaskannya menuju tembok. Retakan besar tercipta dalam sekejap, bahkan hentakan pelan saja mampu merobohkan bekas bangunan tersebut.


“Mustahil menang kalau tidak menyerangku, kau naif sekali wahai Elementalist Es....”


“Akh....ugh....!?”


Kelompok sebelumnya tentu naik pitam akibat tindakan semena – mena Mira, tapi ketika mereka baru mencoba melayangkan protes. Sekelebatan sesuatu berwarna putih melintas, Bunny berdecak gusar sadar bagaimana kelanjutan semuanya, “Oi!? Kau mau melanggar janjimu!?”.


Mira mampu merasakan datangnya bahaya, dia melepaskan genggamannya pada tongkat lalu menjaga jarak. Benar saja hanya jarak kedipan mata hadirlah anggota Dua Belas Shio lainnya sembari menyeringai lebar.


“Kau kebanyakan bicara Bunny, lima menit sudah lewat. Cloud Tiger Unique Move; Tigreas Uppercut!” kata Baekho penuh napsu membunuh.


SRAT! JGER...!!!

__ADS_1


Tiga buah Agnet berbentuk cakar raksasa tercipta merobek udara juga meluluhlantakkan seluruh objek di hadapannya tanpa terkecuali. Arya terlempar tinggi dengan badan berlumuran darah segar, meskipun teramat perih ia tak mampu mengeluarkan suara akibat luka dalam pemberian Mira ke tenggorokannya tadi.


CYU...!!!


Angin terhisap menuju satu titik sewaktu energi berjumlah besar berkumpul mengelilingi telapak tangan Greenhook, nampaknya sang Goblin King enggan ketinggalan ikut dalam pengeroyokan ini. Sebuah bola jingga dengan cincin membara melingkarinya siap ditembakkan kapan saja oleh Greed Sins.



“Purgatory Heritage Song....!”


SYUUU....!!!


Layaknya peluru kendali jurus luar biasa tersebut menerjang secepat kilat, Arya menggigit bibirnya sendiri kemudian mencoba menendang kembali serang barusan kepada pemiliknya. Greenhook tertawa mengejek karena begitu kaki Arya hampir mengenainya, teknik pamungkasnya pecah menjadi beberapa bagian terus segera menghujani target.


BUMM....!!!


------><------


Kepulan asap mengelilingi lokasi terakhir Arya melayang, selagi Moona mengutuk perbuatan Greenhook pandangan aliansi Fatum lain masih terkunci menunggu bagaimana nasip sang Ketua Elementalist. Mata mereka melebar saat menyaksikan sembilan ekor kuning membungkus tubuh Arya sepert kuncup bunga.


Begitu membuka Arya telah berganti penampilan dengan menggunakan Mythical Werebeast Armor milik Kizuna, Kyubi no Yoroi. Urat saraf Baekho serta Bunny menegang, dalam waktu bersamaan keduanya menghentak tanah sekuat tenaga.


Masing – masing terbang dengan berpijak pada udara kosong, setibanya tanpa basa – basi dua tendangan kuat berlapis Agnet pekat dilayangkan. Atmosfer sekitar sana bergetar hebat akibat hantaman dahsyat yang timbul akibat adu fisik ketiganya.


JDUAK!!!


“JANGAN BERANI – BERANI MENGGUNAKAN KEKUATAN WEREBEAST DI HADAPAN KAMI!? MANUSIA BUSUK!!!”


Arya sukses menghalau sepakan kuat para Shio berbekal kesembilan ekornya, sayang Moona entah sejak kapan berhasil menyusul. Ia menutupi sinar matahari sambil menyiapkan pukulan, aura merah mulai terkumpul di sana terus menerus.


“Moon Eater!”


ZAP!!! GROARRR....!!!


Arya mengibaskan tubuhnya untuk terlepas dari kekangan Bunny maupun Baekho kemudian berbalik, energi berupa kepala serigala raksasa bersiap menyantapnya. Dia mencoba menahannya menggunakan pedang namun terlampau kuat sehingga tetap menyebabkan badannya menghembas bumi.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.

__ADS_1


__ADS_2