Elementalist

Elementalist
Chapter 267 - Kesetiaan


__ADS_3

SYUU....BUMM....!!!


“Harusku akui, untuk orang yang saling membenci kerja sama kita lumayan juga kekeke....” gelak Greenhook puas.


“Tutup mulutmu! Sekali lagi kau melakukan hal seperti tadi akan kurobek bibirmu Goblin tua!” Moona menggeram jelas sekali masih kesal atas kejadian sebelumnya.


Mereka semua mendarat bersamaan tepat lima meter dari titik terjatuhnya Arya, Friska menerawang ke balik hamburan debu kemudian melepaskan sihir berupa tombak hitam raksasa. Benda tersebut menghujam target tanpa ampun, aliansi Fatum lain langsung menoleh penuh keterkejutan.


“OI!?”


“Cuma mau memastikan, bukankah menyegerakan selesainya tugas ini maka artinya lebih baik?” jawabnya tak memperdulikan protes orang – orang sekelilingnya.


“Aku sudah tau tau sejak awal memang mempercayai penyihir adalah tindakan konyol....” Bunny menyindir sinis.


“Jangan bilang begitu dong, kalian pikir aku pun sudi bersebelahan dengan makhluk – makhluk kotor?”


“APA KATAMU?!”


“Archaic Magic, Limbo....”


Ketika situasi makin memanas, tiba – tiba Friska mengucapkan mantra sihir kuno yang mengakibatkan auranya merembes deras hingga angkasa. Dalam waktu relatif singkat suasana seluruh Elemental City menjadi malam hari padahal baru beberapa jam lalu masing – masing menyaksikan matahari terbit.


Semua menjadi waspada dibuatnya, namun para anggota Fatum terkesiap karena luka maupun tenaga mereka pulih sangat cepat. Bahkan kemampuan jenis – jenis tertentu khusus saat gelap meningkat berkali – kali lipat, jauh berbanding terbalik dengan pihak satunya. Rekan – rekan Pax berkekuatan kurang mumpuni perlahan berjatuhan seolah Agnet milik mereka ditarik keluar dari tubuh.


“Luar biasa....” gumam Mira mengamati cermat lengannya.


“Selesai, cukup melihat perbedaan jumlah seharusnya kau telah sadar mustahil memenangkan perang ini bukan? Peluangnya nihil....orang – orangmu bakal terus berguguran wahai Elementalist—”


“Berakhir? Hehehe....mungkin yang benar maksudmu baru saja dimulai....”


Suara lirih itu membuat Friska gagal menyelesaikan kalimatnya, setiap pasang mata sekali lagi tertuju ke arah lokasi Arya seharusnya berada. Nampaklah pupil biru penuh tekad mengintip dari celah enam energi berbentuk sayap hitam besar.



“Kau....!?” Friska berseru kaget mengenali sihir Necromancer tersebut.


Di waktu bersamaan Hayha masih mengeker siap menarik pelatuknya kapan pun dibutuhkan, menyadari Agnet Arya makin meningkat tajam ia menarik napas panjang dan mengincar tepat kepala targetnya, “Jarak tembak dua kilometer, kekuatan angin arah timur sebesar—“.


BRUAKH....!!!


Fokus Hayha buyar seketika disebabkan kemunculan tangan hitam raksasa melalui lantai menyambar lehernya sampai terdorong menabrak dinding ruangan. Hal serupa ikut terjadi kepada lawan – lawan di hadapan Arya. Mereka terpaksa bertekuk lutut akibat kumpulan bayangan mengerikan.


Suara kepakan menarik perhatian masing – masing, pria berlapis kekuatan kegelapan terlihat melayang kemudian mendarat mulus tepat bersebelahan dengan sang ketua. Dia terus mengarahkan telapaknya untuk mengendalikan jurus pengekang barusan.


“Abyss Walker Mode....maaf atas keterlambatannya Kapten” sapanya pelan.


__ADS_1


“Tidak perlu sungkan begitu, melihatmu masih bernapas saja sudah lebih dari cukup Zayn....”


“Kami tak akan mati semudah itu....”


“Black Mara kau melakukan sedikit kesalahan, jangan pikir cuma anggota kalian saja yang bertambah kuat akibat kegelapan. Bersiaplah....” Arya berkata sambil melebarkan sayapnya, lima wujud individu berzirah perlahan bangkit dari bayangan miliknya.


------><------


BUAKH!!!


“Ugh....!?”


“Tuan Putri? Jika kau sangat mengkhawatirkan pangeranmu kenapa masih di sini? Melihatmu menghadapiku sembari celingak – celinguk sungguh melukai harga diri tau....” saran Orion mengangkat kedua bahunya keheranan.


Alalea meludahkan darah yang memenuhi mulutnya lalu berusaha mengatur napas, memang benar seperti ucapan Orion. Sejak merasakan berkumpulnya musuh – musuh beraura kuat maupun ledakan teknik dahsyat dari tempat Arya dan kawan – kawan berada fokus Alalea terpecah.


Dia tidak dapat menahan perasaan untuk menengok saking penasarannya tentang bagaimana nasip mereka semua, tentu kesempatan ini dimanfaatkan penuh oleh si Ksatria Pentagram klan Azuldria. Orion berhasil mendaratkan lusinan tebasan dalam kepada kulit gadis tersebut.


“Sebenarnya kami menerima perintah menangkap anda hidup – hidup putri, ras Elf akan merasakan kehilangan besar kalau engkau sampai tewas. Kau merupakan orang paling tepat tuk mengandung Raja atau Ratu kerajaan kita berikutnya, sosok yang kelak membuat setiap ras tunduk padanya.....”


“Cuih!? Dalam mimpimu! Lebih baik aku mati....” Alalea tersenyum mengejek.


“Hadeh....seharusnya sedari awal aku paham mustahil bernegosiasi, baiklah saatnya penghabis—“


Langkah Orion terhenti karena kejadian barusan bertepatan dengan pengaktifan sihir Limbo oleh Friska, lutut Alalea langsung melemas hingga kesulitan berdiri. Ia merasa seolah ada sebongkah batu raksasa menimpa punggungnya, meski tak separah lawanya efek samping ini juga mengusik Orion.


“Dasar para tukang mantra arogan, mereka pikir bisa berbuat sesuka hati? Kenapa harus melakukan sesuatu di luar prediksiku?” gerutu Orion dingin.


“JANGAN BERGERAK ORION!?”


“Hmm? Bagaimana cara orang yang bahkan kewalahan mengangkat kepala menghalangiku?”


SYUU...!!!


“Sebaiknya kau mematuhi perkataan Tuan Putri, kakak....”


Tiba – tiba datang Elf bermata biru lain entah dari mana, dia menyelinap ke belakang Orion sembari menodongkan pedangnya. Alalea bersusah payah mengenali identitas si pendatang baru akibat penampilanya teramat kacau juga dipenuhi luka.


“Eridan?!”


“Ahh aku baru saja ingin mencarimu wahai adikku....”


“Diam....” Eridan memperingatkan waspada, ia sadar betul betapa banyak siasat milik saudaranya itu.


“Oke....ini penawaran terakhir, turunkan senjatamu dan bergabunglah denganku kemudian kita kuasai dunia bersama....”


“Kakak....aku bersumpah setia atas darah bangsawan Azuldria, jiwa dan ragaku hanya untuk penguasa sah tahta kerajaan Elf”

__ADS_1


“Benar....bodohnya diriku, aku lupa kau mewarisi sifat pengecut Ayah. Sekarang....”


JLEB....!!!


Tanpa diduga lima pemuda lain muncul terus menusuk Eridan namun berkat kesigapan Alalea menggunakan sihir ia sukses menariknya mundur meski mengalami pendarahan hebat. Orion mengenakan tudung jubahnya santai sebelum memberi perintah kepada lima calon Ksatria Pentagram berikutnya, “Kuserahkan urusan di sini ya....”.


“Dimengerti....”


“TUNGGU!?”


BLAR....!!!


“Ukh....sial” umpat Eridan bergerak gesit menghindari tembakan sihir.


“Ups....aku sarankan kalian tak mengalihkan pandangan jika ingin hidup lebih lama....”


“Kau....!?”


“Hehehe halo, apa kau merindukanku? Sayang....” Daemord memberikan seringai lebar ke mantan kekasihnya.


------><------


“Ini....Limbo? Dasar Friska....” celetuk Merlin menengadah memperhatikan langit gelap.


“Ulah orangmu?”


“Ahh....si Black Mara....nampaknya dia serius karena telah menemukan target utama”


“Aku menyukai tekniknya....” Kris tersenyum sambil mengepalkan tangan, aura pekat nan mengintimidasi perlahan merembes keluar.


Cuma Regulus seorang di antara kelima petinggi Fatum terlihat kurang nyaman, sementara Louis maupun Garyu tidak memberikan respon seolah tak terjadi apa – apa. Louis memutar – mutar senjatanya yang berbentuk sabit raksasa lalu menyandangkannya ke pundak.


“Sepertinya sudah tiba waktunya untuk keluar dari sini....”


“Kau benar....” timpal Regulus setuju.


Lima pasang mata langsung tertuju ke satu titik, tempat seorang pria bersimbah darah berdiri memegang erat pedang berwarna emas. Meski kondisinya amat terdesak, matanya masih belum menunjukan tanda – tanda akan menyerah.


“Aku akui kau adalah Manusia terkuat di masa sekarang, tetapi mencoba menghadapi kami sendirian itu sangat berlebihan....”


“Seingatku aku tidak pernah meminta pujian atau komentar darimu....”


“Untuk seseorang yang telah kehilangan tangan kirinya kau cukup bermulut besar....” Garyu mendengus kesal.


“Hehehe....untuk lima orang pengeroyok yang tidak mampu melewati pria buntung kalian sangat payah....” balas Astral tertawa tanpa rasa takut.


^^^

__ADS_1


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.


__ADS_2