Elementalist

Elementalist
Chapter 68 - Astrid Fire Baths


__ADS_3

“Kau tidak salah dengar”


“B..b...b...b...b...ba..ba...bagai—a..a..a..a..ak..aku—“ Selena tergagap hebat sebelum akhirnya dipotong oleh Arya.


“Kau tidak apa – apa? Ini bukanya aku sedang menyatakan cinta padamu lho, jadi tidak perlu bingung untuk memberi jawaban seperti itu” Arya menaikan sebelah alisnya.


“Eh?”


Arya kemudian mengingatkan kepada Selena tentang hari dimana pertama kali semua Elementalist berkumpul, Arya adalah orang yang paling akhir sampai. Dan ketika itu ada tiga orang memberi sapaan langsung kepadanya.


Selena adalah salah satunya, saat pandangan mereka bertemu. Arya merasa ada sesuatu yang hangat mengisi dadanya, dari persepsi pribadi. Arya menganggap itulah cinta pada pandangan pertama, walau sejujurnya dia sendiri tidak terlalu mengerti apa yang dimaksud dengan cinta.


Mendengar kata – kata Arya, wajah Selena memerah karena malu sendiri kemudian mengumpat dalam hati tentang betapa bodoh dirinya yang baru saja merasa terlalu percaya diri.


“Kau tidak perlu memikirkannya, kejadiannya juga sudah lama sekali. Setidaknya aku ingin kau tau kalau aku pernah merasa seperti itu padamu” ujar Arya mengakhiri penjelasannya.


“Pernah?” ulang Selena memiringkan kepala.


“Huum, mungkin perasaan itu sudah hilang. Lagi pula bukannya kau sudah menyukai orang lain? Bagaimana perkembangan hubungan kalian?”


“HAH?!”


Selena tidak bisa meyembunyikan keterkejutan dari wajahnya, rona merah disana semakin terlihat jelas. Ia bahkan sampai berdiri karena terkejut mendengar pertanyaan Arya. Jantung Arya juga terasa hampir copot akibat teriakan tiba – tiba Selena.


“K..k..k..k..ka..ka..kau! Kok bisa?!”


“Kenapa? Apa tidak berjalan dengan baik?”


“Jawab pertanyaanku dulu!” desak Selena.


Itu pertama kalinya Arya melihat tingkah laku Selena yang seperti ini, dan hal tersebut malah membuatnya tertawa.


“Perasaan kurasa, untuk apa seorang gadis berjalan sendirian diakhir pekan?” Arya berusaha mengingatkan Selena tentang pertemuan mereka dipusat Elemental City.


“Ugh....ini memalukan” ujar Selena dalam hati sambil berjongkok dan menutupi wajah dengan kedua tangan.


“Kalian punya masalah? Apa aku perlu—“


“Cukup! Kumohon jangan bahas itu lagi”


“Ahaha baiklah, aku sedang berusaha mempelajari sesuatu. Jadi sebaiknya aku tidur lebih dulu, selamat malam”


Ketika Arya sudah tidak terlihat lagi, Selena menengadah ke langit malam untuk menenangkan diri.


“Kalau kau bisa sepeka itu terhadap orang lain, bagaimana mungkin kau tidak menyadari perasaan mereka semua padamu? Bodoh” gerutunya pelan.


------<<>>------


Keesokan harinya Arya menanyakan tentang teknik gelembung air milik Selena, jurus ini digunakan untuk menyelubungi kepala agar dapat bernapas didalam air.


“Mungkin hanya bisa bertahan dalam jarak 10 meter saja” Selena memberitahukan jangkauan gelembung air sehingga mereka tidak boleh terpisah terlalu jauh.


Arya bepikir sejenak sebelum akhirnya berpamitan pada Selena untuk pergi dan memintanya berlatih renang sendiri. Saat ditanya hendak melakukan apa, Arya hanya bilang ingin mencari solusi mengenai masalah gelembung air tersebut.


“Ngomong – ngomong apa ada sesuatu yang salah?”


“Tidak! Tidak ada”


Entah mengapa Arya merasa Selena seolah berusaha menghindari kontak mata dengan dirinya, ketika hawa keberadaan Arya menghilang. Selena baru bisa menghela napas lega.


“Bersikap seperti biasa itu mustahil setelah mendengar kata – katamu tadi malam! Dasar!” Selena mengacak – ngacak rambut dengan kesal.


----<<>>----

__ADS_1


Arya menelusuri semak – semak Dragon Island sambil dengan seksama mengendus aroma tanaman disana baik – baik. Setelah sekitar setengah jam barulah dia menemukan apa yang dia cari.


“Ketemu! Gill Leaf! Dengan ini pasti bisa” seru Arya girang mengangkat tinggi sebuah tanaman berdaun lebar.



Dia pun melanjutkan kegiatannya mengumpulkan beberapa Magical Plant, menurutnya jika bahan utama seperti Gill Leaf berkualitas bagus saja bisa tumbuh disini. Maka tanaman pelengkap yang ia butuhkan pasti tersedia juga.


Saat sedang asyik mengumpulkan tanaman, tiba – tiba Arya merasa pijakan kakinya bergetar hebat. Awalnya dia menganggap itu gempa, tapi getaran tersebut semakin kuat dan memiliki tempo kemunculan. Seperti ada sesuatu benda berat yang dihantamkan ke tanah secara berkala.


Arya mendongak ke arah beberapa pohon tinggi diatasnya. Ketika dia menyipitkan mata, secara mengejutkan pohon – pohon menghilang begitu saja digantikan kepala binatang besar berleher panjang, dia mengunyah pohon – pohon raksasa tersebut seperti Arya mengunyah bayam.


“Brachiosaurus?!!”


Mulut Arya terbuka lebar melihat makhluk dihadapanya, seekor Dinosaurus. Makhluk yang telah dianggap punah, masih hidup bebas ditempat ini. Bagaimana mungkin mereka bersepuluh tidak melihat makhluk sebesar Dinosaurus?, barulah dia sadar kalau mereka kebanyakan berteriak sambil memejamkan mata saat dibawa oleh Novis.


“Tapi syukurlah bukan seekor karnivo—“


Belum selesai berbicara, sesosok makhluk raksasa lain muncul disebelah sang Brachiosaurus. Si pendatang baru tanpa basa basi langsung menancapkan gigi – gigi runcingnya pada leher panjang makhluk malang tersebut.



“T-REX?!!!” seru Arya histeris.


Arya yang menggapai gagang Mandalika untuk hendak membantu Branchiosaurus terlepas dari serangan salah satu predator paling mematikan dalam sejarah itu seketika tertegun. Karena secara mengejutkan keduanya menghilang.


Beberapa saat kemudian terdengar suara debum keras menghantam tanah, kedua Dinosaurus tersebut sudah tidak bernyawa lagi. Seekor kadal raksasa merah bersayap mendarat disebelah dua bangkai buruannya dan makan dengan lahap.


“Naga? Entah kenapa aku seperti baru saja melihat jelas menggunakan mata kepalaku sendiri bagaimana rantai makanan ditempat ini berjalan” gumam Arya lemah.


----<<>>----


“Aww” Arya meringis kesakitan.


Karena dikelilingi oleh pepohonan rindang, akan sangat sulit menemukan tempat ini jika tadi tidak terperosok seperti Arya. Terdapat sebuah altar batu ditengah – tengah kolam tersebut.



“Ini....air hangat”


Tanpa pikir panjang, Arya segera melepas pakaian dan berendam disana. Karena merasa lelah dan nyaman akibat sumber air panas itu, diapun tak kuasa menahan kantuk.


Entah berapa lama dia terlelap, namun yang dia tau. Matanya langsung membuka ketika mendengar suara cipratan air disisi lain altar batu tempatnya bersandar.


“Uahh....tempat ini memang paling nyaman untuk beristirahat, benar kan?”


“Ada orang!” hati Arya mencelos


“Jangan bergerak”


Langkah Arya langsung terhenti, walau tidak tau dari mana suara itu berasal. Dia tidak berani untuk melakukan tindakan gegabah. Sosok orang yang berbicara mulai muncul dari balik altar.


“Siapa yang berani – berani masuk ke wilayah—eh?”


Seorang gadis kecil berambut merah menatap Arya dengan heran. Arya memalingkan wajahnya sambil berteriak dan berusaha menutupi tubuhnya menggunakan tangan.


“Kenapa kau teriak? Manusia memang aneh”


Barulah Arya sadar, kalau dirinya sedang berada di pulau para naga. Dengan kata lain gadis kecil dihadapanya ini juga pasti seekor naga, dia langsung meminta maaf sambil bernapas lega. Ia masih sempat berpikir akan dituduh sebagai seorang pedofilia beberapa saat yang lalu.


Setelah mendengar penjelasan Arya, gadis itu tertawa terbahak – bahak. Arya tetap berusaha menjaga jarak dengannya karena mereka berdua sama – sama tidak menggunakan sehelai pakaian pun pada tubuh masing – masing.


“Nyahahaha kalian para Manusia terlalu memikirkan hal yang tidak penting, lagi pula seekor naga tidak perlu menggunakan pakaian kau tau. Jadi kau terperosok jatuh kesini, pantas saja bisa menemukan kolam air hangatku, oh iya. Namaku Astrid”

__ADS_1


“Arya” sahutnya pelan.


“Kau cukup bernyali bisa sampai ke wilayah ini? Apa yang kau lakukan?”


“Mencari beberapa tanaman”


“Ehh? Apa kau tidak mendapat gangguan dari para naga cacat?”


“Naga apa?” ulang Arya bingung.


“Naga cacat, makhluk – makhluk berbadan besar disekitar sini”


“Maksudmu para Dinosaurus?”


“Begitukah kalian menyebutnya? Aku tidak terlalu perduli sih karena mereka hanya menjadi buruan kami” komentar Astrid enteng.


Astrid lalu memberitahu pada Arya kalau makhluk yang mereka sebut naga – naga cacat itu juga ada beberapa yang ikut dipindahkan ke tempat ini oleh para Elementalist generasi pertama. Arya akhirnya mengerti alasan mengapa Dinosaurus masih eksis sampai sekarang di Dragon Island.


Mereka berdua terus berbicara dan secara tidak terduga, ternyata cukup menyenangkan pikir Arya. Setelah sekian lama Astrid tiba – tiba melompat dan duduk diatas altar.


“Aku menyukaimu, bagaimana kalau kuberi sedikit hadiah” seru Astrid sambil mengangkat sebelah tangan yang sudah dibungkus api berwarna keemasan.


“Apa yang—Waa!!!”


Arya berusaha berlindung ketika Astrid melemparkan bola api tersebut, tapi nyatannya api itu tidak membakar tubuh Arya. Melainkan menjalar pelan diseluruh permukaan air kolam, Arya merasa tubuhnya dipenuhi oleh energi kembali.


“Tak perlu takut, api milikku hanya berada satu tingkat dibawah api Phoenix. Bisa memulihkan kondisi dan meningkatkan daya tahan tubuh, bukankah sudah kubilang akan kuberi hadiah?” Astrid cemberut.


“Ahaha maaf, aku tidak tau. Terima kasih Astrid”


“Sama – sama” balasnya tersenyum.


Saat Astrid bangun dari posisi duduk, pakaian langsung muncul menyelimuti tubuh mungilnya. Dia menoleh ke arah Arya sambil menyeringai.


“Sepertinya si bodoh itu cukup beruntung mendapatkanmu, sampaikan salamku padanya”


“Hmm? Siapa?”


“Siapa lagi? Tentu saja Cornus”


“Tetua Cornus?! Kupikir agak kurang sopan kalau kau menyebut seorang Tetua seperti itu” komentar Arya.


“Hah....untuk apa aku harus sopan kepadanya” Astrid menyahut enteng.


“Tunggu dulu! Bisakah kau memberitahukan namamu sekali lagi? Yang lengkap”


“Ehh....kupikir kau tidak akan bertanya, Ignisar Astridear Vulcanor” bersamaan dengan mengucapkan hal itu, dua sayap raksasa muncul dari punggungnya.



“Kau?!—“


Astrid melesat terbang ke angkasa dan membuat Arya gagal menyelasaikan kalimatnya.


“Berhati – hatilah saat kembali! Jangan sampai jadi santapan naga cacat ya? Nyahahaha”


“Tetua Klan Ignisar?!!”


Author Note :


*Sekarang semua tau kan kenapa lapak ini lebih sepi padahal jauh lebih menghasilkan dari pada lapak sebelah :3 Thanks for your bullsht comment. Loser ;)**


__ADS_1


__ADS_2