Elementalist

Elementalist
Chapter 100 - Au Revoir


__ADS_3

Ada tiga pertarungan paling banyak mencuri perhatian ketika perang Tepes terjadi, pertama tentu saja perseteruan antara Kruel melawan empat anggota Tujuh Dosa Besar. Ini merupakan yang terdasyat dan berdampak besar kepada sekitar.


Tidak ada satu pun orang waras berani mendekati wilayah pertempuran monster – monster ini, kehancuran bisa terlihat jelas mencakup sekitar satu kilometer luasnya saat adu kekuatan mereka dilakukan.


Terlebih lagi meningkatnya tempo pertarungan akibat penggunaan jurus – jurus hebat, perlahan tapi pasti. Lima Demon ini menunjukan kapasitas kemampuan puncak mereka, dimulai dengan penggunaan Blood Field oleh Kruel.


Kris, Moona, Avarum, beserta Greenhook memberikan perlawanan sengit pada sang Dracula Queen. Keempatnya bukannya tidak mencoba untuk menyelinap mengejar Arya maupun Callista. Hanya saja Kruel tak membiarkan satu pun diantara mereka terlepas dari pengawasannya.


Sehingga seolah – olah empat Demon kelas tinggi tersebut tidak mampu melarikan diri, getaran hebat mengguncang tanah begitu Kris, Moona, Avarum, dan Greenhook menggunakan teknik terkuat masing – masing.


Gelar Demon-Lord milik mereka memang bukan hanya isapan jempol belaka, jika sekarang satu saja berhasil meloloskan diri melewati Kruel. Maka hasil perang ini sudah dapat diketahui.


Selanjutnya adalah pertarungan Callista melawan Aris, kedua kakak beradik berbeda ibu itu bergerak begitu cepat di medan perang. Senjata darah milik mereka beradu menyebabkan suara memekakkan telinga bagi orang – orang yang sialnya sedang berada dekat situ.


Ini menjadi semakin heboh karena lokasi bertarung mereka tidak pernah bertahan lama. Keduanya selalu bergerak dan sekarang hampir telah menyelusuri seluruh wilayah pekarangan kastil Kruel, tak ada diantara Callista maupun Aris yang ingin mengalah pada perang ini.


Teknik darah es milik Callista nyatanya mampu membuat kakak perempuannya kewalahan, jurus itu merupakan kemampuan langka yang tidak pernah dilihat oleh banyak orang bahkan Vampir setingkat Kris sekali pun.


Aris yang semakin terpojok cuma bisa menggertakan gigi kesal, pada akhirnya ia juga menggunakan Blood Field untuk bertarung kemudian menyebabkan keriuhan di mana – mana sebab tidak sedikit orang – orang pada pihaknya juga terkena dampak serangan tersebut.


Dan yang terakhir adalah pertarungan satu lawan satu antara Arya dan Galahad, hal ini menjadi begitu menarik karena secara tidak masuk akal bocah itu mampu menandingi si Putra Sulung. Vampir sejati diimbangi kekuatannya oleh seorang Blood Servant.


Terlepas dari fakta kalau Arya merupakan salah satu Elementalist terkuat di generasinya, namun pada pertempuran ini dia tidak pernah sekalipun menggunakan kekuatan es miliknya. Murni hanya mengandalkan kemampuan fisik mode Blood Servant saja.


Sementara itu, Ethel beserta Dexi menonton semuanya sambil sesekali menghabisi musuh – musuh yang berlari ke arah mereka. Suara tawa mulai terdengar nyaring memenuhi udara, asalnya ternyata tidak lain dan tidak bukan dari arah pertempuran Galahad melawan Arya.


Galahad begitu senang akibat sudah lama tidak merasakan pertarungan semenyenangkan itu, dilain pihak Arya yang sedang berada dalam mode Blood Servant juga tak lebih menyerupai individu haus darah untuk sekarang ini.


Percikan – percikan kecil terlihat ketika Mandalika beradu dengan cakar hitam panjang Galahad, memang saat ini tidak ada satu pun putra putri utama keluarga Tepes memiliki Grimoire mereka. Rencananya Galahad akan menerima Claw of Destiny dari Ayahnya begitu merasa ia telah pantas.



Oleh sebab itu si putra tertua memiliki kemampuan mumpuni dalam penggunaan teknik cakar Vampir, Arya terkesan kuku – kuku tersebut tidak terpotong begitu bertemu bilah pedang Mandalika.


Memanfaatkan kelengahan beberapa detik Arya, Galahad mencenkram kuat Elemental Weapon milik pria tersebut sehingga tidak dapat digerakan. Lalu tanpa menunggu lama segera menusukan cakar tajam panjang dari tangannya yang satu lagi.


Arya memuntahkan darah segar ketika merasakan merasakan rasa sakit di sekitar perut dan dadanya. Kuku – kuku Galadad dengan sempurna tepat menembus tubuhnya.


“Arya!” panggil Callista histeris.


“Kau melihat ke mana hah?!”


Aris menghantam keras adiknya dan menyebabkan tubuh mungil Callista terpental beberapa meter. Galahad juga menendang tubuh Arya sehingga tercabut dari tangannya. Bukannya jatuh, Arya malah berjalan sempoyongan ke arah Callista.


“Kau tidak apa – apa? MiLady?” tanyanya parau sambil menekukan kedua lutut disebelah gadis itu.

__ADS_1


“Bodoh! Pikirkan dirimu sen—Uhuk! Uhuk!”


“Tenang saja, seharusnya dirimu sudah tau kalau Blood Servant memiliki kemampuan generasi bukan?”


“Tapi aku sebagai Tuanmu sekarang tidak memiliki kemampuan setinggi itu! Hiks....kau pasti menderita” Callista mengerang sedih.


“Apa yang kau khawatirkan? Selama kita bersama semuanya pasti akan baik – baik saja”


Arya membantu Callista berdiri, ia mengelus pelan kepala gadis tersebut untuk menenangkannya. Mata mereka bertemu sesaat sebelum akhirnya saling memunggungi. Musuh keduanya sudah berdiri di hadapan masing – masing.


“Mari akhiri semua ini”


“Umm”


“Blood Servant Activated” Arya berbisik lembut.


“Permission Granted” tambah Callista.


Begitu selesai mengucapkan kalimat tadi, keduanya secara bersamaan menggigit pangkal ibu jari masing – masing. Sebuah aura hebat meledak menyelimuti tubuh mereka, senyum lebar menghiasi wajah Arya.


Dia perlahan mengoleskan darahnya pada Mandalika, membuat bilah pedang tersebut menjadi merah seutuhnya. Arya mengangkat senjata miliknya menggunakan kedua tangan diatas kepala, sementara Callista mengarahkan kedua telapak tangannya yang sudah dirapatkan ke arah Aris.


“Blood Field; Red Moon Wave”


“Blood Field; Farewell Phrases”


Ethel meneriakan nama adik laki – lakinya untuk memperingati dia segera menghindar, namun terlambat. Tubuh Galahad sudah disapu serangan Arya, Aris di sisi lain bersikap keras kepala kemudian menerjang kelelawar Callista.


Dexi cepat – cepat menariknya sehingga saudara kembarnya itu hanya terkena sebagian dampak teknik tadi. Namun hal itu sudah cukup membuat Aris berteriak kesakitan, kejadian tesebut sangat tidak terduga.


Tubuh Galahad hampir terbelah dua, luka besar menganga dari pundak kiri hingga pinggang miliknya. Aris tidak lebih baik, ia kehilangan tangan kiri setelah berusaha menerjang maju serangan dasyat sebelumnya.


------><------


Sesuatu menghempas keras tanah kemudian menyebabkan debu bertebaran di mana – mana, Kruel tersenyum sinis kepada empat sosok yang datang menyusulnya. Akhirnya dia tidak bisa bertahan lebih lama lagi untuk menghalangi mereka sehingga harus terseret sampai ke pekarangan miliknya.


Arya beserta Callista segera menghampiri wanita itu, kondisi tubuhnya tidak terlihat baik. Nampak luka di mana – mana. Tetapi Kris, Moona, Avarum, maupun Greenhok juga tidak kalah babak belur akibat perlawan hebat Kruel.


Wajah Kris menegang mengetahui kondisi kedua anaknya, ia bertanya – tanya dalam hati bagaimana cara Arya dan Callista melukai mereka.


“Kerja bagus kalian berdua, sekarang pergilah. Kalian tidak bisa membantu lebih dari ini”


“Kruel tolong biarkan—“


“Hei nak? Bukankah sudah waktunya?” potong Kruel melirik Arya.

__ADS_1


Mata Arya telah kembali normal, dia tidak berada dalam mode Blood Servant lagi. Namun dirinya begitu letih. Pandangannya mulai kabur, Arya menggunakan semua sisa tenagannya hanya demi tetap berdiri sekarang.


“Kruel ikutlah bersama kami”


“Jangan bodoh, aku tidak mungkin meninggalkan anak buahku. Lagi pula sudah kubilang bukan kalau aku ini bersikap netral”


“Hei ada apa ini?! Apa yang kalian berdua bicarakan?” Callista bertanya tidak paham kemana arah pembicaraan mereka.


“Ck! Kalian berdua benar – benar ingin merepotkanku sampai akhir ya?”


Kruel bergerak cepat memukul alat teleportasi di tangan Arya, sebuah portal seukuran dua orang dewasa muncul. Tanpa basi – basi sang Dracula Queen mendorong Arya dan Callista dalam satu sapuan payung merah miliknya.



Tentu saja hal ini mengejutkan mereka, keduanya berusaha menggapai Kruel namun sudah terlambat. Senyum puas menghiasi wajah perempuan itu, gambaran tersebut adalah pemandangan terakhir yang Arya dan Callista lihat sebelum portal tertutup.


“KRU—“


SHWUU!


“TIDAKK....!!!!” teriak Kris dan Moona serempak.


“Hihihi....tenanglah, kalian masih punya aku sebagai Tuan Rumah di sini untuk menemani”


“KRUEL...???!!!” panggil Arya serta Callista bersamaan.


- Dark Side Arc Status: Finished -


Author Note :


((ANNOUNCEMENT!!!))


Saya ingin minta maaf sebelumnya kepada semua pembaca, dengan update chapter 100 ini Author menyatakan akan hiatus dulu untuk beberapa saat. Saya butuh refreshing sebentar mencari ide demi memantapkan lanjutan cerita kedepannya. Dan sejujurnya juga banyak hal merepotkan di real life akhir - akhir ini, seperti yang kalian tau saya hanyalah seorang Mahasiswa yang harus menyelesaikan kewajibannya. Semester ini sangat penting karena kebanyakan mata kuliah berhubungan dengan Laporan Tugas Akhir di semester akhir nanti jadi....begitulah. Pusing (tugasnya banyak pula), Terlebih lagi hubungan saya mulai terancam karena jarang keluar malam minggu wkwkwk bisa - bisa tinggal bentar dipecat ni gw.Yaa intinya begitulah, Elementalist akan kembali awal tahun 2020. Untuk itu Author sarankan santai aja, ingat orang sabar disayang Tuhan, emang paling enak buat akhir chapter tu nanggung nyahahaha.....Oh iya, aku pengen lihat juga bisa gk Elementalist tembus 500k reads dan 100k like sebelum pergantian tahun. Untuk para pembaca dari WP ayolah tinggalin like dari chapter awal, yahh....walaupun gw tau lu pada males buka chapter yang sudah dibaca sih. Kalian bisa pilih support author dengan like atau....segera tinggalkan cerita ini, sudah pernah kubilangkan lebih baik dikit tapi loyal dari pada banyak tapi gk guna (orang -orang +62 kebanyakan kayak gini). Okay sampai jumpa tahun depan....Ciao!


Upcoming Story Arc :


1. Zoonatia Arc (20 Chapter)


2. Ten Years Ago Arc (10/15 Chapter)


3. Divina Academy Arc (20 Chapter)


4. Atlantos Arc (20 Chapter)


5. Two in One Arc (15/20 Chapter)

__ADS_1


6. Great War Arc (20 Chapter)



__ADS_2