
“Anda bertanya mengapa tidak ada perselihan antar ras? Tuan Muda, anda memang nampak seperti orang yang tinggal di hutan tetapi setidaknya anda seharusnya mengetahui era Apocalypse”
Apocalypse merupakan sebuah sebutan kepada suatu masa di mana terjadi kekacauan luar biasa pada dunia akibat kedatangan sekelompok penjahat berkekuatan super. Mereka datang begitu saja entah dari mana dengan satu tujuan, yaitu menghancurkan dunia.
Hal ini menyebabkan huru – hara teramat dahsyat terlebih saat itu perpecahan antar ras masih terjadi, sehingga masing – masing pasukan mampu dikalahkan tanpa perlawanan berarti. Sampai muncul lima pendeta misterius mengusir para musuh kemudian mendapat julukan Taisei.
Kelimanya terus memberikan petuah atau bisa dibilang perintah agar menjaga perdamaian dan hidup berdampingan sebelum pergi mengasingkan diri. Selama beberapa abad perlahan semuanya berjalan sesuai keinginan mereka namun perlahan orang – orang mulai melupakan keberadaan sosok – sosok istimewa ini.
Sampai suatu waktu seseorang di antara mereka muncul setelah sekian lama menghentikan api peperangan yang kembali berkobar dengan menghancurkan kedua negeri biang onar tersebut. Seolah mengumumkan kepada dunia bahwa kelimanya masih mengawal perdamaian.
“Kurang lebih begitulah kisah yang diturunkan leluhur – leluhur kita dari zaman dahulu, bahkan walaupun telah 700 tahun terlewat sejak perang terakhir tidak ada orang cukup bodoh ingin memancing para Taisei muncul ke permukaan karena konsekuensinya”
“Bagaimana caranya aku bisa bertemu mereka?” Arya bertanya usai meletakan gelas miliknya.
“Mmm....entahlah, banyak orang berpendapat masing – masing bersemayam pada lokasi sesuai nama mereka kecuali Taisei terakhir. Forest Taisei, Breeze Taisei, Ocean Taisei, Mountain Taisei, dan Sun Taisei”
“Terima kasih atas informasinya”
“Koin emas? Ini ter....ter....ter....ter.....ter—”
“Ambil saja kembaliannya”
“Tunggu sebentar Tuan Muda!? Anda tidak ingin menginap? Sebentar lagi gelap lho, aku berani menjamin kami bisa—“
PRANK!!!
“Ugh!? Cecilya!!! Bekerja yang benar! Kau bilang ingin menggantikan ibumu sebab sedang sakit tapi membersihkan meja saja tak bisa hah!?”
Muka laki – laki pemilik bar merah padam, dia mengumpat dalam hati juga mengutuk kebodohan pelayan sekaligus budaknya itu. Jika sampai ikan besar ini lepas ia berjanji akan memberikan hukuman setimpal, Arya memperhatikan Elf muda tadi memungut pecahan gelas dengan tangan berdarah.
Seingatnya si gadis juga merupakan pelayan yang mengantarkan minuman untuknya. Meskipun sekilas damai namun ada beberapa hal minus lain dirinya dapati usai berkeliling serta mengamati sekilas, penindasan masih merajalela bahkan perbudakan dapat terjadi ke ras apapun pada dimensi tersebut.
“Bos?”
“Iya Tuan Muda? Apa anda berubah pikiran? Ku lihat barang bawaan anda pun kelihatan berat” balas pemilik bar segera berganti sikap seratus delapan puluh derajat.
“Kau sebelumnya ingin mengatakan uangnya terlalu banyak bukan? Apa kembaliannya cukup untuk memerdakan gadis itu dan ibunya?”
“Eh? Itu.....” Pria barusan memucat, ia ingin menguras kantung uang Arya karena berpikir dia tidak mengetahui seberapa berharganya koin emas miliknya namun nampaknya perkiraanya salah.
“Aku akan tambahkan dua lagi bagai—“
“Setuju! Cecilya tinggalkan saja kekacauan di situ lalu bawa keluar ibumu yang penyakitan dari kandang kudaku! Pergilah sejauh mungkin dan jangan pernah memperlihatkan wajah kalian lagi di hadapanku”
“Di manapun tempatnya kalau soal uang orang memang selalu cepat tanggap ya” gumam Arya pelan.
“T...ta...tapi Tuan Anderson, kami tak punya tempat untuk berteduh. Izinkan kami semalam lagi tinggal dan besok aku berjanji pasti pergi bersama ibu”
“BU-KAN U-RU-SAN-KU!!! CEPAT!”
Arya berjalan mendekati gadis tersebut kemudian meletakan lima koin emas di tangannya. Sampai membuat mulut serta mata banyak penonton membuka lebar. Membuang Supreme Golden seakan bukan apa – apa demi membebaskan budak tanpa kelebihan berarti terlihat sangat konyol bagi mereka.
“Nona gunakan uang ini bertahan hidup sampai mendapat pekerjaan baru juga mengobati ibumu, kau bukan seorang budak lagi. Jika pria tua jelek di sana mengganggumu atau siapapun mencoba merebut emas ini kau berhak menghajar mereka dengan sihir, sampai jumpa” Arya bicara cukup keras agar terdengar oleh semuanya kemudian segera berbalik pergi tanpa memberikan kesempatan si gadis berterima kasih.
><
“Hmm....? Kau pulang lebih cepat dari dugaanku, kupikir bakal tengah malam. Bagaimana menurutmu tentang sepuluh ribu anak tangga penghapusan dos—kenapa kau malah membawa kembali daging – daging ini bocah dungu?”
Nil menatapnya heran masih membawa karung berisi daging yang tadi sudah dirinya pesan agar dijual di kota, Nil sangat mengetahui kelangkaan daging itu bagi penduduk sehingga mustahil tidak habis diborong massa.
“Bisakah kau memberitahu caranya?”
“Kau bicara apa? Berjualan? Kau tinggal pergi ke pasar atau—“
“Berhenti berpura – pura bodoh, kau tau maksudku. Menjaga perdamaian....”
“Hah? Kaulah yang seharusnya jangan mengigau—“
“Kau ingin aku melihat serta mencari tau tentang Realitas ini, sudah kulakukan....wahai Sun Taisei”
Saat Arya mengucpkan julukan tersebut Nil terdiam cukup lama, ekspresinya terlihat masih sama namun matanya sedikit memicing. Kemudian dia akhirnya meregangkan badan sambil menguap mencari – cari tembikar buat memasak makan malam.
“Bukankah seharusnya Forest Taisei atau Mount Taisei? Kau buta ya?” tegur Nil.
“Justru sebaliknya, aku melihat simbol matahari pada kain merah yang menutupi peti tempatmu menyimpan Supreme Golden. Itu adalah balas budi atas bantuanmu menyelamatkan dunia, dan kau juga merupakan sosok Taisei penghenti perang 700 tahun lalu. Sebenarnya sudah berapa lama kau hidup monster tua?”
“Huahahaha....kau ingin menginterogasi identitasku atau mengetahui cara menjaga perdamaian dunia? Hanya bisa memilih satu”
“Tentu yang kedua” Arya menjawab tanpa ragu.
“Eeehhh....kalau begitu”
BUKKK!!!
“Ukh...!? Apa....”
__ADS_1
“Mari kita lihat makhluk yang bersemayam dalam tubuhmu” ujar Nil setelah memukul Arya dengan tato tangan sudah menyala terang, kemudian ia membawa Arya entah kemana hanya dalam satu lompatan.
“Ugh....!? Kau...! Panas!!! Argggg....!!!”
“Jangan ditahan keluarkan saja, aku cuma ingin mengucapkan salam perkenalan”
“AKAN KU BUAT KAU MENYESAL BERANI MELEPASKAN SEGEL INI!!!” di tengah kepayahan akibat perbuatan Nil, Arya mendengar suara asing saling bertumpuk satu sama lain keluar melalui mulutnya. Itu adalah hal terakhir yang dia ingat sebelum kehilangan kesadaran.
><
“HAHHH...!!! HAH...! HAH....!”
“Sudah bangun?” celetuk Nil menoleh melihat Arya terduduk bermandikan keringat dingin.
“Apa....ugh...kepalaku. Apa yang terjadi? Ingatanku tidak jelas....”
Nil menunjuk dengan menggerakan kepalanya menuju satu arah, masih sambil meringis Arya pun mengikuti instruksi tersebut kemudian terdiam membelalakan mata. Sebuah pemandangan mengerikan hancurnya tiga bukit besar layaknya baru terkena hantaman tsunami menyambutnya.
“Apa – apaan....”
“Jangan memasang wajah tanpa dosa begitu, kaulah pelakunya”
“Hah—“
Arya belum sempat bertanya lebih jauh karena Nil langsung menangkap kerah jubahnya dan mengangkutnya pergi, kecepatan geraknya sangat luar biasa hingga menyebabkan pandangan Arya menjadi berkunang – kunang. Detik berikutnya yang dia tau mereka telah tiba kembali di hutan tempat tinggal Nil.
“Uhuk! Uhuk! Pak tua? Kau cedera?” Arya bertanya sedikit tak percaya.
“Ahh...? Kau menyadarinya? Instingmu bagus juga, yaa ada beberapa tulang rusuk patah tetapi bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Aku sedikit lengah sebab agak meremehkannya”
“Sebenarnya—“
“Kau bilang sebelumnya ingin mengetahui bagaimana aku mampu menjaga perdamaiankan? Aku akan mengajarkannya padamu sampai kau pun bisa melakukannya” potong Nil santai.
“Sungguh?”
“Aaaa....namun dengan satu syarat”
“Katakan....”
“Kau harus mengontrol makhluk dalam tubuhmu, karena bakal sangat berbahaya kalau ia meengambil alih kendali setelah kau aku latih” Nil menunjuk tepat menuju pusar Arya, titik yang sama ketika dia memukulnya beberapa waktu lalu.
Nil segera memintanya ikut tanpa membiarkan Arya menanyakan detailnya, keduanya berjalan memasuki hutan cukup dalam sampai tiba pada lereng gunung di mana terdapat sebuah gua beraura kuat. Ada hal misterius menurut Arya menyebabkan udara pada lokasi tersebut terasa begitu berat
“Tempat apa ini?”
“Aku tidak mengerti....”ujar Arya kebingungan.
“Praktik langsung akan membuatmu lebih paham, masuklah dan bermeditasi”
Nil mendorongnya kasar ke dalam sehingga menyebabkan Arya sedikit kesal, di dalam ia mendapati satu titik di mana cahaya dapat menerobos masuk atap gua. Sinar berbentuk lingkaran tadi seolah memintanya segera duduk, akhirnya Arya melakukan sesuai instruksi Nil.
Entah berapa lama berlalu namun tak ada apapun terjadi, ketika Arya memutuskan mau keluar tuk bertanya kembali kepada Nil. Dari salah satu sudut kegelapan muncul seseorang yang sangat mirip dirinya namun dengan bola mata berwarna hitam pekat.
“Yoo? Mengapa lama sekali? Hehehe....”
><
BUK! BAK! BUK!
“Hah....ekh...sial....”
“Kenapa? Sudah lelah? Dasar payah....” sisi gelapnya mengejek terlihat jelas sangat meremehkan.
“Bagaimana—”
“Aku bisa melakukannya? Karena aku adalah kau dan kau adalah aku, perbedaan kita sederhana. Aku disukai olehnya sedangkan kau tidak, hehehe....”
Arya hanya mampu menggemertakan gigi melihat seringai wajahnya sendiri, apapun yang dia lakukan mulai dari serangan, teknik, jurus, semuanya mampu diperbuat juga oleh tiruan dirinya bahkan mungkin lebih sempurna. Entah telah berapa lama pertarungan itu berlalu tetapi jelas sekali semisal ingin mengadu stamina dia akan kalah cepat atau lambat.
“Kau beruntung, jika saja sekarang kau memiliki ketiga atribut aku pasti menghabisimu sejak tadi....”
“Berisik!!!” teriak Arya lalu memungut ranting pohon sebagai senjata.
“First—“
“First Dance; Swinging a Single Sword”
TRANG!
“Sec—“
“Second Dance; Dance of Three Clover Leaves”
TRENG!
__ADS_1
“Thir—“
“Third Dance; Dance of Five Waterfall Fairies”
TRUNG!
“Kama—“
“Kamaitachi...!!! Huahahaha....”
TRANG! TRENG! TRUNG!!!
Arya benar – benar frustrasi seluruh tekniknya dimentalkan menggunakan teknik serupa berkali – kali, pertukaran tebasan tersebut akhirnya selesai saat ranting masing – masing patah. Keduanya saling menatap tanpa berkedip sedikitpun. Hanya terdengar napas terengah – engah Arya yang kepayahan.
“Kau masih belum mengerti? Mustahil bagimu mampu mengalahkanku....”
“Persetan....aku pasti melakukannya agar bisa menciptakan dunia di mana tidak ada korban lagi seperti Amira”
BUAKH!!!
“Berani sekali kau menyebut namanya brengsek, jangan membual. Kau pikir karena siapa Amira mati? Jawab....” kata sisi gelapnya dan untuk pertama kalinya berhenti tersenyum.
“Ugh....tak boleh ada orang lain merasakan kehilangan yang sama denganku....”
BAKKK!!!
“Kau masih belum mengerti rupanya, mereka tak perduli padamu. Itulah mengapa aku bertanya menurutmu siapa penyebab tewasnya Amira hah!?”
“AKU....!!! KARENA....KELEMAHANKU....TAPI—”
“MAKANYA SEJAK AWAL KAU HARUSNYA MENERIMA KEKUATAN INI BUKAN MENOLAKNYA!!!”
“MEMANGNYA KAU PUNYA JAMINAN KALAU AKU MENERIMA BANTUAN MONSTER ITU IA TIDAK AKAN MENGHANCURKAN SEGALANYA!!! BAHKAN JIKA AMIRA BERTAHAN HIDUP! SENYUMNYA PASTI MENGHILANG SEBAB SEMUA HAL YANG DIA SAYANG MULAI DARI KELUARGA, TEMPAT TINGGAL, DAN TEMAN – TEMANNYA BINASA!!!” Arya balik membentak kemudian membalas hantaman sisi gelapnya.
“Ekh....!!!”
Mereka berdua saling bertukar pukulan sembari menarik kerah jubah hingga babak belur, masing – masing jatuh terbaring menatap langit – langit gua. Meskipun tau hanya berada dalam alam bawah sadar Arya akhirnya mengetahui kalau tinju dari dirinya sendiri sangat menyakitkan.
“Jika saat itu akulah pengambil keputusan....apa hasilnya akan berbeda?”
“Entahlah...tidak ada gunanya kau menyesali hal tersebut, semuanya sudah berlalu. Sekarang tugas kita adalah melindungi apa yang dia tinggalkan” jawab Arya mendekati sisi gelapnya sambil menjulurkan tangan.
“Begitu ya....dunia in—“
Tepat sebelum kulit mereka bersentuhan aura pekat mulai merembes melalui tubuh sisi gelap Arya, dia berteriak kesakitan berusaha mengontrol diri. Perlahan tanduk kebiruan juga taring mulai tumbuh dan memaksanya bertranformasi.
“Hey!? Kau kenapa?”
“MUNDUR!!! DIA INGIN MENGAMBIL ALIH! KELUAR DARI SINI! JIKA KAU MAT—ARGHHH.....!!! HUAHAHAHA WAKTUNYA BERBURU TIKUS KEC—“
SYUUU!!! JLEB! JLEB! JLEB! PRANK!!!
Secara mengejutkan ketika sang Elementum hampir seutuhnya mengambil alih sisi gelap Arya, rentetan pedang es berjatuhan dan menancap menguncinya sehingga ia tidak mampu bergerak. Di tengah kebingungan tersebut muncul seseorang yang mendarat di atas benda – benda barusan, Glacius menatap punggung perempuan bergaun hitam itu penuh kebencian.
“MATIPUN KAU MASIH MENGGANGGUKU?! LYAAANNNN....!!!—”
CTAKKK...!!!
“Ahhh....telingaku, ckckck....dia masih berisik seperti biasanya”
“Kau....” Arya menatapnya dalam – dalam.
“Eeee....halo? Aduh jadi sedikit canggung, aku menanamkan sisa energiku ketika kau masih sangat kecil. Melihatmu sudah sebesar sekarang nampaknya kau makan dengan ben—Eh? Aku bicara apa sih? Arya perkenalkan aku—“
HUG! BRUK!
“Mama....hiks....aku sangat ingin bertemu...huh...huaaa....hiks....haaa....”
“A....ahahaha....ternyata hanya badanmu saja yang tambah tinggi. Kau masih manja seperti dulu...Arya” bisik Lyan membalas pelukan erat putranya.
Elementalist Season 1 End
Author Note :
Yahhh....Chapter terakhir ini emg agak lebih panjang karena sebagai penutup season 1 ya, sebelumnya saya mengucapkan terima kasih sudah mengikuti cerita ini sampai sekarang dan semua dukungannya. Dengan ini saya menyatakan Elementalist Season 1 Tamat, sejujurnya Elemenatalist ini tinggal dikit 70 - 80% tamat, mungkin sekitar 1-5 Arc lagi lah. Jadi tunggu aja informasinya nanti ya,untuk lanjutannya belum tau kapan untuk dibuat yg jelas untuk season 2 gk bakal eksklusif di Noveltoon. Atau bakal ada di apk baca novel lain juga, kenapa? Agar tidak terikat kontrak yang memberatkan wkwkwk. tetapi tenang aja bakal tetap buat cerita di sini juga kok.
Oke informasi berikutnya adalah soal TROIE Season 2\, pertanyaan kapan lanjutannya udh banyak bgt sampai capek bacanya. TROIE S2 Bakal mulai di update insyaallah awal bulan depan. Ini juga alasan kenapa Elementalist hiatus dulu untuk ke season 2\, karena yang request TROIE banyak bgt dan emg udh terlalu lama dianggurin takutnya lupa alur ceritanya nanti. Dan rencananya bakal buat sistem baca untuk orang yang mau baca chapter lebih jauh dari yang seharusnya tetapi berbayar di k*ry*k*rs* (JGN LUPA FOLLOW YA!!!). Tunggu aja nanti pasti dikabarin. Terima kasih atas dukungannya\, sampai jumpa di karya - karya Author berikutnya. Ciao!!!
NB : Nanggung ya? Sengaja biar orang penasaran ama lanjutanya nyahahaha!!!
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui k*ry*k*rs * .*om/AryaFP\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart.
__ADS_1