
Parvalas adalah seorang Imp yang dipandang tinggi oleh banyak orang, para Demon memperhitungkan posisi ras mereka sejak keluarganya menjadi pemilik tanah pemberian Tujuh Dosa Besar.
Namun di Dark Side, kemakmuran bisa mendatangkan malapetaka. Orang – orang yang merasa iri mulai merencanakan strategi untuk menjatuhkan kejayaan para Imp, alhasil suatu hari pasukan berjumlah kurang lebih seribu prajurit menyerang mereka.
Hanya sedikit Imp selamat dari kejadian tersebut, semua yang tersisa memilih bersembunyi disegala sudut terpencil Dark Side. Berharap tidak pernah ditemukan lagi, salah satunya adalah keluarga kecil milik Parvalas. Dia bersama anak dan istrinya merantau jauh dari kampung halaman.
Entah sudah berapa banyak tempat mereka datangi juga tinggalkan, tidak ada lokasi yang dapat disebut rumah untuk waktu cukup lama. Ketiga Imp malang ini bergerak nomaden kurang lebih lima tahun.
Tapi akhirnya penantian panjang terbayar, kelurga Parvalas menemukan sebuah desa kecil di Selatan, tempat itu tidak memperlakukan buruk mereka. Malah menyambut dengan tangan terbuka lebar, orang – orang disana mulai mengajarkan Parvalas cara bertani.
Kehidupan baru tersebut cukup menyenangkan bagi Parvalas, namun ketenangan memang tidak pernah bertahan lama. Sekelompok Lizardman menemukan desa kecil tempat tinggal mereka, para manusia kadal ini lalu memasang pajak yang harus dipenuhi oleh setiap penduduk.
Dengan dalih keamanan desa akan terjamin, warga tidak mempunyai kemampuan melawan Lizardman bersenjata lengkap. Sehingga terpaksa menuruti permintaan mereka, lama kelamaan kemampuan pemenuhan pajak semakin berkurang.
Melihat situasi memburuk, Parvalas membawa keluarganya pergi meninggalkan desa. Dia mulai tinggal disebuah gubuk kecil di hutan dekat sana, membuat beberapa petak lahan dan mengirim beberapa hasil panen ke desa ketika warga tak mampu makan akibat pajak.
Tapi sepandai apapun kita menyembunyikan bangkai, baunya tetap akan tercium. Kawanan Lizardman memburu penyuplai makanan untuk penduduk. Beberapa hari kemudian mereka menemukan gubuk kecil milik Parvalas.
Ketiga Imp ini dianiaya habis – habisan, para Lizardman berkata akan memberikan mereka hukuman mati karena sudah melanggar perintah dan kabur dari kewajiban membayar pajak. Sebagai peringatan untuk semuanya, kepala Parvalas akan dipajang pada pintu masuk desa.
Saat si Imp hendak dipenggal diiringi tagisan istri beserta anaknya, ingatan selama hidup mulai terlintas kembali dibenak Parvalas.
‘Apa ini akhir dari semuanya?’
Suara ayunan bilah pedang tiba – tiba terhenti, sebab muncul bunyi gemerisik dari dalam hutan. Terlihat sesosok pria berjubah datang menghampiri mereka dengan ekspresi penasaran.
“Eee....maaf, apa disini menjual makanan? Tolong, persediaan milikku habis”
------><------
Arya menatap kantung kulit ditangannya, ia mengintip ke dalam dan mendapati kalau perbekalan miliknya sudah mau habis. Sebaiknya segera mengisi ulang atau sampai di Sinner Place sebelum terlambat.
Masih tersisa sekitar dua hari lagi sebelum memasuki bulan berikutnya, yang terpenting dia harus sudah memulai pencarian sebelum memasuki minggu pertama bulan depan. Namun Arya sedikit bimbang mengenai masalah perbekalan ini.
Apakah ia benar – benar akan menerima makanan dari Demon? Memikirkannya saja sudah membuat tubuhnya bergidik pelan. Saat itulah Arya baru berpikir, Demon sebenarnya memakan apa? Adakah tumbuhan penghasil pangan di Dark Side?.
“Pokoknya sebisa mungkin jangan pernah sampai memakan daging di tempat ini, hah....apa sebaiknya aku mulai puasa saja ya?”
Bertepatan setelah mengatakan hal itu, Arya melihat dikejauhan ada asap hitam yang membumbung tinggi. Karena penasaran akhirnya dia melangkahkan kaki ke sana dan menemukan kumpulan pepohonan rindang.
__ADS_1
Menurutnya lokasi ini bisa jadi tempat persembunyian bagus. Beberapa saat kemudian ia bertemu sekumpulan Demon bersikap aneh, mereka terlihat seperti sedang ingin melakukan eksekusi atau semacamnya.
Asap hitam tadi ternyata berasal dari atap gubuk kecil yang terbakar, ketika Arya menyapa mereka. Salah satu Lizardman berukukan paling besar memberikan tanda menggunakan tangan pada kadal – kadal lainnya. Makhluk – makhluk tersebut mulai mendatangi Arya.
‘Mmm?....Ada yang aneh disini’ batin Arya ragu.
Belum sempat para Lizardman mengelilinginya, Arya menghilang dan muncul disebelah tempat eksekusi lalu menahan ayunan pedang milik pemimpin Lizardman tadi dengan tangannya. Tentu saja semuanya terkejut bukan main karena gerakan cepat orang misterius tersebut.
Terlebih lagi si Lizardman bertubuh besar, tubuhnya sampai gemetar hebat saking kuat usahanya untuk mendorong pedang eksekusi tersebut. Tapi Arya yang terlihat santai tidak bergeming sedikitpun seolah manusia kadal ini tidak pernah ada.
“Kaukah pemilik ladang ini?” tanya Arya menoleh ke arah Imp yang hendak dipenggal kepalanya.
“B..be..benar Tuan”
“Apa hasil panenmu masih ada? Jika boleh, aku ingin membeli beberapa”
“Dibelakang rumahku, ada gudang kecil tempat persediaan makanan milik kami Tuan”
“Ahh....bagus”
TRANGG!
“Pergi sana” perintah Arya pelan.
“Cih!? Kau pikir siapa dirimu bisa bertindak sesuka hati hah?! Asal kau tau, aku adalah Jenderal Pasukan Liza—“
SLASH!
Hanya menggunakan satu gerakan jari, nyawa pemimpin Lizardman tersebut langsung melayang. Benang – benang milik Arya menjerat kuat tubuhnya sampai menjadi potongan daging cincang. Semua yang melihat langsung menahan napas.
“Sekarang kuberi pilihan, ikat diri sendiri pada pohon itu. Atau kemarilah untuk segera menyusul pemimpin kalian” Arya menawarkan ramah ke pasukan Lizardman.
Tanpa perlu berpikir dua kali, sepuluh prajurit Lizardman segera memilih untuk menyelamatkan hidup mereka. Arya meniupkan lembut hawa dingin dari mulutnya sehingga memadamkan seluruh kobaran api disana.
Tiga Imp yang dia selamatkan tak henti – hentinya berterima kasih, mereka bahkan berkata tidak akan mengambil uang milik Arya sepeserpun karena telah menyelamatkan hidup keluarga tersebut.
Arya meminta tolong pada Efbi dan Safira memilih sayuran – sayuran yang aman untuk dikonsumsi, setelah memenuhi kebutuhannya. Para Imp tadi mulai memperkenalkan diri mereka dan menjelaskan pada Arya semua kejadian disekitar sana.
Parvalas tidak tau kenapa dia memberitahukan hal ini kepada penyelamat hidupnya, ia padahal tak enak hati merepotkan pria baik itu. Namun ada sebuah harapan yang dia lihat memancar dari sosok tersebut.
__ADS_1
Setelah paham akan situasinya, giliran Arya mengenalkan diri. Mata semua orang melebar ketika ia membuka tudung jubahnya.
‘Seorang Werewolf Noble-Tier?!’
Saat itu juga kesepuluh prajurit Lizardman bersyukur tidak memilih untuk melawan Arya, mempertimbangkan banyak hal. Arya meminta penjelasan dari sudut pandang para Lizardman.
Salah satu memberitahukan kepada Arya kalau sebenarnya Lizardman memungut pajak desa atas suruhan tiga orang Vampir Rare-Tier, mereka tidak punya pilihan selain menuruti kata – kata ketiga orang ini karena perbedaan kekuatan yang begitu jauh.
Walaupun bisa dibilang kalau boleh jujur pasukan Lizardman tidak mau mencari masalah dengan para Vampir. Apa lagi ketika tiga Vampir tersebut mengaku sebagai bawahan keluarga bangsawan.
“Baiklah sudah diputuskan, ayo kita pergi ke desa” Arya berdiri sambil membersihkan jubah miliknya.
“Eh?”
“Kenapa? Bukannya ketiga Vampir yang kalian maksud ada disana?”
“I..i..iya sih Tuan, tapi anda mau apa?”
“Membunuh mereka”
“Hah!?”
Semua saling pandang tidak percaya, walau dia memang seorang Noble-Tier. Namun melawan tiga Vampir Rare-Tier itu agak terlalu berlebihan menurut mereka, Arya mengajak semua pasukan Lizardman beserta Parvalas sebagai mantan penduduk desa.
Takutnya jika tidak membawanya, para warga malah menganggap kalau sedang terjadi penjajahan baru di tempat tinggal mereka.
‘Melawan tiga Vampir Rare-Tier itu jauh lebih baik dari pada menahan seorang Kris Tepes selama setengah jam demi bertahan hidup’ batin Arya sambil melangkahkan kaki mantap bersama sekumpulan Lizardman dan seekor Imp yang membawa pacul.
Author Note :
Ayo dong tinggalkan like dari chapter awal, kesenjangan antara views sama like makin jauh. Semakin berat kalian menekan tombol like, maka semakin berat juga bagi author untuk menulis karyanya
*(▼-▼)
Special thanks to :
1. Jolle
2. M Daffa Alfatih S
3. Maulidina Almayda
__ADS_1
Makasi untuk tipsnya, maaf untuk orang - orang yang tidak disebutkan. Gk mungkin disebutin satu - satu jugakan? Rencananya duit dari sini mau dipakai buat illustrasi - illustrasi karakter terutama para Elementalist laki - laki, jadi sekali lagi. Terima Kasih banyak untuk para Donatur!!! Kelen Luar Biasa ^^