Elementalist

Elementalist
Chapter 108 - Mythical Werebeast


__ADS_3

Rombongan mereka mulai bergerak menuju gerbang masuk kota Klouvi, seperti rencana. Macow bersama beberapa anak buahnya bergerak ke pintu sambil berbicara untuk mengalihkan perhatian para penjaga.



Sementara kelompok Arya yang dibimbing oleh Rattus CS pergi menuruni jembatan lalu menyusup melalui saluran pembuangan. Selena membenci aroma tempat tersebut jadi ia mulai mengendalikan air di sana supaya jalan mereka tak terhambat.


Pipa pembuangan itu sangat gelap, untungnya para penunjuk arah memiliki mata yang cukup baik disituasi remang – remang seperti ini. Perlahan tapi pasti mereka semakin masuk ke tengah kota Klouvi.


“Mmm? Bolehkah aku bertanya?”


“Tentu Tuan” sahut Rattus antusias.


“Aku tak pernah tau kalau ada Werebeast seperti kalian”


“Ahh....berarti ini pertama kalinya anda melihat Low-Grade ya?”


“Low-Grade?” Arya mengulang kata tersebut dengan hati – hati.


Rattus menjelaskan pada mereka semua kalau Werebeast memiliki beberapa tingkatan seperti para Demon. Antara lain Low-Grade, Mid-Grade, dan Top-Grade. Werebeast – werebeast kelas bawah biasanya hanya berwujud makhluk – makhluk kecil layaknya Lutrin, Mephi, dan Rattus.


Gen manusia milik mereka sangat rendah yang menyebabkan wujud masing – masing lebih condong ke binatang. Sementara Mid-Grade punya kemiripan lebih, tubuh tinggi juga kekar menjadi ciri khasnya, salah satu Werebeast Mid-Grade adalah Letnan Macow.


Terakhir Top-Grade, dalam tubuh para Werbeast tingkat ini mengandung genetika manusia dan binatang dengan perbandingan lima puluh persen. Sehingga tampangnya lebih manusiawi dari pada dua kelas sebelumnya.


“Oah....jadi begitu, aku sempat mengira kalian akan membawaku ke kerumunan kucing – kucing kecil nan lucu. Bukan para gadis” gumam Arya pelan.


“Tuan....kami tidak sebodoh itu”


“Hehehe iya maaf – maaf”


“Ah iya, aku melupakan satu hal. Ada juga Werebeast berkekuatan magis, kami menyebutnya Mythical Werebeast”


“Heh....terdengar keren, tolong jelaskan padaku”


Pada dasarnya, Werebeast tidak memiliki kemampuan sihir. Namun entah bagaimana selama lima puluh tahun terakhir sebuah perubahan terjadi, berbekal kerja sama dengan Underground Paradise mulai ada penelitian – penelitian untuk membangunkan kekuatan tersembunyi Werebeast.


Dan benar saja, hal tersebut berhasil. Kemampuan para Mythical Werebeast sangat tinggi, membuat mereka sangat mudah dan cepat menguasai seluruh wilayah Zoonatia. Tapi harus diingat kalau itu hasil dari banyak uji coba mengerikan yang harus dilewati.


“Apa ada diantara mereka memihak pada kita?” Arya bertanya serius.


“Sayangnya....untuk sekarang tidak ada” jawab Mephi tersenyum kecut.


“Mengapa?”


“Alasan pertama adalah karena jumlah yang terbatas, jumlah Mythical Werebeast sampai saat ini tidak lebih dari lima belas orang. Itulah penyebab banyak sekali pencarian tentang bagaimana menghasilkan Mythical Werebeast alami, tanpa penelitian.


Dan yang kedua karena tekanan dari para penguasa tertinggi, tidak ada orang yang cukup bodoh menentang mereka selama masih menginjakkan kaki di Zoonatia”


“Siapakah orang – orang itu?”

__ADS_1


“Dua Belas Shio, Kedua belas Mythical Werebeast terkuat”


“Sekarang aku paham” ujar Arya sambil mengangguk – anggukan kepala.


Disitulah juga dirinya tau kalau pada ras Werebeast terdapat pembagian Faksi. Darat, Udara, dan Laut. Faksi Darat memiliki kekuasaan terbesar dan paling kuat dikarenakan hampir seluruh anggota Dua Belas Shio berwujud binatang daratan.


Lalu Faksi Udara menempati posisi kedua akibat memiliki Mythical Werebeast terkuat, yaitu sang Shio Naga Garyu. Faksi terakhir dan yang paling lemah adalah Laut, hal ini disebabkan tak adanya perwujudan hewan air di dalam keanggotan Dua Belas Shio.


“Setelah dipikir – pikir benar juga, aku tak melihat satu pun Werebeast berwujud ikan disini”


“Huum, mereka semua menetap dan mengawasi wilayah perairan milik Zoonatia. Hal tersebut mengakibatkan hubungan Faksi ini kurang harmonis dengan dua Faksi lainnya, kabar burung mengatakan kalau mereka berencana melakukan suatu hal besar dan melepaskan diri dari Zoonatia”


“Membentuk Kerajaan baru?”


“Mungkin saja, tapi itu tidak mudah. Mereka harus memikirkan wilayah juga ***** bengek merepotkan lain, ahh...ini dia jalan keluar”


Para Werebeast memilih keluar dengan cara menaiki tangga lebih dahulu dan akan segera disusul oleh Sepuluh Elementalist begitu mereka memastikan kalau kondisi aman. Udara segar seketika menerobos masuk ke paru – paru Arya.


Tiba juga mereka di dalam kota Klouvi, aman dan nyaman. Perjalanan melewati Hieratic Ring Forest terasa sudah begitu lama dilakukan, sedikit menyelinap. Rombongan tersebut memulai berbaur dengan sekelilingnya.


Begitu keluar dari gang sempit tempat saluran air berada. Pemandangan pasar sudah siap meyambut. Banyak benda – benda aneh serta menarik ditawarkan oleh pedagang – pedagang eksentrik di sana.


Sehingga beberapa kali mereka harus menyeret Timothy yang sangat mudah dipengaruhi kata – kata manis itu. Arya sendiri berusaha lebih hati – hati berhubung tak mempunyai alat penyamaran seperti yang lain.


Habis menempuh perjalanan sekitar lima belas menit. Lutrin, Mephi, dan Rattus membawa rombongan menuju sebuah bangunan tua kumuh. Begitu semuanya masuk, mulai terdengar suara perempuan marah – marah.


“Salahku Nyonya, aku sungguh ceroboh”


“Ck! Sudah sampai rupanya, persilahkan mereka masuk”


Arya dan kawan – kawan digiring ke dalam ruangan berantakan penuh buku serta barang – barang rongsokan, di tengah ruangan terdopot sesosok perempuan dengan bulu juga kaki burung duduk diatas tumpukan benda – benda tadi.



Sementara satu orang lagi, yang tidak lain dan tidak bukan Macow meringkuk takut pada sudut ruangan. Tatapan tajam wanita menyorot mereka semua.


“Lutrin, Mephi, Rattus. Apa kalian punya pembelaan diri?”


“Hiii!?” ketiga sahabat tersebut langsung mematung begitu nama masing – masing disebut.


“Berlutut!”


“Laksanakan! Kami minta maaf, kami benar – benar bersalah Nyonya!”


“Huh! Bersyukurlah karena mereka tidak mempermasalahkannya, hah...aku minta maaf atas kelancangan anak buahku.


Sekali lagi aku ucapkan selamat datang dan juga banyak terima kasih karena Tuan dan Nona mau repot – repot datang membantu kemari. Perkenalkan namaku Harpyja, pemimpin organisasi Pax di Zoonatia” perempuan itu menunduk hormat.


“Senang berkenalan denganmu, tak usah dipikirkan. Kami memakluminya” Arya menanggapi santai.

__ADS_1


“Terima kasih atas kemurahan hati anda Tuan, tapi....mendengar barang – barang milik anda terbakar aku....benar –benar ingin mencekik seseorang!”


Hapyja mendelik sehingga membuat Rattus lari terbirit – birit ke balik salah satu lemari, perempuan elang tersebut menghela napas pelan sebelum menyisir bulu – bulunya tidak sabaran.


“Dan di mana pula para Nyanko Kyōdai?! Aku sudah memperingatkan datang tepat waktu untuk menyambut tamu – tamu kita”


------><------


“Kinichi-san?! Kya...!!! Tolong lihat kemari!”


“Ahaha maaf para gadis, aku sedang buru – buru. Nanti kita lanjutkan lagi ya?”


TRING!


Teriakan histeris di sekitar makin menjadi – jadi, ketika seorang pria berkacamata dan telinga kucing mencuat di atas kepalanya meyentuh dagu salah satu gadis sambil mengedipkan mata.


Nama pria ini adalah Kinichi Nyanko, dia punya keyakinan sampai sekarang kalau tak ada satu pun perempuan yang dirinya tidak bisa taklukan. Berbekal wajah tampan juga otak encer, semua itu bukanlah hal sulit.


Begitulah pikirnya sampai dirinya tiba di markas hari itu, Kinichi menemukan beberapa wajah baru mempesona bermunculan. Diapun langsung bergerak untuk memulai aksinya, tapi respon yang di dapat begitu mengejutkan hingga hampir membuat jantungya copot.


“Kau sedang berusaha merayuku? Terlalu cepat seribu tahun dasar kucing!”


UGH!


“M..ma..maaf, bisakah kau pergi? Aku sedikit terganggu”


ARGH!


“Enyahlah!”


HIYY!


“Ahahaha lucu sekali, aku merasa aneh melihat kucing menggunakan kacamata”


EKH!


“Hush! Swuh! Menjauh dariku!”


Karena sudah tidak kuat lagi menerima hinaan – hinaan itu, Kinichi pun berlari menuju ruangan di mana bosnya berada. Tepat begitu masuk ternyata Harpyja sedang duduk minum teh bersama seorang pria berambut putih.


Tampang orang tersebut membuat Kinichi diam di tempat, tak mampu berkata apa – apa. Kepercayaan diri yang dia pupuk selama ini layu seketika.


“Ahh...Kinichi? Kau akhirnya tiba, kenapa lama seka—“


“Nyonya Harpyja!? Siapa Ikemen ini!? Apa aku sudah tidak berharga lagi di matamu!?”


“Hah? Kau kerasukan apa? Dia adalah tamu kita, Ketua Elementalist. Arya Frost”


“Eh?”

__ADS_1


__ADS_2