
“Jelas bukan? Aku lebih baik”
“Matamu buta ya?”
“Eh....kalian sedang mengigau?”
Asuna, Alalea, dan Kizuna baru saja menunjukan kebolehan mereka dalam menggunakan panah kemudian mempermasalahkan siapa yang unggul diantara ketiganya. Suasana Ruang Latihan jadi bertambah meriah dengan adanya perseteruan tersebut.
Semua menyaksikan aksi memanah mereka penuh kekaguman, Arya sendiri menyaksikan sedari awal. Menurutnya pribadi ia tidak dapat menentukan siapa yang lebih baik, karena masing – masing dari Asuna, Alalea, dan Kizuna memiliki kelebihan tersendiri.
Jika masalah keakuratan, Asuna masih diatas dua pesaingnya. Sementara Alalea memiliki kekuatan daya hancur terbaik, sedangkan Kizuna menonjol pada jarak tembak. Tiga dasar tadi merupakan pondasi penting bagi seorang pemanah.
“Baik! Kalau begitu mari bertanding” Alalea menunjuk dua gadis lain dengan urat pelipis menonjol.
“Siapa takut?” tantang Asuna.
“Hehehe....Arya? Kau jadi jurinya ya?” Kizuna menggandeng manja lengan Arya.
“Hah? Kenapa harus aku?”
“Eee.....kalau tidak keberatan, bagaimana kalau a—“
“Jangan seenaknya rubah genit!” teriak Alalea dan Asuna membuat usulan Kinichi tenggelam.
Setelah beradu mulut cukup lama, mereka setuju menunjuk Arya sebagai juri. Walaupun mengeluh, dia tetap melakukan permintaan ketiga gadis itu, Arya memberikan tantangan sangat sulit kali ini. Ia menyiapkan sasaran dengan jarak tembak lima puluh meter.
Kepercayaan diri Asuna, Alalea, dan Kizuna sirna seketika, apalagi setelah Arya sangat mudah mengenai tengah target menggunakan pisau maupun anak panah. Benar saja, tidak ada satupun diantara ketiganya mampu berhasil melakukannya.
Jarak meleset hampir sama, sehingga mengakibatkan perkelahian baru. Namun semua berakhir ketika Rattus mencoba peruntungan, tikus cokelat mungil nan lucu tersebut menuntaskan tantangan Arya tanpa kesulitan berarti.
“Dan....nampaknya kita sudah mendapatkan pemenangnya, sepertinya kalimatmu waktu itu mengenai sudah tidak ada lagi kata meleset dalam kamusmu benar adanya” Arya terkikik geli sembari melirik ekspresi kaget tiga gadis keras kepala disampingnya.
“Ahahaha....sekarang anda percaya Tuan?” ujar Rattus berbangga diri.
‘Aku....kalah....oleh....seekor....tikus....’ batin Asuna, Alalea, dan Kizuna.
------><------
“Mythical Beast Armor; Kyubi no Yoroi”
Arya mengenakan Mythical Beast Armor Kizuna sekali lagi, tetapi kali ini dihadapan semuanya. Membuat yang lain tercenggang terutama para Werebeast sendiri. Melihat Manusia menggunakan Beast Armor sungguh aneh di mata mereka.
Terutama karena Werebeast sendiri belum tentu dapat mewujudkan milik masing – masing dengan mudah, melihat hal ini Harpyja cuma bisa menggeleng sebelum berkomentar.
“Aku juga tidak mengerti....apa mungkin itu salah satu pengaruh Orb milik Nona Kizuna ya?”
“Karena ritual pemindahan beresiko tinggi, informasi mengenai Orb Guardian sangat minim” Shirone menjelaskan.
“Bagaimana perasaanmu Kapten?” tanya Timothy.
__ADS_1
“Perasaanku?....
WUSH!
tak pernah lebih baik lagi, tubuhku ringan sekali bagai bulu!”
Dalam sekejap, dia baru saja mengelilingi Ruang Latihan dan menciptakan pusaran angin kecil. Kizuna memperhatikan dalam diam, ia merasa sedikit kesal. Karena sebenarnya Mythical Beast Armor itu adalah miliknya.
Namun Arya terlihat lebih leluasa mewujudkan kekuatan tersebut, sementara Kizuna sendiri hanya pernah menggunakannya sekali. Itupun ketika melindungi Arya di Kuil Rodentia, ia penasaran apa masih bisa memakai Beast Armor walaupun Arya menguasainya. Namun tak tau cara mengaktifkan kemampuan itu.
“Hmm? Aku sedikit penasaran apa jadinya ya kalau mengaktifkan Darah Elf, Mode Blood Servant, dan Beast Armor secara bersamaan” gumam Arya pelan sambil mengelus dagu.
PRANK!
Perlahan zirah Arya pecah menjadi cahaya – cahaya keemasan kecil, tiba – tiba Pengawas Varuq datang kemudian memanggil dirinya. Dia tersenyum ramah lalu meletakkan sebuah tas berukuran sedang di telapak tangan Arya.
Sedikit kebingungan, ia mengintip isinya karena penasaran. Mata Arya melebar sebelum akhirnya berteriak kegirangan, dan seketika memunculkan tanda tanya besar di kepala teman – temannya.
“Kau kenapa? Tersengat lebah?” Nashumi menguap lebar.
“Hahaha....bukan, Hachiru? Kyuran? Ada kabar baik untuk kalian”
“Hmm?”
“Waktunya pergi bersenang – senang! Hihihi” Arya mengusap lembut kepala dua gadis tersebut.
------><------
Seluruh Werebeast memasang wajah terkejut melihat pemandangan menakjubkan itu, bukan hanya mereka. Callista maupun para Elf juga ikut terpana, Arya berjalan keluar barisan sebelum membungkuk bak seorang pelayan.
“Selamat datang di Laughpock Land, di mana kecerian dan tawa bagaikan udara”
Laughpock adalah salah satu taman hiburan terpopuler di Elemental City, saking terkenalnya mereka tak pernah sepi pengunjung dan tanpa hari libur untuk karyawan. Namun khusus hari ini, entah bagaimana Pengawas Ujian berhasil menyewa seluruh lokasi rekreasi itu.
Arya memang pernah menyinggung masalah ingin mengajak Hachiru dan Kyuran pergi melihat permukaan, tetapi tidak menduga kesempatan datangnya akan cepat sekali. Setelah melihat satu sama lain sebentar.
Mereka langsung berlarian ke dalam penuh suka cita, semua pegawai telah digantikan oleh orang – orang dari Pusat Penelitian. Sehingga tidak perlu takut lagi dalam menunjukan identitas masing – masing.
Tempat ini memiliki beragam permainan dan secara ekslusif bisa dimainkan secara gratis untuk sekarang, segala jenis hiburan juga dapat diakses secara cuma – cuma. Setelah melewati berbagai kegiatan berat serta menyulitkan, bersantai seharian memang yang terbaik.
Salah satu lokasi favorit adalah taman air Laughpock, di sana terdapat berbagai jenis kolam renang menyenangkan sehingga sukar untuk bosan. Hampir setengah dari mereka langsung pergi ke situ, Arya menanyakan keberadaan Nashumi kepada Namme sembari memasang lotion pelindung sinar matahari.
Sepertinya gadis itu sedang berusaha mengotak-atik mesin wahana – wahana saking antusiasnya sampai membuat penanggung jawab kegiatan cemas. Arya tertawa kecil sebelum duduk pada kursi santai dan membuka buku.
“Kapten....bukankah ini sangat indah?” Timothy bertanya dengan wajah cengengesan.
“Hmm?”
“Hei?! Kau datang kemari untuk membaca buku!? Tidakkah kau terenyuh melihat gadis – gadis cantik berbaju renang?”
__ADS_1
“Huum! Aku mengerti maksudmu saudaraku” kata Kinichi menyetujui.
“Eee....memangnya kenapa? Ini pertama kalinya kalian berdua melihat bikini?” komentar Arya menatap heran dua pasangan aneh tersebut.
“Tentu saja tidak tapi di sini ada Elf, Vampire, Werebeast, dan—“
“Ahh....sebaiknya kalian berhati – hati”
“Eh? Ke—“
“Karena mereka sedang munuju ke sini” Arya menunjuk ke balik punggung Timothy dan Kinichi.
“WOAA!!!”
Setelah memberi pelajaran kepada dua laki – laki bertampang mesum tadi, para gadis mengelilingi Arya sehingga membuatnya terpaksa berhenti membaca. Dia memandangi mereka malas seolah menanyakan ada perlu apa?.
“Arya?”
“Iya?”
“Bagaimana menurutmu.....”
“Mmm....?”
“......”
“Apanya?” ujarnya sekali lagi karena bingung.
KRETAK!
Tatapan mereka seketika berubah dingin, mengakibatkan dirinya langsung bersiaga. Lexa membuat tonjolan pada tanah dan membuat Arya terguling dari tempat duduknya lalu segera pergi.
“Hey!? Apa – apaan itu tadi!?”
“Kapten....kau benar – benar....” Kevin, Zayn, dan Ali yang melihat kejadian tadi dari awal cuma bisa menggaruk kepala.
Setelah itu mereka mengadakan turnamen voli, tim Arya, Lexa, Callista, Namme, Midori, dan Kyuran keluar sebagai juara setelah mendominasi semua pertandingan. Walau sempat kerepotan melawan kombinasi duo jenius Kinichi Eridan.
Uniknya mereka boleh menggunakan kekuatan masing – masing, gabungan antara Zayn, Kevin, dan Elizabeth dalam satu tim benar – benar mimpi buruk bagi para musuh. Tetapi ketiganya masih tak bisa mengalahkan Arya di final.
Semuanya bersenang – senang sampai hari berakhir, seperti slogan taman hiburan tersebut. Tempat di mana kecerian dan tawa bagaikan udara, Arya menjadi orang terakhir yang meninggalkan Laughpock Land. Dia melihat tanggal pada telepon seluler miliknya, senyum bahagia segera memudar. Seakan kegiatan tadi tidak pernah terjadi.
“Sudah waktunya ya....Amira”
Author Note :
Sedikit peringatan, buat Arc selanjutnya akan lebih condong ke drama. Jadi actionnya mungkin agak berkurang, jadi jangan sampai di tengah jalan ada yang komen "Actionnya mana? Ni novel ganti genre?". Mata lo Action!, lu kira genre cerita ini cuma satu?
- Ten Years Ago Arc Status: Begin -
__ADS_1