Elementalist

Elementalist
Chapter 119 - Plan


__ADS_3

“Mereka bilang pergi ke arah barat....., hah....aku harap jangan sampai tersesat”


Arya berjalan menuruni sebuah gunung dengan berlari, mungkin sudah sekitar tiga jam berlalu sejak dirinya dan Kizuna berpisah. Jalanan di sana benar – benar liar, tumbuhan – tumbuhan menempel padat sehingga sulit diterobos.


Saat hampir menyerah karena letih, matanya menangkap asap – asap rumah dari kejauhan. Hal tersebut membuatnya kembali bersemangat. Sempat terasa keberadaan beberapa binatang buas namun segera terbirit – birit begitu Arya memancarkan Agnet kuat.


“Hmm? Ada bunyi familiar....” Ia berhenti sebelum menempelkan telinga ke tanah yang sudah mulai rata kembali.


BRMM!


“Ketemu!”


“Eh?!”


“Kenapa bengong? Ayo naik!” Nashumi menjulurkan tangan gusar.


“Wahhh...Nashumi...!!! Lama tak jumpa”


“KYA....!? MENJAUH DASAR MENJIJIKAN!”


BUKK!


Dia akhirnya duduk pada bagian kursi penumpang Windwalker77 sembari menyentuh pipi bengkak akibat tamparan Nashumi. Anak kelima keluarga Nyanko ini menjabarkan keadaan terkini serta kejadian – kejadian setelah Arya menghilang secara singkat, padat, dan jelas.


Ternyata seluruh anggota Pax telah bergerak menuju Ibukota Rimba, persiapan terakhir sedang dimantapkan. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, evakuasi akan dilaksanakan dua hari lagi. Koordinat teleportasi pun sudah dikonfirmasi oleh Elemental City.


“Bagus sekali! Untunglah semua dapat berjalan lancar walau tanpa diriku, aku sempat khawatir mereka akan kehilangan arah”


“Jangan berkata seolah – olah kau tidak mengambil andil apa – apa dong, pelarianmu waktu itu benar – benar memecah perhatian para petinggi lho”


“Heeh....syukurlah kalau begitu, ngomong – ngomong kenapa kau bisa menemukanku?” tanya Arya penasaran.


“Midori bilang mendengar suaramu dari arah sini, jadi memintaku untuk menjemput” Nashumi menyahut cuek.


“Sungguh? Sepertinya nanti aku harus berterima kasih padanya”


‘Huh! Asal kau tau saja aku sudah berkeliling tempat ini lebih dari sepuluh kali demi mencarimu! Dasar!’


“Mau bertukar posisi? Kau pasti lelah setelah melakukan sepuluh putaran bukan?”


“Aku tidak perlu bantu—eh...., k...ka...kau.....bagaimana....?”


“Tak sulit mengetahuinya setelah melihat kondisi sekitar sini, hihihi terima kasih ya Nashumi. Kau perhatian sekali sih....” Arya menepuk lembut kepala gadis itu.


Nashumi tiba – tiba berubah pendiam, dia sebisa mungkin menyembunyikan wajah merahnya dari Arya.

__ADS_1


“A..Ar..Arya....sebenarnya....”


GRAB!


“KYAAA!!? JANGAN SENTUH EKORKU SIALAN!”


PLAK!


------><------


Markas rahasia organisasi Pax cabang Rimba dipadati banyak pengunjung malam hari itu, semua datang demi mendengar kejelasan rencana evakuasi dua hari lagi. Juga mempersiapkan diri menghadapi antisipasi pemerintah Zoonatia.



“Waktu semakin menipis dan situasi terus bertambah sulit” Timothy berkomentar sambil menghela napas.


“Apa ada yang punya saran?” tanya Asuna kepada para hadirin.


Sepi menyelimuti markas, nampak raut wajah ragu dari beberapa individu. Sekuat apapun Elementalist tetap saja orang awam pun bisa tau persentasi keberhasilan misi ini sangat rendah. Di tengah – tengah rasa putus asa itu, Harpyja menanyakan kelengkapan anggotanya.


“Di mana Nashumi?”


“Dia segera datang, bersama secercah harapan” jawab Midori tersenyum lembut.


Baru saja kalimat tadi terucap, pintu masuk hancur berantakan akibat ditabrak sesuatu. Windwalker77 berhenti dengan gagah tepat di tengah ruang rapat.


“OI! NASHUMI KAU—!“


Harpyja gagal menyelasaikan kata – katanya begitu melihat pria yang duduk pada kursi penumpang, bukan hanya dia. Semua orang membelalakan mata tak percaya, semangat kembali berkobar dalam diri mereka.


“Yo? Bagaimana kabar kalian? Sehat bukan? shishishi”


“KAPTEN!!???”


Sorak sorai gembira meledak, Arya dikerumuni banyak sekali anggota sampai – sampai ia sulit bernapas.


“Kak Arya? Kenapa pipimu merah sekali?” Elizabeth bertanya khawatir.


“Ahh...ini? Eee...nyamuk kurasa hehehe” gumam Arya melirik Nashumi yang balik melotot tajam.


“Dengan adanya Tuan Arya aku bisa melihat perubahan besar terjadi” Macow berkomentar.


“Baiklah – baiklah cukup, terima kasih atas kerja keras kalian. Maaf telah membuat khawatir, mari kita dengar keseluruhan rencana dua hari ke depan” mendengar ucapan Arya, Asuna membuang muka sembari mengembungkan pipinya.


Terjadi peningkatan keamanan secara drastis di seluruh Zoonatia akibat insiden festival kembang api Klouvi, tak mengetahui tujuan dirusaknya sistem pengawasan wilayah membuat petinggi – petinggi Zoonatia kewalahan.

__ADS_1


Karenanya anggota Dua Belas Shio menyebar ke segala penjuru demi mengantisipasi hal – hal tidak diinginkan. Yang berarti keamanan Ibukota Rimba jadi melemah, sehingga anggota – anggota Pax setuju memberikan koordinat teleportasi dekat dari sana.


“Aku mengerti sekarang, mereka mungkin tak akan pernah menyangka kalau pemberontak memilih beroperasi di Ibukota. Jadi....di mana titik gerbang muncul nantinya?” Arya sedang berpikir sambil mengelus dagu.


“Tempat berjarak dua puluh kilometer di Utara Rimba bernama Sentoki no Meikyuu”


Sentoki no Meikyuu merupakan sebuah labirin yang memiliki ratusan pintu, orang tak berpengalaman sama saja mencari mati masuk ke situ. Portal akan membuka di dalam sana tepat tengah hari.



Jika misalkan sampai terjadi pengejaran, diharapkan semua dapat berhasil mengelabui musuh berkat labirin ini. Anggota – anggota Pax juga sudah mendapat peta buatan Shirone, Midori, dan Namme sehingga tidak mungkin tersesat.


“Yang jadi masalah sekarang adalah penjaga keamanan sekitar Rimba” kata Zayn pelan.


“Jelaskan”


Setelah mengumpulkan informasi juga melakukan analisis, terdapat tiga Mythical Werebeast dan sekitar lima belas Jenderal Petarung yang memiliki kemungkinan besar menghadang mereka jika sampai terjadi bentrokan.


Informasi tambahan, Jenderal Petarung adalah sebutan bagi para Werebeast yang berada di puncak kekuatan namun tak dapat melampaui tembok pemisah antara mereka dan Mythical Werebeast. Meremehkan orang – orang ini bukanlah sesuatu pilihan bijak.


Tiga Faksi Werebeast memiliki masing – masing seratus Jenderal Petarung, contohnya Macow yang merupakan Letnan Petarung dari Faksi Udara. Tinggal sedikit lagi mencapai tingkat Jenderal.


“Nama – nama yang kalian harus waspadai antara lain Tomb Lion Shizi, Giant Tread Kokkili, dan Honey Seeker Arkouda. Tiga Jenderal Petarung terkuat Faksi Darat” tegas Harpyja.


“Lalu....tiga Mythical Werebeastnya?”


“Ahh aku tidak percaya mengatakan ini, kita pasti hancur kalau – kalau dua kuil terkuat Twin Head beserta Rodentia sampai turun tangan”


“Rodentia?” Arya mengangkat sebelah alisnya.


Dua Belas Shio memiliki panji tersendiri masing – masing, dilambangkan dengan Kuil. Posisi teratas sekarang ditempati oleh Twin Head, lalu Rodentia baru disusul oleh Cloud Tiger, Mighty Boar, Crazy Hound, dan seterusnya.


Mengapa demikian? Alasannya sederhana, karena Twin Head maupun Rodentia punya dua orang anggota berkekuatan Mythical Werebeast. Ular Naga kepala kembar, duo kakak adik Garyu dan Hebihime kebanggaan Twin Head Temple.


Juga si tua Virtous Rat Nezumi bersama The Nine – Tailed Fox Goddess Kizuna dari Rodentia, satu – satunya hal positif yang bisa mereka ambil sekarang adalah hanya ada sang Shio Naga Garyu di Ibukota saat ini. Sementara si adik, Hebihime diperintahkan menjaga wilayah lain.


“Sedikitpun aku tak merasa mendapat berita baik setelah mendengar informasi tersebut” Timothy menggeleng – gelengkan kepala risau.


“Ayolah semangat, kita membutuhkan hal – hal seperti ini jika ingin berkembang Tim” kata Lexa memukul keras pundak si Elementalist Besi.


“Hmm...hehehe aku ada sebuah rencana yang mungkin dapat berhasil”


“Heh? Apa?” semua mata tertuju pada satu orang.


“Kuil Rodentia ya? Baiklah, tolong dengarkan baik – baik permintaan egoisku ini” ungkap Arya serius sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


__ADS_2