Elementalist

Elementalist
Chapter 206 - Reiko


__ADS_3

TOK! TOK! TOK!


Arya tersentak kaget mendengar suara ketukan pintu kamarnya, dia menepikan selimut sembari mengacak – acak rambut lalu menguap. Bunyi hantaman buku jari ke papan kayu kembali memenuhi udara, Arya bangkit kemudian menggapai pegangan yang dimana terdapat lubang kunci.


“Sebentar....siapa sih pagi – pagi....inikan hari li—Asuna?”


“Kenapa lama sekali!? Ikut aku.....”


“Eh!? Hey!? Tunggu!? Tidak bisakah kau membiarkanku mandi dan berganti pakaian terlebih dahulu!?”


Asuna menyeret Arya tak memperdulikan protesnya, suasana Pusat Penilitian masih sepi sekali saat itu. Mereka menyusuri lorong menuju bagian ruangan para Pengawas berada, Arya terus bertanya dalam perjalanan sampai mengakibatkan telinga Asuna berdengung kesal.


“Aku juga sama, jangan banyak bertanya! Intinya Ayahku datang berkunjung terus memintaku membawamu ikut serta....”


“Kenapa?”


“Sebab Ayah angkatmu pun berada disini?”


“Hah? Keduanya datang buat apa? Jangan – jangan hendak men—oke aku mengerti....”


Arya menutup mulut rapat – rapat menyadari lirikan menusuk Asuna, dia bingung karena biasanya Hartoso selalu memberitahu jika mau datang kemari. Agak terasa janggal kalau sang Presiden muncul tanpa mengabarinya, terlebih beliau datang ditemani Perdana Menteri Hiroshi.


CKLAK!


Arya dan Asuna memasuki ruangan Astral, betapa terkejutnya masing – masing melihat ternyata disana sudah menunggu kesepuluh Pengawas Ujian, Hiroshi Masamune, serta Hartoso. Keduanya disapa dengan sopan kemudian dipersilahkan duduk.


Arya memperhatikan sekeliling penuh waspada terus memilih tetap berdiri, entah mengapa ia tidak menyukai atmosfer ruangan. Ekspresi mereka semua juga tak dapat ditebak, Asuna masih berdiri disampingnya nampak sama kurang mengerti. Usai berbasa – basi sebentar, Pak Hartoso akhirnya angkat bicara.


“Arya? Ada hal penting yang harus kami beritahukan kepadamu....”


“Kamu juga Asuna.....” tambah Perdana Menteri Masamune.


“Reika....menghilang tanpa kabar dua hari terakhir, kami menduga kalau dia diculik....” Astral mengambil alih pimpinan diskusi.


“Heh? Mungkin Reika pergi menginap ke rumah temannya, Ayah tak mencoba menanyakan hal ini ke Mala?”


“Tidak Tuan, kami yakin sekali Nona Reika ditangkap....” kata Bianchi sedikit berat.


“Tetapi mengapa ada—“


“Karena....Reika adalah.....seorang Artificial Elementalist....”


Pengakuan Hartoso disusul keheningan panjangan, waktu seolah terhenti usai sang Presiden mengucapkan kalimat barusan. Semua orang terdiam enggan memecahkan suasana tersebut, dua individu paling terkejut jelas sekali Arya juga Asuna.


“Eh....?”


------><------

__ADS_1


“Mungkin kau pernah menduganya....namun Reika bukanlah anak kandungku, istriku dan aku belum dikaruniai keturunan ketika ajal menjemputnya.....”


“Maka dari itu aku disini untuk meluruskan pada kalian bahwa Reika merupakan putri kakak lak – lakiku yang sudah wafat.....” Perdana Menteri Masamune berdeham.


Arya terpaku mendengar kalau eksperimen Artificial Elementalist terhadap Reika telah dilakukan sejak dirinya berada dalam kandungan, sebenarnya kakak Hiroshi Masamune divonis akan mempunyai dua anak perempuan kembar.


Sama seperti Raja Faisal, demi membantu kedok mempertahankan umat Manusia. Beliau rela membiarkan belahan jiwa maupun darah dagingnya mengikuti percobaan Artificial Elementalist sebab ada kecocokan genetik unik diwarisi oleh mereka.


Sayang waktu pelaksanaanya si ibu harus tewas, salah satu putrinya menunjukan tanda – tanda keberhasilan ekspreimen. Tetapi sialnya sejam berselang ia menyusul sang bunda, tersisalah kembarannya yang mempunyai fisik sedikit lemah.


Kakak Perdana Menteri merasa sangat bersalah terus bunuh diri, Hiroshi Masamune kemudian menyerahkanya kepada Hartoso karena waktu itu dia belum menemukan Arya. Perdana Menteri menjelaskan terdapat hal aneh dalam tubuh gadis mungil tersebut. Sehingga Masamune nampaknya tidak sanggup mengurusnya ditambah ia harus membesarkan Asuna.


Hartoso setuju dan memang merasakan langsung kejanggalan yang dimaksud Perdana Menteri, mengetahui kabar kegagalan percobaan Artificial Elementalist. Para bawahan pemerintahan bersikap tak perduli sampai menyebabkan Hiroshi naik pitam, permasalahan mulai terlupakan saat dirinya melihat Reika tumbuh sehat dan ceria apalagi sejak bersama Arya.


“Kami menduga kalau Nona Reika mempunyai kepribadian ganda.....”


“Apa?” celetuk Asuna heran.


“Nampaknya kesadaran saudari kembarnya tertidur dalam badan Reika, terkadang dia akan mengambil alih kendali. Gadis itulah Artificial Elementalist kedua, kami memberinya kode nama Reiko. Ini dikategorikan sebagai efek samping keberhasilan penelitian sama layaknya menghilangnya kemampuan berbicara Tuan Ali.....” Liquite mengakhiri.



“Kami memperkirakan alasan utama diculiknya Reika adalah demi membangkitkan Reiko secara seutuhnya....” bisik Po serius.


Seluruh pertanyaan dalam benak Arya tentang perubahan sikap kadang – kadang adik angkatnya terjawab sudah. Fakta barusan seolah menampar keras mukanya, menyebabkan ia terbangun dari mimpi panjang, Asuna menyadari ketidakstabilan mental Arya lalu hendak menyentuh pundaknya tetapi si pemuda lebih dahulu bicara.


“Mengapa.....mengapa kalian tidak pernah memberitahuku.....?”


SYUU!!! BAMMM!!!


Arya melesat menerjang Astral kemudian memojokkannya pada dinding, bunyi keras membangunkan sebagian penghuni Pusat Penilitian. Sang Elementalist mencengkram kuat kerah pakaian Astral, matanya telah berubah memiliki tiga warna sekaligus.


Mereka berusaha memisahkan keduanya tetapi Astral mengangkat tangan agar semua tidak mengambil tindakan, Arya memelototi pria dihadapannya penuh rasa kecewa. Dia merasa begitu dikhianati.


“Kau pasti tau....kenapa menyembunyikannya....?” Arya menggeram siap meledak kapan saja.


“Tuan—“


“JAWAB AKU!!!”


“Melihat sikap anda saat kebenaran tentang Tuan Ali terungkap....memberitahukannya kepada anda bagiku bukan pilihan bijak....” jawab Astral tenang.


Arya menggigit bibirnya hingga berdarah, ia kira bisa mempercayai para Pengawas namun nyatanya tidak. Bahkan Hartoso pun menutup mulut soal ini, Agnet deras mulai merembes keluar melalui sekujur tubuhnya.


“Dia itu.....adikku....KEPARATTT.....!!!” Arya berteriak mengangkat tinjunya.


BUMMM!!! KRAKK!!!

__ADS_1


“Gio!?” seru Pengawas lainnya khawatir.


Mereka baru mampu bernapas lega saat menyadari pukulan Arya cuma menghantam tembok dibelakang Astral, mengakibatkan lesakan besar sampai getaran hebat pada seluruh bangunan Pusat Penilitian. Arya melepaskan genggamannya terus berjalan menuju pintu keluar.


“Aku muak....mulai dari sekarang Arya Frost keluar dari Elementalist, Pax, Pusat Penelitian, atau apapun namanya....”


“Apa?! Jangan bercanda!?” Asuna mencoba bicara padanya.


“Berisik....”


“Hey!? Memangnya kau mau melakukan apa sekarang!?”


“Melacak Reika sampai dapat bahkan jika perlu memporak – porandakan Elemental City....” desisnya sembari menoleh sekilas sebelum pergi.


Arya bergerak cepat, ia berpikir dua hari merupakan waktu yang sangat lama. Banyak kemungkinan dapat diperbuat oleh penculik Reika selama itu, wajah seorang pria berambut panjang memenuhi pikirannya. Selesai semua urusan ini Arya berjanji akan membuat perhintungan dengannya.



‘Efbi? Safira? Aku membutuhkan indera penciuman kalian, temukan Reika bagaimanapun caranya....’


‘Iya!’


------><------


“Arya tungg—“


“Asuna? Sebaiknya kau membiarkannya....” tahan Perdana Menteri Hiroshi.


“Tapi Ayah—“


“Nona Asuna, kami membutuhkanmu tuk mengabari Elementalist yang lain. Sementara waktu jabatan ketua akan diserahkan kepada anda.....” Astral merapikan kerah bajunya sambil dibantu bangkit oleh pengawas – pengawas lain.


Asuna berdecak kesal kemudian pergi meninggalkan ruangan, betapa terkejutnya ia sebab berpapasan dengan seorang remaja laki – laki. Pemuda itu pun agak kaget dapat menemukan Asuna disana.


“Kau....?”


“Asuna? Ada apa? Kita diserang?” celetuknya mengarah ke getaran hebat sebelumnya.


“Tidak, ini mengenai Arya....”


“Kapten?"


“Iya, aku membutuhkan pertolonganmu. Dengarkan baik – baik.....” Asuna menggenggam tangannya serius.


Author Note :


Karena ada beberapa urusan akhir - akhir ini, mungkin update Elementalist akan diusahakan lebih sering mulai bulan depan. Mohon pengertiannya. Terima  kasih

__ADS_1


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui **********. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.


__ADS_2