Elementalist

Elementalist
Chapter 64 - Tetua Klan Naga


__ADS_3

Mereka baru bisa menarik napas lega setelah keluar dari portal, tekanan yang diberikan lorong itu begitu kuat sampai bisa membuat orang tidak sadarkan diri. Untungnya, Novis merapatkan sayap besar miliknya untuk melindungi mereka.


Arya menanyakan kondisi yang lain dengan cemas, sembilan suara menyahut tanpa kesulitan namun terdengar sedikit lemah. Mungkin karena masih belum percaya mereka telah terbang dan menembus sebuah dimensi baru.


"Huh huh huh bau ini....laut?" Selena mengendus kebingungan.


Arya juga memang mencium aroma asin diudara sejak baru keluar dari mulut portal, setelah mendengar perkataan Selena. Ia segera menyipitkan mata berusaha menembus awan – awan putih yang berkumpul disekitar tubuh Novis.


Benar saja, ternyata dibawah mereka terbentang luas air yang ujungnya tidak dapat terlihat. Warnanya sedikit berbeda dari laut tempat asal mereka. Warna air laut disini seperti campuran antara warna biru dan hijau.


Suara kagum terdengar sayup – sayup diantara deru angin menandakan bukan hanya Arya yang sudah menyadari hal menakjubkan itu.


"Novis? Apa masih jauh lagi?" Arya bertanya selang beberapa waktu.


"Kita sudah sampai Tuan, saya ucapkan selamat datang di Dragon Island"


Tepat setelah Novis terbang menembus awan putih raksasa dihadapannya, mata kesepuluh Elementalist melebar. Pemandangan sangat indah menyambut mereka, sebuah dataran teramat luas hadir disana.


Penuh dengan warna - warni tanaman yang dapat memanjakan mata, aroma asin telah hilang digantikan wangi menyegarkan. Dataran itu begitu rimbun seakan tidak pernah tersentuh oleh apapun.


"Magical Plants?" ujar Rena tak percaya.


"Ini yang kalian sebut Island? Lebih mirip benua dari pada pulau bagiku" Timothy menyeletuk heran.


Kali ini Arya setuju dengan pendapat si besi karatan, tempat itu lebih cocok diberi nama Dragon Continent dari pada Dragon Island. Dia bahkan tidak dapat melihat ujung dari dataran tersebut.


"Perhatian untuk Tuan dan Nona diharapkan berpegangan yang erat, kita akan melesat dengan kecepatan tinggi menuju Dragon Sanctuary. Dan sedikit saran, rapatkan gigi kalian" Novis mengumunkan dengan nada resmi.


"LAGI?!" seru mereka serempak.


Tanpa menunggu, Novis segera kembali menembakan sinar biru diudara. Dia melewatinya dan membuat sinar tersebut melapisi tubuhnya yang bersisik hitam, perlahan tapi pasti. Mereka bersepuluh bisa merasakan sensasi seluruh tulang tertarik kebelakang saking cepatnya laju terbang sang naga.


------<<\ data-tomark-pass >>------


"Novis lain kali tolong...., beri keringanan kepada kami u...ek!" gumam Timothy sambil berjalan oleng, wajahnya pucat sekali.


Penampilan yang lain tidak lebih baik, hanya ada satu kata untuk menggambarkan perasaan mereka saat ini. Mual, Arya berusaha sebaik mungkin untuk berdiri tegak dengan kedua kakinya.

__ADS_1


"Maaf Tuan kita sedang dikejar waktu jadi...." jawab Novis sedikit canggung.


Mereka mendarat disebuah tanah lapang yang dikelilingi oleh rindangnya pepohonan dengan daun berwarna macam – macam. Novis bertranformasi ke wujud manusianya sekali lagi sambil tersenyum malu.


Suara gemerisik dedaunan disekeliling membuat Arya waspada, yang lain juga segera meraih senjata masing – masing. Novis mengangkat tangan untuk menghentikan mereka, beberapa sosok mulai muncul dari berbagai penjuru.


"Itu benar – benar mereka!"


"Tuan! Nona! Selamat datang!"


"Hidup para Elementalist!"


Sambutan para naga mengejutkan mereka bersepuluh, naga – naga tersebut muncul dalam berbagai wujud. Ada yang berada dalam bentuk asli maupun setengah manusia seperti yang dilakukan Novis sebelumnya.


Semuanya terbang dan bertepuk tangan penuh sukacita melihat sepuluh orang Elementalist generasi saat ini, antusias terlihat jelas diwajah mereka. Salah satu naga meraung keras ke arah langit diikuti oleh yang lainnya beberapa saat kemudian.



Novis berusaha menguasai situasi dan membimbing sepuluh Elementalist untuk menjauhi keramaian, membutuhkan waktu sekitar setengah jam agar semuanya kembali aman terkendali.


"Novis? Apa semua ini Magical Plants?" Rena bertanya dengan mata berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.


Naga memang dikenal hidup disekitar tempat penuh dengan energi sihir dan mengkonsumsi daging hewan berkualitas tinggi seperti Imaginary Animals berumur ratusan tahun. Kebanyakan makhluk – makhluk ini berada di lautan.


Itulah sebabnya warna air disekitar dataran ini berbeda, penuh dengan Agnet. Adapun Magical Plant di daratan menjadi makanan utama bagi Imaginary Animals lainnya yang hidup di darat berdampingan dengan para naga.


"Mungkin ini terdengar sedikit tidak sopan tapi....mengapa hanya kau sejauh ini naga yang kami lihat memiliki sisik berwarna hitam?" celetuk Zayn.


"Ahh itu....sebenarnya tidak seratus persen benar, seluruh naga dari Klan Noctibral memiliki sisik berwarna hitam juga. Sedangkan sisikku yang notabene berasal dari Klan Glacirus berwarna hitam karena aku adalah seorang Transporter....."


Mereka menyebut naga berkemampuan menembus dimensi sebagai Transporter, tidak semua naga memiliki kemampuan ini. Hanya ada beberapa yang terpilih dan sanggup melaksanakan tugas tersebut, warna hitam pada sisik mereka diakibatkan oleh tekanan lubang dimensi.


Jadi pada awalnya sisik Novis juga berwarma putih biru seperti anggota Klan Glacirus lainnya, si naga hitam membawa mereka melewati pemukiman. Terlihat hanya ada beberapa naga bertempat tinggal disana menyambut mereka.


Sebab para naga kebanyakan memilih hidup di gunung, gua, maupun hutan dari pada pusat hunian naga seperti Dragon Sanctuary. Yang tinggal disini rata – rata para petinggi sepuluh Klan naga.


Sesampainya disana ada empat naga lain sudah menunggu mereka, sepuluh Elementalist kemudian mengikuti masing – masing satu naga sesuai dengan pembagian kelompok. Arya dan Selena dibawa oleh Novis menuju salah satu bangunan tinggi berselimut tirai raksasa berwarna putih biru.

__ADS_1


Novis memberitahukan kedatangan mereka kepada penghuni tempat itu sebelum menyingkap tirainya. Di dalam ada dua sosok bangkit berdiri dari posisi duduknya kemudian membungkuk untuk memberi hormat pada Arya dan Selena.


"Psst!? Novis? Aku ingin memastikan ini sebelumnya tapi....siapa mereka?" bisik Arya.


"Bukankah Tuan dan Nona harusnya sudah bisa menebaknya?"


"Maksudmu—"


"Benar, keduanya adalah Tetua Klan Glacirus dan Aquasix"


"APA!?"


"Glacirus Cornus Nixus....


"Aquasix Oceanix Spinax....


Siap melayani Tuan dan Nona" kata mereka serempak sambil menaikan pandangan.


"Novis kau pasti bercanda...." Arya masih berusaha mencerna apa yang ada dihadapannya.


"Tentu saja tidak Tuan, apa untungnya bagiku melakukan hal seperti itu"


"Tapi mereka hanya anak kecil!" tambah Selena dengan suara melengking.


"Novis tidak berbohong pada kalian. Kami memanglah dua dari sepuluh Tetua Klan naga" seru perwakilan Glacirus.


"Apa kami tidak terlihat menjanjikan?" kawannya menambahkan sedikit malu.


Arya dan Selena masih diam seribu bahasa, mereka tidak tau harus merespon seperti apa. Dua orang didepan mereka ini jelas – jelas hanyalah bocah ingusan.



"Tuan? Nona? Sebaiknya kalian tidak menilai kekuatan serta umur para naga dari wujud manusia mereka, karena.....wujud semua tetua memang seperti ini" saran Novis dengan raut wajah serius.


Author Note :


Masih menunggu kontrak, untuk yang nanya update terus menerus saya cuma bisa menjanjikan sekali seminggu. Tidak lebih, terimakasih. Ciao!

__ADS_1



__ADS_2