
“Hei hei bagaimana kalau kita semua pergi bersama ke sana”
Seorang wanita berkulit kecokelatan menunjuk ke arah sebuah poster yang menempel di berbagai tempat kepada kawan – kawannya. Pejalan kaki sekitar segera menunduk begitu melihat kelompok tersebut lewat, mereka adalah orang – orang paling dihormati di tempat itu.
“Zarane kau ini tidak pernah bosan – bosan ya?” Hebihime melirik sekilas.
“Hehehe ayolah melepas penat merupakan kegiatan paling mengasyikkan, bukan begitu Jilan?” balas Zarane memasang wajah tak berdosa.
“Benar sekali, terutama jika kalian sudah memiliki pasangan seperti kami berdua”
“Hee....ini akan seru, siapa tau semuanya berhasil menemukan jodoh di sana”
“Tidak penting”
“Itulah kenapa kau masih sendiri sampai sekarang Baekho, para laki – laki takut kepadamu” Jilan menggeleng pelan.
“Apa?! Enak saja! Aku hanya berpikir memiliki pasangan itu tidak ada gunanya”
“Heee....”
Baekho dengan wajah merah menatap geram ke arah dua orang yang sudah berkeluarga di sebelahnya, Hebihime serta Sheepya memilih untuk menjauh karena tau bibir Shio Ayam dan Shio Kuda memang menyebalkan.
“Kau sendiri bagaimana Bunny? Masih mencari orang itu?”
“Mmm? Bisa jadi, aku belum menemukan orang semenarik dia sih”
“Kau bahkan belum pernah melihat wajahnya kan?” cibir Zarane.
“Tanpa melakukan itu sekalipun aku yakin seratus persen tampangnya diatas suami kalian. Bwee!” Bunny menjulurkan lidah sebagai balasan.
“Dasar kelinci sombong bermulut besar, Kizuna? Kau ikut kan?”
Gadis yang berjalan paling belakang tersadar begitu mendengar namanya disebut, ia mengerjapkan mata beberapa kali berusaha mencerna pertanyaan tadi.
“Aku harus membantu di Ku—“
“Tenang saja, aku sudah meminta izin kepada Tetua Nezumi. Dia juga berpikir sebaiknya seorang gadis menghabiskan masa muda dengan bersenang – senang”
“Eh?! Kapan—“
“Pokoknya semua harus pergi tanpa terkecuali, kalau tidak....semua rahasia kalian akan langsung....hihihi” Jilan mengakhiri sambil mengeluarkan tawa senang bak suara ayam.
“HAH!? CURANG!”
------><------
Sembilan Nyanko Bersaudara atau yang lebih dikenal juga dengan nama Nyanko Kyōdai adalah keluarga Werebeast berwujud kucing. Di dalam keluarga ini terdapat sembilan anak, masing – masing terdiri dari tiga putra dan enam putri.
Anak sulung mereka bernama Kinichi, dia cerdas juga memiliki kelebihan pada wajahnya. Sejak kecil banyak gadis berusaha merebut hati si pirang ini secara utuh, namun tak ada hasil. Pada akhirnya ia dikenal sebagai pria brengsek yang suka mempermainkan hati wanita.
Lalu anak kedua menjadi putri pertama di keluarga ini, gadis bernama Shirone tersebut selalu berusaha mengambil peran sebagai ibu untuk adik – adiknya sejak kedua orang tua mereka tiada. Ia jauh lebih dewasa dari Kinichi, juga berwawasan luas dan memiliki jiwa artistik tinggi.
Selanjutnya adalah Kurobara, putra kedua tertua serta anak ketiga dari Nyanko Kyōdai. Laki – laki berwajah masam ini mempunyai kemampuan bertarung tangan kosong yang cukup baik, dia akan membuat perhitungan pada siapa saja yang berani mengusik keluarganya.
__ADS_1
Kemudian ada dua kembar Namme dan Nashumi, kembar siam laki – laki perempuan. Namme sebagai putra ketiga berjuang keras demi keluarga, memanfaatkan kemampuan menyelinap hebat. Ia terkadang mencuri makanan untuk adik – adiknya di saat susah dahulu.
Nashumi sendiri sangat pemalas, gadis itu selalu terlihat menguap seakan jarang tertidur. Cuma para anggota keluarga yang mengetahui kalau dirinya suka mengabiskan waktu di bengkel pribadi miliknya, mengotak – atik berbagai barang dengan tujuan membuat alat tranportasi luar biasa.
Hobi otomotif miliknya dianggap sedikit aneh bahkan oleh keluarganya sendiri, putri urutan ketiga bernama Midori. Tak seperti saudara serta saudarinya yang lain, sensitifitas telinga miliknya begitu tinggi.
Hal ini menyebabkan muncul kesenangan sendiri dalam mendengar sesuatu yang baru, Midori terus mempelajari berbagai suara alat musik bermacam - macam ras dari seluruh dunia. Jika laki – laki memiliki Kinichi, saudari perempuan punya Pinka.
Anak ketujuh dan putri keempat, memilliki tampang menarik disertai suara imut membuat banyak laki – laki menyatakan perasaan padanya. Tetapi karena didikan playboy Kinichi, Pinka yang polos dan penurut berubah menjadi penguras isi kantong para laki – laki.
Memanfaatkan mereka, keluarga Nyanko mendapat banyak pasokan konsumsi. Wajah cantik Pinka memikat puluhan pria sehingga berlomba – lomba memberikan makanan. Ini tidak terlepas dari napsu makannya yang besar.
Sebab pengaruh tersebut Pinka bisa dibilang anak paling berintelektual rendah diantara saudara juga saudarinya. Dua putri terakhir mendalami ilmu bela diri, Hachiru si pedang putih dan Kyuran sang tangan besi.
Keduanya sangat disayang oleh ketujuh kakak – kakaknya, oleh sebab itu mereka sempat menolak memberi izin Hachiru bersama Kyuran berlatih bela diri. Namun karena keputusan sudah bulat, tak ada lagi yang bisa menghentikan mereka.
Kesembilan anak kucing ini tinggal dijalanan selama bertahun – tahun, meninggalnya orang tua mereka adalah alasan utama. Lalu akhirnya pertemuan dengan Harpyja merubah semuanya, sejak hari itu Sembilan Nyanko Bersaudara mempelajari keahlian dan keunggulan masing – masing juga belajar cara memanfaatkannya sebaik mungkin.
------><------
“Begitulah awal mula aku menjadikan mereka muridku” Harpyja menghirup teh miliknya.
“Benar sekali”
“Aku minta maaf atas kelancanganku Tuan” seru Kinichi memberi hormat pada Arya.
“Ahh....santai saja, aku tidak memikirkannya. Oh iya, yang lebih penting adalah kau bilang punya adik – adik perempuan bukan?”
“Huum, enam adik perempuan tepatnya”
“Maukah kau mengenalkanku pada mereka?” Arya tersenyum antusias.
“Memangnya kau mau apa kalau bertemu mereka?” tanya Rena muncul entah dari mana kemudian mencubit perut Arya.
“Aw!”
Lutrin, Mephi, dan Rattus baru tersadar, mereka tidak perlu membawa Arya mencari kafe telinga kucing di sekitar kota Klouvi jika bisa mempertemukannya dengan keenam putri Nyanko. Namun dilain pihak Kinichi merasa isi perutnya jatuh ke dasar terdalam.
Dia mengenali kilatan di mata Arya, itu persis seperti miliknya ketika setiap melihat target wanita baru. Juga dikarenakan kejadian tak mengenakan sebelumnya dari para gadis di luar, Kinichi bisa mengambil kesimpulan kalau pria ini berbahaya.
“S..so..soal itu....sepertinya mereka hari ini tidak bisa dat—“
“Hmm? Ada beberapa wajah baru di sini”
“HIYY!!!”
Kinichi secepat kilat melesat ke arah pintu kemudian menahannya menggunakan tubuh sendiri, sambil menatap canggung ke arah yang lain dia perlahan merasakan ada dorongan dari balik punggungnya.
“Heh? Pintunya terkunci?”
__ADS_1
“Tidak, ada yang menjanggalnya. Suara napas ini....Kak Kin?”
“Kenapa ditahan? Oi bukakan kami pintu”
“Apa kau baik – baik saja?” Arya bertanya sedikit khawatir melihat perilaku Kinichi.
“Ahaha....aku baik – baik saja cuma—Woa!? Tidak!!!”
Akibat dorongan dari luar juga bantuan Rattus CS, pintu ruangan terbuka lebar. Delapan orang bertelinga kucing memasuki ruangan sambil memasang wajah kesal.
“Kak Kin candaanmu tidak lucu”
“Bukan!!! Kalian tidak mengerti! Kuro! Namme! Lindungi saudari – saudari kita!”
“Hah?”
Tepat saat itulah mereka baru menyadari ada tamu di sana, untuk sepersekian detik tak ada satupun dari Nyanko Kyōdai yang berkedip. Harpyja kemudian memperkenalkan para Elementalist pada kelompok pendatang baru itu.
‘CELAKA!’
Kinichi menunduk lesu, karena terkejut. Sisa Nyanko Kyōdai segera mengubah sikap menjadi lebih sopan begitu mengetahui siapa identitas sepuluh sosok di depan mereka.
“Nona Shirone? Aku punya permintaan” kata Arya tiba – tiba.
“I..iy..iya? Apa itu?”
“Bolehkah aku memegang telingamu?”
“Hah?”
Walau sedikit bingung, akhirnya Shirone menyanggupi keinginan Arya. Perlahan tangan si Elementalist mengelus lembut telinganya, membuat tubuh gadis itu bagai disengat listrik bertekanan tinggi.
“KYAA!?”
Arya sangat menyukai sensasi menyentuh rambut lembut kucing Shirone, kemudian tanpa sadar menggapai ekornya. Kurang dari satu detik, para Elementalist wanita bergerak cepat meringkus dan menghajarnya.
“Dasar mesum!”
Alhasil kemudian ia terpaksa dengan hidung berdarah mendengar rencana evakuasi anggota Pax Zoonatia, pertama – tama mereka harus melemahkan sistem pengawasan agar dapat bergerak lebih bebas. Ditengah – tengah diskusi Arya merasa ada tatapan menusuk pada punggungnya.
Dia menoleh dan menemukan sebuah kandang kecil, begitu mendekat terlihat seekor ular putih balik menatapnya. Harpyja yang melihat hal itu bilang kalau makhluk tersebut adalah bayi Sora White Viper, binatang langka Hieratic Ring Forest.
Mereka menemukannya ketika sarang milik ular tersebut terbakar karena suhu panas, kabarnya bisa milik makhluk ini sangat unik. Sehingga orang – orang memutuskan membawanya pulang, Arya membuka kandang lalu mejulurkan tangan pelan.
“Tuan!? Hati – hati bisanya tidak memiliki penawar!—“
Belum selesai Harpyja bicara, mulut Sora White Viper mungil tersebut membungkus ujung jari telunjuk tangan Arya. Tetapi bukan menggigit, melainkan menghisap Agnet miliknya. Semua yang melihat kejadian itu melongo.
“Kau pasti lapar ya?”
“Hebat....aku baru tau Sora White Viper bisa sejinak itu, walaupun yang ini masih bayi” Shirone berkomentar.
“Tunggu dulu, mungkin dengan adanya dirimu bisa berhasil” kata Arya senang.
Author Note :
Nah! Sesuai janji, update sepuluh chapter, karena yang berhasil tercapai cuma 500k read. Padahal kemarin hampir aja update 15 Chapter kalau berhasil masuk sepuluh besar. Tapi sayang cuma rank 14, kurang empat lagi. But terima kasih atas dukungan juga kesetiaan kalian menunggu cerita ini. Kalau masuk sepuluh besar mungkin author akan lebih semangat....namun semuanya tergantung kalian para pembaca, btw rating bintang ini makin turun aja. Gk ada yg kasi rate bagus po? Atau banyak yg sirik? Wkwkwkw.
*Ah.....iya sedikit pesan buat orang - orang yang sering promosi di lapak punya orang lain, semakin lu ngerusuh di karya orang. Bakal makin sepi cerita lu, terutama buat yang sering spam beberapa kali dengan tulisan panjang lebar kayak orang ***. Gak punya tata krama sekali, emg promosi harus gtu nulisin sinopsis sepanjang selokan Mataram? Udh buat lapak orang keganggu, numpang, cuman copas kata - kata doang di semua cerita.***
"Permisi thor, ceritanya bagus...." Alah Bullshit! Eneg bgt baca komen kayak gtu. Gk suka? Bodo amat, yg penting gw gk pernah ngerusuh di karya orang lain. Manusia gk punya etika.
__ADS_1
Hadeh awal tahun dah marah - marah aja kambing, udahlah see you maybe....tommorow? Who knows? Bye! Happy New Year!