Elementalist

Elementalist
Chapter 193 - Perubahan Sikap


__ADS_3

Arya, Kevin, Elizabeth, dan Selena kembali menuju benteng pertahanan Atlantos. Dinding pelindung perlahan diturunkan. Sesampainya disana Raja Neptune bersama para prajurirt menyambut mereka, walau enggan pemimpin Atlantos tersebut harus akui kalau kemampuan keempatnya mengesankan.


“Aku mewakili warga Atlantos mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya pada kalian”


“Tak perlu sungkan, simpan itu jika semua ini sudah berakhir”


Nampak jelas ekspresi kagum serta teinspirasi menghiasi wajah penjaga – penjaga muda sekeliling para Elementalist. Pandangan masing – masing dipenuhi rasa hormat mendalam begitu melihat menggunakan mata kepala sendiri kemampuan pemuda – pemudi yang usianya tidak jauh berbeda dengan mereka.


Arya menyadari keberadaan kedua putri Atlantos lalu hendak menyapa, namun segera mengurungkan niatnya melambaikan tangan sebab Diondra maupun Edlyn buru – buru bersembunyi dibalik badan bongsor sang ayah. Membuat Arya sedikit kebingungan mengingat tidak pernah melakukan kesalahan apapun.


“Rena? Apa kau mengetahui sesuatu?” tanyanya pelan.


“Mmm....kupikir cepat atau lambat nanti juga kau akan tau” Rena tersenyum tipis karena sama – sama pusing bagaimana cara menjelaskan masalahnya.


Saat berangkat meninggalkan benteng tuk masuk ke dalam kota, ternyata telah banyak Mermaid menunggu kemunculan pahlawan mereka. Seluruh penghuni Atlantos betepuk tangan sambil bersorak gembira, beberapa bahkan mendekat kemudian memberikan semacam bunga bawah air indah kepada Elizabeth, Rena, dan Selena.


Demi merayakan keberhasilan Arya bersama yang lain mempertahankan Atlantos ditambah mengusir pasukan Faksi Laut bangsa Werebeast. Raja Neptune mengadakan jamuan makan besar kemudian mengundang kelima Elementalist.


“Apa kalian tak berpikir ini semacam kanibalisme?” gumam Arya memperhatikan berbagai hidangan berwujud ikan.


“Mermaid merupakan makhluk omnivora seperti manusia, kami memakan apa saja. Tumbuhan laut, ikan, bahkan terkadang berburu Penghuni Laut Dalam”


“Kami tidak pernah memakan sesama kami, ahh....begitu rupanya. Sekarang aku mengerti mengapa Sharky harus bekerja keras. Jika bersantai – santai hidupnya bisa terancam”


“Kau bilang apa barusan?” Neptune mengalihkan pandangan dari piring raksasa miliknya, jujur saja akibat ukuran tubuhnya tidak heran penghuni Atlantos diwajibkan sesekali berburu ikan jumbo.


Melihat teman – temannya tidak melayangkan protes apapun Arya memilih melanjutkan makan malam tersebut, tujuan ia hadir sebenarnya selain untuk mengisi perut juga untuk menemui Edlyn atau Diondra. Tetapi kedua gadis itu tidak nampak batang hidungnya.


“Kau pikir aku gila mengambil resiko berbahaya menyautukan ruangan orang – orang dengan Diondra? Dia sudah pulang ke kediamannya, sementara Edlyn mengurung diri di kamar sembari mengomel tentang menjaga berat badan.


Aku tak pernah mengerti alasan perempuan mengucapkan kalimat – kalimat merepotkan macam tadi, makan ya tinggal makan.....” jawab Neptune mengoceh tanpa henti ketika Arya menanyakan keberadaan kedua putrinya.


‘Hmm.....besok sajalah kalau begitu’

__ADS_1


Arya dan kawan – kawan ditemani anggota kerajaan Atlantos menikmati sisa malam itu cukup menyenangkan. Para Elementalist memberi pujian atas kemampuan Raja Neptune menghabiskan hidangan berbahan penghuni laut dalam hanya dalam waktu lima menit.


------><------


“Hah?! Diondra kau pasti bercandakan?”


TOK! TOK! TOK!


Keesokan harinya sewaktu datang untuk latihan bersama seperti biasa, Arya memasuki tempat tinggal Diondra tanpa mengetuk terlebih dahulu. Suara jeritan kencang membuatnya kaget bukan main, lalu dirinya terlempar keluar oleh sinar berwarna kebiruan.


Begitu membuka mata, pintu telah tertutup rapat. Karena merasa cemas nan bingung dia mulai bertanya penyebab Diondra melakukan tindakan barusan, tetapi jawaban si putri sulung malah menambah rumit urusan mereka.


“T...t...tidak! Aku serius! Aku sudah cukup mahir sekarang jadi kau tidak perlu lagi melatihku! Terima kasih atas semua bantuanya! Dah!!!”


“O...oi!? Diondra!? Tunggu dul—“


“Tuan? Sebaiknya jangan sekarang, pergilah dulu. Biarkan Tuan Putri memantapkan hatinya” Sharky melambaikan sirip melalu kaca jendela.


“Hah!?”


“Putri Diondra? Tuan Arya sudah pergi”


“Ohhh bagaimana ini!? Aku bahkan tidak sanggup bertatap muka dengannya!” kata Diondra frustrasi sambil bersandar di pintu rumah, membuat ikan – ikan kecil pengawalnya saling pandang satu sama lain.


------><------


“Kau memanggilku pak tua?”


“Ck!? Sikap kurang ajarmu sungguh menurun dari Jack ya?”


Arya sengaja berhenti menunjukan sikap hormat kepada Raja Neptune jika hanya berbincang berdua sebab perilakunya dulu. Namun ia merasa tidak enak martabat pemimpin duyung tersebut akan jatuh kalau para bawahan melihatnya sehingga Arya masih memberinya muka.


Ternyata tujuan Neptune memintanya datang adalah membicarakan kondisi khusus Diondra, Arya yang sebenarnya penasaran setuju mendengarkan. Ratu sebelumnya Myra, atau ibu dari Diondra dan Edlyn mempunyai kekuatan sihir luar biasa.

__ADS_1



Ini menjadi salah satu penyebab ras lain agak bimbang memulai masalah dengan Kerajaan Atlantos, karena mengusik wilayah mereka sama saja menyatakan perang secara terbuka terlebih di tempat kekuasaan Mermaid yaitu bawah laut.


Tetapi kekuatan hebat itu perlahan menggerogoti tubuh Myra, dirinya kian melemah setelah melahirkan Diondra. Lalu kritis sewaktu giliran Edlyn, demi melindungi keamanan Atlantos. Sebelum meninggal ia menurunkan kekuatannya kepada Diondra.


Namun sayang agak lepas kontrol sebab kemampuan sihirnya tersebut seolah memiliki pikiran sendiri dan belum menerima Diondra sebagai tuannya yang baru. Neptune mampu mengenali gejela serta meminimalisir dampak kerusakan atas perbuatan Diondra karena dulu tau tentang beberapa rahasia dari istrinya tercinta.


“Kau masih menyembunyikan sesuatu dariku” celetuk Arya tiba – tiba.


“HEH!?”


“Hahhh.....sudahlah lupakan, bagaimana kalau kita membicarakan mengenai pasukan istimewa kalian”


Arya sempat kesal akibat baru mengetahui kalau Atlantos menyembunyikan satuan khusus bernama Fin Raider. Anggotanya terdiri atas satu batalion prajurit terpilih yang masing – masing menunggangi semacam Imaginary Animals langka, Thresher.


Mereka dikembangbiakan langsung oleh kerajaan karena jumlahnya terlampau sedikit, makhluk ini berbentuk semacam hiu bertanduk tapi memiliki empat buah kaki sehingga selain mahir berenang dia juga dapat bergerak lues menjelajahi dasar laut.



Neptune sengaja meyimpannya tuk menanggulangi keadaan sangat terdesak, Arya pun mengetahui lebih rinci semuanya dari laporan Kevin saat memeriksa kemampuan militer Atlantos. Walau berjumlah sedikit, Fin Raider jelas amat berbahaya sebab mengenal sangat baik wilayah sekitar sana.


Jika Faksi Laut berhasil menembus barisan pertahanan terakhir Atlantos, pasukan itu telah menunggu tuk mencabut nyawa musuh yang telah memasuki kota. Rencana cukup efektif sebenarnya, namun kalau salah satu pemimpin Mythical Werebeast muncul. Maka berakhirlah, sekuat apapun mereka. Menghadapi tiga monster ganas macam Shayu, Balaeno, dan Wanio sama saja bunuh diri.


“Kau tau? Kami tidak keberatahan menahan ketiganya, jadi misalkan kau masih menyimpan rahasia lain sebaiknya cepat katakan”


“Huh!? Tanpa kau beritahu pun aku tau”


“Bagus”


“Hei? Aku sadar kau bukanlah kakekmu tapi kuperingatkan jauhi putriku, aku sedang tak berminat mencari menantu” Neptune menyipitkan mata.


“Maksudnya.....?” Arya memiringkan kepala bingung.

__ADS_1


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.


__ADS_2