
Dua orang pemuda bertampang nakal duduk pada suatu ruangan dengan jendela yang mengelilinginya, menara tersebut menjulang cukup tinggi sehingga jika berada di puncak siapa saja mampu leluasa melihat sekeliling.
Nampak sepuluh layar yang gambarannya terus berubah – ubah dari waktu ke waktu, kedua anak laki – laki itu asyik berbicara sembari mengarahkan tongkat sihir menuju leher masing – masing.
“Halo Gexar, bagaimana kabarmu?”
“Sangat baik Aldor, senang punya kesempatan menemanimu di sini”
“Hahaha tenang kawan, ini baru saja di mulai. Hari masih panjang, yap sekarang kita lihat pada monitor nomor tujuh, tim unggulan. Candidate of Destiny bimbingan Marylin Merlin sang Orange Witch tengah berusaha meringkus monster mereka.
Seekor Basilisk! Melihat ukurannya kupikir makhluk ini sudah berumur ratusan tahun atau pun lebih, mencuri racun ular adalah mis bunuh diri bukan? Bagaimana menurutmu?”
“Benar sekali, namun mengingat kompisisi grub tersebut. Warlock hebat seperti Morgiana Lefay juga Edruvior Le Rogue tak kesulitan meladeninya, tunggu sebentar! Lihat energi sihir yang luar biasa—“
JDAR!
Gemuruh teriakan dan tepuk tangan memenuhi udara saat menonton sambaran petir hitam kuat mengenai celah antara mata hewan melata raksasa tadi, orang – orang makin bersemangat ketika sosok penyerang mendapat sorotan.
“ITU DIA!? SANG BLACK MARA! FRISKA LULLABY!!!” Gexar bangkit tidak kuasa menahan diri.
“Sihir bintang delapan Dark Thunder mendarat telak, ucapkan selamat tinggal kepada ular malang itu kawan – kawan” angguk Aldor menyetujui.
Berbekal tongkat hitam beraura menakjubkan, Friska melangkah anggun sambil diberi jalan oleh para Candidate of Destiny lain yang menepi. Tubuh Basilisk cuma bisa kejang – kejang sewaktu gadis tersebut memanen bisanya.
“Elite memang beda ya, sepuluh menit? Lima menit kukira, lolos dalam hitungan tercepat sudah dikantongi oleh mereka. Apakah seleksi tahap pertama sebenarnya semudah ini? Yahh....tau begitu harusnya kita berpartisapi, Aldor? Komentarmu”
“Eee....maaf, tampaknya aku tak sependapat. Menjadikan Candidate of Destiny sebagai acuan tingkat kesulitan adalah tindakan bodoh menurutku, penonton semuanya. Dari informasi yang baru sampai, sepertinya telah ada tiga puluh tim tersingkir saat kami mengomentari pertarungan barusan.
Dan cukup disayangkan, beberapa penyihir muda harus kehilangan nyawa. Tapi begitulah dunia, kuat sama dengan hidup. Lemah maka akan tergilas, keluarga dapat segera menjemput para jenazah ya. Itupun kalau masih ada yang tersisa”
“Komentarmu jahat sekali, pikirkan perasaan orang tua mereka dong”
“Keputusan ditentukan sendiri, sekarang kau tau mengapa ayah dan ibuku sangat bersyukur anaknya ini memilih bekerja sebagai komentator dari pada peserta bukan? Ngomong – ngomong, sepertinya pertarungan di monitor lima juga selesai”
“Mari kita lihat, petugas? Tolong gambarnya diperbesar, wah wah wah!? Justice Centurions nampaknya baru saja berhasil mencabut jamur Leakphin!? Ukh....!? Wajah kedua parasit itu jelek sekali.
Bagi anak – anak yang belum tau, Leakphin merupakan salah satu Imaginary Animals yang terdiri dari dua makhluk. Mereka saling membutuhkan sebab inangnya adalah binatang kerdil mirip Imp, tidak punya kemampuan membela diri sedikitpun. Hanya berharap kepada bau busuk para jamur parasit”
__ADS_1
“Keberuntungan berpangaruh besar juga rupanya, misi ini terbilang memiliki tingkat lebih rendah dari yang lain kau tau. Walaupun aku senang melihat dua kenalan baikku, Turin dan Qibo mampu membawa timnya lolos. Kerja bagus kalian berdua”
Pembicaraan Aldor bersama Gexar harus berhenti ketika teriakan semangat menggetarkan seluruh Magihavoc, penanggung jawab siaran buru – buru menghubungi supaya mereka memfokuskan perhatian ke monitor nomor tiga.
“Hah? Ah....baik Profesor, seperti yang kau dengar temanku. Coba saksikan baik – baik pertarungan menghebohkan di sana” Gexar memberi arahan.
“Sedang kulakukan, ini....tim kuda hitam! The Figment Squadron!?” seru Aldor tersentak kaget.
“Hmm....pantas saja terasa bising, bocah gila lawan bertaruh Marylin Merlin rupanya. Tu—tunggu dulu! Apa – apaan!? Bukannya lawan mereka itu....seekor Hecatoncheir!?”
“Imaginary Animals dengan bahaya rangking S, tetapi sepertinya salah satu kepalanya telah pecah akibat serangan....Silver Magician!? Ternyata kabar burung kemarin benar, dia bergabung ke grub buatan White! Wah wah wah!!! Menarik sekali!!!”
Tiba – tiba layar berubah silau, kilat kebiruan mengelilingi makhluk berwujud humanoid pembawa pedang tersebut. Sekejap mata, lima buah kepala lainnya mulai terlepas. Tepuk tangan meriah makin menjadi – jadi.
“Sierra Le Rogue!? ZapShoe benar – benar menggila!!!”
“Kalau terus begini , tak butuh waktu lama tugas mereka tuk menghabiskan kepala Hecatoncheir berakhir”
Prediksi Aldor benar adanya, satu menit berselang. Figment Squadron menyelesaikan misi, dari seleksi tahap awal. Masih bertahan empat puluh tim, kedua komentator berpamitan karena seleksi tahap berikutnya diadakan usai istirahat makan siang.
------><------
“Ahahaha....kau semangat sekali ya?” ujar temannya canggung.
“Ayolah Aqora!? Mereka mau menyambutmu”
Dua murid perempuan cantik sekarang menggantikan posisi yang ditinggalkan Gexar dan Aldor, kombinasi siswi ini dikenal sebagai primadona sekolah. Meski beredar desas – desus terdapat rahasia dibalik tampang menawan mereka.
Kaum adam makin kegirangan mendengar suara Iserish juga Aqora, hampir seluruh laki – laki di Magihavoc mengenali keduanya. Seleksi sekarang dilakukan di wilayah kebanggaan ras Witch, Four Season Zone.
Setiap zona akan ditempati oleh sepuluh tim, tugasnya adalah menjaga Ore istimewa yang mampu memancing para penghuni lokasi tersebut. Hanya ada satu tim berkesempatan melaju ke seleksi terakhir.
“Iserish? Serbuan pada Spring Straight nampak berlangsung sengit, oaah....tapi Candidate of Destiny membuat lingkaran magis berkualitas tinggi. Satu per satu pesaing lain mulai berjatuhan, hanya masalah waktu sih para Elite ini melaju ke final” kata Aqora takjub.
__ADS_1
“Straight – straight hendak berpikir dua kali mendekati pelindung kokoh begitu, mmm....kita lihat situasi Summer Twisted. Menurutku selain melindungi Ore, grub peserta di sana harus memikirkan cara mengatasi hawa panas terlebih dahulu deh” Iserish memiringkan kepala.
“Eh? Mataku tak salahkan? Blue Fire Triangular Prism?! Tim siapa itu? Walaupun cuma sihir Exorcist bintang tujuh, kerumitan prosedurnya begitu memusingkan. Ternyata ada murid – murid yang mampu mewujudkan teknik hebat tersebut”
“Ahh....Light Watch...., ketuanya merupakan salah satu unggulan kelas pembasmi iblis sih. Dengar – dengar dia masih memiliki hubungan kekerabatan jauh dengan Kepala Sekolah Evil Destroyer”
“Hey!? Hey!? Autumn Sunken tinggal menyisakan dua grub, sepertinya pertarungan zona itu menjadi yang tercepat berakhir. Siapakah diantara Justice Centurions dan Riot Pack akan keluar sebagai pemenang!?”
“KYAA!!! TUAN ARYA....!??”
“Eh?”
Aqora melirik rekannya heran, mata Iserish terkunci ke monitor terakhir pemantau Winter Hollow. Sedang menyoroti salah satu satu tim peserta di sana. Seluruh saingan Figment Squadron telah dilalap oleh Hollow.
Makhluk – makhluk hitam ini memang dikenal sebagai yang paling agresif, apalagi jumlah serta tingkatannya cukup beragam. Membuat waswas para peserta juga berdoa agar tak mendapat undian ke tempat tersebut.
Anehnya, satupun Hollow tidak berani mendekati jarak sepuluh meter dari kelompok pimpinan Arya. Padahal kedua Exorcist mereka, Hannah dan Bella selalu siap siaga meyambut serangan. Si bocah berambut putih terlihat kurang nyaman, perlahan ia mengangkat tongkat sihirnya.
Sebuah tulisan cahaya sangat jelas dapat terbaca pada monitor, Aqora mau tak mau terpaksa menutup telinga sebab Iserish yang semakin menggila.
‘Tolong jangan bilang begitu, penggemarmu bisa membunuhku Nona Cazohra’
“Waa.....!!! Suaraku terdengar sampai sana!? Kyaaa....aku malu!?? Ternyata dia mengetahui namaku....!!!”
------><------
“Hah....” Arya menghela napas lelah.
“Sepertinya seleksi di tempat lain masih belangsung” celetuk Ryan.
“Tidakkah kalian merasa aneh? Mengapa para Hollow menjauhi kita?” Hannah bergumam.
“Kenapa memangnya? Kau cemburu mereka tak tertarik padamu?” goda Arya tertawa geli.
“Ummm....moo....!!! Berisik!!! White bodoh!”
“Berikutnya final! Woohooo...!!!” Shaqihr mengacungkan tangan penuh semangat.
“Hachi!? Uhh....ayo segera keluar dari sini” ajak Laura sambil mengelap hidungnya.
__ADS_1
Sewaktu anggotanya perlahan mulai pergi juga memastikan tak disorot oleh petugas siaran monitor, Arya melirik kakinya. Lima sosok hitam pekat muncul kemudian berlutut menghadap ke arah tuan mereka.
“Kerja bagus” puji Arya begitu menyadari para Hollow yang terbirit – birit menjauhi kelima makhluk panggilannya.