Elementalist

Elementalist
Chapter 175 - Kelima Abdi


__ADS_3

“Yosh....baiklah sudah jadi, mari kita lihat tahap selanjutnya” kata Arya sembari mengelap keringat selesai membuat simbol sihir berukuran sedang di lantai kamar menggunakan cairan kehitaman.


Dia mengambil satu lembar kertas yang sudah disiapkan, tertulis jelas langkah – langkah apa saja berikutnya harus dilakukan untuk menguasai jurus pada gigi Dozemary Chroco. Arya sengaja menyalinnya ke perkamen agar tak ribet mengaktifkan benda tersebut berulang kali.


Ruangan tempatnya berlatih sunyi sekali, hanya terdengar suara derak api cerobong asap. Demi berjaga – jaga sebenarnya Arya sekarang punya harapan mampu mengaktifkan tiga tahapan sihir kuno bernama Death Army Orchestra tuk pelaksanaan Five Heavenly Stars Tournament seminggu lagi.


Selain bisa membantu jika harus melawan duel Merlin, Arya punya firasat kalau nantinya pasti berguna ketika berusaha meninggalkan Magihavoc dalam situasi mendesak dan tidak terduga. Saat ini ia telah leluasa memanfaatkan Black Soldier dan Eight Pawns Line.


Yaitu kedua tahapan Death Army Orchestra, pertama dia akan dapat mengeluarkan sesosok makhluk panggilan khusus. Berwujud sangat berbeda dengan Undead pada umumnya, berwarna hitam pekat layaknya Hollow serta berzirah menyala.


Kekuatannya setara sepuluh mayat hidup Necromancer biasa, itulah Black Soldier. Lalu teknik selanjutnya Arya memanggil delapan Black Soldier dan membentuk Eigth Pawns Line, di mana per prajurit kekuatanya sebanding melawan dua puluh makhluk panggilan biasa.


Sehingga secara teori dia memiliki kekuatan pasukan berjumlah seratus enam puluh orang yang tak takut mati juga berkemampuan regenerasi berbaris di belakangnya. Dan Sekarang Arya mencoba masuk ke tahap terakhir.


Death Orchestra of Five Main Chess Pieces, kalau dirinya sukses. Ia akan menjadi salah satu dari segilintir Wicth penguasa sihir kuno, mengingat manuskrip – manuskrip tersebut begitu langka. Tetapi ada syarat penting untuk melanjutkan langkah ketiga ini.


“Lima Abdi Setia? Membentuk kontrak dengan roh ya?” gumamnya pelan.


Tulisan itu digaris bawahi menggunakan tinta merah, yang bermakna sangat – sangat penting dan wajib dipenuhi. Jadi begitulah alasan mengapa dia mengurung diri sekarang, Arya berusaha mencari kelima bidak catur pelengkap supaya dapat bermain.


Sejujurnya Arya mau saja melakukan ritual di kamar, tapi karena keberadaan Kyra sepertinya mustahil. Setelah menarik napas panjang, kakinya melangkah menuju tengah simbol sihir. Kemudian duduk bersila sambil memejamkan mata.


“Kumohon berhasil, Halgnatad!”


------><------


“Ruang hampa?”


Arya memastikan sekitarnya sekali lagi, hanya ada kegelepan. Matanya hanya mampu melihat tubuhnya sendiri. Dia berkonsentrasi penuh cukup lama sebelum memutuskan berjalan, sekitar sepuluh menit kemudian kepalanya membentur sesuatu.


“Aww!? Ini....”


Terdapat lapisan transparan berdiri kokoh menghadang jalannya, pensaran. Dia menyusurinya namun tidak kunjung menemukan jalan masuk, ketika sudah putus asa dan hendak memaksa menerobos. Suara familiar terdengar dari balik punggungnya.


“Kusarankan kau untuk berpikir dua kali sebelum memasukinya”


“Eh?”


“Hehehe....kau memanggilku?”


Sosok putih Gerrald Silvester melayang mendekat, Arya memang mengaktifkan Soul Reader barusan tepat sebelum memberanikan diri berkeliling. Si roh tersenyum ramah lalu mendengarkan penjelasan Arya.


“Kau belajar sihir? Hahaha benar – benar tak terduga”


“Bersediakah kau bekerja sama?”


“Tentu, aku senang bisa membantu penyelamatku”


“Dan....sebenarnya saat ini, Kyra ada di Magihavoc”


Wajah riang Gerrald berubah gelap, Arya kemudian menceritakan kisah penculikan Kyra oleh Merlin. Tanpa disangka pernyataan Arya malah membulatkan tekad sang kakak tuk melihat adik perempuan kesayangannya.


“Aku tak menyangka akan mendapat kesempatan kedua lagi”


“Jadi jawabanmu?”

__ADS_1


“Ikut, pasti”


Arya tersenyum puas, setidaknya ia sudah mendapatkan satu. Empat sisanya cepat atau lambat pasti terkumpul, di tengah – tengah perbincangan Arya bertanya mengenai pembatas bening sebelumnya kepada Gerrald.


Laki – laki tersebut terlihat ragu sesaat, mata Arya melebar. Dia menoleh ke arah sana kemudian menyentuh pembatas barusan. Gerrald memberikannya waktu sebentar begitu melihat raut wajah sendu Arya.


Menurut penjelasannya. lokasi itu adalah batas alam bawah sadar Arya, berarti jika ia masuk maka sang pemilik bisa memiliki kesempatan bertemu arwah orang – orang yang memiliki hubungan dengannya.


‘Ibu...., Amira....’


“Arya? Kupikir bukan ide bagus—“


“Iya, tentu aku tau. Tidak perlu khawatir, aku pun ingin mereka beristirahat” potong Arya sebelum berbalik menjauh.


Gerrald segera menyusul, memilih diam sebab menyadari usaha Arya mengubah sikap dalam sekejap. Menyembunyikan perasaan rindu ke dasar hatinya hingga seakan hilang tanpa sisa.


“Ngomong – ngomong? Kita sebenarnya ada di mana?”


“Hmm? Kau melakukan ritual tapi tak tau pergi ke mana?”


“Hahaha....aku membiarkannya mengalir seperti air hihihi”


“Hadeh....Spirit Realm” Gerrald menggaruk – garuk kepala heran.


“Hah? Tapi kok tidak seperti yang aku ingat ya? Kalau begitu....Efbi?”


CTAK!?


“Ayah memanggilku?”


Selesai suara jentikan jari Arya menghilang, si serigala bertanduk keluar entah dari mana kemudian hinggap di pundak kanannya. Membuat Gerrald bersiul pelan dan bertepuk tangan.


“Halo, lama tak melihatmu. Bagaimana? Serasa kembali ke rumah?” tanya Arya mengelus kepala Elemental Beastnya.


“Hmm....aku cuma punya pengalaman buruk di sini....”


“Sepertinya berbeda karena sebelumnya dirimu masuk melalui gerbang depan, bisa dibilang kalau sekarang kau menggunakan pintu belakang Spirit Realm” Gerrald menambahkan.


“Hahaha terdengar konyol tetapi baguslah, dengan bantuan kalian berdua kita pasti menemukan empat orang lagi”


“Memangnya kau mencari yang seperti apa?”


“Seorang Pelindung Tak Tertembus, Ksatria Setia, Ratu Bijaksana, dan....Raja Absolut” jelas Arya kembali dipenuhi semangat.


------><------


“Terima kasih telah memenuhi panggilanku....waktunya pertunjukan”


WUSHHH!!!


Angin kencang juga Agnet menggetarkan arena, membuat semua anggota Figment Squadron A terpaksa terlempar kecuali Arya dan Kyra. Laura, Sierra, serta Bella sempat melihat Kapten mereka melirik sebentar sebelum tidak terlihat lagi.


Sementara Kyra sendiri masih terperangah menatap salah satu makhluk panggilan Arya, dia menggunakan zirah berwarna putih dengan membawa tongkat sihir panjang yang sangat gadis itu kenal.


__ADS_1


“Kakak....”


“Maaf aku tak pernah bilang apa – apa, seminggu terakhir dia ingin mengawasimu dari jauh tanpa kau ketahui” gumam Arya lirih.


Gerrald mengangguk, walau wajahnya tertutup topeng. Kyra tau kalau ia sedang tersenyum tulus, membuat adiknya semakin tidak kuasa menahan tangis.


“Siapa kau sebenarnya....” Friska melihat Arya penuh waspada.


“Menurutmu?”


“RITEPKRAD!!!”


“Unbreakable Rook – Giuliano”



JDARRR!!! SRRTTT!!!


Makhluk panggilan Arya yang berbadan paling kekar maju menerima serangan Black Mara secara utuh namun beberapa detik kemudian masih kokoh berdiri tanpa lecet sedikitpun.


“Dia....menahan Dark Thunder milikku....?”


“Tak ada waktu lagi, lakukan tugas kalian. Royal Knight – Percivale, Clever Bishop – Silvesta”


Mereka memberikan anggukan sebelum menghilang dari pandangan, Friska menyadari kemana perginya sehingga cepat – cepat memerintahkan anggota Candidate of Destiny untuk berpencar memberikan peringatan.


“Morgiana!!! Sial, jangan remehkan ak—ugh!?“


Friska mematung, tekanan hebat datang dari satu makhluk panggilan Arya. dia menggunakan zirah hitam serta menancapkan pedang pada arena.



“Kuserahkan padamu, Wisdom Queen – Luisa”


Di sisi lain, Penyihir Agung menyadari keanehan tersebut kemudiang langsung bersiaga. Percivale bergerak cepat menuju pusaka – pusaka sihir. Deviar, Aluxium, dan Rhilore bekerja sama menghalangi sang Ksatria. Namun serangan gabungan tiga kepala sekolah bisa mudah ditepikkan menggunakan perisai lebarnya.


Saat Iruphior hendak berdiri tuk membantu, Silvesta tiba – tiba sudah berdiri di sampingnya sembari mengarahkan tongkat sihir.


“Lama tidak bertemu Profesor”


“Gerrald?”


JDUARR!!!


Author Note :


Dukung Author melalui Karyakarsa.com/ AryaFP (gk usah dikasi spasi). Karya Karsa merupakan platform mediasi fans agar bisa menunjukan apresiasinya secara langsung pada konten creator. Di sana kalian dapat memberi makan author untuk tetap bisa bertahan hidup di akhir bulan (All Hail Mahasiswa!). Harganya pun dijamin terjangkau sesuai pasar. Jangan lupa dijadikan Elementalist sebagai favorit supaya gk ketinggalan updatenya dan berikan bintang lima.


Untuk Ketiga Orang Pertama yang sudah memberikan Nasi Goreng Udang Terima Kasih Buanyak Hiks :'v (jd terhura) ^_^ :


1. Risman


2. Lan


3. I Ketut Satia Wira N

__ADS_1


Thank You Very Much



__ADS_2