
Ini merupakan kisah seorang wanita yang mengalami penolakan lalu memutuskan pergi berkelana demi menghapus rasa gundah di hatinya. Tapi karena kekuatan besar juga posisi tinggi, ia mengalami serbuan berbagai pihak.
Mulai dari para mantan pengikutnya, musuh, dan orang asing. Sampai akhirnya suatu hari wanita tersebut bertemu dengan laki – laki muda baik hati, pemuda itu bersedia membantu tanpa pamrih sedikitpun.
Hanya murni merasa perlu serta iba kepada si wanita yang mengalami kesusahan, hari – hari berganti menjadi bulan. Bulan pun berubah menjadi tahun, timbul rasa kasih sayang diantara keduanya.
Walau terdapat perbedaan besar memisahkan, tak mampu membendung rasa cinta mereka. Kemudian seiring berjalannya waktu, keduanya dikaruniai seorang putri. Momen membahagiakan itu cuma bertahan sesaat.
Lokasi persembunyian mereka ditemukan kemudian diserbu oleh pasukan besar musuh, di tengah – tengah bencana tersebut. Mereka berhasil melarikan diri, namun karena merasa sudah tidak bisa kabur lebih jauh lagi.
Dua orang ini menitipkan anak semata wayang mereka kepada salah seorang sahabat baik, yang berkemampuan hebat serta berpengaruh di tempat itu. Orang kepercayaan keduanya, sebelum akhirnya suami – istri ini pergi ke lautan musuh dan tidak pernah terlihat lagi.
------><------
“Begitulah hari kelahiranku, penuh darah dan air mata....
Tetesan pertama jatuh ke tanah, Arya diam mendengarkan. Memberikan kesempatan Kizuna menyelesaikan ceritanya. Seluruh tubuh si gadis rubah bergetar, napasnya berat. Terasa jelas perasaan menyesakkan yang dipikulnya selama ini.
Kemudian aku tumbuh besar di Kuil Rodentia, dibawah pengawasan langsung Tetua Nezumi. Semua berjalan baik sampai ekorku mulai bertambah, para petinggi Werebeast menyadarinya dan takut kalau aku akan melakukan balas dendam terhadap kejadian yang menimpa orang tuaku di masa depan.
Namun keberadaan Tetua Nezumi benar – benar membuat mereka mati kutu, hingga suatu hari mengajukan persyaratan menjadikanku salah satu Dua Belas Shio ketika sudah cukup umur. Seluruh keputusan diberikan padaku.
Tetua tidak memaksa ataupun memberi arahan, satu lagi alasan mengapa beliau menjadi sosok Ayah kedua bagiku. Dan sekarang....ketika semua sudah terjadi, aku mulai bertanya – tanya apakah pilihanku benar? Tak adakah jalan keluar selain perang? Salahkah keputusanku membela orang – orang dibawah panji organisasi ini?”
“Kenapa kau baru ragu sekarang?” tanya Arya lembut.
“Aku....tidak percaya perang akan menyelesaikan semua masalah”
“Hehehe....yosh yosh, Kizuna anak yang baik”
“Hmm?”
Arya mengusap kepala Kizuna sambil tersenyum, gadis itu menatapnya keheranan karena tak mengerti mengapa Arya bersikap begitu. Setelah beberapa lama, barulah wajahnya memerah kemudian menepik tangan Arya jauh – jauh.
“Berhenti memperlakukanku seperti anak kecil!”
“Kau pantas dipuji karena pemikiranmu itu, tinggal bagaimana caramu mewujudkannya saja. Oh iya, berarti satu – satunya peninggalan mereka hanya busur ini?”
“Ibuku juga meninggalkan sebuah pesan untuk membenci Manusia” Kizuna begumam berusaha mengingat – ingat.
“Hah? Kenapa?” ujar Arya terperanjat
“Sepertinya dia pernah disakiti oleh seorang laki – laki”
__ADS_1
“Kau ingin aku percaya seorang Siluman Rubah Berekor Sembilan terluka disebabkan para Manusia yang lemah?” Arya menatap datar.
“Ugh....ya sudah kalau tidak percaya! Memangnya aku memaksamu tuk percaya?! Lagi pula—“
Tiba – tiba Kizuna berhenti bicara, matanya membuka lebar. Tatapan gadis tersebut terpaku pada sebuah pemandangan di belakang punggung Arya, Kizuna menggeleng – gelengkan kepala berusaha meyakinkan diri kalau sedang tidak berhalusinasi.
“Kau melihatnya? Selamat datang di Kakkureta Mura”
------><------
Tiga sosok orang yang memancarkan aura kuat berdiri di tepian jurang raksasa, salah satu mengendus tanah bagaikan sedang mencari aroma sesuatu. Dua pria lain berdiri dekat sana memperhatikan sekeliling.
“Bagaimana Inuki?”
“Mmm, tidak salah lagi. Keduanya memang tiba di sini, bekas ledakan nampaknya akibat dari salah satu anak panah milik Kizuna” si pengendus kembali berdiri.
“Mereka jatuh ke dalam sana, sekarang bagaimana Garyu?”
“Kita susul, aku bersama Inuki akan menyusur dasar jurang. Sementara kau Ushiro pergi ke arah sebaliknya tetapi dari atas sini saja”
Garyu bergerak cepat menangkap kerah pakaian Inuki yang terlihat berusaha mengendap – endap pergi. Si Werebeast berwujud anjing merontan – ronta berusaha melepaskan diri namun sia – sia.
“Kau pasti bercanda! Melompat ke Great Whale Belly Ravine secara sengaja!? Ayolah Garyu! Aku bahkan belum menikah”
“Dadah” Ushiro tersenyum sinis sebelum melambai.
“Ushiro keparat ka—WAA!!!”
“Waktunya membawa kembali anggota kita”
Werebeast naga melompat santai seolah memasuki pekarangan rumahnya sendiri dengan tangan kanan menenteng anjing jantan yang melolong lemah. Melihat pemandangan menghibur itu Ushiro cuma bisa terkikik geli, ia mengusap tanduk miliknya sekali sebelum mulai berlari.
“Garyu sepertinya benar – benar terobsesi kepada Kizuna atau mungkin perasaanku saja, hihihi”
------><------
“Xiong? Apa yang sedang kau makan?”
“Nyam nyam ini? Manisan bambu, anda ingin mencobanya Tuan Arya?”
Si panda menyerahkah sebuah galah bambu sepanjang dua meter kepada Arya, pria itu memperhatikan benda tersebut dari bawah ke atas sambil menelan ludah.
__ADS_1
“K..k..kau yakin ini bukan sebuah bambu runcing?”
“Rasanya enak lho, anda tidak akan tau sebelum mencobanya”
“S..se...setelah kupikir – pikir lagi sepertinya aku tidak lapar” Arya tertawa canggung mengembalikan benda tadi kepada Xiong.
Dengan senang hati dia menerimanya kemudian mulai menggerogotinya cepat – cepat seolah takut dimintai oleh yang lain. Tak jauh dari sana Kizuna duduk memperhatikan bersama wanita – wanita tua penghuni Kakkureta Mura lainnya.
Sudah sekitar dua hari ia masuk ke sana, Kizuna setuju pendapat Arya mengenai para penduduk desa sangat baik dan rendah hati. Tak memerlukan waktu lama untuk mengakrabkan diri dengan mereka.
“Nona Kizuna? Bukankah anda sangat beruntung?” salah seorang Werebeast berwujud merak bicara.
“Eh? Kenapa anda bilang begitu?”
“Tuan Arya itu sudah tampan, baik, perhatian lagi. Melihatnya saja membuatku jadi ingat tentang mantan kekasihku dulu hihihi. Kalian sungguh serasi”
“Hah? Hubungan kami bukan seperti yang kalian pikirkan!” Kizuna bangun berdiri sambil menggeleng – gelengkan kepala sekuat tenaga.
“Ara ara, salah ya?”
“Tetapi kalian nampak seperti pasangan pengantin muda bagiku” seorang nenek kura – kura berkata pelan.
PWUH!?
Kizuna memuncratkan minumannya diikuti gelak tawa para sepuh di sana, banyak berpikiran kalau sebenarnya Arya karena cinta berusaha menyelamatkan Kizuna yang terjatuh ke jurang sehingga ikut terseret. Tidak seratus persen salah sih tapi....kenyataanya mereka adalah musuh sejak awal.
“Tidak ada salahnya jika anda berusaha mendekati Tuan Arya lho Nona, mengingat identitasnya”
“Ogah! Walau hanya terdapat dia saja laki – laki di dunia ini aku tidak akan mau, memang kenapa dengan identitasnya? Paling hanya Werebeast kelas rendahan” kata Kizuna meremehkan.
“Heh? Nona? Anda tidak pernah menanyakan latar belakang Tuan Arya?”
Si gadis rubah mengangguk santai, setelah dipikir – pikir lagi Kizuna baru tersadar kalau dirinya tidak pernah menanyakan apapun mengenai identitas Arya sebelumnya. Berbanding terbalik dengan Arya yang banyak bertanya juga mendengarkan kisahnya. Para wanita tua itu saling melempar pandangan bingung.
“Nona? Tuan Arya bukanlah seorang Werebeast”
“Eh? Jadi?”
“Dia adalah seorang Elementalist”
“El..Ele..Elementalist!? M..ma..maksudnya salah satu dari sepuluh Manusia pengendali elemen?”
__ADS_1
Kizuna bangkit lagi saking terkejutnya, bagaimana mungkin dia bisa tau kalau bocah tersebut Elementalist jika Arya tak pernah menunjukan kekuatannya sampai saat ini. ia tidak pernah melihat ada sedikitpun kemampuan pengendalian selama pengejaran.
“Hei Ar—“ belum sempat Kizuna memanggil tuk memastikan, Kakkureta Mura bergetar hebat. Semua orang langsung berubah menjadi waspada.