
WUSH....CTAK!!!
Gerakan tangan Hebihime yang hendak mencengkram leher Elizabeth terhenti akibat ditahan oleh seseorang, sang Snake Shio tersentak sebab benar – benar tidak merasakan kedatangan sosok misterius ini. Sewaktu menoleh dan menemukan pelakunya ekspresi Hebihime segera menegang, matanya memicing penuh kebencian namun pria di hadapannya masih bersikap tenang.
Arya menghela napas lega sungguh bersyukur dapat menemukan Elizabeth secepatnya, sejak Limbo diaktifkan ia sadar dampak sihir kuno itu pasti menggerogoti Elizabeth seratus kali lebih parah dari pada anggota lainnya karena begitu berlawanan dengan unsur elemen miliknya.
“Jauhkan tanganmu....”
“Kau pikir dirimu siapa bisa sembarangan memberi perintah?” desis Hebihime dingin.
BUAKH!!!
Tanpa aba – aba Hebihime melayangkan serangan beruntun ke arah Arya memanfaatkan bagian tubuhnya yang masih bebas, kontak fisik keduanya menyebabkan suara memekakkan telinga. Arya cuma bisa membelokan tiap teknik mematikan Hebihime dan belum sempat membalas sama sekali, pandangannya terus mengarah menuju asal suara kesakitan Elizabeth.
Saat tusukan cepat hampir menembus lehernya, Arya menangkap pergelangan Hebihime sembari menarik kepalanya mundur jauh – jauh. Tetapi secara mengejutkan si gadis mengalirkan Agnet berjumlah besar kemudian munculah ular hitam mengerikan melalui balik lengan jubahnya.
“Tamat riwayatmu!”
“Ukh—!”
SHA....!!! JLEB!!!
Gerakan energi kegelapan berbentuk sayap milik Arya terlambat menutup untuk melindunginya, untungnya datang entah dari mana makhluk melata lain bersisik putih bersih menancapkan taringnya kepada peliharaan Hebihime terus melingkar nyaman sekitar leher Arya sambil mendesis marah.
“Bai?” Arya tak menyangka Sora White Viper mungil tersebut akan ikut serta dalam perang.
“Take!?”
Piton Hebihime menggoyang – goyangkan kepala gusar juga agak janggal, racun mematikan Bai perlahan menyebar di dalam tubuhnya. Masing – masing ular menatap waspada satu sama lain ingin mengamati siapa yang lebih dahulu mengambil langkah pertama, Arya melihat kesempatan ini untuk mengajukan penawaran.
“Tunggu sebentar! Aku bisa memberikanmu obat penawarnya.....”
“Jangan berbohong! Kau pikir aku bisa tertipu seperti saat kau mengacaukan kota kami!? Bisa Sora White Viper tidak memiliki penawar” hardik Hebihime makin naik pitam.
“Percayalah, aku berhasil membuatnya. Lihat....”
Arya mengeluarkan botol kaca kecil berisi cairan biru terang dengan kemampuan sihirnya, wajah Hebihime melunak sedikit. Walaupun kemungkinannya kecil ia punya keinginan besar menyelamatkan Take, menyadari perubahan serta kebimbangan hati perempuan itu Arya cepat – cepat melepaskan cengkaramannya dan menyambar ramuan racikannya.
“Pertimbangkan baik – baik, kau mau menyelamatkannya atau—“
__ADS_1
“Tutup mulutmu manusia! Segala tipu muslihatmu—“
“Kau bisa menggunakannya dulu terus membuktikan kata – kataku....” Arya menjulurkan penawarnya tanpa ragu.
“Dasar—“
“Aku hanya meminta satu hal sebagai gantinya, beri aku waktu sebentar menolong temanku....lalu terserah padamu mau melakukan apa. Kalian mengincar kepalaku bukan?”
Hebihime tertegun melihat tatapan serius pemuda di hadapannya, dia mampu merasakan kesungguhan dari ucapannya barusan. Sembari berdecak kesal Hebihime merebut botol milik Arya sebelum melompat mundur demi menjaga jarak.
“Jika sampai benda terkutuk ini racun lainnya aku pasti—!?“
Sementara Arya ditemani Bai bersimpuh dekat Elizabeth sambil menempatkan tangannya menaungi parasit kegelapan yang mengkontaminasi badan sang Elementalist Cahaya, Hebihime terpana menyaksikan reaksi cepat penawar racikan Arya. Take langsung mendengkur senang terus mengeluskan kepalanya pada pipi Hebihime penuh terima kasih.
‘Anak itu....memang berbahaya....’ batinnya tak habis pikir.
Usai mengalami dilema sejenak Hebihime melemparkan selendangnya, kain merah tadi melayang gesit menjerat leher Arya. Namun Hebihime sengaja melonggarkannya supaya tidak membuatnya tercekik, dia meyakinkan diri ini cuma sebatas tindakan antisipasi saja. Para Werebeast tau namanya memegang perjanjian ataupun balas budi, akhirnya Hebihime menghela napas dan duduk memperhatikan proses penyelamatan Elizabeth.
------><------
“Sesak....aku tidak bisa bernapas....”
Meski telah mencoba keluar sekuat tenaga juga mengerahkan kekuatan elemen hasilnya sia – sia, kekangan pada badannya malah bertambah kuat. Di tengah keputusasaannya lokasi tempatnya berpijak berubah basah nan lengket, sosoknya mulai tertelan kemudian menghilang berawal dari bagian kaki.
“Tolong....hiks....siapapun kumohon....” isaknya pilu.
CTAK!!!
Tepat sebelum ujung jarinya tenggelam ke dalam lumpur hisap berwarna hitam itu sebuah tangan hangat familiar menangkapnya lalu menariknya secepat mungkin. Seketika mata Elizabeth terbuka, pandangannya kembali seperti sedia kala dan hal yang pertama kali dilihatnya adalah pupil biru penuh rasa khawatir.
“Elizabeth?! Hey?! Kau baik – baik saja....?” Arya mengguncang – guncang pundaknya seolah ingin menyadarkan seseorang.
Dengan ekspresi kebingungan gadis tersebut menoleh ke berbagai arah memastikan kalau indra pengelihatannya berfungsi normal lagi, pemandangan hancurnya kota maupun aroma menyengat darah membuat Elizabeth yakin sudah benar – benar berada pada realitas sebenarnya.
“Kak....Arya? Aku—“
“Syukurlah....! Terima kasih....kau selamat....aku pikir akan kehilanganmu....”
Pelukan erat Arya menyebabkan Elizabeth keheranan apalagi ditambah saat Arya mulai menangis, walaupun begitu ia akhirnya membalas dekapan Arya sama kuatnya. Hebihime yang menyaksikan kejadian barusan tau kalau kelak bakal menyesali keputusannya.
__ADS_1
Namun entah mengapa sekilas dia seperti melihat sosok Garyu, kakaknya pada diri Arya sewaktu melindunginya dulu dari amukan ayah mereka. Hebihime lalu berdecak kesal sambil membuang muka mengutuk kekonyolan pikirannya, saat itulah Arya tiba – tiba melepaskan Elizabeth kemudian menempelkan dahinya ke milik si Elementalist Cahaya.
“Elizabeth aku memerlukan bantuanmu....”
“Eh!? Tunggu sebentar kak! Wajahmu terlalu dekat—“ protes Elizabeth dengan muka merah padam.
Belum selesai Elizabeth bicara muncul sinar terang melalui mata juga mulutnya, Agnet yang dialirkan oleh Arya beresonansi sehingga memancing potensi maksimal Elizabeth. Energi keduanya meluap sampai menembus langit dan menciptakan pilar emas raksasa.
“Gawat!?” Hebihime berseru tidak percaya, padahal ia cuma mengalihkan pandangannya sejenak tapi dampaknya sangat signifikan.
PRANK....!!!
Suara benda pecah segera terdengar ke segala penjuru Elemental City, terus secara perlahan lapisan sihir hitam di atas kepala mereka mulai rontok. Para Witch termasuk Merlin tercengang menyaksikan hancurnya Limbo, bahkan Friska sebagai peramal mantranya tak mampu menyembunyikan raut takjub.
Dalam sepersekian detik api semangat perlawanan Pax kembali berkobar, semua anggota yang sebelumnya berada dalam posisi terdesak mulai membalas akibat kondisi mereka telah pulih. Astral serta Po melepaskan serangan dahsyat secara bersamaan kepada musuh masing – masing.
Sementara itu Lexa berhasil melepaskan diri dari kuncian Gokong dengan memanfaatkan pengendalian tanahnya, berbekal satu geseran kaki sebongkah batu berukuran sedang terangkat lalu menubruk dagu sang Monkey Shio.
------><------
“Kerja bagus....” puji Arya mengusap kepala Elizabeth.
“T...te...tetapi aku tidak melakukan apapun....”
“Hahaha....ukh—!?“
Waktu masih berbincang tiba – tiba jeratan selendang pada leher Arya mengencang hingga dia kesulitan bernapas, Hebihime menariknya menggunakan tenaga besar yang seharusnya tidak mungkin bisa dikeluarkan tubuh mungil miliknya. Arya terseret jauh sampai berhenti tepat di hadapannya, tatapan mengintimidasi layaknya predator terhadap mangsanya menyorot pemuda tersebut.
“Kau bilang aku boleh mengambil kepalamu saat sudah selesai bukan?”
“Ugh....betul, namun aku tak pernah berjanji tanpa memberikan perlawanan....”
“Kak Arya!? Theia!” Elizabeth melompat bangkit mengambil posisi siap tempur, senjatanya langsung hadir begitu namanya terpanggil. Dalam satu kedipan mata sosoknya menghilang dan hanya meninggalkan kerlipan cahaya di belakang.
Author Note :
Teman - teman minta doanya supaya saya bisa cepat lulus terus bisa nulis dan upload tiap hari (maaf sekarang masih strugle parah), termasuk lanjutin TROIE serta bisa menghibur kalian dengan karya - karya lainnya. Terima Kasih....
^^^
__ADS_1
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.