Elementalist

Elementalist
Chapter 281 - Genting


__ADS_3

BUMM....!!! WUSH....!!!


Ledakan energi memancar dahsyat dari dalam tubuh Arya hingga menyebabkan musuh di sekitar dirinya terlempar, untungnya Xavier cepat bereaksi menarik mereka menggunakan kekuatan elemen angin miliknya agar tidak terkena efek samping terlalu parah.


Beberapa tembok kristal merah muda muncul melalui tanah sebagai pegangan untuk anggota Fatum yang dibuat oleh Reiko, atmosfer benar – benar berubah drastis dalam sekejap. Suasana mencekam mengakibatkan pandangan semua orang tertuju ke satu titik.


Perlahan energi berwarna gelap berbentuk tangan melahap Arya sedikit demi sedikit sampai hampir menelan utuh tiap inci badannya, raungan layaknya hewan buas terus tergiang dan membuat bulu kuduk siapapun berdiri tegak mendengarnya.


“Apa – apaan....”


“Dia....lepas kendali” celetuk Xavier dengan raut wajah serius.


“Bagaimana rencanamu berikutnya?”


“Kita serang selagi ada kesempatan, tak perlu takut jika bertarung ditemani dua Elementalist kami....” Louis membalas santai pertanyaan Regulus.


DEG!


Namun satu detik berselang jantung mereka seolah berhenti berdetak karena sosok Arya menoleh secara tiba – tiba, wajahnya terbagi menjadi dua sebab telah diambil alih oleh sesuatu yang sangat misterius. Ada semacam aura pekat melapisi setengah kepalanya sehingga nampak membentuk tanduk mencuat, retina matanya sudah menjadi hitam total penuh intimidasi.



“TUNGGU SEDIKIT LAGI....HUAHAHAHAHA! AJAL KALIAN....MENANTI”


Suara barusan jelas sekali bukan milik Arya, dia terdengar seperti ratusan orang berbicara serempak dalam sebuah gua dan terus bergema. Insting bertahan hidup memaksa aliansi Fatum mengambil sikap siaga, entah sejak kapan keringat dingin membanjiri tubuh masing – masing.


“Kupikir....itu bukan keputusan bijak” komentar Kris mengeluarkan dua Grimoire miliknya sembari menelan ludah berat.


------><------


“Tidak mungkin....Pengawas Astral....” Timothy terduduk lemas.


“Kita harus membantu Kapten....ia pasti jauh lebih terpukul”


“Andai saja sihir terkutuk—“


ARRGGGG....!!!


Delapan Elementalist tadi langsung terkesiap, tanpa peringatan tekanan besar menghantam mereka sampai bertekuk lutuk juga kesulitan bernapas. Seolah ada seseorang tiba – tiba meletakan batu raksasa di punggung semuanya.


“Akh.....!?”


“Kekuatan mengerikan macam apa—“


“Aku....punya firasat buruk”


“Rena?” masing – masing menatapnya penuh tanda tanya.

__ADS_1


“Perasaaan ini....gawat! Jika dilanjutkan maka Arya akan....hiks.....”


“Jangan bicara omong kosong! Siaaallll.....aku tidak akan membiarkannya mati!” Lexa menggeram dan mencoba bangkit tetapi sia – sia. Setiap remaja tersebut terus mencoba namun pada akhirnya hanya menghasilkan teriakan bercambur isak tangis penyesalan atas kelemahan diri masing - masing.


------><------


“Peringatkan pasukan untuk mundur....”


“Hah? Kau kenapa Rem? Cuma teriakan dan energi begini tidak mungkin membuatmu—“


“DENGARKAN AKU GOBLIN TUA BEBAL!?” umpat Lorem murka hingga Greenhook memucat.


Meski berteriak kesal Lorem masih mengaktifkan Clairvoyance untuk mengamati sesuatu nun jauh di sana, anggota Tujuh Dosa Besar lainnya terutama Moona juga Avarum bertukar pandang aneh sebab sangat jarang melihat Lorem kehilangan kesabaran seperti barusan.


“Apa yang kau lihat?” Moona akhirnya memutuskan bertanya.


“Itu...di luar batas kemampuan kita, tingkat kekuatanya semakin meningkat dengan kecepatan tidak wajar.....”


“Seberapa tinggi?”


“Sekarang....sudah mencapai lima ratus ribu Joule, kalau masih berlanjut dalam situasi begini....tidak lama lagi bukan hal mustahil dia mencapai angka satu juta Joule....atau bahkan lebih dari itu” bisik Lorem bergidik pelan.


Tak jauh dari lokasi berkumpulnya para anggota Fatum, terdapat kelompok lain tengah berduka. Sebagian nampak sedang mencoba menenangkan dua orang yang terduduk lesu sementara sisanya menatap was – was ke arah datangnya aura mencekam.


“Kita harus melakukan Segel Lambang Sepuluh Penjuru sesegera mungkin....”


“Wajib dilakukan dengan atau tanpa mereka, cari Shu atau Lee sebagai pengganti Gio....”


“Mengapa? Siapa tau ada kemungkinan makhluk tersebut dapat menyelamatkan kita semua seperti saat Nona Rena—“


“Frone!? Kau tau sendiri ia melakukannya demi meminimalisir perlawanan dari Tuan Arya! Buang pikiran naifmu!” bentak Liquite naik pitam.


“Ugh...cih!”


“Tetapi....Ice Ring ada pada Tuan Arya, kita memerlukan benda itu” Rea menimpali.


“Biar aku saja yang mencoba merebutnya, Ursa kau cari mereka berdua....”


“Julius? Kau yakin? Nyawamu bisa—“


“Patut diusahakan, karena kalau sampai si monster terlepas bukan hanya Elemental City. Tapi seluruh dunia dalam bahaya....” kata Varuq tersenyum kecut lalu mengikat rambutnya.


------><------


‘BANGUN! HINGGA KAPAN KAU INGIN TERLELAP WAHAI PUTRI TIDUR?’


Mata Arya segera membuka, selain hinaan tadi telinganya menangkap suara air menetes secara berkala. Perlahan ada energi tanpa wujud menarik posisinya dari terbaring ke berdiri, ia sangat lemah dan enggan melawan dorongan tersebut.

__ADS_1


Sekelilingnya dipenuhi oleh kegelapan tak berujung, perasaan yang hancur membuat dirinya membuang jauh – jauh rasa penasaran tengah berada di mana sekarang. Dia mulai berjalan langkah demi langkah menembus lapisan hitam di hadapannya mengikuti hasutan penuh tipu muslihat, nada bicara sang makhluk kian semangat tiap inci Arya bergerak menghampirinya.


“Akhirnya....kemarilah, kau hanya perlu menyentuh rantai terkutuk ini kemudian selesai sudah hihihi....”


Untuk pertama kalinya sejak terbangun Arya mengangkat pandangan, ia menemukan sebuah altar dengan tangga yang tidak terlalu tinggi. Pada kedua sisi tempat itu terdapat obor sebagai alat penerangan dan tepat di tengah lokasi ada sosok terikat menatap antusias kepadanya.


TAP! TAP! TAP!


“Hehehe....huahahaha....”


Gelak tawa puas menyadari waktu kebebasan sudah tiba terdengar nyaring mengiringi langkah Arya untuk naik, keduanya saling memandang namun dengan perbedaan teramat mencolok. Satu – satunya tujuan Arya adalah menghancurkan kekangan monster tersebut lalu kembali tertidur entah sampai kapan.


“Jangan terburu – buru....”


WUSH...! TEP!


“KEPARATTTT....!!!”


Teriakan murka memekakkan telinga langsung menggema setelah kemunculan seseorang berjubah menepuk lembut pundak Arya, kepalanya terasa ringan seketika seolah ada yang menarik sumbatnya hingga terbuka lebar. Dia terjatuh dalam posisi duduk bersila dengan mata terpejam, nyaman layaknya tengah bermeditasi.


KRANG!!!


Di lain sisi amarah menggebu – gebu merasuki makhluk bertanduk itu, ia menatap dengki punggung si pendatang. Mencoba meraihnya menggunakan tangan kemudian mencabiknya sampai mati namun terhalang rantai – rantai segel.


“MANUSIA TENGIK.....! KAU PIKIR SIAPA DIRIMU...!? HAH!”


“Hehehe....kasar sekali, syukurlah kau terlihat sehat serta sudah tumbuh besar. Glacius?” sosok tersebut membuka tudung jubahnya sambil menoleh.


“ARGG—eh?”


“Yo? Bagaimana kabarmu? Hehehe....”


“A...yah?”


------><------


Menggunakan kemampuan menyelundupnya Varuq berhasil mencapai titik cukup dekat dari tubuh Arya yang sedang coba diambil alih, setidaknya sekarang dia lebih dekat beberapa meter dibandingkan para petinggi Fatum dan dua Elementalist mereka.


“Ugh....!?”


Varuq cepat – cepat menutup hidung maupun mulutnya, sebab kalau tidak pancaran energi luar biasa itu bisa membuatnya kehilangan kesadaran. Jika bukan karena latihan keras sebelum menjadi Pengawas pasti telah lama ia pingsan terkena efek Agnet pekat ini.


Pandangannya perlahan menganalisis badan Arya mencari keberedaan cincin peninggalan Astral, saat akhirnya target ditemukan upayanya terhenti akibat perubahan drastis. Aura kegelapan di sekitar sana berhenti merebak kemudian perlahan menyelimuti Arya seutuhnya terus lenyap begitu saja, Varuq tentu terkejut dibuatnya. Namun setelah diperhatikan baik – baik sosok baru pria berbalut pakaian serba hitam tersebut bukanlah Arya.



^^^

__ADS_1


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.


__ADS_2