
Seleksi tahap dua berakhir, menyisakan empat tim tuk bertarung di final. Mereka harus saling mengalahkan agar mendapatkan tiket ke Five Heavenly Stars Tournament sebagai perwakilan Divina Academy.
Yang tersisa antara lain adalah Candidate of Destiny, Light Watch, Justice Centurions, dan tentu saja The Figment Squadron. Kelompok ini mencuri perhatian banyak pihak sebab peforma luar biasa sewaktu bertahan pada lokasi terkekstrim, yaitu Winter Hollow.
Bisa dibilang kesepuluh penyihir muda itu bahkan keluar tanpa lecet sedikitpun, menimbulkan beragam pertanyaan ada alasan apa para Hollow menjauhi mereka. Babak terakhir dilaksanakan sehabis senja.
Tepat sebelum makan malam, kartu undian mulai dicabut. Sang Kepala Sekolah,Ilzaxar Iruphior berperan sebagai orang yang menarik keluar nomornya. Dalam hitungan menit, bagan pertandingan terbuat dari sihir dipertotonkan ke monitor sekeliling Magihavoc.
Beberapa cukup kecewa karena gagal menyaksikan pertarungan paling ditunggu antara tim unggulan Candidate of Destiny melawan kuda hitam Figment Squadron. Entan sebab takdir atau apa, keduannya tidak berada pada satu sisi sama.
Dengan kata lain, penonton harus menunggu hingga turnamen dimulai jika ingin menyaksikan persaingan sengit tersebut. Terlebih lagi keberadaan wakil – wakil empat akademi juga pasti memperkecil kesempatan untuk masing – masing tim bertemu.
Arya masih menatap layar sihir ketika duduk di meja makan aula sekolah bersama anggota – anggota Figment Squadron, tidak menyentuh makanannya sedikitpun. Ryan yang hendak memanfaatkan kesempatan mengambil jatah miliknya harus mengurungkan niat akibat tatapan menusuk para gadis.
“Siapa sangka kita akan berhadapan secepat ini ya Tuan Arya”
“Ah...”
Turin dan Qibo menghampiri mereka, senyuman hangat dua bocah itu dibalas oleh Arya. Sembari berdiri ia silih berganti menjabat tangan keduanya, berkata mohon jangan terlalu kasar waktu di atas arena nanti.
Justice Cesturions menghadapi Figment Squadron pada final nomer dua, walau memiliki hubungan dekat. Arya serta Ryan sepakat tak boleh menganggap remeh niat juga impian Turin dan Qibo mengikuti Five Heavenly Stars Tournament.
“Kalian cuma menyapa dia? Aku bagaimana?” celetuk Ryan agak kesal.
“Hahaha.....tentu kami mengingat anda”
Semua anggota saling menyapa satu sama lain, memberi salam berharap semua berjalan lancar sampai pertarungan dimulai. Baru saja mereka menundukan kepala untuk menunjukan rasa hormat, panggilan kepada Candidate of Destiny dan Light Watch mulai berkumandang.
------><------
“Oi....!? Kemarilah.....! Tempat duduknya sudah kami siapkan....!!!”
“Iya iya berisik, orang – orang mulai menatap ke arah sini” ujar Arya gusar menanggapi panggilan Ryan.
Lokasi tribune mereka cukup strategis, memang tidak sia – sia menyuruh si Wibu Sialan tuk mencari tempat terbaik. Matanya yang sering digunakan mengintip punya nilai lebih di saat sepert ini, bertepatan dengan pantat mereka menyentuh kursi. Kedua tim memasuki arena.
Salah satu Profesor menunggu di tengah bertugas sebagai wasit, final merupakan pertarungan sampai mati. Kau boleh menyerah jika mau, tapi harga dirimu pastinya cukup terluka sebab perjuangan sudah sejauh ini.
__ADS_1
Arya sejujurnya kurang setuju terhadap peraturan tersebut, untuknya tidak ada yang lebih berharga dari pada nyawa. Konsep pertandingan akan menjadi pertempuran sihir terbuka sepuluh lawan sepuluh, keputusan tepat membuat arena luas demi menunjang kondisi itu.
Pengadil memanggil masing – masing ketua untuk bersalaman, Arya mengangkat sebelah alis melihat siapa yang maju mewakili Candidate of Destiny. Dia punya firasat buruk kalau duel ini akan berakhir buruk.
Benar saja, tim elite tersebut hanya mengirim lima orang sebagai garis depan. Sementara sisanya duduk manis dibelakang, termasuk Morgiana, Edruvior, dan Friska. Seolah berkata tanpa kami hasilnya sudah jelas bukan?.
Pemimpin Light Watch murka dibuatnya, perintah menyerang segera diberikan. Candidate of Destiny harus membayar atas tindakan meremehkan mereka, kesepuluh anggota tim menyatukan kekuatan hingga membentuk sebuah ular hitam raksasa.
“Phantom Snake? Necromancer Light Watch bukan orang sembarangan” Fibetha menutup mulut terpana.
Cuma butuh satu tarikan napas, kepala reptil bongsor buatan tersebut mematok kelompok lawannya. Tak ada satupun orang menyadari senyuman mengejek Edruvior menatap teknik hebat itu kecuali Arya.
WUSH...!!! SYUU!!!
“HILANG!?”
Teriakan tadi memenuhi udara, bukan hanya berasal dari tim Light Watch. Seluruh penonton tercengang ketika sihir Phantom Snake lenyap begitu saja bak ditelan bumi, namun beberapa mengaku mendengar suara hisapan keras misterius.
“Arya? Kau melihatnya?” tanya Ryan berdiri.
“Apa yang kalian bicarakan, masa cuma aku yang tak melihat apapun?” Ikey meneropong penasaran.
“Sekelebatan gerak saja.....” balas Kyra masih memicingkan mata.
“Dua gadis di sana menggunakan Sihir Timbal Balik, kau seharusnya mengenali mereka Hannah....” Arya menunjuk kedua anggota Candidate of Destiny baris depan.
“Tidak mungkin....mereka....si Kembar Pikazo....Mika dan Miki”
Sihir Timbal Balik adalah kemampuan khusus yang mampu membuat duplikat dalam sekejap mata layaknya sebuah cermin. Tiruan tersebut memiliki seratus persen kesamaan dengan aslinya, sehingga jika diadu maka jurus apapun akan menghilang.
Itulah rahasia dibalik kejadian barusan, Phantom Snake Light Watch saling bertubrukan kemudian lenyap tak bersisa. Suara tawa tiba – tiba terdengar, Edruvior berjalan maju sambil menjentikan jari. Enam belas bidak catur mengelilingi kepalanya begitu cepat hingga menciptakan tiupan angin.
“Huhuhu menarik sekali, tapi selesai sudah. Waktunya serangan balik, adios”
__ADS_1
DUAR! DUAR! DUAR! DUAR! DUAR! DUAR!
Seluruh benda sihir miliknya menancap dalam pada tanah mengelilingi anggota tim Light Watch, Arya cepat – cepat menarik tongkat sihir untuk menutup mata semua gadis Figment Squadron, tidak mau mereka melihat kejadian selanjutnya.
Ia membuang muka dari pusaran listrik raksasa yang membersihkan semua musuh Candidate of Destiny hingga bahkan tulangpun tak bersisa. Hukum dunia sihir sangatlah kejam batinnya.
------><------
“Tolong fokus pada pertarungan, Laura?”
Sang Shaman cantik mengangguk lalu mengaktifkan Booster Hymp, setiap anggota bisa merasakan tubuhnya dipenuhi oleh tenaga. Kyra langsung mengarahkan tangan ke arah Justice Centurions sambil berucap.
“Submet!!!”
Serangan tiba – tiba itu membuat lawan buru – buru membuat pelindung, melihat kesempatan tersebut. Shaqihr melompat tinggi sebelum mendaratkan tendangan keras pada tembok tak kasat mata tadi.
Memaksa dua orang anggota Justice Centurion maju demi menambah daya tahan perisai, Sierra merenggangkan badan siap menunggu perintah. Fibetha berdiri tepat disampingnya, Arya memperkirakan waktu yang tepat sebelum memanggil mereka.
“Sierra? Fi? Sekarang”
“Baik!” keduanya menyahut serempak.
Berbekal ZapShoe, Sierra meraih tubuh Fibetha dan bergerak ke bagian belakang pelindung Justice Centurion dalam hitungan detik. Baru saja ingin merespon, Fibetha telah memanggil topeng iblis tuk menyerang.
Suara ledakan besar terdengar, sebagai pertanda kalau taktik barusan sukses. Ryan, Bella, Hannah, dan Ikey tinggal mendepak para anggota lawan keluar arena untuk memastikan tiket menuju Five Heavenly Stars Tournament.
“Pemenangnya....adalah....The Figment Squadron!!!”
Tepuk tangan meriah menyambut mereka, tidak seperti final satu yang bersuasana suram. Arya membimbing teman – temannya bersalaman dengan Turin dan Qibo sebagai tindakan sportifitas.
“Padahal kami berharap minimal bisa membuatmu ikut turun tangan ketika bertanding Tuan....” kata keduanya sembari tertawa.
“Hehehe berjuanglah, mungkin lain kali”
“Tapi syukurlah kita tidak bertemu dengan Candidate of Destiny, tadi sungguh – sungguh kejam”
Arya tak memberi komentar apapun, kedua pemenang maju ke arena kemudian mendapat pujian serta penghargaan dari Iruphior. Resmi sudah di ajang Five Heavenly Stars Tournament berikutnya Candidate of Destiny dan Figment Squadron akan menjadi wakil Divina Academy, aura persaingan ketat makin terasa mengguncang Magihavoc.
__ADS_1
Author Note :
Karena berbagai kesibukkan dan prioritas utama (kuliah) sedang berlangsung, jadwal updatenya mungkin sekarang sekitar 2/3 hari sekali. Ciao!