Elementalist

Elementalist
Chapter 97 - Rival


__ADS_3

“Lapor Nona, saya telah melakukan perintah anda untuk menceritahu informasi mengenai Fenrir”


“Hmm? Sungguh? Mari kita dengar”


Moona sedang menatap pekarangan tempat tinggalnya dari balik jendela kamar, bulan bersinar indah malam itu. Melihat suasana hati Moona bagus, anak buahnya sedikit enggan menyampaikan kabar ini.


Setelah meneguhkan hati, ia mulai menjabarkan apa saja yang dia dapatkan. Keringat deras mengguyur tubuh Werewolf tersebut saat perlahan udara mulai terasa berat, si anak buah sebenarnya hanya bisa melihat punggung Moona.


Namun dia bersyukur akan hal itu, karena tau ekspresi pemimpin kawanan sekarang begitu mengerikan. Moona seakan bom waktu yang siap meledak kapan saja.


“Maksudmu? Dia memberikan identitas palsu?” tanya Moona tenang sedikit mengejutkan anak buahnya.


“Benar”


“Dan kau juga bilang, bahwa pria itulah orang yang telah membunuh Millos?”


“Tidak diragukan lagi”


“Di mana dia?”


“Kabar terakhir mengatakan ia sedang berada di Kastil Pride Sins”


“Aku akan kesana, kabari seluruh kawanan untuk siap – siap berperang”


------><------


Di sebuah daratan berselimutkan salju, sekilas nampak bayangan bergerak cepat membelah udara. Setelah diperhatikan baik – baik. Sesosok pria berjubah berlari kencang melewati butiran – butiran es yang terjatuh dari langit.


Orang tersebut baru berhenti ketika sampai pada salah satu bukit tinggi, dia menempelkan tangan di dahi seolah meneropong sesuatu sambil memicingkan mata. Raut wajahnya langsung berubah serius, tapi tiba – tiba suara perkelahian di belakangnya membuyarkan semua itu.


“Bukankah lebih baik kau kembali saja ke Istanamu Tuan Putri? Apa yang akan dikatakan rakyatmu jika tau pewaris tahta kerajaan mereka malah memilih lari dari tugasnya?”


“Sebenarnya aku tidak terlalu memperdulikan perkataan orang, bagaimana denganmu? Kudengar seluruh keluarga bangsawan sudah setuju untuk menjadikanmu penerus. Kenapa tidak kau saja yang pulang?”


“Hah! Itukan hak milikku mau melakukan apa saja! Kenapa aku harus mendengar kata – kata makhluk bertelinga panjang sepertimu!”


“Ya sudah! Kalau begitu hal yang sama berlaku untukmu! Dasar pipet berjalan!”


“Grrr.....!!!”


Kedua perempuan tadi saling menempelkan dahi sambil melihat satu sama lain penuh rasa tidak suka mendalam. Salah satu dari mereka adalah seorang Elf berambut pirang dengan pupil mata biru, nampak sebuah busur menggantung dibelakang punggungnya.



Lawan bertengkarnya merupakan gadis mungil bermata merah disertai rambut hitam gelap, terlihat sebuah payung merah melindungi kepalanya dari butiran salju.

__ADS_1


“JACK?!” panggil keduanya serempak melempar pandangan ke arah pria berjubah diawal.


“Ugh....hah....Unia? Kruel? Bisakah kalian tidak bertengkar sehari....saja?”


“Tapi dia yang mulai!”


“Berhentilah saling menunjuk satu sama lain seperti itu! Kalian berdua bukan anak kecil lagi!”


Jack menepuk jidatnya keras, dia tidak habis pikir kenapa kedua gadis ini selalu bertengkar setiap ada kesempatan. Bukanya apa, lama kelamaan kepalanya terasa mau pecah ketika mendengar adu mulut Unia dan Kruel.


“Ahh...! Sudahlah! Aku harus menemukan para pelaku penyerangan desa! Jika tidak, korban Manusia akan semakin bertambah banyak, kalian berdua lakukan saja apa pun sesuka hati kalian” gerutu Jack sebelum segera melompat menuruni bukit.


“Eh!? Tunggu dulu! Jack?!”


Kedua gadis ini kemudian memisahkan diri dan langsung menyusul Jack, mata mereka bertemu ketika tubuh dua – duanya masih melayang di udara.


“Unia....!”


“Kruel....!”


------><------


“Kruel? Oi....Kruel? Hei bangun!”


Mata Kruel tiba – tiba terbuka, dan yang dia temukan pertama kali adalah warna biru menyebalkan persis seperti di mimpi barusan. Tanpa aba – aba ia bergerak cepat sampai membuat Arya terkejut lalu terjatuh.


“Aku benar – benar sungguh sangat ingin sekali mencongkel kedua bola matamu....” bisiknya lembut.


“Aku tau! Kau sudah mengatakan hal itu entah berapa kali sejak aku sampai di sini!”


“Percayalah, akan kuberikan yang jauh lebik dari ini”


“Tidakkk....! Aku menolak dengan segala kerendahan hati! Kenapa kau begini? Marah karena aku membangunkanmu?” seru Arya berusaha menjauh dari jangkauan Kruel.


Akhirnya setelah menghela napas, Kruel berbalik lagi menuju singgasana sambil memasang wajah cemberut. Suasana hatinya sedang buruk akibat mengingat kejadian di masa lalu, terlebih lagi harus bertatap muka dengan Arya ketika terbangun.


“Jadi? Ada apa kau membangunkanku?”


“Ahh benar, aku cuma mau bilang kalau portal kami akan diaktifkan besok. Jadi aku dan Callista segera kembali ke Elemental City”


“Oh...., baguslah kalau begitu. Bukankah sudah cukup kalian merepotkanku sampai sekarang?” Kruel mengangkat sebelah alis.


“Iya....tapi....apa kau yakin hanya seperti ini saja Kruel? Kami telah melibatkanmu dalam masalah” ujar Arya ragu.


“Hah....tak perlu dipikirkan, lagi pula aku bersikap netral atas perseteruan dua organisasi ini. Mereka tidak akan berani berbuat apa – apa, kau juga sebaiknya jangan terlalu percaya padaku dasar bodoh”

__ADS_1


Tapi Arya tetap bersikukuh ingin membalas budi atas pertolongan Kruel, padahal perempuan tersebut jelas – jelas tidak menginginkan apa pun selain mencongkel matanya dan mengambil hak miliknya dari Callista.


Arya juga sempat mengajak Kruel ikut bersama mereka kembali ke Elemental City, namun ditolak dengan tegas oleh Kruel.


“Aku punya rumah sendiri, untuk apa pergi ke tempatmu?” itulah kata – kata yang keluar dari mulutnya.


Kesal karena betapa keras kepalanya Arya, Kruel menyuruhnya mendekat sambil menutup mata. Tanpa banyak bertanya ia melakukan permintaan tersebut. Kruel mengambil payung merah miliknya lalu mulai membacakan mantra.


Beberapa cahaya kemerahan muncul mengelilingi tubuh Arya bak peri – peri kecil. Perlahan Kruel memeluk erat tubuhnya, air mata mulai berlinang menghiasi wajah perempuan cantik itu. Sihir tadi berfungsi mematikan kelima indera milik Arya.


Sehingga hanya dia dan Tuhan yang tau akan semua ini, Kruel ingin kembali ke masa – masa di mana ia bisa bersama laki – laki yang dicintainya. Namun tau hal tersebut mustahil dilakukan. Arya diam mematung sesuai perintah Kruel, lagi pula dia tidak merasakan apa pun saat ini.


“Kenapa kalian begitu mirip? Kau bertanggung jawab atas terbukanya luka lama milikku” ujar Kruel sendu.


Tepat setelah sihir dicabut dan Kruel kembali ke posisinya, secara mengejutkan pintu terbuka. Salah seorang pelayan melapor dengan wajah pucat pasi.


“Maaf Nyona mengganggu waktu anda” katanya penuh rasa bersalah.


“Ada apa?”


“Sebenarnya.....”


Kejadian berikutnya begitu cepat, tatapan mata Kruel menajam sesudah mendengar laporan tadi. Ia memerintahkan Arya untuk mencari Callista dan bertemu kembali dengannya di salah satu menara. Menyadari ada sesuatu yang janggal, Arya langsung bergerak.


Dia menemukan Callista sedang berada di kamarnya melakukan bersih – bersih, tanpa memberitahu apa pun Arya menyeret gadis tersebut cepat – cepat sambil mengabaikan pertanyaan – pertanyaan yang diajukan Callista.


Seluruh kastil tiba – tiba riuh, semua orang bergerak kesana kemari terburu – buru mengakibatkan Arya dan Callista membutuhkan waktu cukup lama untuk berkumpul kembali bersama Kruel. Ketika sampai, aura gelap memancar dari tubuh perempuan tersebut.


Matanya menatap lurus ke perbatasan hutan, bersamaan dengan itu. Dua anak muda dibelakang sang Dracula Queen terbelalak ngeri. Di kejauhan terlihat pasukan besar gabungan empat ras Demon, yang masing – masingnya dipimpin oleh anggota Tujuh Dosa Besar.


“Hehehehuahaha....! Menarik sekali! Mengepung Kastil milikku? Benar – benar tindakan bodoh, kalian ingin perang? Baik! Akan kukabulkan! Grimoire; Fragaria!” seru Kruel lantang sambil mengarahkan payung ke langit.


Sinar merah hebat keluar dari ujung Fragaria menembus udara, awan – awan berputar cepat mengelilingi atas Kastil akibat gerakan tadi. Arya dan Callista saling menatap lalu bertanya – tanya dalam hati, bagaimana nasip mereka berdua kedepannya.



Author Note :


Kris tidak pernah bisa mengalahkan Kruel dalam duel sejak keduanya masih kecil dan berlatih bersama, sebenarnya dia jugalah kandidat terkuat yang hendak diberikan posisi penerus keluarga utama Tepes beserta gelar Pride Sins. Namun semua lenyap begitu saja ketika dia memutuskan untuk mengikuti seseorang laki - laki, sama seperti Unia.Kruel pun berubah dari anak emas menjadi sebuah aib bagi keluarga, tetapi tidak pernah sekalipun hal tersebut mengganggu pikirannya.


(PENTING!!!)


Btw sejak kapan cerita ini jadi tempat lapak promosi? beberapa waktu terakhir isi komen semuanya promosi cerita, apa gw ubah aja judul cerita ini jadi "Tempat Promosi"? Bukannya gk suka atau gimana, gw jg pernah promosi (walaupun di lapak ini gk pernah sama sekali ya) tapi tolong dihandle baik - baiklah. Masa komentar populer isinya promosi? Gimana orang tau isi cerita ini kalau kayak gtu? Bagi lu yang promosi sih enak, lah kita yang punya cerita gimana? Pernah dipikirin gk? Kurang etis sih caranya menurut gw. Unrespect gw sama caranya, Bye.


-Three More Chapters Left-

__ADS_1



__ADS_2