Elementalist

Elementalist
Chapter 126 - Kecewa


__ADS_3

Perlahan retakan – retakan terlihat diseluruh tubuh Master Arya, monster es itu mulai rubuh bak istana pasir. Dua sosok jatuh dalam posisi saling berhadapan dengan kepala lebih dulu, Asuna berusaha menggapai pria dihadapanya namun telah kehabisan tenaga.



Sebelum menghantam tanah, Kevin dan Elizabeth berhasil menangkap tubuh mereka. Wajah keduanya memucat karena khawatir.


“Hei Asuna? Kau tidak apa – apa?”


Asuna menjawab pertanyaan Elizabeth menggunakan anggukan kecil, Arya membuka mata sebentar kemudian berbisik pelan. Membuat Kevin harus mendekatkan telinga agar dapat mendengar kata – katanya.


“Bodoh....apa kalian buta?”


Ucapan tersebut mengacu kepada sinyal asap merah yang telah dia tembakan, suara Arya begitu lemah. Membuat rasa khawatir tiga orang temannya semakin memuncak.


“Cukup jangan bicara lagi—Akh.....! tanganku!?”


Mata Elizabeth dan Asuna melebar melihat kondisi jari Kevin, warnanya berubah biru lalu dilapisi oleh gumpalan – gumpalan es besar. Kesadaran Arya sudah hilang, karena tidak tau harus bagaimana ketiganya memutuskan segera kembali menuju Sentoki no Meikyuu.


Walalu terdapat beberapa saksi mata, tak ada yang cukup bodoh menyusul mereka. Bisa hidup saja lebih dari cukup untuk saat ini. Dalam beberapa menit, Kevin bersama Elizabeth berhasil melewati portal sambil membopong Arya serta Asuna dipunggung masing – masing.


------><------


“Ahh....sepertinya urusan di sana juga telah usai” komentar Nezumi melirik kejauhan.


Saat ini kondisi si pria tua duduk beralaskan lutut dikelilingi oleh sebelas anggota Shio lain. Saking merepotkannya, mereka terpaksa meringkus Nezumi bersama – sama. Mendengar kabar operasi pemberontakan di Ibukota.


Sisa Dua Belas Shio langsung kembali secepat yang mereka bisa, namun terlambat. Kondisi sudah benar – benar kacau. Bahkan para anggota menemukan pertarungan antara Nezumi melawan Garyu di pintu masuk Kuil Rodentia.


“Kakak? Kau baik – baik saja?” Hebihime bertanya sembari melempar pandangan sekilas ke arah sang Shio Naga.


“Tch!? Kalau saja pak tua sialan ini tidak mengganggu pasti sudah kuhabisi semuanya!” geram Garyu penuh amarah.


“Tetua....kenapa....?” Bunny, Sheepya, dan Jilan menatap penuh arti.


“Hihihi aku tak punya pembelaan diri apapun” jawab Nezumi enteng.


“Oi bukankah lebih baik kita bunuh saja dia?” Piguel menempelkan kapaknya di leher si Shio Tikus.


Setelah diam beberapa saat, Garyu menolak ide tersebut. Ia sadar membutuhkan kekuatan Nezumi, mengingat keadaan Zoonatia sekarang tidak stabil akibat gejolak pemberontakan. Jika ras lain mendengar kabar ini, bisa – bisa bangsa Werebeast akan diserbu.


Oleh sebab itu Garyu memutuskan tidak membunuh Nezumi, tetapi mengurungnya di penjara dengan pengawasan total anggota lain selama dua puluh empat jam nonstop. Nezumi hanya tersenyum seakan tidak keberatan sedikitpun atas keputusan itu.


“Ami? Kuuga? Aku serahkan semua urusan Kuil pada kalian berdua selama aku tidak ada”

__ADS_1


“Tetua?!”


“Sampai jumpa....jaga diri baik – baik ya? Hehehe”


Para gadis melihat orang yang telah dianggap sebagai ayah mereka sendiri dibawa pergi dengan tangan terikat. Ami dan Kuuga saling menatap bertanya – tanya nasip seperti apa gerangan yang menunggu mereka di masa depan.


------><------


Semua menunggu harap – harap cemas sebelum tiba – tiba keluar empat sosok pemuda – pemudi dari dalam portal. Tentu saja orang – orang bergerak cepat menolong mereka, tetapi ada satun kejadian yang mencuri paling banyak perhatian.


Yaitu ketika Kevin meletakan tubuh Arya lembut di lantai kemudian mengerang kesakitan, melihat hal tersebut Pengawas Allucia segera menghampiri bocah yang menggeliat – geliat di lantai sambil melihat telapak tangannya itu.


“Ini?! Konoha!? Cairan bunga Honeydrop!!!”


Kevin baru bisa merasakan kembali jari – jarinya saat air lengket pemberian Pengawas Rea melumuri telapak tangannya. Allucia berteriak kencang menyuruh Astral melihat kondisi Arya.


“Self Freezing?! Sebenarnya apa yang terjadi?”


Astral hanya pernah mendengar sekali tentang Self Freezing dari gurunya, Lyan Frost. Itu merupakan kondisi dimana Elementalist Es berada pada titik terendah atau harapan hidup kecil. Sehingga kekuatan miliknya aktif secara otomatis dan membekukan seluruh tubuh sebagai tindakan pengamanan.


Lalu menyebabkan seluruh sistem badan berhenti total, atau sama saja dengan mati suri. Positifnya sang Elementalist tetap hidup, tak bisa dilukai maupun cedera. Sementara dampak negatifnya mereka tidak akan siuman hingga tubuhnya kembali stabil.


“Kak Arya....menggunakan tahap Master....agar kita semua bisa kembali selamat kemari” kata Elizabeth merasa tidak enak sembari memegangi salah satu lengannya.


“Tubuhnya belum siap....kalau begini....” Bianchi menutup mulut.


“BERISIK! INI BUKAN WAKTUNYA BICARA! URSA, JULIUS, RAY?! KALIAN BERTIGA BANTU AKU MEMINDAHKANNYA KE RUANG PERAWATAN”


“Hah?! Tapi bagaimana cara mem—“


“JANGAN BANYAK TANYA! CEPAT LAKUKAN!” bentak Allucia membuat tiga pria garang itu memasang sikap hormat sebelum bergerak.


Sewaktu akhirnya tubuh Arya telah dibawa pergi sebagian Pengawas Ujian, suasana benar – benar muram. Tidak ada satupun berbicara, tentu para Werebeast adalah yang paling meraa bersalah. Mengingat kalau evakuasi merekalah alasan Arya sampai memaksa masuk ke tahap Master.


Zayn terduduk lemah di lantai memegang kepalanya penuh penyesalan, sementara bibir Kizuna bergetar hebat. Dia tidak tau kenapa hatinya terasa sakit.


“Nee nee nee? Sel? Ena? Huh....Arya....pasti....baik – baik saja kan? Hiks....iya kan?” Lexa bertanya pada dua temanya dengan air mata berlinang.


Rena dan Selena tidak bisa menjawab, keduanya memilih memeluk Lexa demi menenangkan gadis itu dan juga diri sendiri.


TAK! TAK! TAK!


Suara langkah kaki terdengar jelas melintas, ia berhenti tepat di hadapan Asuna. Sang Elementalist Api diam seribu bahasa sambil menunduk. Tak kuasa mengangkat kepala merespon.

__ADS_1


“Oi?”


SRAK! PLAKK!


Alalea menarik bangun tubuh Asuna kemudian menamparnya sekeras mungkin sampai tubuhnya terlempar kemudian terjatuh.


“LIHAT AKU KETIKA BERBICARA WANITA JALANG!”


“Putri Alalea!?”


Saking terkejutnya, Eridan bersama Callista telat bereaksi. Melihat Alalea belum selesai, mereka cepat – cepat menahan gadis tersebut, sementara Kevin dan Elizabeth maju melindungi Asuna.


“HEY!? JAWAB AKU! KAU BILANG BERJANJI AKAN MELINDUNGINYA! BERANINYA DIRIMU!!!”


“Alalea? Asuna—“


Belum sempat Elizabeth menjelaskan, Asuna menggenggam kuat tangannya lalu menggelengkan kepala. Sang Putri Elf masih memberontak berusaha mendaratkan serangan berikutnya kepada gadis dihadapannya.


Dia benar – benar kecewa, merasa dikhianati. Semua rasa suka cita menanti kembalinya Arya sirna seketika dalam sekejap, kemarahan Alalea sungguh telah mencapai batas kali ini.


“DASAR SAMPAH....”


“Tuan Putri henti—“


“SAMPAI KAPAN KALIAN BERLINDUNG DI BALIK PUNGGUNGNYA!? KALIAN TERLALU LEMAH! APA KALIAN TIDAK MALU PADA DIRI SENDIRI HAH?! DIA MENGANGGAP KALIAN TEMAN? TEMAN MACAM APA YANG MEMBUAT KONDISI TEMANYA SEPERTI ITU! JAWAB AKU SIALAN!!!”



Kata – kata tersebut tepat sasaran menusuk jantung semua Elementalist bak belati tertajam di seluruh dunia. Pernyataan Alalea benar, jika Arya tidak ada. Mereka bukanlah apa – apa, menyadari kondisi semakin runyam Astral mengambil alih.


“Sudah cukup! Jika sampai terjadi sesuatu pada Arya, Elemental City bisa melupakan perjanjian damai dengan Fairy Forest!” Alalea mendelik tajam.


Eridan seketika menelan ludah sembari berkata dalam hati ‘Barusan....barusan aku seperti melihat.... seorang Ratu bertitah’.


Nyatanya bukan cuma Eridan, semua orang disana bisa merasakan tekanan dan tekad kuat Alalea. Dia kemudian melenggang pergi tanpa menoleh kembali.


“Setelah Elemental City hancur.....target selanjutnya....Zoonatia”


- Zoonatia Arc Status: Finished -


Author Note :


Gk sangka ini Arc jadi agak panjang, padahal rencananya cuma 20 chapter malah jadi sekitar 25. Makasi yang udah baca. Oh iya gw tau cerita ini tidak memiliki fanbase sekuat LPN dan karya - karya lain, dan gw juga tau mayoritas pembaca adalah Silent Reader. Itulah alasan kenapa gw males sebenernya nyelesain cerita ini dr jaman masih di WP. Jadi ya wajar sih kalau jumlah pembaca banyak tapi like rendah sama vote gk bisa tembus rangking. Lagipula yang dpt rangking pembacannya rata - rata diatas 1 juta (Aku mah apa atuh?).

__ADS_1



__ADS_2