
Efbi menjawab panggilan Arya menggunakan wujud serigala dewasa miliknya, dia mulai bergerak cepat diatas air dan membuat semua mata terpana memandang kemampuan Elemental Spirit baru itu.
“Hey?! Ia juga mampu berdiri diatas air?!”
“Tidak, perhatikan baik – baik”
Walau ada beberapa mata yang terkecoh, sebenarnya Efbi tidaklah berdiri diatas air layaknya Scogliera. Namun setiap langkah yang dia buat mengakibatkan air pijakannya membeku sehingga kelihatan seperti berjalan pada permukaan danau.
“Ayo Efbi, kita harus membuatnya serepot mungkin agar Selena dapat menemukan lokasi telurnya” bisik Arya ditelinga sang serigala.
Lolongan semangat menjadi respon Efbi setelah mendengar kata – kata tuannya barusan, diapun ikut mencoba menyerang dengan cakaran maupun gigitan selagi Arya memainkan pedang diatas punggungnya.
Scogliera meladeni kombo serangan Arya dan Efbi, perempuan tersebut sangat lihai membelokan apapun yang diarahkan kepadanya. Sehingga perlahan tapi pasti, tenaga Arya semakin menipis dari waktu ke waktu.
“Menggunakan Elemental Spirit? Eh?” celetuknya santai.
“Urgh....ahaha ini....tidak melanggar aturan bukan?” balas Arya sambil menggertakan gigi.
“Tentu, sama sekali tidak”
Dengan satu gerakan bantingan pelan, Scogliera menerbangkan tubuh Arya bersama Efbi sejauh dua meter. Pendaratan dipermukaan air membuat kulit punggung Arya terasa perih, saat kembali mencari keberadaan Scogliera.
Perempuan itu sudah bergerak cepat ke arah Selena yang terlihat sedang berkonsentrasi penuh. Dia memukulkan tangan ke air untuk membuat sebuah gelombang besar dan memaksa Selena bertahan.
“Sial, dia tau rencana kita. Efbi pergilah bantu Selena dan Delphin, biar aku saja yang mencari”
Efbi cepat – cepat pergi ke samping Delphin sembari menolong Selena, permainan tombak gadis itu membuat Scogliera tidak bisa mendekat. Terlebih lagi adanya bantuan dari serigala dan lumba – lumba yang mengelilinginya.
Arya membuat permukaan es lalu duduk bersila disana sambil memejamkan mata, dia menarik napas dalam – dalam sebelum berbisik.
“Maximum Sense”
------><------
“Bocah itu membuat kontrak dengan seekor Great Spirit” Tetua Klan Fulgurtz masih tidak bisa melepaskan pandangannya dari Efbi.
“Hey Cornus? Apa kau tau tentang semua ini?” tuntut Spina penuh selidik.
“Hah....kalau aku tau, apa aku akan berdiri bersama kalian ketika dia tadi memanggilnya hah?” Cornus memutar – mutar bola matanya pertanda heran.
Serigala Zirah Biru, atau yang lebih sering disebut Blue Harness Wolf. Namanya hanya pernah muncul sekali pada peninggalan batu raksasa tempat dimana cerita – cerita sejarah naga dituliskan, berdekatan dengan kisah Ancient Egg.
__ADS_1
Seekor Blue Harness Wolf diceritakan sebagai pembawa pesan dalam cerita ini, isi pesannya adalah jangan sampai para naga kembali ke dimensi utama tanpa pengawalan. Walau tidak secara gamblang dijelaskan.
Namun semua Tetua Klan Naga dari generasi ke generasi tau, kalau sang Blue Harness Wolf dalam cerita adalah Elemental Beast. Dan hanya ada satu orang dalam sejarah yang pernah memiliki Blue Harness Wolf sebagai Beastnya.
‘Orang itu adalah....Elementalist Es Generasi Pertama!’ kata – kata ini terngiang jelas dikepala semua Tetua kala itu.
“Hei Gio? Kenapa para naga ini meributkan Elemental Beast milik Arya? Bukankah Beast Nyonya Lyan dulu juga seekor serigala?” Varuq berbisik penasaran.
“Benar, tapi jenisnya berbeda. Mirianne adalah Moon Omega, bukan Blue Harness Wolf”
------><------
“ARYA MASIH LAMA LAGI KAH??” teriak Selena dengan keringat bercucuran.
“Ketemu!”
Mata Scogliera segera mencari Arya, hanya menggunakan satu kali loncatan dia langsung bisa menggapainya. Selena yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu menarik pergelangan kaki Arya dengan pengendalian air.
“WOAA!?” Dalam hitungan detik, tubuhnya sudah berada disamping Selena.
“Dimana?!”
“HAH?!—BAGAIMANA CARANYA AKU BISA TAU DIMANA ITU?!” bentak Selena frustrasi.
“Aw telingaku shhh, tepat dimana dia berdiri saat ini” Arya meringis pelan.
Baru disaat itulah Selena menyadari kalau Scogliera tidak lagi mengejar keduanya, sepertinya dia sudah tau kalau Arya berhasil mengetahui posisi dimana telur yang dia jaga berada.
“Ugh....sekarang masalahnya adalah bagaimana cara kita masuk kedalam sana? Dia tidak mungkin membi—“
“Tidak ada cara lain! Ayo”
“Hei Arya tungg—“
Arya menarik Selena untuk menyelam ke dalam air secepat mungkin, Scogliera yang melihat hal itu hanya menggeleng – gelengkan kepala sambIl menghela napas.
“Kalian tentu tidak berpikir aku akan membiarkannya semudah itu bukan?”
Perempuan tersebut mulai mengangkat kaki kananya ke udara seperti sedang mengumpulkan kekuatan, kemudian dengan hentakan keras. Dia membuat seluruh permukan air danau bergetar hebat.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama, sebuah air mancur raksasa keluar dari dalam danau dan menerbangkan tubuh Arya dan Selena. Arya bergerak cepat mengeluarkan sesuatu dari balik pakaiannya, lima buah pisau melesat cepat ke arah Scogliera.
Ia menepis serangan dadakan Arya hanya dengan satu jari tangannya, belum selesai sampai disitu. Arya terlihat seperti menarik sesuatu. Ternyata pisau – pisau tadi sudah dikaitkan benda tipis nan lentur, segera saja kumpulan benang muncul mengelilingi Scogliera membentuk sebuah jaring raksasa.
“Kau berharap menangkap seekor naga air dengan jaring ikan seperti ini?”
Tanpa menggerakan anggota badan sedikitpun, cukup Agnet saja dari tubuhnya mampu memotong – motong jaring buatan Arya.
“Sial! Gagal lagi. Argh....”
Arya dan Selena kembali maju untuk menyerang Scogliera, seperti tidak mendapat kemajuan sedikitpun. Hal ini tentu membuat teman – teman mereka khawatir, bukan hanya mengkhawatirkan keduanya, tapi juga nasip diri sendiri.
Apakah mereka juga mampu lolos ujian kali ini, melihat kelompok pertama saja begitu kewalahan. Entah mengapa setelah beberapa saat kembali beradu serangan dengan Arya dan Selena, Scogliera seperti merasakan ada sesuatu yang aneh.
Diapun mengambil kesempatan ketika tusukan tombak Selena meleset, Scogliera segera menggapai pergelangan tangannya. Dan perlahan menggenggamnya kuat – kuat.
Langsung saja teriakan kaget terdengar dari podium penonton, semua mata melebar saat tangan Selena melebur karena genggaman keras Scogliera.
“Klon?!” kata – kata itu keluar lirih dari mulut Scogliera, ekspresinya berubah buruk. Pupil mata berwarna kuning milik perempuan tersebut mengecil seperti seekor binatang yang merasakan ancaman.
“Ahahaha....kena kau” Arya tersenyum puas.
JDUARR!!!
Ledakan Agnet super besar keluar dari tubuh Scogliera, Arya yang tidak menyangka tiba – tiba akan ada sesuatu sekuat itu lasung terlempar. Seluruh permukaan danau bergejolak dengan ganas.
“Athrú”
Selesai mengucapkannya, tubuh Scogliera diselimuti oleh tornado air dan tidak terlihat lagi. Tidak lama kemudian siluet raksasa mulai muncul.
“Langitnya mendung” Rena mengadah ke atas.
“Kekuatanya sampai mempengaruhi iklim disekitar sini?!” ucap Timothy cepat hingga tersedak ludahnya sendiri.
“LARI KAPTEN!!!” Kevin berteriak sekuat tenaga.
“Tuan Arya dan Nona Selena? Berhasil memaksa Liera menunjukan bentuk naganya, ini bisa jadi kabar baik. Juga kabar buruk” kata Spina terpana.
Arya memperhatikan dari bawah sampai atas makhluk dihadapannya, tenggorokannya terasa amat kering. Dia mulai berdoa dan berkata dalam hati.
__ADS_1
'Selena....dimanapun kau berada, cepatlah! Ini sudah diluar kemampuanku'