
“Sebelum kalian mengambil keputusan, sebaiknya aku terangkan sedikit situasinya....” timbrung Orion memperbaiki posisi duduknya.
Menggunakan kemampuan analisis luar biasa dalam waktu singkat, ia langsung membagi informasi tentang pergerakan dasar para Elementalist di medan perang. Tiap orang mengendalikan masing – masing dua puluh golem sehingga total pasukan musuh adalah dua ratus sepuluh, jumlahnya memang hanya sedikit dibanding Fatum.
Namun efektivitasnya jauh lebih baik, ada kemungkinan kalau mereka sengaja menciptakan sedikit untuk mempermudah regenerasi makhluk – makhluk tersebut. Buktinya dikala ada yang sukses entah itu menebas, menghancurkan, memecah, ataupun merobek tubuh golem, kondisinya akan kembali seperti semula cuma butuh beberapa tarikan napas.
“Disitulah alasan mengapa orang – orang kita tidak mampu maju demi mendekati tembok terluar”
“Kami tepatnya, kau tidak mengirim siapapun ingat?” Garyu menggertakan gigi kurang senang.
“Hehehe oke terserah kau mau bilang apa, lagi pula untuk idenya Kris kami juga pass....”
Tatapan dingin anggota lain segera menyorot si Elf bermata biru tapi dia tidak ambil pusing, dua rekannya mendekat ingin berdiskusi. Alba D’Blandria dan Falxus D’Negdria mendekatkan kepala keduanya terus berbisik, “Kau yakin tak ingin mengirim perwakilan walaupun hanya calon Ksatria Pentagram?”.
“Lupakan, cuma buang – buang tenaga saja....”
“Maksudmu?”
“Nanti kalian juga tau sendiri....hehehe....” balas Orion terkekeh geli.
Mereka bertukar pandang sebentar sebelum menggelengkan kepala pasrah mendengar jawaban barusan, memang begitulah Orion. Penuh misteri namun keputusannya belum pernah merugikan pihaknya sama sekali. Usai terdiam cukup lama, Kris mengkonfirmasi lagi rencananya kepada Louis.
“Bagaimana? Semua terserah padamu?”
“Supaya mengubah alur pertempuran, silahkan pilih utusan kalian jika memang hendak ikut serta dalam usulan Kris....”
“Bagus! Kris?! Kirimkan aku! Biar kucabik – cabik mereka...!!!” Moona berseru antusias.
“Jangan bodoh, aku tau kau mau membalaskan dendam bangsamu tapi mustahil.....”
“Hah!? Kenapa?!”
“Kau merupakan amunisi utama kita, belum waktunya kau maju ke medan perang.....”
“Grrr....!? Kalau begitu biarkan orang kepercayaanku sebagai wakil ras Demon! Kau tidak berencana mengirim anak – anakmu yang bahkan gagal membawa pulang adik mereka bukan?”
“Apa kau bilang!?” jerit Madison serta Fae naik pitam.
Kris menghela napas panjang, ia memang paling benci ketika harus berurusan dengan Wrath Sins. Padahal dulu seingatnya saat Ayah Moona menjabat hubungan mereka baik – baik saja, para Werewolf zaman sekarang terlalu berdarah panas menurutnya pribadi. Skullcrow mengambil alih pimpinan diskusi kemudian menanyakan persetujuan anggota Tujuh Dosa Besar lainnya, seluruhnya membisu tetapi waktu semua mengira pengambilan suara sudah selesai. Seseorang mengangkat tangannya seraya bergumam, “Aku pun mau mengirim anak buahku”.
“Ava?”
Mereka cukup terkejut melihat Avarum bangkit lalu berjalan menuju hadapan Moona, karena ketua Ghoul ini terkenal sangat cuek juga malas. Mungkin hanya kalah dari Sloth Sins sendiri yaitu Queri Braineater sang Ultimate Zombie, Kris mengingat betapa sulitnya terakhir kali memaksa sang Gluttony Sins ikut dalam perang menghadapi Kruel.
“Tidak bisa begitu dong! Aku lebih dulu mengajukan diri!” Moona protes.
“Baiklah, sepertinya harus menggunakan cara lama.....”
“Kepala....” ujar Avarum pelan.
“Ekor!”
TING....!!!
Kris mengeluarkan sebuah koin berwarna hitam terus melambungkannya ke udara, tepat sebelum menyentuh tanah dia menangkapnya dan menaruhnya pada punggung tangan. Ketika Kris menunjukan hasilnya teriakan kesal juga hentakan keras kaki Moona cukup menandakan sisi mana yang terlihat.
__ADS_1
“Amgog?”
“Iya Tuan?” muncul seorang pria berambut putih serta mata merah menghampiri Avarum.
“Majulah, tunjukan hasil latihanmu....”
“Laksanakan....”
“Tak perlu menahan diri....” Avarum berpesan.
SRANG!
Amgog melangkah menuju barisan terdepan, sebuah benda keras aneh nampak keluar melalui belakang tubuhnya layaknya ekor kemudian semakin meluas hingga melapisi tiap inchi kulitnya lalu terakhir membentuk topeng yang menutupi hampir seluruh bagian wajahnya.
‘Sekitsui Perfect Form?!’
Bukan cuma seluruh aliansi Fatum saja dibuat kaget, bahkan anggota Tujuh Dosa Besar sekalipun tidak menyangka akan melihat salah satu pengguna Sekitsui sempurna selain Avarum maju menampilkan batang hidungnya.
Sekitsui merupakan sebutan kemampuan istimewa Ghoul memanipulasi organ atau sel dalam badannya tuk membuat semacam senjata. Kekuatan itu juga memiliki beberapa tingkatan, mampu melapisi seluruh tubuh adalah tahap puncaknya.
------><------
“Boss?”
“Hmm? Ada apa?”
Louis akhirnya mengalihkan perhatiannya dari Amgog akibat kedatangan seorang pria berjubah menghampirinya. Dia mengenakan tudung kepala sehingga wajahnya sulit dilihat, Mira meliriknya kurang senang apalagi waktu dia duduk santai pada sisi kursi Louis.
“Tak ada satupun Vanguard boleh bergerak kecuali kita telah mencapai dinding Perak....”
“Cih....perjalanan kita masih jauh kalau begitu....”
“Shakespeare....!? Sebaiknya kau jaga sikapmu....” geram Mira.
“Eh!? Maaf – maaf!? Ayolah Mira yang cantik jangan menatapku sinis, hatiku sangat rapuh. Bagaimana kalau kalau aku sampai terkena serangan jatung?”
“Ckk!?”
“Hihihi....lagi pula aku hanya menyampaikan keinginan mereka, jadi siapa perwakilan kita Boss?”
“Grierugon....”
“Ehh....? Si Mutant berkulit naga? Pilihan menarik....” Shakespeare mengelus dagunya.
“James? Kau mendengarnya bukan?
“Dimengerti Boss....”
James langsung paham maksud Louis, tangannya mulai bergerak cepat dan dalam hitungan detik Grierugon berjalan di antara perkemahan Fatum. Makhluk itu setinggi tiga meter, bentuknya mengerikan bahkan jauh lebih mirip monster ketimbang manusia. Dari celah tubuhnya nampak mengalir cairan panas pengganti darah, ia baru berhenti ketika tiba disebelah Amgog.
“Ahahaha....mau pamer rupanya” gelak Merlin.
__ADS_1
“Kau bisa mengirim salah satu dari kami bertiga, lagi pula aku juga punya urusan belum selesai dengan bocah itu....” Friska menunjuk Olivia bersama Morgiana.
“Mmm....tidak, kalian terlalu berharga....”
“Terus siapa? Salah satu Penyihir Agung?”
“Masih berlebihan, murid favoritku akan melakukannya....”
“Mary? Maksudmu?” tanya Morgiana sedikit ragu.
“Ya....Kyra? Kaulah utusan Witch....”
“Baik....Master....”
“Kau menolak aku sang Black Mara tetapi malah mengirim dia?”
“Friska? Gadis itu butuh pengalaman agar matang.....” Merlin tersenyum tipis.
Selanjutnya pemandangan menakjubkan kembali terlihat, seorang anak perempuan berjubah perak melayang anggun melewati barisan petinggi Fatum sebelum akhirnya ikut mendarat dekat dua wakil sebelumnya. Pakianya entah mengapa menjatuhkan cahaya kerlap – kerlip indah seperti bintang penghias langit malam.
‘Silver Magician?!’
Hampir semua yang mengetahui sosok tersebut terdiam seribu bahasa, kabar kembalinya Dua Irregularities ke genggaman Witch memang santar terdengar. Namun melihat kehadirannya langsung mempunyai efek sangat berbeda, sekarang tiap ras mulai waspada tentang kemungkinan keberadaaan tujuh payung pusaka Miracle Iris Catra.
KRETAK!?
“Wanita sialan....!!!” geram Baekho menggemertakan jari tangannya menatap tempat duduk Orange Witch.
“Kau masih belum melupakan kejadian di Underground Paradise?” Sheepya menatapnya heran.
“MANA BISA!? KALAU ADA KESEMPATAN AKU AKAN PATAHKAN—“
“Garyu? Bagaimana?” celetuk Gokong disela – sela sumpah serapah Tiger Shio.
“Bawa kotak tersebut ke sana....”
Ketika masing – masing masih menunggu perwaklian Werebeast, pemandangan janggal mengakibatkan tanda tanya pada tiap kepala orang yang menyaksikan. Tiga anggota Dua Belas Shio yaitu Inuki, Ushiro, dan Gokong bahu membahu membawa sesuatu dengan rantai serta gembok mengelililinginya.
Mereka meletakannya di samping Amgog, Grierugon, maupun Kyra. Kotak kayu itu segera bergetar hebat seakan penghuninya ingin keluar, memanfaatkan kekuatan cakarnya Inuki menebas pengekang tadi berbekal satu ayunan tangan. Semua menanti dalam diam saat sebuah lengan mungil perlahan keluar.
“Meow....”
“Hari yang kau tunggu telah tiba....Yami” Inuki membersihkan telapak tangannya dari debu.
“Mana pedangku?” tanya anak perempuan berambut hitam berhias telinga kucing itu.
“Tangkap....”
“Terima....kasih....”
JGEERRR....!?
Selesai menangkap lemparan Ushiro lalu menarik pedangnya, aura teramat kuat memancar deras melebihi tiga utusan sebelumnya meskipun mereka digabungkan sekalipun. Si gadis berjalan menjauhi kotak miliknya sambil tersenyum lebar, tiap langkahnya mengakibatkan batu – batu kerikil mulai mengambang terkena efek samping Agnet luar biasa dari dalam tubuhnya.
^^^
__ADS_1
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.