
“HAAAH....!!!”
“Akhirnya kau bangun juga....”
Hal pertama yang dilihat Arya ketika membuka mata adalah wajah Asuna, gadis itu menunduk menatapnya dengan wajah sendu. Barulah dirinya sadar kalau tengah dibaringkan pada pangkuan Asuna, Arya mencoba mengingat kejadian sebelumnya namun kepalanya langsung berdenyut menyakitkan.
“Ugh....bisa jelaskan semuanya? Aku tidak mengingat apapun, dimana Reika?”
“Mereka....sudah berteleportasi entah kemana....” jawab Asuna pelan.
Asuna mulai menuturkan kisah lengkap sejak Arya menggunakan Lord, pertarungan dua melawan dua belas orang pecah. Tapi secara mengejutkan Arya dan Efbi malah mampu mendominasi lalu menekan pihak musuh, sayang seiring berjalannya waktu gerakan Arya makin terbatas.
Ini dimanfaatkan oleh Sioul bersama rekan – rekannya tuk kabur, usai penjabaran Asuna tadi perlahan ingatan samar – samar menyusupi pikiran Arya. Penampilan Reika berambut merah mudah yang sedikit babak belur dikelilingi Vanguard tersenyum ke arahnya.
‘Mata ne Onii-chan....hehehe.....mungkin lebih cepat dari perkiraan kita....’
Gambaran barusan menyebabkan perasaan teramat sakit dalam diri Arya, seolah ada ratusan belati ditusukkan terus menerus tepat menuju jantungnya. Dia ingin sekali menangis juga berteriak sekuat tenaga, namun badannya menolak sehingga terpaksa semua itu hanya dia lakukan dibenaknya saja.
Ia mencoba mengambil posisi duduk, Asuna segera membantunya. Seluruh markas utama Fatum telah menjadi puing – puing tidak berbentuk akibat pertempuran dahsyat beberapa saat lalu, Arya memperhatikan ternyata hampir tiap inci kulit lengan maupun kakinya berwarna biru legam.
“Aku....mematahkan mereka?” Arya memiringkan kepala linglung.
“Bukan, kau meremukkan semua tulangmu. Kita harus menemui Rena atau Selena demi mengobatinya, ayo....”
“Ahh....begitu ya.....lagi pula aku memang belum menguasi Lord sepenuhnya, tadi merupakan kali pertama aku menggunakannya....”
Asuna menelan ludah mendengar ucapannya, ia tak habis berpikir betapa gilanya pemuda dihadapannya berani menembus batasan kekuatan dengan kemungkinan menghancurkan raganya sendiri. Walaupun kenyataanya kalah, Arya tetap dapat menunjukkan potensi tertinggi tahap Lord dimana Elementalist lain satu generasi bersamanya bahkan belum memasuki Master.
Sementara badai berkecamuk di pikiran Asuna, Arya memeriksa keadaan Efbi. Nampaknya atributnya tersebut tengah tertidur pulas untuk pemulihan, Arya cukup lega si Elemental Beast baik – baik saja. Akses bicara terhadap Mandalika dan Safira ikut menghilang karena efek samping memasuki Lord, kalau tidak mungkin sekarang keduanya sudah menceramahi Arya habis – habisan.
Arya harus rela tubuh lunglainya dibantu Asuna meninggalkan lokasi, mereka berjalan bersebelahan dengan Asuna sebagai penopang. Cukup menjadi beban begini saja mampu membuat Arya menggigit bibir bagian bawahnya sampai berdarah. “Apanya yang Elementalist? Melindungi keluargaku sendiri saja aku tidak bisa....”.
“Itu bukan salahmu....” bantah Asuna.
“Lalu salah siapa? Mereka? Maaf, setelah semua bantuan kalian kita pulang tanpa membawa apa – apa. Bagaimana mungkin aku mampu menatap wajah Pak Hartoso ketika kembali....”
“Beliau akan mengerti, seharusnya akulah yang meminta maaf. Aku kemari untuk membantumu namun sepertinya hanya menjadi beban....”
“Asuna kau bukanlan beban, lawannya memang terlalu kuat. Louis keparat itu....aku pasti membalasnya....” Arya menggeram murka.
“Tapi—“
“Aku bersyukur kau tidak terluka....”
Asuna kemudian memilih diam selesai mendengar kalimat terakhir Arya, keduanya sampai tempat yang seharusnya adalah pintu masuk markas sesudah berjalan sekitar lima belas menit. Tak berselang lama suara deru angin bersamaan sosok naga keemasan muncul menghampiri mereka dengan kecepatan tinggi.
Ultra sang Elemental Dragon milik Elizabeth mendarat, delapan orang berpenampilan acak – acakan serta dibalut perban melompat turun terburu – buru, dua diantaranya bergegas mendatangi Arya dan mengeluarkan beberapa peralatan.
“Teman – teman? Kalian baik – baik saja?”
__ADS_1
“Pikirkan dirimu sendiri sebelum bertanya....dasar....” jawab Selena ketus melihat betapa parahnya kondisi lengan maupun kaki Arya.
“Arya...? Kau melakukan apa sampai bisa begini?” Rena menghela napas panjang tidak habis pikir.
“Umm....sedikit terpeleset....?” balas Arya hati – hati mencoba menghindari amukan.
“BERHENTI BERCANDA...!!!” keduanya membentak gusar.
Di sisi lain para Elementalist tersisa sedang bertukar informasi, Elizabeth mendesak Asuna menjelaskan alasan mengapa keadaan Arya parah sekali. Begitu pula sebaliknya Asuna pun penasaran mengapa kawan – kawannya bisa babak belur.
“Jadi....kita gagal menyelamatkan Reika....” Zayn akhirnya berucap ketika masing – masing menyelesaikan ceritanya.
“Maaf ya teman – teman....setelah merepotkan kalian semua aku....ha...ha...ha....” timpal Arya tertawa lemah karena ikut mendengar percakapan tersebut.
“Tenang saja Kapten! Lain kesempatan kita pasti merebut adikmu, meskipun sekarang dia telah menjadi Artificial Elementalist sih...” Timothy dengan perban menutupi sebelah matanya menyemangati diikuti anggukan setuju yang lain.
Asuna menyimpulkan kalau sosok penghalang delapan Elementalist adalah Sandayu usai mendengar ciri – cirinya, salah satu anggota dari Vanguard. Tetapi ia tak mengerti kenapa Sandayu dapat muncul di empat tempat berbeda sekaligus, apakah bayangannya memang sekuat tubuh utama?. Baru saja selesai diobati, perhatian Arya terusik oleh cahaya kebiruan dekat sana.
Seekor kupu – kupu melayang pelan menghampirinya, sorot mata Arya seketika berubah. Tanpa basa – basi dia menyentuhkan jari telunjuknya ke makhluk misterius tadi, tentu saja tindakan anehnya mengakibatkan semuanya menoleh.
“Arya!? Teman – teman!?”
“Alalea!?” seru mereka terkejut melihat sebuah layar seperti hologram televisi keluar entah dari mana.
“Ini sihir pengirim pesan ras Elf....bukan semacam komunikasi dua arah” Arya memberitahu sambil mencoba untuk tenang.
“Aku akan menyampaikannya sekali jadi tolong dengarkan baik – baik....Distrik Perunggu sudah berhasil dilumpuhkan....kalian harus segera kembali....Elemental City....diserang.....”
------><------
“Oya oya....aku sangat tersanjung Kaisar Iblis Timur lainnya datang mengunjungiku, tapi....aku tidak mengira situasinya akan seperti ini....hangat sekali hihihi....”
Seorang pria tampan tersenyum ramah kepada tiga Demon beraura kuat dihadapannya, tepat dibalik punggung mereka terlihat pasukan dalam jumlah besar berbaris rapi membentuk lingkaran demi mengepung kota berukuran sedang dekat lokasi mereka.
“Wahai Oldest Demon Nurahriyon, kau tentu tau makna kedatangan kami bukan?”
“Mmm....sejujurnya kupikir idiot pun dapat mengerti, lama tak berjumpa Sutoku-Tennō, Shuten-Dōji, dan kau....Hagoromo Gitsune baru? Namamu Yumemi seingatku....”
“Yumeko....tepatnya....” sahut siluman rubah berekor sembilan itu marah.
“Ahh...maaf – maaf salahku, soalnya aku kurang memperhatikan para dayang Tamamo-no-Mae” Nurahriyon menggaruk – garuk kepalanya.
“AHAHAHA....PAK TUA! SEKARANG ADALAH HARI KEMATIANMU...!!!” gelak Shuten-Dōji sembari menodongkan pentungan berduri berukuran jumbo.
“Ckk...ada apa gerangan? Siapa yang berani mengganggu tidur siangku...”
Ucapan manis tersebut menyebabkan badan ketiga pendatang kaku sesaat, perempuan berpayung merah terbang mendekat dari dalam kota. Seluruh perhatian tertuju ke arahnya, bahkan beberapa pasukan pihak seberang menelan ludah berat hanya dengan melihat kedatangannya.
“Dracula Queen....sebuah kehormatan kita bisa bertemu” sapa Sutoku-Tennō membungkuk hormat.
__ADS_1
“Kalian sungguh berpikir semudah itu menaklukan kota ini bahkan setelah mengetahui keberadaanku?” Kruel bertanya usai mendengar bisikan penjelasan singkat Nurahriyon.
Masing – masing tiga Kaisar Iblis Timur bertukar pandang sebelum mengangguk, seketika getaran hebat terjadi sampai menyebabkan kepanikan di Fenrir Tail. Nampak nun jauh diantara tentara musuh muncul sebuah bangunan aneh besar berbentuk segitiga.
Gempuran tanah asal piramida tadi bergerak cepat menuju lokasi diskusi petinggi pasukan, ketika sampai tiba – tiba keluar peti mati tinggi yang membuka terus memperlihatkan sesosok mumi. Perlahan ikatan perbannya membuka dan hadirlah laki – laki berkulit kecokelatan dengan rambut panjang.
“Pharaoh!?”
“Senang melihat kalian....Nurahriyon....Kruel.....”
“Sebenarnya kami kesini juga membawa seorang rekan tambahan....hehehe jadi kupikir apa salahnya?” Sutoku-Tennō memandang puas ekspresi terkejut Kruel.
Keikutsertaan Pharaoh menghasilkan kehebohan terutama bagi penghuni kota, hampir seluruh Demon terkuat diluar Tujuh Dosar Besar menampakkan batang hidungnya. Cukup melihat hal tersebut semua tau kalau skala pertempuran ini bukan main – main, Klan Nura serta anak buah Red Witch akan menghadapi menghadapi pasukan gabungan milik empat Demon kuat lainnya.
Bentrokan aura hebat dari piramida menghantam area sekitarnya, ada dua petarung tengah bertukar serangan tanpa alasan jelas padahal mereka memperjuangkan sisi yang sama. Pharaoh melirik ke belakang lalu memijit dahinya. “Maaf ya, dua jendral perangku memang agak tidak sabaran. Dasar Set dan Horus....”.
“Karasu-Tengu? Ibaraki-Dōji?” panggil Nurahriyon.
“Iya...” dua sosok Demon segera hadir dibelakangnya.
“Mereka adalah tanggung jawab kalian....”
“Dimengerti Sōdaishō!”
“Kau....” Shuten-Dōji mengkerutkan wajahnya geram.
“Yo Aniki....bagaimana kabarmu?” sapa Ibaraki-Dōji santai.
“Biar kuperjelas untuk terakhir kali, kalian sungguh mau berperang? Momen ini hanya bakal menguntungkan para Nishi Demon....”
“Tolong jangan membicarakan Demon Barat seolah aku tak termasuk golongan mereka” Kruel menyeletuk heran.
“Kita teman Kruel, jangan terlalu dipikirkan....”
“Bukankah pertanyaanmu sedikit terlambat Nurahriyon?” Sutoku-Tennō bersama rekan – rekannya mengambil posisi siap tempur.
“Hadeh....kalian yang minta....Nenekirimaru Ultimate Form....Gesshoku...!!!” kata Nurahriyon mengayunkan pedang berlapis energi berwarna gelap.
JDUAAAARR....!!!
- Great War Arc Status: Begin -
^^^
__ADS_1
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.