Elementalist

Elementalist
Chapter 199 - Berbagi Kesedihan


__ADS_3

“Edlyn!? Edlyn.....!!??” teriak Elizabeth sembari menghindari berbagai serangan dari pertempuran.


Ia berenang meliuk – meliuk kesana kemari berusaha menemukan putri kedua kerajaan Atlantos, geram tuk kesekian kalinya mendapat gangguan. Elizabeth mengeluarkan morning star miliknya, Theia. Kemudian menghabisi siapapun manusia ikan yang menghalanginya.


Gadis bertubuh mungil ini nampak layaknya seorang malaikat pencabut nyawa berparas manis tengah berjalan santai mencari sasaran berikutnya pada medan peperangan. Tiap Werebeast Faksi Laut hanya membutuhkan satu hantaman bola besi tajam agar tidak bergerak kembali.


“Ikan – ikan teri sialan! Benar – benar tak ada habisnya ya! Ugh!? Edlyn kau dimana!? Kyaaa....menjauh brengsek! Aku benci bau amis! Bagaimana kalau kak Arya merasa kurang nyaman didekatku!”


BAMM! BUMM! BANG!!!


Selesai menghabisi selusin musuh, mata tajam Elizabeth mendapati sesuatu dikejauhan. Tanpa membuang – buang waktu dia melesat ke arah tujuan, lawannya menyadari kedatangan si anak perempuan pirang dan menyambutnya memakai senjata.


TRANG!!!


“Kau....teman bocah es sial itu....”


“Elizabeth!?”


Edlyn berseru gembira melihat Sang Elementalist Cahaya, beberapa saat setelah terpisah dari Arya. Edlyn mencoba mencari keberadaan kakaknya sambil bersembunyi menghindari sergapan kawanan Werebeast. Namun sayang dirinya malah bertemu salah satu Mythical Werebeast.


Wanio meringkusnya lalu mengikat serta menjadikannya tawanan karena tau Arya bersama Diondra tidak mungkin pergi tanpa membawa Edlyn. Sehingga dipastikan keduanya pasti akan mencari gadis tersebut.


“Berani sekali kau menyentuh Tuan Putri....juga jaga mulutmu keparat! Kau pikir siapa yang kau hina barusan hah!?”


“Apa!?—“


JDAARR!!!


Tubuh Elizabeth memancarkan sinar berwarna kuning cerah sebelum meledak, Wanio mundur masih memegangi tawanannya. Ia menjerat Edlyn menggunakan benang kail miliknya agar lebih leluasa menghadapi si pendatang baru ini.


“Ckk!? Menghadapi para Elementalist sungguh merepotkan!” Wanio menggeram muak.


WUSHH!!!


“Kau pikir kenapa kami dianggap istimewa?” tanya Elizabeth tiba – tiba sembari muncul begitu saja dihadapan sang buaya purba sambil tersenyum lebar.


“Cela—“


“Sparkling Deep Sea Light!”


Setiap anggota badan Elizabeth perlahan menjelma menjadi cahaya kemudian menerjang Wanio dengan kecepatan tinggi. Wanio mengumpat putus asa sebab babak belur dihajar Elizabeth sementara dirinya tidak mampu menyentuh lawannya sehelai ramputpun.


BAK! BUK! BUAKHHH!!!


“Dapat!” Elizabeth berseru puas ketika sukses merebut Edlyn sesudah mendaratkan kurang lebih seratus serangan.


“Jangan pikir kalian bisa lolos mudah!!!”


“Edlyn sebaiknya kau berlindung dibelakang—“


BUMMM!!!


“Apa – apaan!? Jangan – jangan itu....” Wanio membelalakan mata.


“Eh?”


Pusaran air raksasa yang terlihat seperti tornado di dalam air berdiri tegak dekat lokasi mereka berdiri, tubuh masing – masing perlahan mulai terseret menuju pusat perputarannya. Ketiganya pun terpaksa ikut karena tak kuasa melawan.

__ADS_1



“Arusnya terlalu kuat! Edlyn pegang tanganku! Jangan sampai terle—WAAAA.....!!!”


------><------


Kemunculan Kevin menunggangi Ecuxor benar – benar menjadi mimpi buruk bagi para prajurit Werebeast Faksi Laut. Besarnya badan Ocean Eel Eater sangat mudah melibas mereka seakan semut, terlebih Kevin melapisi petir dalam radius sekitar Ecuxor sehingga musuh tersetrum dan kesulitan bergerak.


“AKHHH....!!!”


“Enyah kalian manusia – manusia ikan menyebalkan!” teriak Ecuxor buas.


“Tuan belut? Hati – hati, kalau sampai lengah kita bisa—ATAS!!!“


WUSH!!! BUMMM!!!


Meski Kevin sempat memberi peringatan, ia terlambat menghentikannya. Balaeno menyerang melalui titik buta sembari mengayunkan kuat trisulanya mengenai kepala Exucor, keduanya terjatuh menghempas dasar laut.


Serangan Balaeno begitu dahsyat sampai mengakibatkan pusaran air membentuk dinding mengitari lokasi ketiganya layaknya penjara. Terdengar teriakan – teriakan terkejut orang yang ikut terbawa arus kuat barusan, tubuh Exucor menggeliat kesakitan menyebabkan kumpulan pasir terangkat.


“Tuan belut!?”


“Kau pikir akan kubiarkan kalian berbuat semena – mena disini?”


“Mythical Werebeast?!”


“Terimalah....!!! Whale Trident!!!”


TRANK! BUAKHHH!!! SRR....!!!


SRRTTT!!!


“Jangan meremehkanku paus bodoh!” kata Kevin kesal dengan tubuh dilapisi aliran petir kekuningan.


“Omong kosong! Hyaaa!!!”


“Electric Smite!!!”


“Gigantes Crusher!!!”


JDUAARRR!!!


------><------


“Apa gadis disana itu benar – benar Rena....?” Arya bergumam, mulutnya terbuka lebar masih nampak takjup.


Dikejauhan terlihat Rena bertarung satu lawan satu menghadapi Shayu, naga – naga tamanan ciptaan Rena menjadi momok tersendiri bagi sang Megalodon. Karena mereka menekannya sehingga sulit menyerang maupun bertahan.


“Bukan hanya kau yang bertambah kuat, sini biar kusembuhkan lukamu terlebih dahulu....”


Selena menutup titik – titik tertentu di tubuh Arya tempat lebam dan juga lukanya berada menggunakan air khusus miliknya, cahaya biru menenangkan perlahan terpancar. Arya bisa merasakan cederanya pulih secara bertahap.


Selama pengobatan, Selena bercerita tentang betapa kerasnya Elementalist – Elementalist berlatih sejak Arya mengalami Self Freezing sepulang dari msisi Zoonatia. Kata – kata Alalea seolah menyadarkan mereka betapa lemahnya diri masing – masing serta ketergantungan tinggi terhadap Arya.


Semua berusaha supaya Arya sebagai Ketua Elementalist tidak menanggung setiap beban sendirian. Arya menatapnya dengan sedikit aneh sebelum berkata. “Terima kasih, tapi begitulah tugas dan tanggung jawab pemimpin....”.


“Kau salah, kami adalah temanmu. Kau bisa berbagi apapun bahkan kesedihan, bukan cuma kebahagiaan” balas Selena menggelengkan kepala.

__ADS_1


“Huh? Kenapa tiba – tiba—“


“Soal Amira.....”


DEG! DEG!


Seketika badan Arya berubah kaku, kedua lenganya mengepal teramat kuat sampai mengeluarkan darah. Selena menyentuhnya sembari meneteskan air mata, gadis tersebut menangis penuh penyesalan.


“Hiks....aku sungguh menyesal.....maaf tak bisa membantumu menyelamatkannya....”


“Itu bukanlah kesalahanmu, kita belum saling mengenal satu sama lain....”


“Kenapa saat di Dragon Island sebelumnya kau tidak memberitahuku?”


“Hah....sebab menurutku....sedikit kurang adil mengatakannya sementara dialah yang ingin menolongmu dan si kucing waktu itu....bukan aku” jawab Arya membuang muka selesai menghela napas.



Tanpa menunggu Selena merangkul Arya, seakan mencoba mengambil rasa sedih juga penderitaanya selama ini kehilangan seseorang yang ia kasihi. Arya membalas pelukan Selena, sang Elementalist Es mengelus rambutnya lembut.


“Sial.....kenapa malah jadi sedih begini sih....”


“Sinikan tanganmu biar aku lepaskan borgol terkutuk it—“


BUMMM!!!


Terjadi getaran hebat bak gempa kecil setelah suara tadi terdengar, arus air seketika bertambah kuat kemudian menarik mereka menuju tengah markas Faksi Laut dimana pertempuran sedang memanas.


“Kyaaa....!!!”


Pusaran air perlahan menghisap Arya, Selena, Neptune, dan Diondra. Terlihat banyak korban lain telah masuk ke dalam fenomena berbentuk layaknya lubang hitam tersebut. Arya berpikir cepat mencari jalan keluar.


“Selena!?” teriaknya.


“Aku mengerti!”


Kurang dari satu detik, Selena mengendalikan air disekitar sana membentuk dinding agar tidak mempengaruhi keempatnya. Arya cepat – cepat mencari letak posisi Rena, nampak si perempuan berambut hijau dalam keadaan aman berkat perlindungan tiga kepala naganya.


Arya meminta tolong agar kedua pegelangan tangannya dilepaskan, menggunakan satu ayunan tangkas. Selena membelah Imperium Restrain memakai Leviathan, langsung saja Agnet luar biasa merembes dari dalam tubuh Arya.


CTAK!


“Akhirnya....Mandalika? Efbi? Safira?” panggil Arya setelah memukulkan kepalan ke telapak tangannya sendiri.


‘Iya!’


“Waktunya pertunjukan....Selena? Lindungi Raja Neptune serta Putri Diondra”


“Eh? Tentu, kau hendak melakukan apa?” Selena menyeletuk curiga.


“Lihat dan perhatikan....Tingkat Kekuatan Tahap Pertama.....”


“Mustahil....Arya jangan – jangan kau....sudah menguasai Master?!”


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.

__ADS_1


__ADS_2