Elementalist

Elementalist
Chapter 83 - Melodi Sendu


__ADS_3

Dia tidak tau sejak kapan, tapi sepertinya hubungan antara Alalea dan Elementalist perempuan lainnya sudah membaik. Mereka terlihat bercengkrama serta tertawa bersama, Arya bersyukur hal tersebut dapat terjadi.


“Apa kalian tau sesuatu?” Arya bertanya pada teman – temannya.


“Lebih baik kau menutup mata dan pura – pura tidak tau saja Kapten, pertemanan wanita itu rumit. Senyum mereka penuh kepalsuan” saran Timothy.


“Wow, kelihatannya kau cukup ahli dalam hal ini” Kevin mengomentari, terdengar jelas nada meremehkan dari suaranya.


“Heh, kau hanya tidak tau jumlah hati perempuan yang sudah aku taklukan”


Arya, Kevin, Ali, Zayn, dan Eridan saling pandang satu sama lain setelah mendengar perkataan Timothy. Sebelum akhirnya tertawa lepas.


“Pfft!? Phuahahaha”


“Apa?! Kalian tidak percaya kalau aku ini playboy sejati?”


“Untuk apa kau membanggakan hal tidak penting seperti itu sih?” timpal Arya menggelengkan kepala heran.


‘Kalau kata – kata tadi keluar dari mulut Kapten sih aku bisa percaya’ Ali terkikik geli.


“Kenapa aku jadi disangkut pautkan?”



“Kawan, aku tau kau orang yang suka pamer. Tapi tadi itu agak....” Kevin menepuk pundak Timothy.


“Kalian....ini....ugh.....Lihat saja nanti. Akan kutunjukkan pesonaku pada seluruh dunia!”


“Bagaimana menurutmu Eridan, apakah Timothy terlihat cukup menarik untuk seorang Elf sepertimu?” tanya Zayn.


“Akukan seorang laki – laki Tuan, kenapa kita tidak bertanya kepada Putri Alalea saja?”


Akhirnya mereka memanggil Alalea, tidak disangka para gadis lain ikut mendekat. Kemudian Kevin kembali menanyakan pertanyaan yang diajukan Zayn kepada Eridan beberapa saat lalu. Ekspresi wajah gadis – gadis itu seketika berubah.


“Cukup! Kalian tidak perlu menjawabnya, aku sudah paham hanya dengan melihat perubahan tatapan mata kalian. Kumohon....!!!” jerit Timothy disusul suara menahan tawa Arya bersama yang lainnya.


------><------


Karena Ujian Elementalist telah usai, sekarang waktunya mengambil tindakan serius perihal organisasi Pax dan Fatum. Dampak dari kemunculan sesaat Elemental City sangat dirasakan oleh anggota – anggota Pax berbagai ras.

__ADS_1


Fatum membentuk banyak gerakan untuk menekan perkembangan Pax yang dimotori oleh para petinggi empat ras besar lainnya. Hal ini menyebabkan menumpuknya permohonan bantuan ke Elemental City.


Pengawas Astral menyampaikan informasi dua organisasi tersebut kepada Elementalist lain yang belum mengetahuinya. Berhubung Arya dan Rena tidak perlu diberitahu, mereka dikirim untuk melaksanakan misi permintaan anggota Pax diluar Elemental City.


Hal itu juga betujuan demi menguatkan pengaruh mereka di dunia, sehingga Fatum tidak bisa bertindak semena – mena terhadap para anggota organisasi Pax. Teman – teman Arya dan Rena juga segera dikirim ke berbagai penjuru begitu tau garis besar permasalahannya.


Semua misi dilaksanakan diluar Elemental City, selain menambah kuat pengaruh Pax. Juga dapat memberikan banyak pengalaman bagi para Elementalist. Misi biasanya selalu dibagikan secara kelompok. Satu tim terdiri dari dua Elementalist.


Diusahakan terjadi perputaran anggota setiap misi berganti, walau begitu tim utama Arya tetaplah Asuna. Mereka sudah menyelesaikan beberapa tugas sampai saat ini, Alalea sendiri tidak berdiam diri saja.


Ia bertugas sebagai penyortir permintaan dari anggota – anggota Pax, bersama Astral. Dialah yang membagikan misi kepada para Elementalist, walau selalu memberikan pandangan yang Arya rasa penuh ancaman setiap melihat dirinya pergi mengerjakan misi bersama Elementalist - Elementalist perempuan.


Sisa Pengawas Ujian bersama Eridan dan Sepuluh Penjaga Azuldria bawahan Alalea bertanggung jawab atas keamanan Elemental City selama para Elementalist tidak ada. Mereka tersebar disegala penjuru kota.


Mengingat rawannya pertahanan jika sampai Elemental City diserang sewaktu Arya dan kawan – kawan sedang melakukan misi. Hal ini termasuk akibat dari kemunculan Elemental City beberapa waktu yang lalu.


Melaksanakan misi sebenarnya cukup menyenangkan bagi Arya, dia bisa melakukan perjalanan dan bertemu banyak orang baru dengan tujuan sama. Perdamaian untuk semua ras, puas juga rasanya ketika menerima ucapan Terima Kasih dari mereka yang telah dia bantu.


Perburuan besar – besaran anggota Pax benar – benar menyulitkan banyak pihak. Sudah tidak terhitung lagi berapa orang tak bersalah menjadi korban pembantaian, pemukiman dibakar, dan masih banyak lagi.


Bahkan situasi Fairy Forest sekarang cukup mencekam, karena munculnya perlawanan – perlawanan terhapat keputusan Diana untuk pro kepada Manusia. Sempat terdengar juga adanya rencana kudeta tahta Kerajaan Elf.


Masih banyak dukungan kepada Ratu diberikan oleh anggota keluarga – keluarga besar Azuldria, Rodria, dan Blandria. Sedangkan Negdria bersama Orodria secara terang – terangan menunjukkan oposisi terhadap keluarga kerajaan.


Sudah bukan rahasia umum kalau Orodria ingin menguasai tahta sekali lagi, sementara Negdria posisinya semakin terpojok akibat salah satu calon Ksatria Pentagram dari keluarga mereka ketahuan bekerja sama dengan Demon demi membunuh Ratu.


Intinya sekarang diseluruh penjuru dunia, kondisi sedang memanas. Salah langkah sedikit saja, maka perang antar ras akan pecah.


Arya kembali ke Elemental City setelah selesai menyelesaikan salah satu tugas bersama Asuna, mereka berpisah ketika dia memutuskan kembali ke kamar untuk istirahat sementara gadis itu memilih membersihkan diri terlebih dahulu.


Ketika sedang berjalan dengan langkah loyo, telinga Arya menangkap suara yang menarik perhatiannya. Ia kemudian memutuskan mencari dari mana suara tadi berasal, akhirnya Arya dituntun menuju salah satu ruangan dengan pintu terbuka sedikit.


Diapun mengintip dari celah pintu tersebut, terlihat seseorang sedang memainkan alat musik Guzheng ditengah ruangan. Tangannya begitu lincah memetik tiap senar tanpa ada nada yang salah sedikitpun.



Tanpa terasa air mata mulai membasahi wajah Arya, permainan Pengawas Romero benar – benar menyentuh sekaligus membuat hatinya sesak. Dia bisa merasakan perasaan pria itu dari lagu yang dibawakannya.


Walau hanya alunan instrumen, kesedihan mendalam benar – benar terasa jelas. Arya seakan paham bagaimana rasanya tidak memiliki kemampuan untuk melihat. Itu membuatnya besyukur sepenuh hati dilahirkan tanpa memiliki kekurangan fisik seperti Romero.

__ADS_1


Lagunya tiba – tiba berhenti, Romero mengatur senar Guzheng miliknya sebelum berbicara.


“Tuan Arya, masuklah. Lap air mata anda dengan tisu ini”


Arya melakukan seperti yang disuruh, ia menatap wajah Romero tersenyum lembut kearahnya.


“Apa sudah baikan? Maaf saya tidak bermaksud membuat anda bersedih mendengar lagu itu”


“Sudah lama kita tidak berbicara seperti ini, anda terlihat sehat Pengawas. Lagunya sungguh menyentuh” puji Arya.


“Terima kasih, aku menuangkan seluruh perasaanku saat membuatnya” mata Romero yang terpejam semakin membuat Arya merasa serba salah ketika berbicara.


“Apa....sulit untuk menjadi dirimu Pengawas”


Romero tertawa kecil mendengar pertanyaan itu, perlahan ia memainkan Guzheng miliknya dengan tempo lambat.


“Sangat sulit, bahkan mungkin mati pun lebih baik. Tetapi guru selalu mengingatkan saya untuk bersyukur. Walau tidak dapat melihat, saya masih beruntung memilki indera pendengaran, penciuman, pegecap, dan peraba.


Banyak orang diluar sana tidak seberuntung itu, mulai dari situlah saya berusaha menutupi kekurangan yang saya miliki menggunakan apa yang saya punya”


Arya tidak tau harus bilang apa, ia kehabisan kata – kata untuk dikeluarkan dari mulutnya.


”Kalau anda menangis lagi saya semakin merasa bersalah Tuan” ujar Romero lembut.


“A...ak...aku tidak menangis” cepat – cepat Arya berusaha menguasai diri.


“Bukankah anda cukup mahir bermain alat musik Tuan? Bagaimana kalau kita berduet?”’


“Aku cuma bisa beberapa alat musik sederhana saja, tunggu dulu. Bagaiamana anda bisa tau?”


“Napas panjang, ujung jari kasar, dan sedikit kecurangan. Hehehe Putri Alalea pernah bilang dia melihat anda memainkan seruling daun”


“Itukan bukan alat musik” Arya berkata heran.


Romero kemudian memberikan Arya sebuah seruling bambu, suara lantunan Guzheng dan Seruling Bambu bergema keseluruh pusat Penelitian. Membuat hati mereka yang mendengarkan terisi oleh ketenangan serta membuat tidur orang – orang menjadi nyenyak malam itu.


Author Note :


Untuk yang penasaran gimana suara musik mereka, bisa dicari di Yotube. Ketik aja Bamboo Flute - Guzheng. Enak didenger buat belajar, tidur, dan nulis tentu saja (buat saya). Apalagi untuk baca novel - novel Wuxia & Xianxia recommend bgt. Baca Journey to Immortality atau Legenda Pendekar Naga sambil denger lagu ini dijamin feelnya beda (silahkan dicoba!) (๑˃̵ᴗ˂̵)و

__ADS_1


__ADS_2