
“Engh....tubuhku lemas sekali....”
Arya terduduk sambil memegangi kepalanya, dia baru saja tersadar sekitar satu menit lalu. Setelah melihat sekeliling sebentar, kesimpulan yang didapat adalah sepertinya ia dibawa oleh teman – temannya ke ruang perawatan akibat pingsan selesai adu panco melawan Daniel.
Tenggorokanya benar – benar kering, untungnya terdapat segelas air minum dekat tempat tidur. Sewaktu berusaha meraih kemudian menempelkan bibir ke sana, terdengar ledakan teramat besar sehingga menyebabkan cairan dalam wadah kecil tersebut berceceran.
JDUARRR!!!
“Apa – apaan!?”
Derap kaki memenuhi lorong depan pintu kamar sebelum akhirnya terbuka, wajah pucat pasi Laura nampak dan semakin membuat Arya khawatir juga penasaran. Berusaha mengatur napas, gadis itu menunjuk arah datangnya tadi.
“Syukurlah....kau....hah....sudah bangun, kita....harus lekas kembali....ke arena....”
“Sesuatu terjadi? Di mana yang lain?” Arya buru – buru minggat dari atas kasur.
“Sedang menonton pertandingan tim B”
“Lawan?”
“Candidate of Destiny A” jawab Laura lemah.
Ekspresi Arya berubah gelap, tanpa menunggu lama dia melesat cepat meninggalkan Laura. Sesampainya di podium penonton, pemandangan kurang mengenakkan menyambut. Friska dan Ryan tengah berhadapan.
Tubuh si bocah laki – laki berambut kemerahan telah babak belur sementara musuhnya mengguyurkan setetes keringat saja tidak, empat anggota Figment Squadron B lain yaitu Shaqihr, Ikey, Hanna, serta Fibetha terbaring tak berdaya sekitar Ryan.
Laura berhasil menyusul Arya beberapa saat kemduian, sehabis berlari tergopoh – gopoh. Diapun menjelaskan situasinya, sejak awal pertandingan. Friska maju seorang diri, tidak membiarkan ada Candidate of Destiny lain ikut campur.
“Dalam sekejap....Black Mara melibas mereka....levelnya benar – benar berbeda....” Laura menutup lesu.
“Ryan....langkah apa yang akan kau ambil sekarang..... Eh Laura? Itu—“ mata Arya menangkap barang – barang gemerlap mengambang dekat lokasi Penyihir Agung duduk.
“Ahhh....benar, semua pusaka sudah diperlihatkan ketika dirimu pingsan. Padahal aku berharap memiliki salah satunya tapi kalau begini....”
‘Target....ketemu!!!’
------><------
“Segera menyerah, aku berusaha menyelesaikan pertandingan secepat mungkin karena berhutang padanya” ucap Friska tak sabaran.
“Heeh....apakah kejadian di pesta dansa menggetarkan hatimu Nona Lullaby?” Ryan membalas dengan senyum jahil.
“Mulutmu....cukup berisik juga yaa....biar kuberi pelajaran sedikit”
“Hahahaha terima kasih, Ladur!”
Pertarungan sekali lagi pecah, kilatan sihir – sihir Ryan menerjang ke arah musuh. Namun Friska menepikan mereka begitu mudah, lalu sebuah cahaya biru mendarat telak pada perut Ryan dan mengakibatkan ia bertelungkup memuntahkan darah segar.
“Berakhir.....”
“Cuih!? Sial....ugh....aku masih—“
“Oi Wibu!?”
“Eh?”
__ADS_1
“Apapun kehilanganmu, kau dapat menemukannya lagi. Tapi apa yang kau buang, kau tidak akan menemukannya kembali” teriak Arya sembari menunjuk punggung pergelangan tangannya sendiri.
“Kenshin.....?” Ryan bergumam pelan kemudian tumbang.
Hampir seluruh isi tempat diadakan Five Heavenly Stars Tournament melirik Arya akibat kata – kata anehnya barusan. Jatuhya Ryan adalah pertanda kemenangan bagi Candidate of Destiny, kelima penyihir muda Figment Squadron segera diurus oleh para medis.
Arya bergerak cepat menyusul dan meminta Laura tuk mengabari sisa anggota lain, ketika Shaman – Shaman petugas pergi meninggalkan ruangan perawatan. Ryan bangkit sambil memasang wajah masam.
“Kau....kenapa menyuruhku menyerah? Kesempatan apa yang kau maksud tidak boleh terbuang? Aw! Aw! Aw! Tulang rusukku sepertinya tegeser”
“Sssstt!? Pelankan suaramu, kau bisa membangunkan mereka. Untunglah luka kalian nampaknya tak terlalu parah”
“Tidak terlalu parah eh? Kau masih belum menjawab pertanyaanku”
“Pulihkan cederamu secepat mungkin, sudah waktunya kita meninggalkan Magihavoc” ujar Arya serius.
“Hah!? Sekarang!? Walaupun pusaka – pusakanya telah terlihat, kau sungguh ingin merebutnya dalam situasi penjagaan ketat seperti saat ini?!” Ryan mengangkat alis keheranan.
“Tenanglah, aku punya rencana. Serahkan sisanya padaku”
“Hah....setiap dirimu berkata begitu, entah mengapa aku tau kalau semuanya akan berjalan sesuai keinginanmu”
“Tepat sekali, sebab aku telah menyiapkan semuanya sejak baru tiba di kota ini hehehe. Setuju?”
PLAK!!!
“Pastinya!” Ryan langsung menepuk keras telapak tangan sahabatnya.
------><------
“Cih!? Berisik!!!”
Sierra menggeram kesal selesai mengelap bibirnya yang berdarah, Edruivior cuma terkikik geli sambil terus menyerang. Five Heavenly Stars Tournament menyisakan dua pertandingan lagi, yaitu semi final The Figment Squadron A melawan Candidate of Destiny B sekarang dan final di mana tim pimpinan Friska sudah menunggu.
Bisa dibilang jika turnamen tahun ini dikuasai oleh perwakilan Divina Academy, gelar sekolah sihir terbaik memang masih pantas disematkan kepada mereka. Tidak seperti pertarungan – pertarungan kelompok sebelumnya.
Kesepuluh pasang Witch beradu secara frontal, masing – masing berhadapan melawan Class miliknya. Bahkan para Shaman sekalipun tak ragu ikut maju, Laura beberapa kali saling melempar kutukan berbahaya dengan musuh.
Arya sendiri menghadapi gadis Necromancer tim seberang, ia sesekali memperhatikan sekitar disela – sela waktu menghindari serbuan Undead. Menjaga keselamatan anggota lainnya yang membutuhkan bantuan.
“White? Kau....meremehkanku, tunjukan kemampuanmu” gertak perempuan itu memperbaiki posisi topinya.
“Maaf, tapi....semua akan indah pada waktunya!!!”
WUSH!!!
“Apa!?”
Dalam satu tarikan napas, Arya memperpendek jarak antara mereka sebelum melepaskan sihir peledak dari dekat sehingga membuat sang Necromancer Candidate of Destiny B terdepak keluar arena.
‘Sebenarnya aku mau menggunakan kekuatan fisik, tetapi ada beberapa orang melakukan pengawasan teliti akibat perbuatan Safira sebelumnya’ batin Arya lelah.
Segera saja perhatian anggota lain terpecah karena efek keberhasilan Arya, perlahan namun pasti. Dia menjelajahi arena memberikan bantuan, mengacaukan ritme pergerakan musuh. Sampai hanya menyisakan Edruvior seorang.
__ADS_1
“Kau terkepung Tuan, Game Over” Arya menodong menggunakan tongkat sihirnya.
“Heh....berani sekali sampah seperti kalian meremehkan aku!!! Retipuj!!!"
SRRTTT!!!
Agnet luar biasa melapisi sekujur tubuh Edruvior, kerikil – kerikil yang memenuhi permukaan arena terangkat ke udara dibuatnya. Sewaktu Arya mau memberikan komando, Sierra melangkah maju sembari minta maaf.
“Kumohon izinkan aku menghadapinya”
“Huum, kami percaya padamu”
“Majulah Sierra” tambah Kyra menyemangati.
“Terima kasih, Ardni!!!”
Efek hampir sama disebabkan juga oleh jurus Sierra, kedua Le Rogue bersaudara saling tatap sebentar sebelum menerjang dan mengayunkan tinju terakhir.
BUAKHH!!! JDUAR!!!
Debu menyebabkan pandangan terganggu, saat semua kembali normal. Sierra berdiri kokoh di arena sementara tubuh Edruvior menabrak dinding podium hingga berlubang.
WAAA!!!
“SIERRA!!!” ketiga gadis Figment Squadron lain langsung memeluknya penuh suka cita.
Dengan ini final yang ditunggu – tunggu antara Candidate of Destiny A melawan tim kuda hitam dibawah pimpinan Arya White benar – benar terwujud.
------><------
“Aku tak menahan diri, kuharap kau mengerahkan seluruh kemampuanmu” Friska tanpa alasan jelas tidak mampu menatap mata Arya.
“Iya, aku usahakan tidak mengecewakanmu”
Begitu kedua ketua selesai saling menyapa dan kembali ke kelompoknya, wasit seketika memberikan tanda dimulainya babak final Five Heavennly Star Tournament.
“Bagaimana keadaaan kalian?”
“Tak pernah lebih baik lagi” sahut Sierra semangat.
“Heem, baguslah kalau begitu. Tolong berikan aku sedikit ruang”
“Eh?”
Arya perlahan maju, setiap dia melangkah. Aura gelap nan pekat menyelebungi sekitarnya sampai membentuk sebuah jubah aura hitam, persis sama dengan yang digunakannya ketika melakukan kedatangan spektakuler beberapa waktu lalu.
Bayangan pada kaki Arya perlahan melepaskan diri menjadi lima bagian lalu dari sana bangkit sosok – sosok berlapis baja. Mata mereka menyala seperti api, hanya melalui tekanan hawa keberadaan saja sudah mampu mengakibatkan penonton kesulitan bernapas.
“Archaic Magic, Death Orchestra of Five Main Chess Pieces”
Author Note (PENTING) :
Halo semua, saya ingin menyampaikan sebuah pengumuman. Dari pada kalian menghabiskan uang melaui platform MT maupun NT yg tdk bisa langsung diterima oleh para author kesayangan kalian, sekarang dukungan tersebut dapat segera dinikmati melalu link di sini Karyakarsa.com/ AryaFP (gk usah dikasi spasi). Karya Karsa merupakan platform mediasi fans agar bisa menunjukan apresiasinya secara langsung pada konten creator. Di sana kalian dapat memberi makan author untuk tetap bisa bertahan hidup di akhir bulan (All Hail Mahasiswa!). Harganya pun dijamin terjangkau sesuai pasar. Terima Kasih ^_^
__ADS_1