
JGERR....!!!
Ledakan luar biasa pertemuan ketiga serangan kiriman Elizabeth, Selena, beserta Kyra menciptakan hembusan angin kencang yang membuat debu menghiasai udara. Hawa panas teknik Asuna juga memaksa mereka melindungi diri masing – masing, saat pandangan semuanya kembali jernih sebuah Agnet perisai berbagai warna nampak mengelilingi anggota Fatum.
“Wah...wah...wah....anak muda memang semangat sekali ya....” komentar Kris tersenyum tipis.
Memanfaatkan momen mengejutkan keberhasilan Regulus, Kris, juga Friska menggagalkan kepungan kejutan musuh. Datang dua sosok beraura kuat menubruk Selena maupun Elizabeth dari atas hingga menggetarkan tanah, sementara sihir Black Mara langsung menyerupai tangan raksasa mengincar sang pengkhianat.
“Kyaa...!?”
“Sebaiknya kau punya penjelasan memuaskan Kyra....”
“JANGAN PERNAH BERMIMPI UNTUK KABUR...!!!” Gehrig dan Hebihime mengeluarkan teriakan memekakkan telinga setelah menyusul lawan keduanya.
BRUAKH!!!
Melihat bahaya mengancam teman – temannya, Timothy mengarahkan sekumpulan benda metal yang dalam waktu singkat mengerubungi para pendatang baru itu lalu memaksa mereka melepaskan kekangannya. Baru saja hendak bernapas lega, suara desir angin terbelah menggores wajah si Elementalist besi.
Timothy terdorong mundur sembari memegangi pipinya, untung ketika memasuki tahap Master sekujur badannya sudah dilindungi kulit keperakan layaknya tempurung jadi cuma selang sepersekian detik sobekan barusan menutup lagi.
TAP....TAP....TAP....!!!
“Serahkan bocah berkarat di sana, dia mangsaku.....sentuh sehelai rambutnya maka kuhabisi kalian....” ancam bisikkan haus darah.
Avarum perlahan berjalan keluar menembus gumpalan debu dengan Sekitsui sempurna, mata Ghoul bergelar Gluttony Sins tersebut terkunci ke Timothy. Jelas sekali ia masih tidak terima atas tindakan Timothy menghalaunya waktu Asuna serta Kevin melakukan teknik sinkronisasi.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun Louis mengambil insiatif menyerang, Agnet berupa petir kehitaman mengelilingi senjatanya dan melesat begitu dirinya ayunkan. Pembukaan cukup meriah ini disambut sambaran kilat tak kalah kuatnya dari Kevin sehingga membuat kedua energi listrik beradu di udara sebelum meledak.
Elizabeth bersama Selena bangkit berbarengan terus mengeluarkan tembakan elemen menuju target masing – masing disusul oleh Lexa yang menciptakan sepasang tangan batu raksasa. Benda itu saling menggenggam siap memukul gerombolan Fatum, namun saat hampir berhasil mengenai mereka tiba – tiba gerakannya terhenti.
BANGG....!!!
“Urusan kita belum selesai gadis kecil....” Gokong muncul mendorong teknik Lexa berbekal tongkat miliknya.
Pertempuran akhirnya tidak bisa dihindari, Kris memanggil Grimoire pedangnya kemudian maju sambil melepaskan energi tebasan secara beruntun. Tetapi Zayn sigap menepis semuanya juga membentuk sayap kegelapan demi meladeni Vampir tersebut.
Jumlah orang dalam area itu kian bertambah banyak akibat datangnya bala bantuan dari dua kubu, Ali membawa Arya agak menjauh supaya tetap aman. Dari sudut pandangnya sekarang Arya bahkan kesulitan membedakan kawan maupun lawan karena saking padatnya medan perang.
JDUAR! BRUAK! KRAKK..!!! SYUU...!!!
Hanya sinar berwarna – warni dan bunyi erangan kesakitan yang dapat jelas dirasakan kelima panca indranya, dentuman kuat menggetarkan udara mencuri perhatian ketika seekor rusa kayu beradu kepala dengan domba raksasa. Sedangkan di atas keduanya pemilik mereka tengah bertarung sengit, Rena ditemani tiga kepala naga tanamanya bertukar serangan melawan Sheepya dalam Mythical Werebeast Armor.
Kondisi Kyra semakin terpojok saat diseret menghadap Merlin, Orange Witch menatapnya sinis lalu mengarahkan payungnya ke leher gadis tersebut. Kulit Kyra melepuh terbakar saking panasnya ujung salah satu Miracle Iris Catra dihadapannya.
“Inikah.....balasanmu atas seluruh bimbinganku...?”
__ADS_1
“Heh....berhenti membual, aku tau keinginanmu tamakmu mengambil Silver Cloak....” sahut Kyra tertawa hampa.
“Ahahaha....aku memang berencana membunuhmu cepat atau lambat, sayang sekali padahal aku kira kau masih bisa berguna untuk beberapa tahun mendatang....”
“Dasar wanita jahat....”
“Terima kasih atas pujiannya....” Merlin berbalik siap pergi terus mengaktifkan empat Magical Tools lain miliknya, menyerahkan eksekusi Kyra kepada Friska.
BUMM...!!!
Baru saja setengah mantra Friska dirapalkan, hujan sihir perak memaksanya mundur serta melepaskan Kyra. Sebelum dia menghempas bumi datang sosok berzirah menangkapnya lembut, Kyra tak bisa menahan air matanya ketika menyadari identitas si penolong.
“Ka...kak....hiks....”
“Bocah tengik itu....kapan akan berhenti mengacau....” desis Merlin kesal melihat kedatangan Silvesta.
------><------
“Uhuk!? Uhuk!?”
“Kapten?! Kau terlalu memaksakan diri....” Ali mendekat cemas.
Arya cuma menggeleng sembari mengatur napasnya, ia telah memegang tongkat sihirnya sekali lagi dan mengembalikan kekuatan penuh kelima makhluk panggilannya. Meski tak mampu ikut serta membantu Arya ingin setidaknya Zulqar, Luisa, Silvesta, Percivale, atau Guiliano mengurangi beban pertarungan pihak Pax.
Dia sempat bertemu beberapa wajah familiar, antaranya Callista yang melintas sebentar menanyakan keadaannya sebelum lanjut lagi mengurus masalah rumit keluarganya. Kizuna juga tadi disitu tetapi buru – buru pergi karena harus menghadapi keganasan adik seperguruannya, terakhir Shu hadir menolong membelah serangan Regulus seraya memberikan komentar santai.
“Aku tau tidak boleh menyerahkan semua ini kepada anak – anak seperti kalian....”
“Ali? Sebaiknya kamu—”
DORR....!!! SYUU....!!! CTAS...!!!
“Trick or Treat...!? Hehehe....” gumam Hayha terkikik geli usai membidik.
Sebuah peluru berukuran sedang melukai mata kanan Ali hingga dirinya jatuh tersungkur, jika tidak menggunakan kekuatan elemen pasirnya untuk membelokan arah tembakan mungkin kepalanya bisa pecah berkeping – keping.
“Ali?!” Arya berseru panik.
Sejak tadi Ali selalu melindunginya jadi wajar staminanya terkuras, Arya kaget bukan main peluang sekecil itu hampir dimanfaatkan merengut nyawanya. Melihat pendarahan hebat Arya cepat – cepat memberikan pertolongan pertama dengan memperban luka pemuda tersebut.
“Bertahanlah—“
SYUU...!!!
“Hihihi....mati kau bocah sialan!!!”
Pertahanan Arya benar – benar terbuka lebar akibat mengurus Ali, hal ini langsung dimaksimalkan Greenhook tuk menyusup berbekal gada jumbo miliknya. Namun tiba – tiba suara menggelegar halilintar terdengar dan menghantam keras Greed Sins.
__ADS_1
“Electro Punisher!”
JDUAK! SRRTT....!!! BRUAK!!!
“ARGGH...!!!”
“Sierra?” bisik Arya tak percaya.
“Kawan? Kau baik – baik saja?”
“Ryan? Kau...bagaimana? Kalian—“”
BRUK....!!!
“Maaf....hiks....maaf kami meragukanmu...hiks....” Laura menangis haru sambil memeluk Arya diikuti anggota – anggota The Figment Squandron lainnya.
------><------
“Ck...!”
SYU....!!!
Usai berdecak kesal Louis melepaskan diri dari pertarungan lalu mundur menuju tempat di mana empat petinggi Fatum berada, penampilan mereka acak – acakan serta tak sesantai sebelumnya. Meski tidak terluka parah suasana hati masing – masing buruk sebab menyadari perlawanan Pax kian menggelora.
“Bukankah sudah waktunya berhenti main – main?” goda Kris melirik rekan – rekannya.
“Kau sendiri masih menahan diri kelelawar tua”
“Aku? Hehehe kau lihat senjata pusaka di tanganku? Kupikir kalimat barusan lebih cocok diarahkan kepadamu Yang Mulia....mengingat kita belum menyaksikan Reliquia kebangganmu....”
“Cukup, terserah jika kalian ingin menyembunyikan kemampuan maksimal demi perang mendatang. Aku kehabisan kesabaran, akan kubuka kartu as milikku....” Louis memeriksa jam tangannya.
“Ohh....baik seka—“
“Ssssttt.....jangan salah sangka, aku melakukannya karena yakin mustahil kalian mengatasinya. Lihat ke atas....”
Garyu, Merlin, Kris, maupun Regulus mendongak bersamaan. Ada sebuah titik kecil menghias langit, ketika mereka memicingkan mata tuk mengetahui apa gerangan fenomena tersebut ia membesar seolah membentuk lubang hitam raksasa.
Dari dalam portal misterius itu keluar sepasang naga berwarna hijau dan merah muda, keduanya memiliki penunggang yang menenteng sayap putus besar berlumuran darah segar. Aura super mengintimadasi terasa saat sosok – sosok ini mengamati permukaan tanah.
“Ohh...omong kosong, dia pasti bercanda meminta aku turun tangan lagi setelah mengurus semua kadal – kadal tadi....”
“Hentikan ocehanmu kalau memang keberatan! Hihihi....aku menemukanmu....Onii-chan....”
“Mengapa terkejut begitu? Bagian serunya baru saja dimulai” kata Louis puas menyaksikan reaksi empat orang di sampingnya.
__ADS_1
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.