
Arya memberi nama bayi Sora White Viper tersebut Bai, ia meminta izin pada Harpyja untuk meminjam ular itu beberapa waktu ke depan. Awalnya orang – orang kelihatan heran, namun ketika Arya menjelaskan bagaimana fungsinya barulah mereka tersadar.
“Jadi begitu”
“Ide bagus”
Karena semua benda penyamaran miliknya sudah hangus terbakar, Arya ingin mengubah wujudnya bak Werebeast bertipe ular dengan Bai sebagai dalih utama. Mendapat sedikit bantuan dari Shirone juga Midori, akhirnya penampilan Arya sudah sangat menjanjikan.
Sekarang bahkan bila dia berjalan sendiri pada kerumunan kota Klouvi tidak akan ada yang dapat membedakannya dengan Werebeast lain, Harpyja juga memberikan beberapa pakaian untuk mereka bersepuluh.
Rencana pelemahan sistem pengawas akan dilaksanakan satu minggu lagi, persiapan pun mulai dilakukan. Arya memanfaatkan waktu tujuh kali dua puluh empat jam itu mengenal lebih dekat sembilan Nyanko Kyōdai.
Selain dikarenakan menyukai telinga serta ekor mereka, hal ini diperlukan demi keberhasilan misi. Lutrin, Mephi, dan Rattus senang sudah membayar kesalahannya pada Arya. Namun pengawasan ketat para Elementalist perempuan benar – benar mengintimidasi.
Sejujurnya kesembilan saudara tersebut bersikap sopan serta hormat kepada kesepuluh Elementalist, tetapi entah mengapa ada sesuatu bagai dinding pembatas tak kasat mata diantara mereka. Karena penasaran, Arya akhirnya bertanya pada Harpyja.
“Tuan Arya, anda pernah melihat seekor kucing liar? Apa dia akan langsung mendekat kepada orang asing yang terlihat mencurigakan? Walaupun jika misalkan orang tersebut memberikannya makanan”
Intinya Harpyja ingin memberitahu kalau semuanya butuh waktu, Kinichi, Kurobara, dan Namme agak dingin pada Arya mungkin akibat insiden dengan Shirone diawal. Tetapi Arya memaklumi hal ini karena tau mereka sangat menyayangi keluarganya.
Insting mempertahankan diri timbul seketika waktu Arya menyentuh salah seorang saudari mereka, namun mulai terjadi perubahan saat latihan tanding di mulai. Kemampuan sepuluh Elementalist membuat seluruh anggota Werebeast Pax tak bisa berkata apa – apa.
Bahkan orang – orang seperti Rattus Cs yang pernah melakukan sergapan tidak mengetahui kekuatan daya tempur sepuluh remaja ini, Arya begitu bersinar pada kejadian itu karena berhasil mengalahkan Kurobara dan Macow.
Dua Werebeast petarung terhebat mereka, kemudian diapun mengusulkan bagaimana kalau beberapa garis depan mendapat arahan langsung darinya. Akhirnya dia mendapat jatah melatih Hachiru dan Kyuran.
Saudari perempuan Nyanko termuda, Arya sedikit terkejut begitu mengetahui Hachiru menggunakan pedang tipis seperti katana. Gadis berambut putih ini membawa barang yang lebih panjang dari tinggi tubuhnya sendiri.
Hachiru memiliki sikap serius, penurut, dan tekun. Jadi sangat mudah dalam mengajarkan hal baru padanya. Berbanding terbalik dengan si bungu Kyuran, ia terlihat lebih malas juga pemalu. Membutuhkan lebih banyak waktu untuk mendekatinya.
Gadis tersebut menggunakan alat Knuckle besi raksasa saat bertarung, tapi sejujurnya bakat Kyuran lebih tinggi dalam bela diri dari pada Hachiru. Ketika bertarung kecepatan geraknya benar – benar mengerikan.
Tak butuh lama hubungan ketiganya semakin dekat, Hachiru dan Kyuran sangat menyukai waktu Arya memuji kemudian megelus kepala mereka. Melihat kejadian itu perlahan tapi pasti para Nyanko mulai terbuka kepada para Elementalist.
“Guru? Apa yang akan kita lakukan hari ini?” Hachiru mendekat sambil bertanya antusias.
“Guru? Aku belum pantas dipanggil begitu, cukup Arya saja ya ahaha”
“Ne ne kak Arya? Ayo kita main bersama” ajak Kyuran menarik – narik baju si Elementalist Es.
“Mmm bagaimana ya? Aku punya sedikit urus—“
“Sungguh? Tidak bisa ya?” keduanya menatap Arya menggunakan mata memelas.
__ADS_1
SRAT!
“WAA....! TOLONG....! MEDIS! RENA...?! SELENA....?! KAPTEN KEHABISAN DARAH KARENA MIMISAN!!!” Timothy berteriak histeris.
------><------
Sehari sebelum pelaksanaan misi dimulai, Harpyja meminta salah seorang Nyanko Kyōdai melakukan partroli di sekitar lokasi operasi. Namun yang disuruh malah terlihat enggan lalu berusaha menolak.
“Eh....? Kenapa harus aku?” Nashumi protes.
“Karena kau biasa terlihat mengggunakan alat anehmu berkeliaran di sana, jadi tidak akan ada warga curiga”
“Ugh....boleh saja, tapi aku tidak mau sendiri”
Seketika delapan saudaranya berpencar untuk mensibukkan diri, berusaha sebisa mungkin agar tidak menjadi orang yang disuruh menemani Nashumi.
“Begitulah, mau bagaimana lagi? Semua sedang sibuk” kata Harpyja menggelengkan kepala.
“Kalau kau bersedia, aku dengan senang hati menemanimu. Aku juga ingin melihat tata letak tempat itu” Arya muncul entah dari mana sambil tersenyum.
Dia mengabaikan tanda bahaya pemberian Nyanko Kyōdai lain, Nashumi memperhatikan dirinya sebentar sedikit ragu – ragu.
“Aku sendiri saja”
“Hah? Kenapa aku harus—“
“Kau tidak bisa bertempur bukan? Jika terjadi sesuatu ia bisa memberikan pertolongan”
“Aku hanya tinggal kabur secepat—Ah! Baiklah! Baiklah!”
Sore harinya Arya dibawa masuk ke dalam bengkel milik si Werebeast kucing, banyak sekali benda serta barang bekas di tempat itu. Tumpukan majalah otomotif manusia menggunung pada salah satu sudut.
“Dari mana kau dapatkan semua ini?” tanya Arya penasaran.
“Hmm? Banyak berserakan di jalan, karena nampak keren. Aku mengambil beberapa—“
“Kemudian malah ketagihan?”
Nashumi mengangguk, dia membuka salah satu kain penutup. Sebuah alat berbentuk motor tanpa roda terpampang jelas di hadapan Arya, Nashumi memasang helm serta kaca mata miliknya. Tanpa alasan jelas ekspresi malas gadis tersebut menghilang seketika.
Digantikan seringai senang, ia mulai memainkan gas benda itu sebelum meminta Arya untuk naik. Belum saja pantatnya mendarat dengan nyaman, Nashumi melesat begitu cepat sambil tertawa. Arya sekarang mengerti kenapa saudara – saudaranya tidak ada yang mau menemani.
“Hmm?”
__ADS_1
“Ada apa?” Arya balik bertanya.
“Tidak ada”
“Kau pasti bertanya – tanya kenapa aku tidak berteriak seperti anggota keluargamu yang lain bukan?”
“Eh? Kau ini bisa membaca pikiran ya?” Nashumi melirik sedikit curiga.
“Ahaha tentu saja tidak, ngomong – ngomong apa kau membuat semua ini sendiri? Suku cadang dari mana?”
Nashumi lalu bercerita merakit benda yang dia beri nama Windwalker77 tersebut menggunakan barang – barang rongsokan kiriman Underground Paradise. Walau tak pernah melihat motor secara langsung, dirinya terus berusaha. Sampai akhirnya dapat membuat motor dari alat – alat sihir bekas itu.
“Lalu? Bahan bakarnya?”
“Angin, dia akan menyerap udara di sekitar. Kemudian mengeluarkannya lagi”
Arya bersiul pelan mendengarnya, jika buatan Nashumi ini ditemukan sejak zaman dahulu. Maka manusia tak perlu terancam sesuatu bernama Global Warming.
“Hei? Tuan Arya...?”
“Cukup panggil Arya saja”
“Heeh baiklah, aku juga tidak akan sungkan. Boleh aku bertanya sesuatu?” seru Nashumi.
“Silahkan”
“Kenapa kau suka sekali dan berusaha sekeras itu untuk mendekati kami?”
“Ahh...hehehe mungkin kau akan tertawa kalau mendengarnya” Arya menjawab pelan.
Perlahan Arya menjabarkan kepada Nashumi tentang anime juga berbagai macam hal terkait animasi. Dia pertama kali melihat gadis bertelinga kucing di sana, dan berpikir kalau menatap langsung pasti jauh lebih cantik.
Kebetulan dulu juga ia memilihara seekor kucing, namun sayang mati karena tertabrak kendaraan. Sejak dulu Arya memang sudah suka bermain bersama kucing – kucing liar di taman juga memberi makan mereka.
“Begitulah”
“Hmph!? Phuahahaha....alasan macam apa itu?! Dasar aneh!”
“Kenapa aku jadi kesal ya? Aku tidak mau mendengar kata itu dari orang yang pernah menghabiskan waktunya di bengkel sepanjang hari”
“Hahaha kau menarik sekali”
“Akhirnya aku bisa melihatmu tersenyum, semangatlah Nashumi” bisik Arya sambil mengelus kepalanya pelan.
Hari pun berakhir dengan mereka berdua diberi tatapan aneh oleh warga sekitar Kota Klouvi sampai matahari terbenam.
__ADS_1