Elementalist

Elementalist
Chapter 67 - Kelemahan Selena


__ADS_3

“Kau ini Elementalist Air bukan?”


“Mana mungkin kau tidak bisa berenang?”


“Kau bahkan tidak perlu berenang! Hanya tinggal mengendalikan air disekelilingmu saja dan kau bisa bergerak seperti seekor lumba – lumba!”


Itu adalah kalimat yang Arya ucapkan setelah mengetahui fakta mengejutkan mengenai Selena, dia tidak menyangka Selena menyembunyikan sesuatu yang begitu fatal dari dirinya. Jelas sudah alasan mengapa izin mereka bisa terhambat.


Namun ada untungnya juga pikir Arya, jika diambil kesimpulan dari tindakan kedua Tetua. Bisa dipastikan ujian mereka kali ini berhubungan erat dengan air, tapi itu tidak penting. Yang menjadi fokus utama sekarang adalah bagaimana membuat Selena mampu berenang secepatnya.


Tersisa enam hari lagi, segala cara harus dilakukan untuk menjinakkan bom waktu ini. Latihan untuk membuat Selena berenang pun akhirnya dimulai, untungnya kediaman mereka bersebalahan dengan danau. Arya curiga ini adalah hal yang disengaja.


Sepertinya Cornus dan Spina juga ingin memberikan bantuan walaupun secara tidak langsung, Arya mengajarkan Selena gerakan dasar berenang. Namun setiap beberapa kali ayunan tangan dan kaki, gerakannya berhenti.


“Hah....ini akan sulit, lagi pula aku juga tidak semahir itu dalam berenang. Aku terlalu menyepelekan masalah ini karena merasa aman satu tim dengan seorang Elementalist Air” gumam Arya pada diri sendiri.


Setelah Selena mengulangi kesalahan yang sama terus menerus, akhirnya Arya mengerti. Ia pun menyusul ke dalam air.


“Selena? Jangan – jangan kau takut terhadap air?”


“Eh?! Mana mungkin aku takut kepada air, hahaha kau ini ada – ada saja Arya. Lihat aku sedari tadi berusaha belajar berenang disini” balas Selena dengan raut wajah aneh.


“Hmm kalau begitu, coba tarik napas dalam – dalam”


“Seperti ini?”


“Benar, seperti itu”


Tanpa aba – aba Arya langsung mendorong kepala Selena ke dalam Air, beberapa menit kemudian dia muncul lagi dipermukaan sambil bernapas berat.


“Uhuk uhuk un—uhuk untuk apa itu tadi hah?!”


“Berapa jumlah jari yang aku acungkan?”


“Hah? Mana aku tau!”


“Jelas sudah, kau tidak bisa membuka matamu dalam air. Atau mungkin....tidak berani tepatnya”


“Eh?”


“Jika kau tidak ingin memberitahu alasanya tidak apa, aku tak akan memaksamu. Dengan begini latihan kita benar – benar salah total” Arya menggaruk kepala.


“Lah? Kenapa?” Selena memiringkan kepala.


“Karena seharusnya kita bukan mengajarimu untuk berenang, melainkan membuatmu bisa membuka mata dalam air. Jika berhasil, kau hanya tinggal bergerak menggunakan pengendalian airmu. Dengan begitu aku yakin sepuluh miliar persen kau akan seperti seekor putri duyung nantinya” sahut Arya percaya diri.


------<<>>------


Arya tidak tau apa alasan yang membuat Selena sulit membuka mata dalam air, dia hanya bisa menduga adanya trauma masa kecil pada diri gadis itu. Keesokan harinya Arya berusaha membantu Selena sekali lagi.


Tapi belum satu menit kepalanya masuk ke dalam air, dia sudah kembali ke tepian. Selena sebenarnya merasa bersalah dan kesal kepada dirinya sendiri, menjadi beban untuk orang lain begitu menyakitkan baginya.

__ADS_1


Setelah mengutuk diri sendiri beberapa saat, barulah dia menyadari sesuatu. Arya belum kembali, ia segera bangkit dan menelusuri penjuru sungai menggunakan matanya.


“Tidak mungkin tidak mungkin tidak mungkin! Dimana dia!? Jangan – jangan Arya tengge—“ seru Selena panik.


“Enak saja! Walaupun aku tidak mahir, dengan air setenang ini. Mana mungkin aku tenggelam” Arya muncul dari permukaan air dekat Selena.


“Pyuh...., kau ini membuatku khawatir. Kenapa lama sekali?” tanya Selena sambil bernapas lega.


“Untuk mengambil ini”


Arya langsung menyelipkan sesuatu diatas telinga kanan Selena, sebuah bunga berwarna merah muda terang.



“Cantik sekali, dimana kau mendapatkan ini?” Selena terpukau.


“Dibawah sana” Arya menunjuk danau dengan santai.


“Kau berusaha mempermainkanku ya? Mana ada bunga tumbuh di dasar danau, disana hanya ada kegelapan”


“Benar, pada kedalaman tertentu. Kau tidak percaya? Mau membuktikannya? Sebenarnya dunia diatas dan dibawah air itu tidak berbeda, hanya saja kita dikelilingi oleh udara sedangkan mereka dikelilingi oleh air”


Walau terlihat ragu diawal, akhirnya Selena memberanikan diri untuk membuktikan perkataan Arya barusan. Keduanya bersiap untuk pergi, Arya membimbing Selena masuk ke dalam air dengan memegang tangannya.


Saat seluruh tubuhnya sudah di dalam air, Selena masih menutup matanya kuat – kuat. Arya yang melihat itu segera mendekat, perlahan ia mulai mengusap kedua kelopak mata Selena lembut. Saraf tegang disana mulai mengendur.


Mata Selena terbuka dengan hati – hati, wajah tersenyum Arya langsung menyambutnya. Ketika Arya menyingkir dari hadapan Selena, matanya melebar. Sebuah pemandangan yang tidak pernah terbayangkan terpampang jelas.



“Misi selesai” batinnya senang.


------<<>>------


Setelah berhasil membuka matanya, seperti dugaan Arya. Kemampuan Selena tidak terbendung lagi, dia mungkin telah menjelajahi seluruh danau dekat kediaman mereka. Gerakannya begitu mulus dan cekatan selayaknya peri air.


Pada dasarnya kemampuan pengendalian air milik Selena memang sudah baik, tapi Arya tidak menduga pergerakannya bisa sebagus itu. Dia juga bersyukur adanya kejadian ini membuat hubungannya dengan Selena semakin dekat, Sinkronisasi sudah bukan menjadi masalah untuk mereka.


Malam itu mereka membuat api unggun dipinggir danau, Selena duduk tenang menggunakan selimut sambil menyeruput cokelat hangat miliknya. Sementara Arya sedang menulis sesuatu dengan serius.


“Hey Arya? Apa kau masih penasaran mengenai alasanku tidak bisa membuka mata?” celetuk Selena.


“Hmm? Kau mau memberitahuku?” Arya bertanya tanpa mengalihkan pandangan dari tulisannya.


“Sebenarnya....”


Selena lalu menceritakan saat dia masih kecil, sebelum kekuatan pengendalian miliknya bangkit. Dia pernah berusaha menyelamatkan seekor anak kucing yang terbawa arus, namun sial. Niat baiknya malah tidak membuahkan hasil dan malah membuat ia ikut tenggelam terseret arus sungai.


Untungnya ada dua anak seusianya datang menolong, anak laki – laki dan perempuan ini berhasil mengeluarkan Selena bersama anak kucing tersebut dari sungai.


“Aku ingin sekali bertemu lagi dengan mereka, tapi sayang aku sudah mulai lupa wajah keduanya”

__ADS_1


Tanpa Selena sadari, gerakan menulis Arya berhenti sejenak. Sebelum akhirnya berkata “Aku yakin mereka juga ingin berjumpa lagi denganmu”


“Hahaha begitukah? Aku harap juga begitu, ayolah berhenti menulis. Sekarang giliranmu untuk menceritakan sesuatu padaku” tagih Selena.


“Kenapa?”


“Karena aku sudah menceritakan cerita masa laluku padamu”


“Kan kau sendiri yang ingin menceritakannya” balas Arya cuek.


“Tidak adil! Dasar Arya membosankan! Buuhhh”


“Hah....iya – iya baiklah, kau ingin tau masalah apa?”


“Cinta”


“Hah?” Arya memalingkan pandangannya dari tulisan untuk kali pertama.


“Ayolah kau pasti ada satu dua cerita bukan?” Selena tersenyum jahil.


“Aku tidak pernah punya hubungan romantis seperti itu”


“BOHONG! Aku yakin kau pasti bohong!”


“Baiklah cukup! Kau tidak perlu berteriak, ini sudah malam. Hah....bagaimana memulainya ya? Eee apa kau percaya dengan cinta pada pandangan pertama Selena?”


“Tentu saja tidak, mana ada yang namanya cinta pada pandangan pertama” Selena menjawab enteng.


“Begitukah? Aku sih percaya”


“Ehh? Sungguh? Berarti kau pernah merasakannya bukan? Apa kau bersedia memberitahuku siapa gadis beruntung itu?” Selena mengangkat gelasnya ke bibir sambil terkikik geli.


“Tentu, dia sedang berada tepat disebelahku”


PWUH!!!


Tanpa sadar Selena meniup cokelat panasnya begitu kuat sampai tidak tersisa lagi didalam gelas, dia menoleh ke arah Arya yang masih menulis sambil memasang raut wajah datar.


“A...ap...apa? Bisa kau ulangi? Sepertinya ada yang salah dengan telingaku” bisik Selena lemah.


Author Note :


Ayo Ramaikan! Ramaikan!Ramaikan!


Ramaikan!Ramaikan!Ramaikan!Ramaikan!


Ramaikan!Ramaikan!Ramaikan!Ramaikan!Ramaikan!


Ramaikan!Ramaikan!Ramaikan!Ramaikan!Ramaikan!Ramaikan!


Ramaikan!Ramaikan!Ramaikan!Ramaikan!Ramaikan!Ramaikan!Ramaikan! Ramaikan!

__ADS_1



__ADS_2