Elementalist

Elementalist
Chapter 221 - Dalang Kejadian Whitechapel dan Pemburu Wanita Dalam Legenda


__ADS_3

Usai melemparkan Arya ke udara, Kevin mencari keberadaan si False Vanguard. Mata pria itu terkunci kepada Arya yang melesat kencang meninggalkan lokasi, namun ekspresi wajahnya masih terlihat cukup tenang.


“Kalian benar – benar pantang menyerah ya? Tapi kupikir Atalanta tak akan membiarkannya....”


Di sebuah menara pemancar sinyal bekas, nampak seorang perempuan pirang menarik busur kuat – kuat. Saking kencangnya benda tersebut bergetar hebat sementara senarnya berdesir seolah hendak putus, ia membidik ke tubuh melayang Arya.


“Raging Clouds!?”


JGER!!!


Tiba – tiba awan hitam melepaskan petir bertegangan tinggi yang menghantam menara barusan, serangan Kevin mengagetkan kedua False Vanguard. Tetapi wanita bernama Atalanta berhasil menghindar tepat waktu, sayang tembakannya gagal mengenai target.


Arya bisa merasakan hembusan angin melintas dibelakang tengkuknya saat anak panah Atalanta meleset, ketika ingin menoleh dia mengurungkan niatnya karena mengingat ucapan Kevin beberapa menit lalu.


“Kapten, kita tak punya kesempatan lain. Sekarang atau tidak sama sekali, serahkan mereka kepadaku dan rebutlah Reika sebelum musuh mencapai markas”


“Kevin lawanmu—“


“Percayakan padaku, kita teman bukan?”


“Tapi jaraknya sudah terlampau jauh....” akhirnya Arya bicara setelah terdiam cukup lama.


“Tenang, aku akan memastikanmu mengejar kesana apapun bayarannya....” sahut Kevin penuh keyakinan.


Begitulah rencana dua Elementalist ini berjalan, Arya masih terbang sembari memikirkan apakah keputusannya telah benar meninggalkan kawan – kawannya namun kemudian matanya menangkap sebuah kendaraan bermotor berwarna hitam di kejauhan.


------><------


“Kau cukup licik juga Kevin Storm hihihi.....tak kusangka kau mengetahui titik pengawasan Atalanta....”


“Apa aku harus tersanjung mendengarnya?” ujar Kevin menanggapi pujian itu.


“Hehehe menarik, perkenalkan rekanku yang berada disana adalah False Vanguard Number Four....Atalanta....sedangkan aku sendiri False Vanguard Number Three....Richard”


“Atalanta? Maksudmu pemburu wanita legendaris asal Yunani?”


“Ahh kau mengenalinya? Bagaimana denganku?” Richard bertanya balik sambil memasang pose bertopang dagu.


Kevin terdiam sejenak, berusaha mengingat – ingat tokoh terkenal bernama Richard di catatan sejarah serta sesuai dengan penampilan laki – laki dihadapannya. Namun lima menit berselang ia belum menemukan jawabannya, akhirnya dia mengangkat kedua bahunya. Tapi belum sempat Kevin mengucapkan sepatah katapun lawan bicarannya memotong.

__ADS_1


“Oh....ayolah!? Hmm....ck!? Mungkin Richard memang tidak mempunyai nama besar ya? Bagaimana kalau ini? Orang – orang lebih sering menyebutku dengan julukan Jack The Ripper....”



------><------


“Kau....pelaku pembunuhan keji dan mutilasi tersebut....” Kevin terpaku, wajahnya ikut menegang mendengar pengakuan tadi.


“Iya iya benar sekali! Bukankah aku cukup kere—“


SRRTT!!! WUSH...!!!


Tanpa menunggu Kevin langsung menerjang, aliran listrik mengikuti kemana arahnya pergi. Dalam beberapa tarikan napas ia telah berdri dihadapan musuh siap menghajarnya menggunakan Mace ditangannya, Richard terlihat cukup tenang bahkan tersenyum seperti sudah menduga semuanya.


“Hantam dia!? Chac!?”


Hantaran kilat melapisi senjata Kevin, suara benturan keras mulai terdengar disusul oleh debu yang berterbangan di udara. Kevin yakin sekali berhasil mengenai lawannya, namun betapa terkejutnya si Elementalist Petir saat menyadari Richard menahan gerakan tadi memakai sebelah tangan.


“Kau sebut ini menyerang?”


JDUAK!!!


“Oek!?”


“Silver Knives Gale....”


SYUU...!!! TRANG TRING TRENG!!! SLASH!!!


“Ugh...sial!?”



Kevin mencoba menangkis setiap benda tajam kiriman Richard tetapi jumlahnya terlalu banyak sehingga ada yang terlewat dari pengawasannya. Kevin bertekuk lutut dan terbatuk – batuk dengan badan bersimpah darah.


“Aku mengincar beberapa otot penting, seharusnya kau tidak mampu bergerak sesuka hati lagi....” Richard berjalan santai mendekat.


“Brengsek....bagaimana!?” umpat Kevin menyadari kata – kata Richard benar adanya.


“Aku cukup memahami anatomi tubuh manusia, seharusnya pendapatku tidak meleset kecuali mereka berubah dalam ratusan tahun terakhir....hehehe”

__ADS_1


“Kenapa....kenapa kau bisa memasang wajah tanpa dosa seperti itu setelah merebut begitu banyak nyawa?”


Langkah ringan Richard terhenti, untuk pertama kalinya eskpresi menyeramkan sekilas menghiasai mukanya. Dia segera mengatur emosinya kemudian berjongkok di dekat Kevin, Richard melepas topi berenda miliknya dan berkata.


“Apa kau mau mendengarnya? Kisah pembunuh berantai paling kejam yang pernah ada, dan....sedikit tambahan. Kebenaran kasusnya tak pernah terungkap.....hingga sekarang”


“Kau menganggap dirimu hebat? Kau hanya membunuh para wanita!? Dasar pengecut!?” Kevin berbisik sinis.


“Kau salah Tuan Muda, aku membunuh perempuan bukan karena aku tidak mampu menghabisi laki – laki. Hanya saja aku membenci mereka, para wanita pelaku asusila itu pantas untuk mati....” pungkas Richard, secara mengejutkan tatapan matanya berubah kosong. Aura hitam pekat merembes dari sekujur badannya.


------><------


Richard memulai sebuah kisah pilu dimana ia dibesarkan dikawasan rumah bordil, Ibunya merupakan seorang wanita penghibur. Namun beliau sangat menyayangi Richard dan diapun demikian, tapi semua berubah ketika Richard berumur dua belas tahun.


Ayahnya yang ternyata adalah seorang pengusaha kaya di masa itu menolak mengakuinya, sehingga Ibunya pun murka terus melampiaskan kekesalannya terhadap Richard. Jadi selama ini satu – satunya alasan sang ibu membesarkannya cuma ingin supaya Ayah Richard menikahinya, dalam kondisi babak belur anak kecil tersebut memperhatikan Ibunya tengah terlelap akibat mabuk berat.


Richard menggapai pisau bekas mengupas apel serta menyayat kulitnya beberapa waktu terakhir diatas meja lalu menghabisi si wanita kejam tanpa ekspresi dan pergi meninggalkan tempat tinggalnya, dia hidup dijalanan selama hampir setengah tahun hanya bergantung mengisi perut dari mengais tong sampah.


Pada akhirnya dia ditemukan oleh seorang juragan pentas drama jalanan paling terkemuka kala itu, Richard diberi sebuah rumah baru juga keahlian berlakon. Perlahan hidupnya semakin membaik, Richard menjadi bintang utama pementasan dan para penonton tak pernah tau apa kejahatan diluar sana yang dirinya perbuat.


"Kau mengatakan sebelumnya kalau korbanku hanya perempuan bukan? Sejujurnya aku mengunjungi Ayahku di malam aku menghabisi Ibuku kemudian membunuh seluruh keluarganya....sungguh memuaskan eh?” Richard nyengir lebar.


“Berapa orang kau sudah bunuh....?”


“Entahlah, polisi bahkan gagal mengetahui jumlah pastinya untuk apa aku berusaha mengingatnya? Aku mempelajari anotomi tubuh manusia dari teman, dia seorang dokter handal. Berkatnya aku cukup mahir menggunakan pisau bedah, usai memperoleh seluruh ilmunya aku membunuhnya dan sesekali menyamar sebagai dirinya ketika beraksi menghantui kota London....”


“Dasar sakit....!? Kau gila!?” kata Kevin muak, ia tidak menyangka ada individu sebrutal dan tidak bermoral layaknya Richard di dunia ini.


“Kau tau? Itulah mengapa aku satu kelompok dengan Atalanta, dia sangat waspada ditambah instingnya sangat tajam. Jika bukan ia mungkin aku akan menghabisi rekanku akibat bosan, sebenarnya alasan utama aku dimasukan ke False Vanguard dan tidak tim utama bisa jadi karena aku memang mustahil melindungi umat Manusia”


“Apa maksudmu tim utama?”


“Hmm kau tak mengetahuinya? Bukankah kalian sedang mengejar mereka? Kalau kami adalah False Vanguard apa kau tidak berpikir akan ada tim True Vanguard?” Richard bertanya heran.


“Mustahil....berarti....”



“Iyap, kemampuan masing – masing jauh diatas False Vanguard. Meski aku sendiri yakin masih mampu bersaing dengan mereka kecuali keempat kursi teratas.....”

__ADS_1


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.


__ADS_2