
“Luar biasa! Tuan muda tunggu sebentar!” sang pembawa acara berusaha menahan Arya yang sudah hendak menuruni panggung.
“Mmm? Apalagi?”
“Penampilan tadi sangat menakjubkan, berkenankah anda melakukannya sekali lagi?”
“Eh? Aku.....” Arya menggaruk – garuk kepala setelah melihat tatapan memohon pria itu.
Sontak terdengar teriakan setuju dari para penonton, sehingga terpaksa Arya kembali berdiri dihadapan piano sebelumnya. Diam sesaat karena tak tau ingin memainkan lagu apa, dengan wajah tanpa ekspresi ia pun bertanya.
“Terserah anda, kupikir apapun yang akan anda nyanyikan pasti keren”
“Tapi....”
“Kalau sulit, mungkin anda bisa menyanyikan lagu untuk seseorang....” tambah si pembawa acara tersenyum.
Mendengar kata – kata tersebut, tubuh Arya sekilas terlihat bergetar sebelum dia menggerakan jarinya diatas alat musik itu. Alunan lembut menghanyutkan semua orang, mata Arya nampak makin kosong. Bagai permukaan air tanpa dasar.
“Lagu ini kubuat teruntuk dirimu....yang tak bisaku gapai kembali....” katanya dan mulai bernyanyi.
Sebelumnya tak ada yang mampu.....
Mengajakku untuk bertahan....dikala sedih...
Sebelumnya ku ikat hatiku.....
Hanya untuk aku se....orang.....
Sekarang kau di sini.....hilang rasanya.....
Semua bimbang tangis kesepian.....
Kau buat aku bertanya....
Kau buat aku mencari.....
Tentang rasa ini aku tak me....ngerti....
Akankah sama jadinya..bila...bukan kamu...
Lalu senyummu menyadarkanku....
Kau cinta....pertama dan terakhirku....
Lirik lagu itu benar – benar menyayat hati siapapun pendengarnya. Asuna, Rena, Elizabeth, Lexa, Selena, Alalea, Callista, Kizuna, dan semua penonton tak kuasa menahan air mata. Terutama orang – orang yang tau cerita dibalik lagu tersebut.
Sebelumnya tak mudah bagiku....
Tertawa sendiri di kehidupan....yang kelam ini....
Sebelumnya rasanya tak perlu....
__ADS_1
Membagi kisahku....tak ada yang mengerti.....
Sekarang kau di sini.....hilang rasanya.....
Semua....bimbang tangis kesepian.....
Kau buat aku bertanya.....
Kau buat aku mencari......
Tentang rasa ini aku tak me....ngerti....
Akankah sama jadinya....bila bukan kamu....
Lalu senyummu menyadarkanku....
Kau cinta pertama dan terakhirku....
Bila suatu saat kau harus pergi....
Jangak paksa aku tuk cari yang lebih baik....
Karena senyummu menyadarkanku.....
Kaulah cinta....hiks....pertama dan terakhirku....
Tepuk tangan meriah mengiringi akhir penampilan Arya, dia langsung meninggalkan panggung tanpa menunggu lebih lama lagi sebab tak ingin dimintai untuk ketiga kalinya oleh si pembawa acara. Arya berjalan linglung menjauh dari keramaian.
Namun sayang gadis tersebut tak pernah sempat mendengarkannya, Arya mulai menangis. Hatinya terasa sakit sekali, setiap tahun selalu begini. Kenangan bersama Amira tidak pernah menghilang dari ingatannya sekalipun. Karena anak peremuan itulah yang membuatnya bisa seperti sekarang.
Tanpa dirinya tau, ada sesosok perempuan transparan menatapnya yang sedang meringkuk di tanah. Roh sang gadis berambut cokelat mendekat kemudian berjongkok dihadapan Arya, tersenyum lembut dengan mata berair sebelum merangkulnya.
‘Arya?.....maaf aku meninggalkanmu....maaf kalau tidak bisa selalu berada di sisimu.....kumohon maafkan diriku yang terus menerus membuatmu bersedih.....terima kasih sudah mencintaiku....Aku juga sayang padamu....’
Lalu melepasnya dengan berat hati, Amira menoleh ke arah makhluk dibelakangnya dan memberi anggukan pertanda selesai. Keduanya perlahan berjalan menjauh, setelah itu menghilang ke kegelapan langit malam. Meninggalkan Arya seorang diri masih meratapi kelemahannya.
------><------
“SELAMAT TAHUN BARU SEMUANYA!” teriak Timothy kencang.
Membuat orang – orang melihatnya dengan tatapan aneh sebentar kemudian memutuskan mengabaikannya saja. Karena tak mendapat respon seperti yang diinginkan, si Elementalist Besipun segera melapor ke Kaptennya.
“Arya....mereka jahat sekali pada—“
“Menjauh! Jangan berisik! Aku sedang latihan!” Arya menjegal kaki Timothy sehingga bocah tersebut bergelinding di lantai dan menabrak tembok.
Awal tahun merupakan hari tenang bagi semua individu di Pusat Penelitian, terkecuali Timothy. Dia selalu berteriak ke sana kemari seolah tidak bisa melampiaskan semangatnya untuk hal lain, sementara teman – temannya kebanyakan menghabisakan waktu berlatih seharian.
“Kapten? Apa yang kau lakukan pada malam tahun baru?”
__ADS_1
“Aku? Membaca buku ditemani segelas cokelat panas”
“Hah? Membosankan sekali!....kenapa kau tak keluar melihat kembang api?” seru Timothy heran.
“Diakhir bulan Desember? Saat butiran saju berjatuhan? Maaf terima kasih” Arya bergumam cuek.
Arya akhir – akhir ini berusaha menciptakan teknik sinkronisasi baru bersama yang lain, tetapi mengalami kendala besar ketika ingin menyatukan kemampuan pengendalian es dan api. Karena sifat Arya maupun Asuna benar – benar bertolak belakang.
“Harusnya kau menahan suhunya supaya lebih panas! Bukan malah mematikan apiku!”
“Lihat siapa yang bicara? Bagaimana bisa ditahan kalau panasnya melelehkan dinding es buatanku!”
“ARGH!!!!”
Perseteruan biasa kembali terjadi, dibeberapa kesempatan. Arya juga berlatih tanding melawan Alalea, Callista, maupun Kizuna. Keahlian berpedang sang putri Elf masih dibawah Arya, namun mengalami peningkatan mengerikan dari hari ke hari.
Kalau Callista, ia lebih berfokus pada kecepatan. Memanfaatkan dua pisau darah beku miliknya, gadis tersebut menyerang bagai seorang pembunuh. Oleh sebab itu Arya lebih menganjurkan dirinya latihan bersama Varuq ataupun Zayn. Tapi ditolak langsung Callista mentah – mentah.
Sementara Kizuna yang bersenjatakan busur, meminta Arya mengajarinya pertarungan jarak dekat. Dan berarti harus menggunakan Mythical Werebeast Armor, jadi keduanya sedang mencari cara memaksimalkan kemampuan Kizuna dalam mengeluarkan zirah miliknya.
Suatu hari, mereka bersepuluh dikumpulkan Pengawas Ujian. Di sana Po menjelaskan bahwa para Elementalist akan diajarkan kekuatan Agnet tahap lanjutan, ternyata dari pertemuan tersebut Arya baru tau kalau Agnet memiliki tipe – tipe berbeda.
Ada enam jenis Agnet, pertama adalah Strengthening. Jenis Agnet yang memungkinkan penggunanya memperkuat bagian tubuh, senjata, atau apapun sesuai kehendakinya. Tipe ini biasanya dimiliki oleh para Werebeast.
Kedua Manipulation, mampu membuat Agnet berubah – ubah bentuk sesuai kreatifitas si pemilik. Salah satu keahlian ras Demon. Ketiga Creation, bisa menciptakan berbagai jenis barang atau apapun untuk dimanfaatkan oleh penggunanya. Witch merupakah ras terbanyak yang punya jenis ini.
Selanjutnya Stimulation atau lebih dikenal sebagai pemicu, Agnet ini bisa menyebabkan sesuatu terjadi. Seperti ledakan bom, pertumbuhan cepat, maupun hal – hal yang perlu pancingan lain. Lalu Psychic yaitu Agnet yang bisa menggerakan benda tanpa menyentuhnya juga mengendalikan pikiran makhluk lain.
Terakhir adalah Specialist, orang bertipe Agnet Specialist sangatlah jarang. Karena kemampuannya begitu beragam dan tidak menentu, dapat memiliki potensi kegunaan luar biasa tapi juga tidak menutup kemungkinan tak bermanfaat apapun.
Rencananya selama satu bulan kedepan, para Elementalist diajarkan jenis Agnet milik masing – masing beserta pemanfaatannya supaya efektif dalam pertarungan. Fungsi – fungsi tadi harus memiliki dasar pengetahuan agar tidak salah pakai.
Cara mendeteksi tipe Agnet seseorang menggunakan alat berbentuk bola bening, jika benda tersebut berubah keras bak besi. Berarti orang itu bertipe Strengthening, kalau menjadi kenyal layaknya permen karet. Maka Manipulation.
Kemudian ketika permukaannya berubah tajam atau berduri, berarti tipe Creation. Jika bolanya pecah dapat disimpulkan sebagai Stimulation, lalu saat bola menghilang. Berarti tipe Psychic, dan terakhir sewaktu bola itu membelah diri, artinya si pemegang adalah seorang Specialist.
Pertemuanpun berakhir sampai di sana, semua kembali ke ruangan masing – masing. Di tengah perjalanan Timothy mendekati para gadis.
“Kalian terlihat santai sekali, apa tak ada yang berusaha mencari Gustav?”
“Hmm? Memangnya kenapa?” Selena bertanya.
“Eh? Kalian tidak ingat? Event paling dekat setelah tahun baru ....”
“Maksudmu.....”
“Yap, Valentine. Hihihi.....”
Author Note :
__ADS_1
Song : Sherina Munaf - Cinta Pertama dan Terakhir