Elementalist

Elementalist
Chapter 112 - Bermain


__ADS_3

“Baiklah, semua sudah siap? Misi dimulai!”


Arya bergerak diantara kerumunan padat orang – orang, malam ini sedang diadakan sebuah festival kembang api megah di Kota Klouvi. Dan menurut rencana, beberapa anggota Pax yang akan dipimpin oleh Namme dan Zayn akan menyusup ke tempat alat pengawasan berada.


Lalu meretasnya sehingga tidak dapat digunakan kembali, setelah itu barulah para Elementalist bisa dengan tenang menentukan lokasi aman koordinat pulang ke Elemental City. Hari pelaksanaan misi sengaja dipilih sekarang agar penjagaan tak seketat biasanya.


Sebagai penjamin keberhasilan, sisa anggota Pax yang lain menyebar ke seluruh wilayah kota bersiap – siap menciptakan kerusuhan jika terjadi hal tidak diinginkan. Arya adalah salah satunya, sambil mengenakan kimono juga topeng anjing hitam ia melenggang di tengah hiruk pikuk festival.



“Duh....kapan ya terakhir kali aku berdesak – desakan seperti ini, panas.....” gerutunya.


Dia beberapa kali berhenti melihat makanan dan atraksi – atraksi menakjubkan para Werebeast, Bai tertidur dibalik busana berkain hitam miliknya. Melilit ketat namun tidak kencang, apabila semua sesuai keinginan mereka. Tim peretas akan memberikan sinyal tepat tengah malam.


Ketika kembang api ditembakan, Arya berdoa semoga rencananya berjalan lancar. Tetapi ia terlalu cepat berharap, karena masalah utama muncul saat itu juga. Seseorang entah bagaimana berhasil mengendap – endap kemudian menutup kedua celah mata pada topengnya.


Pertama Arya cuma diam tak berbicara, beranjakpun dia tidak berani. Pertanyaan – pertanyaan perlahan memenuhi kepalanya. Siapa orang ini? Kawan atau lawan? Seharusnya hanya para anggota Pax yang mengenali dirinya, namun melakukan hal konyol seperti ini saat pelaksanaan misi benar – benar....


“KE-TE-MU! Tidak kusangka akan menemukanmu di sini!”


Hati Arya mencelos, dia mengenali suara ini. Gambaran pertarungan mereka kembali diperlihatkan dalam benaknya, gadis berambut merah muda berhias telinga kelinci di atas kepala berjalan melewatinya.


Perempuan itu melirik ke belakang sambil menutupi bagian depan wajahnya menggunakan kipas, kulit putih bersih nampak dibalik yukata yang dia kenakan.



“Kau seorang Werebeast? Tapi masih menyebut dirimu Demi-Human? Aneh sekali”


“Hmm? Maaf, mungkin kau salah orang. Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau bicara—“


WUSH!


Gadis tersebut melepaskan tendangan cepat ke arah wajah Arya, tetapi berhenti tepat sebelum mematahkan hidung pria itu. Angin kencang bertiup akibat gerakan tiba – tiba tersebut, Arya bisa merasakan retakan muncul pada topengnya.


Tenggorokan Arya kali ini benar – benar kering, menelan ludah saja sudah teramat sakit. Mengubah suara pun tidak akan membuat ia bisa terlepas dari situasi berbahaya di depan matanya.


“Jangan berbohong. Aku ingat sekali postur, komposisi, dan aroma milikmu”


‘Cih! Selesai sudah. Mau bagaimana lagi? Sepertinya aku harus mengikuti permainannya’


“Ahaha kau menang, senang bisa bertemu denganmu lagi Nona” jawab Arya parau.


“Ahh....jadi sungguhan kau! Waktunya tepat sekali! Ayo ikut aku!” perempuan tersebut langsung menggapai lalu menarik tangannya.

__ADS_1


“Heh? Kita mau kemana?”


“Bertemu teman – temanku”


Beberapa menit kemudian Arya sudah duduk dikelilingi enam orang lawan jenis dengan masing – masing memiliki bagian tubuh hewan, lima pasang sorot mata tidak terlepas darinya.


“Jadi bocah ini...yang mampu membuat seorang Bunny sang Rabbit Shio tergila – gila” salah seorang perempuan pemilik bulu ayam berkomentar.


“Huum benar sekali! Silahkan perkenalkan dirimu! Tak usah malu walau kami anggota Kedua Belas Shio”


‘DUA BELAS SHIO!??’


------><------


“Hah....si Kizuna itu....perempuan macam apa yang pergi ke festival mengenakan perlengkapan bertarung” Zarane menggerutu.


“Begitulah Kizuna, padahal aku sudah memberitahunya untuk lebih santai sebagai anggota baru. Tapi malah lebih memilih melakukan pengawasan di luar, benar – benar deh” komentar Jilan.


“Hei hei ayo perkenalkan dirimu, walau aku bilang tertarik. Aku pun belum pernah melihat wajahmu sebelumnya bukan?” Bunny menarik – menarik lengan kimono Arya.


GLEK!


‘Ini benar – benar gawat! Festival ternyata dipenuhi anggota Dua Belas Shio, aku harus mengabari yang lain tapi....bagaimana caranya?! Pokoknya aku harus memberi waktu untuk mereka’


Arya menghela napas panjang, perlahan tangannya mulai menggapai topeng di wajahnya. Dia tersenyum lembut kepada semua orang yang ada di sana dan membuat mereka diam untuk sepersekian detik.


“Seleramu boleh juga Bunny, kenapa kau baru membawanya sekarang?” Zarane menyeringai.


“Kalian berdua sudah punya suami kan? Pergi sana! Hush! Hush!” usir Bunny memeluk erat lengan Arya.


“Nee? Apa kau tidak bisa berbicara?” Baekho menatap tajam.


“Ahh....maaf, aku hanya terpesona dengan kecantikan kalian berenam. Sampai lupa berkata – kata”


DEG!


‘Berhasil! sepertinya aku mampu menarik perhatian mereka!’ batin Arya senang.


“Nama....?” bisik Hebihime.


“Hmm? Dari pada begitu, bagaimana kalau begini saja....


Dia meraih gelas kemudian menghentakkan meja menggunakan sebelah tangan, membuat dua buah dadu melayang masuk ke dalam wadah tadi. Arya mulai mengocok isinya sangat cepat bak seorang ahli dan mengakhirinya dengan menaruh kembali gelas pada meja.

__ADS_1


Mari bermain, jika ada yang benar menebak angka dadunya. Aku akan mengabulkan apapun permintaan orang itu, sebaliknya jika salah. Maka dia harus memenuhi keinginanku”


“Heeh....”


“Tentu saja hanya berlaku bagi yang belum menikah”


“Cih! Kau jahat sekali” Jilan dan Zarane saling menatap satu sama lain sedikit jengkel.


“Ganjil? Atau genap?” tanya Arya pelan.


“Bagaimana kalau angka kedua dadu berbeda?” Sheepya bergumam bingung.


“Kita pilih angka terbesar sebagai pemenang”


Semua orang terdiam beberapa saat, berusaha berpikir. Arya sedikit tidak percaya mereka nampak sangat menghayati permainan ini. Tiba – tiba salah seorang mengangkat tangan sebelum berkata.


“Genap”


“Berarti aku ganjil”


Begitu gelas diangkat, ternyata dadu menunjukan angka lima dan empat. Baekho hampir berteriak kesal karena tebakannya salah, teman – temannya berusaha menahan tawa. Dengan wajah memerah ia menanyakan permintaan Arya.


“Izinkan aku menyentuh ekormu”


“Hmm? Tentu”


“Wah....lembut sekali, seperti kucing” kata Arya senang.


“K..k..kucing! Aku ini harimau! Hmph!”


Lalu Arya bermain tebak – tebakan jenis Werebeast bersama Hebihime, dia menang karena si gadis berpakaian hitam menebak kalau dirinya seorang Werebeast bertipe serigala. Arya mengaku sebagai Werebeast bertipe ular sambil mengeluarkan Baik dari balik pakaiannya.


Hebihime terdiam mendapati kenyataan tersebut, ia meminta gadis itu melepas pita merah miliknya sehingga rambut hitam Hebihime sekarang terurai. Kemudian menantang Sheepya bermain menghitung domba.


Lagi – lagi Arya menang setelah memperkirakan Sheppya akan mulai mengantuk di angka tujuh ratus tujuh puluh tujuh. Arya dapat memegang tanduknya karena keluar sebagai pemenang, terakhir dia bermain kartu melawan Bunny.


Sang Shio Kelinci harus mengakui kekalahannya begitu Arya menunjukan Royal Flush, Bunny membiarkan si pria misterius bermain – main dengan telinganya. Saat suasana makin mencair, sebuah bisikan pelan membuat Arya waspada.


“Tuan akhirnya aku menemukanmu! Sekarang waktunya”


“Rattus? Situasinya?”


“Aman, para penyusup berhasil melakukan tugasnya. Sekarang waktunya untuk pergi, tempat ini dipenuhi beberapa anggota Dua Belas Shio dan anak buahnya”

__ADS_1


CTAR!


Begitu suara ledakan kembang api pertama terdengar, terjadi keributan di luar tempat mereka semua berkumpul. Keenam perempuan di sana langsung bersiaga, Arya perlahan mengeluarkan sebuah bom asap dari balik jubah kemudian langsung membantingnya ke lantai.


__ADS_2