Elementalist

Elementalist
Chapter 255 - Pewaris


__ADS_3

“Aku pernah mendengar cerita Ayah mengenainya.....”


Celetukan Ethel menarik perhatian tiga saudaranya yang lain, anak – anak keluarga Tepes ini duduk berdekatan dibelakang posisi kedua ibu mereka berada. Aris dan Dexi nampak tertarik sedangkan Galahad terlihat jelas berusaha mengingat – ingat momen tersebut.


“Bocah kucing aneh tadi maksud kakak?”


“Iya, Ayah dulu sempat memberitahuku kalau salah satu Werebeast terkuat yang pernah dia lawan di perang besar dahulu mengangkat tiga orang sebagai murid atau penerusnya”


“Ahh....kisah si tikus tua bangka rupanya?” komentar Galahad.


“Benar, Rat Shio karena telah membantai seluruh klannya mustahil akan memiliki pengganti. Oleh karena itu dia mengadopsi banyak sekali gadis muda berpotensi, namun hanya segelintir saja yang benar – benar mendapat didikan istimewa.


Satu diajarkan kemampuan penuh Mythical Werbeast lalu diharapkan menggantikan jabatannya sebagai Dua Belas Shio, kita sempat bertemu dengannya kemarin. Perempuan berikutnya mempunyai wawasan serta keahlian untuk meneruskan keberlanjutan hidup Kuil Rodentia dan menjadi pimpinan di sana. Terakhir.....”


Ethel terdiam sejenak tetapi sorot matanya terkunci kepada sosok paling mungil diantara para perwakilan Fatum, adik – adiknya melakukan hal sama. Bulu kuduk mereka berdiri saat perlahan aura mencekam seolah balik menatap masing – masing.


“Diturunkan seluruh teknik bela diri maupun berpedang miliknya....” Ethel menutup penjelasannya pelan.


Banyak isu beredar kalau jurus bertarung Nezumi adalah sesuatu yang terkutuk sebab ia memperolehnya melalui pembantaian massal luar biasa, begitu menurunkan tiap bagian kepada murid terakhirnya gadis ini bertranformasi layaknya mesin pembunuh haus darah juga gila perang sampai – sampai sang Shio tikus terpaksa memenjarakannya agar tak mengacau.


“Kudengar Imperial Restraint pengekangnya sangat istimewa karena ditempa oleh keturunan langsung Raja Dwarf pertama.....”


“Mengapa demikian?” tanya Dexi penasaran.


Galahad mendengar respon itu berpikir sebentar mencari kata – kata tepat untuk menjawabnya, pandangannya dan Ethel bertemu sekilas sebelum akhirnya mereka mengangguk lalu berkata, “Karena seluruh Agnet dalam tubuhnya mampu memotong apapun seperti pedang bermata dua”.


------><------


“Hummm.....ahh....inilah waktu yang kunanti – nanti....” Yami melompat – lompat girang usai mencium aroma amis medan perang.



Pecakapan terakhirnya dengan Nezumi beberapa hari sebelumnya melintas dalam benaknya, Yami tertawa puas karena sekarang keadaan gurunya itu dan dirinya tertukar. Walapun kakinya dirantai sedemikian rupa pria berjuluk Virtous Rat tersebut cuma tersenyum tipis kemudian berpesan supaya Yami berhati – hati.


“Simpan ceramahmu pak tua....”


“Hehehe....kau sudah mendengar tentang Kizuna?”


“Huum, Ami-Nee memberitahuku....”

__ADS_1


“Lantas? Bagaimana kalau kalian sampai berhadapan nantinya?”


“Entahlah....mungkin aku akan memotong satu atau dua ekornya....tapi yang jelas dia bakal kubawa kembali pulang....”


Nezumi mengangguk puas, meski terkenal keras kepala serta bengis setidaknya Yami masih menghormati kedua saudari angkatnya karena merekalah yang merawatnya saat dikurung. Namun kepergian Kizuna tanpa mengucapkan selamat tinggal agaknya membuat ia sedikit geram.


“Aku pasti membuat perhitungan denganmu....wahai Elementalist Es.....” ujarnya penuh napsu membunuh.


Ketika Louis telah memberikan aba – aba menyerang, tiga perwakilan lain melesat seperti peluru meinggalkan Yami berdiri sendirian masih mencari posisi paling pas memegang gagang pedangnya, anak perempuan tersebut baru mulai bergerak saat raungan naga Garyu terdengar memekakan telinga.


“YAMIII....!?”


“Iya – iya tak perlu kau suruh, aku ini orang yang tau balas budi. Lagi pula aku memang datang untuk bersenang – senang.....”


WUSH.....!!!!


Hanya berbekal satu lompatan tangkas Yami berhasil menyusul dalam sekejap, tepat saat kakinya menginjak tanah waktu seolah berhenti. Dia mengeluarkan tawa riang sebelum memainkan senjatanya sangat cepat sampai sulit diikuti mata, tiap golem yang dihancurkan akan tercincang habis bahkan tidak sempat melakukan regenerasi.


“HAHAHA....!!! Yoru no Inazuma!”


Agnet berkepadatan tinggi berkumpul mengitarinya dan perlahan berubah layaknya petir berwarna hitam pekat, Yami maju menerjang brutal kemana saja pedangnya mengarah. Amgog serta Grierugon enggan membiarkan bocah Werebeast itu mencuri semua perhatian, puluhan sel Ghoul keluar dari balik punggung Amgog sehingga membentuk seakan tentakel yang siap melibas apapun di dekatnya.


Kyra seoranglah yang masih berpikir ketika melepaskan sihirnya supaya jumlah korban mati konyol pihak mereka berkurang, ia bahkan sesekali menyelematkan pasukan sebelum memerintahkan agar mundur dan menjaga jarak.


Kemampuan Silver Magician membuat kagum banyak individu akibat kemunculan portal besar mirip lubang hitam menyertainya. Cahaya kerlap – kerlip bintang dari sana membius ribuan pasang mata, namun selesai Kyra merapalkan mantra semua keindahan itu lenyap menghujani musuh tanpa henti.



------><------


Mendengar raungan keras naga entah dari mana Arya langsung menyadari kalau sesuatu sedang terjadi, dia buru – buru mencoba menghubungi para Elementalist supaya mereka bersepuluh berkumpul di satu tempat.


Beberapa waktu sebelumnya Arya memang sempat mendeteksi ada beberapa Agnet kuat yang hendak memasuki medan perang. Ia mengenali salah satunya tetapi bingung mengapa orang tersebut bisa ikut dalam rombongan Fatum, Arya gagal mencari tau jawabannya akibat konsentrasinya selalu mendapat gangguan gerombolan musuh.


Namun suara memekakkan telinga tadi sungguh menyadarkannya, selagi menunggu respon teman – temannya disanalah Arya merasakan kejanggalan kalau kontrolnya terhadap sejumlah golem terputus. Menandakan mereka sukses dihancurkan bahkan sebelum mencoba memperbaiki tubuhnya.


“Semuanya—“


“Arggh!?”

__ADS_1


“Celaka!? Terlambat!”


Arya buru – buru mengaktifkan Maximum Sense demi melacak posisi anggota lain yang ternyata sangat berjauhan. Dengan kemampuan ini juga dia menemukan sesosok Mutant aneh tengah menghadapi Asuna, Selena, dan Timothy.


Semburan api Asuna seolah tidak berarti apa – apa baginya, makhluk itu tetap berjalan santai kemudian sekujur badannya berubah warna menjadi merah. Waktu Selena berusaha mendorongnya mundur menggunakan ombak, air miliknya malah menguap terkena sang Mutant.


“Dia bisa menyerap panas?” kata Arya keheranan.


Usaha Timothy melukai Grierugon ikut gagal sebab perubahan besinya gagal menembus kulit tebal miliknya, khawatir situasinya makin gawat Arya hendak menyusul kesana namun jeritan Rena menghentikannya.


Ghoul dengan Sekitsui sempurna nampak suskses mengikat lehernya bersama Lexa serta Ali, ketiganya berusaha melepaskan diri karena kehabisan napas. Sementara kelompok terakhir yang terdiri dari Elizabeth, Zayn, juga Kevin terus melakukan serangan bertubi – tubi terhadap Kyra, sayangnya sihir pelindung Silver Magican sangat kokoh bahkan kecepatan ketiganya gagal menerobos pertahanan tersebut.


Arya pusing menentukan prioritas membantu siapa terlebih dahulu, waktu akhirnya mulai melangkahkan kaki demi menyusul ke tempat tim Rena. Bunyi sambaran kilat melintas tepat di belakang tengkuknya.


Tanpa basa – basi Arya mengerahkan segenap tenaganya untuk berbalik kemudian menemukan gadis Werebeast berambut hitam telah siap menebas lehernya, matanya berbinar – binar penuh semangat. “Ketemu!!!”.


JDUARR....!?


Sabetan Yami sukses dihindari berkat refleks luar biasa, Arya bergegas mundur agar tercipta jarak antara dirinya dan sang lawan. Tetapi Yami tak membiarkan hal itu terjadi, dia mengubah kuda – kudanya sambil melayang terus mengaktifkan teknik kuat berikutnya.


“Emono no Shokei!”


SRRTTT!?


“Ice—“


JLEB!!!


Arya sempat mengangkat tangannya hendak menciptakan dinding es namun gerakan Yami lebih cepat, ujung senjatanya sukses menembus tepat ke dada Arya. Yami terkikik geli menikmati momen kemenangan itu, tetapi lima menit berselang ekspresinya berubah kaku.


“Apa – apaan....?”


Author Note :


夜の稲妻 = Yoru no Inazuma = Lightning at Night


獲物の処刑 = Emono no Shokei = Prey Execution


^^^

__ADS_1


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.


__ADS_2