Elementalist

Elementalist
Chapter 70 - Penguji Veteran


__ADS_3

“Psst! Hey? Apa kalian melihatnya? Kenapa wajah Pengawas Varuq lebam seperti itu?” Timothy berbisik kepada yang lain.


“Paling dia hanya melakukan kebiasaan bodohnya” timpal Kevin sambil menggeleng – gelengkan kepala.


“Ahh sepertinya aku mengerti maksudmu”


Saat ini keempat tim Elementalist lain sudah duduk manis diatas podium penonton, siap untuk menyaksikan Ujian Elementalist Ketiga tim pertama. Dalam rangka pelaksanaannya para naga tidak main – main.


Mereka telah menyulap lima tempat berbeda sebagai lokasi ujian yang menyesuaikan dengan kemampuan elemen masing – masing tim, kedelapan Elementalist menatap kondisi arena ujian tim pertama penuh perasaan waswas.


“Kalian tau? Aku tidak pernah meragukan kemampuan Kapten, tapi bukannya ini terlalu—“


“Berlebihan?” Lexa memotong perkataan Timothy.


“I....ya, lagi pula bagaimana cara menghadapi seekor naga air ditempat seperti ini?! Siapapun yang merancang ujian ini pasti sudah gila! Benar ka—aww! Siapa yang berani melem—“


Waktu menoleh sebab kesal karena tiba – tiba ada orang melempar sebuah kerikil padanya, Timothy langsung pucat. Allucia balas menatap dengan mata sedingin es.


“Akulah perancang tempat ujian ini, apa ada masalah untukmu? Tuan Iron?!”


“Tidak! Tentu saja tidak! Arenanya sungguh luar biasa ahahaha iya kan teman – teman?!”


“Bukannya tadi kau bilang kalau perancangnya sudah gi—“


“Ssstt! Diam dulu dasar sial!”


Akhirnya Allucia kembali ke deretan tempat duduk Pengawas Ujian walau masih dengan kondisi suasana hati buruk, Para Tetua naga juga sudah tiba dan sedang berbincang – bincang bersama mereka.


Barulah Timothy bisa bernapas lega dan melepas dekapan tangannya pada mulut Kevin, “Fyuh....tadi itu nyaris saja”


“Timothy kau ini suka sekali membuat keributan, lihat! Ujiannya sudah mau dimulai” Zayn mendelik kesal ke arahnya.


“Semoga saja Arya dan Selena akan baik – baik saja” kata Rena cemas.


“Ohh tenanglah, mereka pasti bisa. Benarkan Asuna?” Elizabeth seperti biasa, terdengar penuh percaya diri.


Sementara itu, Asuna tidak memberikan respon dan hanya menatap dua sosok kecil dikejauhan yang baru saja memasuki Arena. Gadis bermata merah tersebut tertawa kecil karena entah bagaimana tau kalau Arya baru saja mengumpat dalam hatinya


------<<>>------


“Apa yang mereka harapkan kami bisa lakukan ditempat gila ini?!”


Kepala Arya terasa mau meledak, setelah melakukan persiapan terakhir bersama Selena. Keduanya tidak mau membuang – buang waktu lagi dan segera menuju kesini, nyatanya mereka disambut oleh pemandangan tidak biasa.

__ADS_1


Sebuah danau raksasa terbentang luas pada Arena ujian, ditengah – tengah terdapat sebuah bongkahan es yang tidak kalah besarnya. Arya bahkan sempat ingin mengajak Selena untuk keluar dari situ karena menganggap datang ke tempat yang salah.



“Ekspresi wajahmu benar – benar mudah terbaca” komentar Selena tertawa geli.


Beberapa saat kemudian Novis berdiri dan memberi sambutan kepada semuanya, dialah yang akan memimpin acara pada kali ini. Teriakan riuh penuh semangat merespon kata – kata Novis, sepertinya jumlah penonton tidaklah sedikit.


Para naga seakan tidak mau melewatkan kesempatan untuk menonton kemampuan Elementalist generasi saat ini, peraturan ujian pun mulai dijabarkan. Intinya sederhana, Arya dan Selena diharapkan dapat merebut sebuah telur dari sarang naga.


Waktu yang diberikan kepada mereka hanyalah tiga jam, dalan kurun waktu itu mereka harus membawa telur yang keduanya dapatkan sampai garis finis. Jika tidak, maka Arya dan Selena gagal dalam Ujian Elementalist Ketiga.


Terdengar sederhana, namun sebenernya sangat sulit. Hal itu karena pertama, mereka harus mencari tau dimana lokasi telur tersebut. Terutama telur naga air, dengan danau yang begitu luas dan waktu terbatas akan menjadi masalah.


Kedua, membawa telur rampasannya ke garis finis. Jika tidak berhasil, sama saja gagal dalam ujian. Dan terakhir....


Sebuah bayangan besar menutupi sinar matahari diatas Arena, semuanya mengadah dan melihat sosok gelap naga raksasa terbang melintas kemudian mendarat ringan tepat pada bongkahan es raksasa ditengah – tengah danau.


Bertepatan dengan itu ledakan besar muncul, air danau tiba – tiba terciprat deras ke segala arah. Membuat bias cahaya yang membentuk kumpulan pelangi di penjuru Arena. Ketika kondisi kembali tenang, sosok naga raksasa sudah menghilang.


Tapi anehnya muncul dua orang asing di tempat itu entah dari mana, suara Novis terdengar menjadi sangat antusias.


“Inilah dia...., yang akan menjadi Penguji ujian kali ini adalah....Glacirus Vilhelm dan Aquasix Scogliera....!!!”


Terdengar raungan menggelegar ketika dua nama tersebut diucapkan, semua penonton naga seperti langsung mengenali mereka. Seorang laki – laki berambut biru gelap duduk sambil mengangkat sebelah kakinnya dibongkahan es tengah danau.



“UJIAN DIMULAI!!!”


------<<>>------


“Perempuan itu berdiri diatas air!!!” seru Timothy terperanjat.


“Apa yang kau harapkan? Dia seekor naga air” Asuna melirik heran ke arah Timothy.


‘Bagaimana menurut kalian dengan perlengkapan Kapten dan Selena?’ tulis Ali pada selembar kertas.


“Mmm? Benar juga, menggunakan perlengkapan seadanya seperti itu akan—“


“Kau salah Timothy, mereka mengambil keputusan yang tepat. Bergerak menggunakan perlengkapan lengkap didalam air hanya akan memberatkanmu” potong Zayn.


“KALAHKAN MEREKA!!! ARYA!!! SEL!!!” Lexa menyemangati sambil melompat – lompat girang.

__ADS_1


Mereka semua bertanya dalam hati bagaimana cara kedua teman mereka itu menghadapi tantangan berat dihadapan.


------<<>>------


“Aku dan Vil sudah membuat sebuah kesepakatan....


Suara lembut terdengar menggema diudara, wanita berambut biru muda itu menatap tepat ke arah Arya dan Selena.


Karena beberapa hal, kami tidak akan menganggu teritori wilayah masing – masing. Dengan kata lain aku akan menjaga telur bagianku sendiri dan diapun begitu, bagaimana? Bukankah terdengar lebih mudah?”


“Selena!” seru Arya sigap.


“Baik”


Keduanya segera melesat ke pinggir danau, tepat sebelum memasuki air. Arya mengeluarkan sebuah kapsul dan menggigitnya. Mereka harus cepat, waktu terus berjalan. Bagaimanapun caranya ujian ini harus berakhir dalam waktu satu setengah jam.


BYURR!


“Airnya ding—PANAS!!!”


Tubuhnya Arya seolah terbakar beberapa saat ketika memasuki air, padahal dia yakin suhunya seharusnya tidak setinggi itu. Namun perlahan tapi pasti ia mulai merasakan kondisi tubuhnya kembali normal.


Arya membuka matanya dan merasakan sensasi luar biasa, dia meraba – meraba lehernya kemudian tersenyum senang.


“Ramuanya berhasil!!!”


Ia bergerak cepat menyusul Selena, keduanya menerjang ke arah Scogliera yang berdiri ditengah – tengah danau. Selena cukup terkejut ketika menyadarinya Arya bisa mengimbangi kecepatannya padahal ia menggunakan pengendalian air untuk bergerak.


“Huit Bras” Scogliera mengangkat jarinya dengan malas, bahkan sedikit menguap.


Delapan sesuatu yang terlihat seperti tentakel air muncul disekitarnya dan menyerang Arya serta Selena. Selena membuat perisai air untuk menahannya sedangkan Arya langsung menyelam lebih dalam sambil terus menghindari jurus Scogliera.


Tanpa terduga ia muncul dari permukaan air dibelakang perempuan itu dan mengayunkan Mandalika yang sudah ada ditangan. Namun Scogliera langsung membalas cepat dengan muncul dibelakang Arya.


Tangan perempuan itu mengepal dan berubah dipenuhi sisik berwarna kebiruan, ia siap menyerang tanpa memberi ampun sama sekali.


“Aku akui kecepatan renangmu memang tidak biasa, tapi kau masih terlalu lam—“


Arya memutar pedangnya segesit mungkin ke arah punggung untuk menahan pukulan Scogliera, beban pukulannya membuat Arya megernyit kesakitan. Kemudian tanpa aba – aba Selena muncul dari permukaan air dihadapan Arya.


Dengan mulus gadis itu menghujamkan tombak bersisik miliknya diantara Arya dan bilah Mandalika.


BUAKH!!!

__ADS_1


Scogliera dibuat mundur beberapa langkah akibat kerja sama luar biasa dari dua bocah tersebut, sebuah seringai senang menghiasi wajah sang naga air.


“Ini....mulai menarik”


__ADS_2