
Ancient Egg, begitulah mereka menyebutnya. Sebuah peninggalan para naga kuno, tidak banyak orang yang mengetahui hal ini. Namun setiap pergantian Tetua terjadi, semua pesannya selalu sama. Lindungi Ancient Egg walau nyawa taruhannya.
Selain para petinggi klan naga, beberapa Elementalist dari berbagai generasi mengetahui keberadaan peninggalan ini. Tapi tetap saja, merekapun tidak tau harus berbuat apa pada telur tersebut.
Cerita mengatakan ketika isi dari telur ini akhirnya keluar, seluruh naga akan bisa kembali ke dimensi utama. Dia akan memimpin seluruh klan naga dan mengembalikan kejayaan mereka seperti semula, terdengar seperti dongeng bukan?.
Ya, sejujurnya para naga sudah menyerah pada peninggalan tersebut, perlindungan diberlakukan hanya sebagai formalitas dan pelestarian budaya turun temurun saja. Karena telur itu tidak pernah menunjukan tanda – tanda kehidupan.
Lagi pula benda tersebut sudah tersimpan terlalu lama, mungkin saja isinya sudah mati dan menghilang sedikit demi sedikit seperti dongeng tentangnya. Walau begitu, semua Tetua Klan naga tau informasi rahasia sang telur kuno.
Sebuah batu raksasa bertulisan rune menjelaskan, ada darah kuno yang mengalir pada telur tersebut. Dengan begitu para Tetua menyimpulkan bahwa pemilik peninggalan itu adalah salah satu Elemental Dragon generasi pertama.
Sekaligus seekor Ancient Dragon, leluhur naga terkuat yang sudah punah berjuta – juta tahun lamanya. Naga legenda berkemampuan tinggi yang memporak porandakan dunia dimasa lalu, dan dengan angkuh meraung keras.
“WALAU SELURUH DUNIA INI MENANTANGKU SEKALIPUN, AKU TIDAK AKAN MUNDUR!!!”
------<<>>------
Vilhelm mengepalkan tangan sangat kuat sampai memutih, lamunannya sebelum datang ke tempat ini kembali memenuhi kepalanya.
“Lyan? Kata – katamu waktu itu bukan sekedar omong kosong!?” ujar Vilhelm dalam hati.
Cornus duduk kembali dikursinya dengan wajah pucat namun ekspresi serius, “Apa kau sudah menginformasikan hal ini pada Tetua yang lain Novis?”
Novis mengangguk sebelum menjelaskan telah mengirim beberapa pembawa pesan menuju kediaman masing – masing Tetua Klan Naga.
“Bagus, kita akan segera menyusul kesana” Cornus melirik ke arah Spina yang langsung membalasnya dengan tatapan penuh arti, “Lalu, mari kita dengar jawabanmu. Vilhelm”
Alasan utama Cornus memanggil Vilhelm ke tempat ini adalah untuk memintanya menjadi penguji Ujian Elementalist Ketiga. Bukan hanya karena dia memiliki kekuatan yang menyamai para Tetua, ia juga adalah Elemental Dragon generasi sebelumnya.
Dengan munculnya kabar reaksi Ancient Egg, menurut Cornus alasan Vilhelm untuk menjadi penguji semakin jelas dan sulit ditolak. Berhubungan adanya kemungkinan Ancient Egg akan diikut sertakan dalam ujian kali ini.
Vilhem terlihat berpikir serius sejenak sebelum menyeletuk “Siapa yang akan menjadi penguji Aquasix?”
“Scogliera” jawab Spina enteng.
“Liera? Jangan bilang padaku kalau para Tetua ingin meminta semua Elemental Dragon generasi sebelumnya untuk menjadi penguji. Kami sudah pensiun” Vilhelm menghela napas lelah.
“Mau bagaimana lagi? Aku tidak mungkin mengajukan calon yang lebih lemah darimu, itu hanya akan memperburuk citra Aquasix dimata orang – orang” Spina mendengus kesal.
“Hah....baiklah, tapi dengan satu syarat. Ancient Egg akan ikut bersamaku”
“AP—“
“Tentu, lagi pula benda itu memang milik naga Glacirus” potong Cornus cepat sambil menyumpal mulut Spina.
Vilhelm mengangguk puas dan segera undur diri dari tempat itu, senyuman yang sudah lama tidak terlihat menghiasi wajahnya sepanjang perjalanan pulang.
__ADS_1
“Fwah!? Kau pikir siapa dirimu bisa memutuskan kalau Ancient Egg milik Glacirus” Spina protes.
“Bukankah sudah jelas? Dari ciri – cirinya saja kita bisa menyimpulkan kalau itu telur naga es”
“Tidak secepat itu! Kita harus memastikannya terlebih dahu—“
“Mau bertaruh?” tawar Cornus santai.
“Huh! Siapa takut?”
“Jatah makan seminggu?”
“Jatah makan seminggu!” Spina menyambar tangan Cornus tanpa keraguan.
Keduanya lalu langsung melesat menuju lokasi penyimpanan Ancient Egg, mereka bisa merasakan energi dari Tetua lain juga sedang menuju arah yang sama.
“Sebelum kita bertaruh, bukankah kita melupakan sesuatu hal penting?” celetuk Spina tiba – tiba.
“Hmm? Tentang apa?”
“Tuan Arya dan Nona Selena”
“Ahh mereka, tenang saja. Seminggu lagi mereka pasti akan siap”
“Kenapa kau begitu yakin?”
“Karena pada dasarnya mereka telah mengetahui apa kekurangan itu” Cornus terkekeh pelan.
------<<>>------
Memang tidak terlalu luas, tapi bagi Arya sudah cukup nyaman. Terlebih lagi tempat tinggal itu terbuat dari kayu sehingga sejuk di dalam, saat sedang asyik membuat kopi. Sudut mata Arya menangkap sosok Selena yang sedang berdiri diam di teras.
Tanpa pikir panjang, ia segera membuat satu gelas lagi dan menyusul ke sana. Kebetulan teras tersebut menghadap ke arah danau luas nan indah, Arya mendapati Selena menatap air disana penuh makna.
“Tidurmu nyenyak?” sapa Arya.
“Waa?! Arya? Kau membuatku kaget saja” Selena tersentak dan hampir menjatuhkan selimut yang dikenakannya ke air.
“Maaf, apa aku mengganggu?” Arya tersenyum canggung.
“Tidak, tentu saja tidak. Terima kasih” ujar Selena sambil menerima gelas dari Arya.
Keduanya menyeruput minuman hangat dipagi hari itu dalam diam, sesekali Arya mencuri pandang ke arah Selena dan bertanya – tanya apa yang sedang dia pikirkan. Saat sedang asyik memperhatikan, tiba – tiba Selena menoleh sehingga membuat Arya kaget kemudian tersedak minumannya.
“Kai tidak apa – apa?”
“Uhuk...ten—uhuk....uhuk....hanya sedikit tersedak saja uhuk....” mata Arya berair karena merasa kopi tadi masuk ke saluran yang salah.
“Aku tidak menyangka bisa meminum kopi di Dragon Island” Selena tertawa kecil.
__ADS_1
“Uhh....itu, sebelum pergi aku meminta beberapa bahan makanan serta minuman kepada Pengawas Gustav”
“Sungguh? Apa kau membawa cokelat?”
“Cokelat? Sepertinya aku bawa beberapa”
“Kalau begitu aku minta ya? Sejujurnya aku lebih suka meminum cokelat dari pada kopi”
Melihat antusias dimata Selena membuat Arya tidak bisa menolaknya, setelah berbincang – bincang lagi sebentar. Raut wajah Selena berubah dan nada suaranya menjadi rendah.
“Arya....aku minta maaf”
“Hah? Kenapa tiba – tiba?” Arya menaikan sebelah alisnya.
“Ini mengenai izin ujian....”
Arya sendiri sebenarnya bingung dengan keputusan yang diambil oleh Cornus dan Spina, karena seharusnya mereka tidak memiliki kekurangan terlaltu fatal diujian ini sampai bermasalah dalam perizinan.
Hal itu mungkin saja terjadi jika dirinya dan Selena datang ke Dragon Island satu bulan lalu, tapi nyatanya satu bulan terakhir mereka habiskan dengan persiapan serius untuk Ujian Elementalist Ketiga.
Dan melalui analisis tajam miliknya, Arya sudah memperkirakan ujian – ujian seperti apa yang bisa diberikan oleh Klan Glacirus dan Aquasix.
Itulah sebabnya Arya memberikan daftar – daftar apa saja keahlian yang diperlukan untuk Ujian kali ini pada Selena. Kemudian berharap gadis itu bisa menguasai semuanya sebelum Ujian dimulai.
“Jangan terlalu dipikirkan, aku sendiri belum mengetahui alasan dibalik keputusan mereka. Kita pasti akan segera tau” akhirnya Arya menegaskan.
“Eee....Arya? Sepertinya aku tau alasan mereka” Selena terlihat gelisah.
“Heh? Sungguh?” Arya tentu terkejut mendengar hal itu.
“Ini sedikit memalukan jadi....” wajah Selena semakin memerah.
“Bilang saja, aku tidak akan tertawa”
“Sebenarnya a...a...aku....”
“Iya?”
“A...a...ak....aku....., tidak bisa berenang”
PRANG!!!
Gelas yang dipegang Arya terjun bebas dari tangannya, dia melongo berusaha mencerna pernyataan tidak masuk akal Selena tadi, “Hah?”.
Author Note :
Jangan lupa untuk share cerita ini agar semakin banyak yang tau, semakin ramai = semakin sering update. Banyak tips = semangat buat update :v :D Bye!!!
__ADS_1