Elementalist

Elementalist
Chapter 85 - Kapal Hantu


__ADS_3

Kuil Rodentia mengalami kesibukan yang benar – benar padat beberapa hari terakhir, terlihat para gadis kuil berseliweran mengerjakan berbagai tugas dengan keringat bercucuran dan wajah cemas.


Salah satunya adalah Ami, selain menyiapkan banyak hal dia juga bertanggung jawab untuk mengawasi berbagai macam kegiatan gadis – gadis kuil lainnya. Tamu – tamu diharapkan mendapat jamuan terbaik.


“Kak Ami apa aku benar – benar harus mengenakan ini?”


“Iyap, kau harus terlihat menawan untuk tampil pada pertemuan Dua Belas Shio pertamamu bukan? Oh....ayolah Kizuna! Berhenti merengek dan jangan cemberut seperti itu” tegur Ami sambil mengencangkan ikat perut kimono adik seperguruannya.


“Tapi...ini sesak, kau tau”


“Bertahanlah untuk hari ini saja. Wala....lihatlah betapa luar biasanya hasil kerjaku dari semalam”


Pantulan dicermin memperlihatkan sesosok gadis berambut putih dengan bola mata kuning cantik, kimono indah miliknya dipadukan hiasan beberapa kelopak bunga Tabebuya. Namun ada ekspresi enggan nampak diwajah mulusnya itu.



“Seandainya saja pakaian ini terasa nyaman maka....” celetuk Kizuna pelan.


“Sudahlah, hari ini akan cepat berlalu. Aku harus mengurus hal lain dulu, sampai jumpa”


Setelah suara langkah kaki Ami tidak terdengar lagi, Kizuna cepat – cepat melonggarkan ikatan kimononya. Jika dibiarkan saja bisa – bisa dia mati kehabisan napas sebelum menghadiri pertemuan Dua Belas Shio.


“Kizuna, bersiaplah” terdengar suara familiar dari luar pintu.


Sementara itu di lain tempat, Ami kerepotan akibat salah satu tamu undangan memukul seorang adik seperguruannya yang dianggap kurang ajar. Gadis malang tersebut dijambak dan dimaki tanpa perasaan.


“Beraninya kau menepik tanganku! Pembantu rendahan sepertimu!” bentak pria kekar dengan taring mencuat dikedua sisi mulutnya.



“Kumohon Tuan Piguel, ampuni saudariku. Dia khilaf” Ami menunduk meminta maaf.


Gadis – gadis kuil yang melihat kejadian itu hanya bisa diam tanpa mampu melakukan apa – apa, mereka tidak punya kekuatan untuk membantah seorang anggota Dua Belas Shio walaupun dikediaman milik mereka sendiri.


“Hohoho, terlihat masih ada orang yang memiliki sopan santun disini. Bagus bagus” bisik Piguel memperhatikan tubuh Ami dari atas sampai bawah.


“Kami minta kemurahan hati anda, tolong lepaskan dia”


“Hehehe tenang saja, aku akan melepaskannya jika kau menema—“


WUSH! CTAK!


Sebuah selendang bergerak cepat menyambuk wajah Piguel, suara keras nan mengerikan memenuhi lorong tempat kejadian. Si pria kekar menoleh kesal dengan wajah merah padam.


“Siapa yang berani—“


“Aku, lepaskan tanganmu atau kau akan tau akibatnya”


Seorang gadis kecil berpakaian serba hitam melangkah pelan ke arah kerumunan itu, terlihat sebuah pita merah digunakan untuk mengikat rambut miliknya. Terdapat juga seekor ular melingkar santai pada lehernya.


__ADS_1


“Hebihime!? Apa masalahmu?”


“Kubilang lepaskan pelayan itu”


“Dia bersikap kurang ajar padaku!”


“Wajar saja dia melakukannya, mana ada gadis yang diam saja ketika dilecehkan oleh makhluk buruk rupa sepertimu” desis Hebihime pedas.


“Ckk dasar wanita ja—Cih! Jika bukan karena adik Garyu sudah lama kuhabisi....” Piguel melempar pelayan tersebut sebelum pergi menghentakan kaki keras – keras.


“Terima kasih Nona Hebihime” Ami segera menundukan kepala sekali lagi.


“Tak perlu sungkan, dia juga tidak akan berani berbuat apa – apa lagi kepada kalian. Tetua Nezumi akan kuberitahu”


“Ehh....?? Ada ribut – ribut apa ini Hebi-cwan?”


“Mmm? Kalian terlambat Bunny, Jilan. Dan berhentilah memanggilku seperti itu”


Dua orang wanita datang berdampingan, mereka nampaknya tertarik melihat jumlah orang yang berkumpul dilorong ini.


“Hahaha kau tau bulu – bulu indahku membutuhkan waktu untuk dikeringkan bukan?” Jilan tertawa senang.



“Hah....ayam pesolek sepertimu memang sudah tak tertolong lagi” komentar Bunny menggelengkan kepala.


“Ayo, jangan sampai kita membuat yang lain menunggu” Hebihime berbalik pergi.


Para gadis kuil langsung menundukan kepala memberi hormat ketika tiga wanita anggota Dua Belas Shio ini berjalan lewat. Tubuh mereka tidak bisa berhenti gemetar, Kedua Belas Shio memang memiliki aura yang berbeda.


Hebihime menjelaskan secara singkat, padat, dan jelas seluruh rentetan kejadian dari sudut pandangnya. Selesai mendengarkan, wajah Bunny maupun Jilan terlihat sinis.


“Babi brengsek itu tidak pernah belajar dari kesalahannya” seru keduanya serempak.


Akhirnya tiga orang ini sampai di ruang pertemuan, semua tamu sudah duduk ditempat masing – masing. Hanya ada tiga posisi kosong yang memang seharusnya diisi oleh Bunny, Hebihime, dan Jilan. Setelah semua sudah ada ditempatnya, seorang pria ringkih berdiri.


“Terima kasih kalian sudah menyempatkan diri datang ke Kuil kecil milikku, pertemuan Dua Belas Shio akan segera dimulai....”



Dia memberikan beberapa kata sambutan sebagai pembuka pertemuan sebelum masuk ke pokok masalah.


“Kita akan membahas tentang kemunculan kembali Elemental City dan kandidat baru pengganti Dua Belas Shio. Aku Nezumi kali ini hanya akan berperan sebagai moderator, yang akan menggantikan posisiku adalah....”


Salah satu pintu ditengah ruangan terbuka, mata semua orang tertuju pada Kizuna yang berjalan dengan anggun menuju tengah ruangan. Bersiap menghadap anggota Dua Belas Shio lainnya.


------><------


Arya menghabiskan dua hari terakhir melakukan perjalanan menunggangi Efbi, sementara Safira terbang mengawasi sekitar dari atas. Sebenarnya dia bisa saja memilih terbang menunggangi Safira, tapi dia memilih tidak melakukannya karena menganggap kondisi tubuh Safira belum mampu.


Beberapa kali ada orang – orang ras lain menghadangnya ditengah jalan, dan mereka akan segera menyesali hal itu sebab saat ini kemampuan Arya bisa dibilang tidak terlalu jauh dengan para pasukan Elite masing – masing ras.

__ADS_1


Setelah melewati bukit terjal berangin kencang, dia akhirnya melihat tempat yang dia cari – cari. Lautan hitam pembatas Wilayah Netral dan Dark Side. Entah sudah berapa kilometer ia lewati dari Elemental City sampai kemari.


Petunjuk arah pemberian Astral adalah pergi menuju Selatan hingga bertemu laut hitam bernama Nigrum Ocean. Disana terdapat satu – satunya pelabuhan penyedia transportasi Demon dari Tanah Tak Bertuan menuju Dark Side dan sebaliknya.


Mencium aroma Demon serta menerima laporan Safira membuat Arya memutuskan segera melakukan penyamaran, dia mengeluarkan bando berbentuk telinga serigala juga ikat pinggang berhias ekor.


Barang – barang yang dia dapat dari Divisi Sihir kemarin lusa, walau terlihat lebih seperti Werebeast. Arya yakin bisa menyamar menyerupai Werewolf, karena seingatnya penampilan ini sudah terlihat tidak jauh berbeda dengan Werewolf yang dulu ditemuinya di Kutub Selatan.


“Safira kembali, Efbi tolong ya”


Si naga biru berubah wujud lagi menjadi kalung dan menggantung lembut dileher Arya, sementara itu Efbi juga segera bertransformasi ke bentuk gelang namun masih memancarkan aura serigala sehingga menguatkan penyamaran Arya.


Arya mulai berjalan menyisir tepi Nigrum Ocean, mengikuti aroma disekitar akhirnya ia menemukan pelabuhan yang dimaksud. Disana memang sudah banyak Demon berkeliaran, menunggu perahu mereka.


Mata semua orang tertuju padanya, namun entah menagapa tidak ada satupun berani mendekatinya. Dia sedikit bersyukur akan hal itu, Arya memutuskan duduk disalah satu pojok Pelabuhan sekaligus mengamati sekitar.


‘Tempat ini tidak terlalu besar, hanya mampu menyediakan satu perahu saja untuk berlabuh’ pikir Arya.


“Eee...Tuan? Apa kau keberatan....”


Ia menoleh dan melihat satu kerangka tulang mencolek pundaknya sebelum menujuk sesuatu yang diduduki oleh Arya. Ternyata tanpa sengaja Arya telah menduduki salah satu jari kaki kanan milik si tengkorak.


Dia langsung bangun kemudian meminta maaf karena benar – benar tidak merasakan apapun ketika duduk tadi.


‘Skeleton?’


“Ahaha....tidak apa – apa, ini sudah biasa. Perkenalkan namaku Pedis” ia berbicara dengan suara gemertak khas sambil menyodorkan tangannya.


“Fenrir” Arya meyambut tangan Pedis tapi malah membuatnya juga terlepas sehingga lagi – lagi harus minta maaf.


Keduanya pun milai berbicara banyak, Arya tidak pernah menyangka dalam mimpi sekalipun akan berbicang – bincang bersama Skeleton. Informasi dari Pedis jugalah yang menjelaskan alasan Demon disana tidak berani mendekati Arya.


“Mereka segan?”


“Benar, karena Tuan Fenrir adalah Werewolf. Semua bagian ras salah satu Tujuh Dosa Besar selalu dihindari. Bukannya apa, hanya saja kami ingin menjauhi masalah sebisa mungkin”


“Begitu ya, aku baru tau mengenai hal ini”


“Wajar saja karena informasinya disembunyikan, ngomong – ngomong apakah Tuan seorang Noble-Tier?”


“Apa terlihat seperti itu?”


“Ahaha maaf atas kelancanganku, tidak bermaksud apa – apa. Jika benar anda seorang Noble-Tier maka mereka akan semakin seg—oh....akhirnya datang juga” Pedis menoleh ke arah laut.


Terdengar suara berkecipak sebelum tiba – tiba muncul dari dalam permukaan air sebuah kapal bertiang tinggi, lautan itu bagai terbelah oleh badan perahu tadi. Aura gelap benar – benar terasa dan membuat Arya mengeryitkan dahi.



“Silahkan disambut Tuan, salah satu kapal pengangkut terbaik milik ras Demon buatan para Skeleton. Flying Dutchman!”


Author Note :

__ADS_1


Terima kasih buat yang sudah kasi tips. Semoga dilancarkan rezekinya. Amin...( ゚▽゚)/



__ADS_2