Elementalist

Elementalist
Chapter 71 - Ayunan Pedang Tunggal


__ADS_3

“Apa yang Tuan Arya makan tadi?” Berlin menyipitkan mata tertarik.


“Sebuah....kapsul?” sahut Bianchi ragu.


Beberapa menit kemudian mata mereka semua terbelalak melihat wujud Arya yang keluar dari air sambil bertukar serangan dengan Scogliera, suara berisik disekitar podium penonton menunjukan bukan hanya Kesepuluh Pengawas Ujian saja yang terkejut akan hal itu.


“Temporary Transform tahap satu!”


“Masa sih—bagaimana bisa! Gio apa itu benar – benar—“


“Tidak salah lagi” Astral memperhatikan serius bagian leher Arya dikejauhan.


Temporary Transform, sebuah perubahan genetik pada tubuh yang disebabkan oleh beberapa faktor dari luar maupun dalam. Dapat membuat sang pengguna mendapatkan peningkatan kemampuan secara signifikan beberapa saat tanpa efek samping berarti.


Contohnya seperti Arya saat ini, muncul sebuah insang pada lehernya dan menyebabkan ia mampu bernapas serta bergerak lebih gesit didalam air, ada tiga cara untuk mengaktifkan Temporary Transform.


Pertama, bakat alami dan latihan bertahun – tahun. Pada umumnya orang – orang yang mampu menggunakan hal ini adalah para pengguna Agnet khusus berlatar belakang unik, karena memang memiliki darah keturunan pengguna Temporary Transform.


Kedua, tekanan dan eksperimen. Cara paling tidak manusiawi serta telah dikutuk oleh banyak orang, walaupun punya tingkat keberhasilan yang tinggi. Cara ini tidak dibenarkan karena dapat menyebabkan kerusakan mental pada orang – orang yang menggunakannya.


Mereka akan disekap kemudian diberikan siksaan – siksaan mengerikan selama beberapa waktu, jika berhasil maka Temporary Tranform dapat dilakukan. Jika tidak, hanya kematianlah yang menunggu. Itulah mengapa semua pengguna cara ini cenderung brutal dan sadis.


Dan cara terakhir adalah menggunakan obat – obatan, sebuah teknik pembangkitan kuno yang dianggap sudah menghilang bersamaan dengan punahnya para Alchemist. Tidak ada yang tau pasti bagaimana cara kerjanya, namun dianggap lebih efisien dan aman dari dua pilihan sebelumnya.


Temporary Transform juga dibagi menjadi tiga tahapan, semakin tinggi tahapnya semakin kuat pula kekuatan yang didapat serta waktu perubahannya. Namun ada rumor tentang tahap keempat, tahap dimana semua pengguna akan mencapai puncak kekuatan itu sendiri.


Tapi dengan konsekuensi tidak dapat kembali ke wujud semula, dan saat ini semua orang bertanya – tanya bagaimana cara bocah itu bisa menggunakan Temporary Transform.


“Dia tidak terlihat seperti orang yang telah berlatih selama bertahun – tahun juga tidak seperti orang yang telah mengalami siksaan berat, kehehehe anak ini menarik sekali” komentar Astrid disetujui oleh para Tetua lain.


“Sebenarnya benda apa yang dia makan sebelum masuk ke air” Po berusaha menerka – nerka.


Saat itulah salah seorang diantara mereka terlihat menyadari sesuatu, harusnya dia bisa lebih cepat merespon jika kondisi wajahnya tidak bengkak seperti sekarang.


“Aku baru ingat! Bukankah kapsul itu pemberian dari kau....Frone?” suara Varuq semakin mengecil setelah melihat tatapan mengancam Allucia.


“Hah....memang aku yang memberikannya, tapi itu hanya sebungkus cangkang kapsul kosong. Tidak lebih” kata Allucia sambil menghela napas.


Hanya ada satu orang diseluruh podium penonton yang tau dengan pasti apa itu, gadis berambut hijau tersebut tersenyum antusias menonton Ujian dengan mata berbinar – binar.


“Arya....membuat sebuah ramuan lagi ya?”


------><------

__ADS_1


Scogliera tiba – tiba mengeluarkan tembakan air dari ujung jarinya, sebuah garis besar muncul pada permukaan air dihadapan Arya dan Selena. Langsung saja ledakan besar terjadi dan menghempaskan tubuh mereka kembali ke pinggir danau.


“Mari kita lakukan sedikit pengujian kekuatan, bagaimana kalau mulai dari Tsunami lima meter” ujar perempuan itu lirih sambil mengangkat jari telunjuk tangan kanannya sekali lagi.


Sebuah gelombang raksasa mulai muncul perlahan dari bawah kakinya menuju tempat Arya dan Selena berada.


“Selena, bagaimanapun caranya kita harus menerobos” seru Arya cepat.


“Aku tau” Selena menggenggam erat Leviathan dengan kedua tangannya.


Keduanya kembali melesat ke arah gelombang air dihadapan mereka, saat sudah cukup dekat. Selena membanting tombak miliknya ke permukaan air untuk menekan jurus Scogliera.


“Hmm lumayan, sepuluh meter”


Kali ini gelombang yang lebih besar muncul menghadang, namun Selena masih mampu membelahnya dengan mudah.


“Lima belas meter”


Sekali lagi sebuah ombak raksasa tanpa ampun menerjang Arya dan Selena, walau napas sudah mulai terengah – engah. Selena berhasil melubanginya dan membuat keduanya lolos.


“Hebat, tapi masih sesuai perkiraanku. Dua puluh lima meter” Scogliera tersenyum lebar.


Mata Selena melebar, tubuhnya lemas melihat jurus mengerikan yang dikeluarkan Scogliera. Ombak itu bahkan menutupi cahaya matahari dari mereka berdua, gadis tersebut tidak tau harus melakukan apa lagi sekarang.



Entah mengapa setelah mendengar perkataan Arya, dia merasa lebih tenang dan mendapatkan kekuatannya kembali untuk bergerak. Waktu seolah berjalan lambat ketika gelombang mengerikan itu semakin mendekat.


Arya muncul dari permukan air sambil membawa pedang, ia memasukan kembali Mandalika pada selongsongnya. Orang – orang bermata jeli menyadari perubahan kuda – kuda serta cara Arya memegang Mandalika.



“Hmph, selesai su—“


Scogliera gagal menyelesaikan apa yang ingin dia katakan karena sebuah hempasan angin kencang muncul entah dari mana. Senyuman menghilang dari wajahnya ketika melihat gelombang setinggi dua puluh lima meter miliknya terbelah dua secara vertikal.


Bukan hanya sampai disitu, angin tersebut juga sampai bisa dirasakan oleh para penonton dipodium. Rambut mereka semua langsung berantakan akibat hempasan tersebut, bahkan ada beberapa naga yang ikut terbawa terbang beberapa meter setelah terkena dorongan angin tadi.


“First Dance; Swinging a Single Sword”


Sorak – sorai meledak menghiasi udara, semuanya berasal dari podium penonton. Tidak ada satupun dari mereka bisa percaya akan kejadian barusan jika tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri, gelombang tsunami setinggi dua puluh lima meter baru saja berhasil ditebas.


__ADS_1


“Hebat sekali”


“Apa – apaan itu barusan!?”


“Dia memotong Tsunami dua puluh lima meter milik Nyonya Scogliera!”


“Kau masih menyimpan teknik gila seperti itu?” Zayn menggeleng – geleng tidak percaya.


“MAJU!!! KAK ARYA!!!” teriak Elizabeth tak mampu menahan diri.


Arya tanpa membuang waktu mengayunkan Mandalika sekali lagi tapi ditahan dengan mudah oleh Scogliera, perempuan tersebut menggengam erat bilah Mandalika sambil menatap Arya tanpa berkedip sekalipun.


“Maafkan aku, sepertinya aku memang terlalu meremehkan kalian”


“Maaf diterima” Arya tersenyum senang sebelum Selena menyerang dari balik punggung Scogliera.


Ketiganya beradu serangan sangat cepat, walau begitu Scogliera masih terlihat santai. Malah Arya dan Selena nampak lebih kewalahan mengimbanginya.


“Selena kita tidak punya banyak waktu lagi, cepat cari keberadaan telur itu”


“Sedang kuusahakan, danau ini luas kau tau” seru Selena kesal.


“Gunakan pengendalian air mu”


“Sudah kubilang tempatnya terlalu luas, dan aku juga butuh waktu”


“Hah....mau bagaimana lagi, Efbi!”


“Delphin!”


Terjadi keributan dideretan bangku para Tetua Klan saat beberapa diantara mereka mulai berdiri sambil memandangi seekor serigala dewasa yang muncul begitu saja entah dari mana, Arya langsung menunggangi makhluk itu dan melanjutkan pertarungan melawan Scogliera.


“Tunggu dulu!”


“Jangan – jangan itu—“


“Blue Harness Wolf!?”


Author Note :


Updatenya slow aja ya, like satu chapter gk ada yang bisa sampai 300 wkwkwk. Namanya jg karya sepi :v cuma 100k read dan 9k like (kinda funny huh?)


__ADS_1


__ADS_2