
Andi memeriksa ponsel Tini Ia melihat begitu banyak panggilan dari nomor baru di log panggilan masuk
"Om.. ini nomor baru, banyak sekali di log panggilan masuk, atau Kita ke kantor polisi saja om, Kita langsung tanyakan ini dengan Tini" Pak Herman terdiam Ia memikirkan jika tuduhannya itu benar, Tini pasti dalam masalah.
Sementara Bu Heni hanya terus menangis dan meminta sang Suami untuk cepat membebaskan Tini.
"Kita sebaiknya ke kantor polisi sekarang, ayo Andi"
"Tapi om... kita harus datang di acara launching" Pak Herman hampir lupa jika saat ini di kantor sedang ada acara
"Begini Saja.. Kamu tolong ke kantor polisi sekarang, nanti om susul setelah acara inti, ingat jangan sampai ada yang tahu masalah ini, karena ini akan berdampak pada Retro" Andi mengerti maksud dari perkataan Pak Herman
"Baik om.. " Pak Herman bergegas pergi ke Retro sedangkan Andi bersama Bu Heni menuju Kantor polisi.
Ketika Bu Fatma hendak bersiap untuk pergi ke Rumah sakit, Arif pun memberitahu jika Kakaknya tidak dapat menemaninya dan Arif menceritakan jika Sam mendapat musibah karena di rampok.
"Apa.. Mas Mu di rampok, astagfirullah lalu bagaimana keadaannya sekarang Rif..?" Bu Fatma begitu khawatir ketika tahu Anak sulungnya terkena musibah
"Mas bilang baik-baik saja, hanya uang cash saja yang hilang, mobilnya Alhamdulillah masih aman, jadi kata Mas Sam Dia mesti di rawat dulu paling tidak sehari" setelah menjelaskan kronologi musibah Sam, Bu Fatma dan Arif pun berangkat ke Rumah Sakit.
Sementara Sam menghubungi Pak Faris untuk memberitahu jika dirinya tidak bisa masuk kantor hari ini, dan Sam menjelaskan jika dirinya sedang tertimpa musibah
"Ya ampun.. Saya ikut prihatin ya Pak.."
"Ya Pak.. terimakasih, Maka dari itu Saya ingin izin satu hari untuk mengobati luka Saya"
"Iya Pak Sam.. gak masalah, Saya kasih keringanan silahkan Bapak ambil libur 3 hari, untuk masa penyembuhan, sekalian nanti kabari Saya mengenai proyek dengan Toko organik itu ya Pak" Sam sangat senang sekali mendapat keringanan libur 3 hari dari Pak Faris
"Baik Pak.. Saya akan pantau terus proyek itu, Saya janji besok Saya akan kirim laporannya, sekali lagi terimakasih ya Pak, atas pengertiannya" panggilan pun di akhiri.
Sam ingin tahu kabar Asri Dia pun berusaha bangun untuk melihat Asri walau hanya diam-diam.
Sedangkan Rahma saat ini kondisinya mulai membaik, Dia sudah bisa beraktivitas dengan banyak gerakan, dan kondisi staminanya sudah kembali sehat seperti semula.
Chandra melihat Rahma yang sedang memegangi luka jahitan di perutnya, Dia meraba-raba lukanya.
"Kenapa Rahma..?"
"Gak.. Aku sedang memastikan sudah kering atau belum, tapi sepertinya Aku sudah merasakan kondisi tubuh Aku semakin fit"
"Alhamdulillah.. itu artinya Kamu sudah mulai sehat kembali" Rahma pun tersenyum dengan ucapan Chandra, Dia merasa senang, lalu di pikirannya mulai mengkhayal saat Chandra memberikan haknya, Dia berharap semoga nanti malam, Chandra mau menggaulinya, dan menepati janjinya.
"Rahma..." Chandra memanggil manggil Rahma namun Rahma terlihat sedang melamun dengan wajah yang senyum-senyum.
Chandra pun melemparkan bantal di paha Rahma, tentu saja Rahma terkejut.
"Aduh.. Chandra apaan sih.."
"Ya Kamu habisnya Diam melamun Aku panggil dari tadi" namun Rahma tak menjawab Dia hanya tersenyum kepada Chandra.
Chandra agak aneh melihat tingkah Rahma, sepertinya Chandra tak peka terhadap perasaan Rahma, yang di pikirkan Chandra saat ini hanyalah Asri.
Mengingat hari ini ada acara kantor, lalu Chandra mengajak Rahma untuk datang ke acara launching.
__ADS_1
"Boleh.. Ya sudah Aku siap-siap sekarang ya"
lalu Rahma bersiap Ia memilih pakaian mana yang akan di kenakan untuk acara tersebut.
Saat sedang kebingungan memilih pakaian Rahma melihat satu pakaian yang waktu dulu Chandra sangat senang jika Rahma memakainya.
Sambil menunggu Rahma Chandra sarapan dahulu, Dia berbincang dengan Ayah mertuanya.
"Rahma ikut Chan..?"
"ikut Pah... Dia sedang bersiap-siap" tak lama Rahma datang dengan memakai gaun merah yang cantik, sederhana simpel namun.. pasti gaun itu memiliki kenangan yang sangat indah bagi Rahma.
Chandra pun terdiam tak bergeming ketika melihat Rahma memakai gaun merah itu, ekspresinya seperti kagum melihat betapa cantiknya Rahma, pantas saja Rahma memilih gaun tersebut, karena ternyata gaun itu memiliki kenangan indah sewaktu Chandra masih berpacaran dengan Rahma.
Gaun itu Rahma simpan di dalam lemarinya bertahun-tahun tak pernah dipakainya.
Chandra kini jadi mengingat masa itu, dimana Ia pernah membelikan gaun merah itu untuk Rahma di saat Ia ingin melamarnya, namun rencananya gagal, karena di saat itu juga Rahma memberitahu bahwa Dia ingin mengakhiri hubungannya dengan Chandra.
"Kamu cantik..." pertama Kalinya Chandra memuji Rahma untuk waktu yang sangat lama, Rahma tersenyum malu-malu saat dirinya di puji.
"Terimakasih Chan.. Aku sangat bahagia sekali mendengar kata itu dari Kamu, Aku menunggu waktu lama sekali.. untuk mendapatkan cinta Ku kembali" tak terasa suasana ini menjadi haru bagi Bu Yanti, Chandra juga Rahma.
Chandra pun tersenyum lalu dengan segera Mereka berangkat ke acara launching.
Andi pun sampai di kantor polisi, lalu Ia meminta izin kepada Polisi untuk menemui Rahma, polisi pun mengizinkan dan Rahma keluar dari tahanan.
Bu Heni langsung memeluk Putrinya dengan erat Ia merasa bersedih melihat Putrinya di tahan dalam penjara.
"Tini apa yang sudah Kamu lakukan terhadap Asri..?" Tini terdiam lalu Ia menangis terisak-isak
"Aku gak melakukan apa-apa Andi"
"Tini tolong.. Kamu jangan mengelak lagi, polisi gak mungkin menangkap Kamu, jika Kamu gak melakukan sesuatu" Tini pun menceritakan yang sebenarnya kepada Andi, jika dirinya sudah merencanakan untuk membunuh Asri dengan cara tragis lalu di bunuh hingga jasadnya di buang.
Andi dan Bu Heni sungguh terkejut mendengar pengakuan Tini, Dia tak menyangka sepupunya menjadi psikopat seperti ini.
"Gila Kamu Tini... Aku akan kasih tahu om Herman soal ini, Dia suruh Aku datang kesini untuk meminta kejujuran Kamu"
"Iya sayang... kalau Kamu bercerita dengan jujur Papah pasti akan cari jalan keluarnya" Tini pun langsung meminta maaf pada Bu Heni, karena Ia sudah melakukan hal di luar dugaan.
"Mamah sebenarnya kecewa sama Kamu Nak..tapi Kamu anak Mamah... dan Mamah sangat mengerti mengapa Kamu melakukan hal itu, tapi tetap Nak...di mata hukum Kamu sudah melakukan tindak kriminal" Tini hanya terdiam tak bergeming mendengar kesedihan Ibunya, Dia pun marah dalam hatinya, menyalahkan para Preman itu yang tak becus kerjanya.
Namun Tini tidak ingin mengungkapkan hal itu di depan Andi juga Mamahnya.
Keluarga Lia kini sampai di acara besar Kantor, seketika Kasih melirik kesana kemari matanya kini sedang mencari Andi, sosok suami yang sudah lama meninggalkannya hingga 2 tahun lamanya.
Merasa kecewa karena di setiap Ia melihat hampir tak menemukan sosok Andi.
"Dimana Dia..? apa benar Kamu ada disini Andi, ya Allah.. Aku ingin sekali bertemu Dia . tolong pertemukan Aku dengannya ya Allah" Kasih berdoa dalam hatinya dengan sangat terenyuh.
Lalu Lia menanyakan siapa nama Suami yang sedang Kasih cari selama ini.
"Namanya..." belum Kasih menyebutkan siapa nama suaminya, MC mengumumkan jika acara inti akan di mulai.
__ADS_1
Chandra dan Rahma pun datang tepat waktu, dan Lia melihat keharmonisan hubungan antara Chandra dnegan Rahma membuat Lia bertanya-tanya.
"Mereka sepertinya terlihat bahagia hari ini" Lia pun menghampiri Chandra dan Rahma yang sedang bergandengan tangan dengan wajah tersenyum.
"Hey Chan.. "
"Hey Lia.." lalu Chandra melihat Makmun juga Bu Alya dan wanita yang tidak Ia kenal, Chandra pun menanyakan siapa wanita tersebut.
"Oh.. Dia itu namanya Kasih, Makmun membantunya sewaktu Dia kena jambret"
"Terus tinggal di rumah Lo"
"Katanya sih Dia itu sedang mencari Suaminya yang dulu meninggalkan Dia selama 2 tahun" lalu Lia menceritakan dengan detail mengenai Suami Kasih, hanya saja Dia belum sempat bertanya siapa nama Suaminya itu.
"Ayahnya pemilik perusahaan luar negeri, kira-kira siapa ya Lia ..?" Chandra bertanya pada Lia dengan rasa penasaran
"Mana Aku tahu, Sebentar ya Aku ajak Kasih kesini, siapa tahu Kamu mengenal Suaminya, selama ini kan yang sering bertemu Klien Retro Kamu Chan" lalu Lia menghampiri Kasih dan mengajak Kasih untuk bertemu dengan Chandra.
Kasih pun datang lalu menyapa Chandra juga Rahma.
"Salam Kenal Mas.. Mbak.. Saya Kasih dari Wonogiri" Kasih berjabat tangan dengan Chandra juga Rahma
"Wonogiri.. Jauh sekali ya.." ucap Rahma, lalu Chadra langsung menanyakan siapa nama sang Suami
"Nama Suami Saya Andi Sanjaya" wajah Chandra yang tadinya biasa saja, kini menjadi tegang begitu juga dengan Lia
"Apa... Andi, apakah Andi sepupu Tini yang Kamu maksud" Kasih pun menganggukkan kepalanya dengan tersenyum
"Iya Mas.. Dia sepupu Tini, Tini dulu adalah Anak majikan Saya Mas" setelah tahu bahwa Andi adalah Suami dari Kasih Chandra pun mulai melirikkan kedua bola matanya mencari di mana keberadaan Andi.
Chandra pun tak menyangka jika Andi setega itu meninggalkan Istrinya di kampung, walau Chandra tak tahu cerita yang sebenarnya, namun Dia sudah beranggapan negatif mengenai Andi.
Setalah pemotongan pita di depan layar proyektor, kini Retro memperlihatkan produk minuman yang sudah di produksi untuk di iklankan.
Setelah menemui Tini dan bertanya mengenai kasusnya Andi pun segera bergegas ke Retro untuk memberitahukan informasi ini kepada Pak Herman, dan Bu Heni kembali ke rumah sebab Ia tak bisa lama-lama bertemu Tini karena waktu hanya di berikan 10 menit saja oleh kepolisian.
Chandra pun bertanya dimana keberadaan Andi pada setiap Karyawan Retro, namun tak ada yang tahu dengan keberadaan sang CEO.
"Mas.. tolong temukan Andi, Saya sangat ingin bertemu dengan Andi, Saya jauh-jauh dari Kampung datang kesini hanya untuk mencari jawaban mengapa Dia meninggalkan Saya" Kasih bicara dengan wajah yang bersedih, mata yang berkaca-kaca hingga membuat Chadra tak tega melihatnya.
Setelah Makmun tahu Siapa Suami Kasih Makmun juga berusaha mencari dimana Andi berada
"Mun.. Telepon Saja kalau Kamu punya kontaknya" Bu Alya memberikan solusi kepada Makmun, namun sayang Dia tak punya kontak CEO Retro, sebab Makmun pekerjaannya tidak langsung berhadapan dengan CEO.
"Sebentar Mah.. Aku coba tanya Chandra siapa tahu Dia punya kontak Andi" Makmun pun menghampiri Chandra lalu bertanya mengenai kontak Andi
"Gue juga gak punya Mun...kemarin Gue sempat gak suka sama Dia karena kedekatannya dengan Asri" Makmun kini putus harapan, hanya takdir yang mampu mempertemukan Kasih dengan sang Suami.
Bertanya dengan Pak Herman pun tak mungkin rasa-rasanya karena saat ini Pak Herman sibuk mengobrol dengan klien-klien Retro.
Hampir memiliki harapan, di hatinya kini yakin akan bertemu dengan Andi, namun melihat situasi seperti ini rasa-rasanya harapan itu sirna, ingin menenangkan hatinya, Kasih pun berlari keluar dari gedung Retro, namun saat tengah berlari Ia menabrak seseorang yang tak lain adalah Andi Suami yang sedari tadi di cari-cari Kasih.
"Maaf Mas.. Saya gak sengaja" Andi terdiam memperhatikan wajah yang sepertinya tak asing baginya. Ketika wajah kasih melihat dirinya, bertapa terkejutnya kasih melihat Andi ada di depan matanya.
__ADS_1