
Sam merasa bersalah mengapa tadi Dia tak angkat telepon itu
"Maafkan Aku sayang, Aku terlalu sibuk sampai Kamu telepon Aku gak bisa angkat, padahal Kamu pasti saat itu butuh bantuan Aku" Sam pun menangis di dalam mobil sambil mengendarai mobil.
Lalu Chandra bertanya pada Asri mengenai kejadian ini
"Asri ini sebenarnya kenapa, kenapa Kamu bisa terluka dan Rahma tertusuk pisau seperti ini" ucap Chandra dengan suara yang terbata-bata.
Asri yang sudah tak berdaya menjelaskan kronologi kejadian yang di alaminya
"Tadi aku lihat Pria itu Asri, tapi Aku tidak tahu kalau Dia yang berbuat ini kepada Kalian"
Chandra merasa khawatir dengan Rahma karena darah terus mengalir dari perut Rahma, Dia ingin membawa Rahma cepat-cepat ke Rumah Sakit, tapi Chandra juga tak bisa meninggalkan Asri sendirian disini, bisa saja Pria itu datang lagi lalu menghabisi Asri, Asri pun menangis lalu mengatakan,
"Chan.. maafkan Aku ya, Rahma seperti ini karena Dia mau melindungi Aku" ucap Asri dengan suara tersedu-sedu lalu Asri terus memegangi luka di lengannya, Chandra merasa terluka melihat keadaan Asri, dia pun mendekati Asri lalu berkata,
"Kamu jangan menyalahkan diri Kamu, ini bukan salah Kamu" ucap Chandra sambil mengusap air mata di pipi Asri
"Jangan menangis lagi, Aku gak bisa lihat Kamu menangis, apalagi sampai terluka seperti ini" ucap Chandra sambil menggenggam tangan Asri, tak lama Sam datang.
Dia pun terkejut melihat keadaan Asri dan juga Rahma yang bersimbah banyak darah dimana-mana, lalu Sam mendekati Asri, Dia pun langsung memeluk Asri
"Sayang.. ya Allah Kamu gak papa, maafkan Aku ya, Aku gak angkat telepon Kamu tadi, harusnya aku kesini tolong kamu, Ini siapa Chan pelakunya?" tanya Sam dengan suara yang gugup
"Gue gak banyak waktu, ceritanya nanti saja, Gue takut Rahma pendarahan" kemudian Chandra menggendong Rahma menuju mobil untuk segera dibawa Ke Rumah Sakit.
Begitupun Sam juga membantu kekasihnya bangun, tapi Asri merasakan sakit di kakinya yang belum sembuh di tambah luka lengannya membuat Asri tak berdaya, lalu Sam pun berinisiatif untuk menggendong kekasihnya itu
"Aku gendong kamu ya" Asri tak menjawab hanya menganggukkan kepalanya, momen ini pun membuat Asri jadi teringat ketika Chandra menggendongnya saat di Rumah Sakit.
Adegan itu pun dilihat oleh Tini, Dia semakin kesal dan membenci Asri, Dia berkata pada dirinya sendiri,
"Mengapa Asri masih hidup, dan kenapa Rahma pingsan" Tini bertanya-tanya dalam hatinya, lalu Tini mendapat telepon dari Pria misterius itu, pria itu mengatakan,
"Bos, maaf saya gagal membunuh target, tapi Dia terluka di bagian lengan, saat saya ingin menusuk perutnya dengan pisau, temanya malah menghalangi jadi yang terkena pisau bukan target melainkan temannya itu" kini Tini semakin marah lalu berkata,
"Bodoh ... Kamu bunuh satu orang saja tidak bisa, sekarang sebaiknya Kamu pergi dari kota ini bahkan bila perlu Kamu ke luar Negeri, saya akan urus semuanya, jangan sampai saksi menemukan Kamu apalagi suami Rahma orang yang Kamu tusuk itu, Dia juga cukup berbahaya" ucap Rahma dengan suara tegas menjelaskan kepada si Pria misterius.
Setelah sampai Rumah Sakit chandra pun teriak memangil suster
__ADS_1
"Suster... Suster" suster datang menghampiri lalu Chandra langsung menyuruh para Suster untuk cepat memeriksa keadaan Rahma
"Cepat Sus tolong tangani Istri saya, Dia tertusuk pisau di bagian perut" ucap Chandra dengan nada yang sangat khawatir.
Tak lupa juga Asri segera di tangani oleh Dokter, kini Rahma juga Asri dalam pemeriksaan Dokter, Chandra mengusap-usap wajahnya merasa kacau dengan keadaan ini, Dia pun berdoa dalam hati,
"Ya Allah Aku memang bukan suami yang baik bagi Rahma, tapi bukan dengan cara seperti ini jika Aku harus kehilangan Rahma, tolong ya Allah selamatkan Istriku Rahma" Chandra berdoa dalam hatinya sambil menagis.
Sam pun gelisah dengan luka yang di alami Asri Sam pun berdoa dalam hatinya,
"Ya Allah semoga Asri baik-baik saja, Aku tak bisa melihatnya seperti ini ya Allah, maaf kan Aku tidak bisa menjaganya dengan baik" kini Chandra dan Sam sama-sama khawatir, Sam melihat Chandra begitu juga dengan Chandra memandang Sam.
Sam masih belum mengerti mengenai kronologi kejadian Dia pun menanyakan lagi soal tragedi itu pada Chandra
"Chan... sekarang Lo jelaskan ke Gue bagaimana kronologinya" lalu Chandra menjelaskan semua dengan sedetail-detailnya, Sam pun bingung siapa pria itu, mengapa pria itu mengincar Asri, itu juga yang menjadi pikiran Chandra dari kemarin.
Lalu Chandra menceritakan tentang kecelakaan waktu ingin pergi menuju studio bersama Asri
"Jadi Asri 3 kali hampir ingin ditabrak oleh orang yang sama, orang yang Lo ceritakan misterius itu Chan" Chandra menganggukkan kepalanya, Sam pun jadi bertanya-tanya pasti ada dalang dari tindakan laki-laki itu.
Tak lama Juvi menelpon ke ponsel Chandra, mengatakan bahwa Diagnosa band akan segera tampil lalu Chandra menjelaskan tragedi tersebut pada Juvi, Juvi pun dibuat kaget mendengar berita dari Chandra, segeralah Juvi menyusul ke Rumah Sakit untuk melihat keadaan Rahma juga Asri.
Lalu Juvi berpesan pada tim kreatif bahwa Pak Chandra dan Pak Sam tidak bisa lagi menangani bazar sampai selesai, Juvi menitip kan semuanya agar di tangani oleh Pak Aldi
Pak Aldi pun tak keberatan lalu Pak Aldi mendoakan supaya masalahnya cepat selesai, Juvi pun pergi dari tempat bazar menuju Rumah Sakit.
Saat berjalan menuju parkiran Lia melihat Juvi seperti tergesa-gesa lalu Lia memanggil Juvi
"Juvi .. tunggu, Kamu mau kemana, kok sepertinya gelisah" tanya Lia yang sedang penasaran, lalu Juvi menjelaskan cerita yang tadi Chandra ceritakan padanya, Lia pun kaget tak menyangka
"Apa... Asri terluka lengannya, dan Rahma tertusuk pisau Astagfirullah" ucap Lia seakan tak percaya dengan berita ini, lalu Lia pun bertanya,
"Ini Lo mau kemana..?"
"Aku mau ke Rumah Sakit, ingin melihat keadaan Asri juga Rahma" lalu Lia ingin ikut bersama Juvi, namun Makmun melarang Lia Dia mengatakan,
"Lia, Kita lebih baik pulang dulu, lagi pula disana kan sudah ada Sam juga Chandra ditambah Juvi, Aku yakin Asri akan baik-baik saja" Lia sebenarnya ingin sekali ikut, tapi mendengar Makmun tidak mengizinkan Dia pun tak bisa berbuat apa-apa
"Terserah Kalian mau datang ke Rumah Sakit kapan, Lia Gue harus pergi sekarang, sorry Gue duluan" Juvi pun pergi meninggalkan Lia juga Makmun
__ADS_1
"Kenapa Juvi tadi berkata terserah ya, apa Dia marah dengan ucapan Aku tadi" Lia melihat suaminya lalu menjawab,
"Namanya juga orang sedang khawatir jadi apa saja bisa di ucapkan" Makmun merasa heran lalu berkata,
"Mengapa semua orang mengkhawatirkan Asri begitu berlebihan" mendegar ucapan Makmun Lia jadi marah
"Mun.. tolong jangan Kamu ucapkan itu lagi, kalau Aku yang terkena musibah, Aku juga yakin Mereka, Asri, Juvi mengkhawatirkan Aku" ucap Lia kini menjadi kesal dengan ucapan Makmun tadi.
Melihat Istrinya marah Makmun pun meminta maaf, jika sudah salah bicara, kini Mereka memutuskan untuk pulang beristirahat lalu nanti malam baru menjenguk keadaan Asri.
Saat bazar masih berlangsung, Pak Herman pun datang ketempat bazar untuk melihat tim kreatif yang di pimpin Sam, melihat Pak Herman kini semuanya menyambut hangat kedatangannya.
Pak Herman pun melihat sekeliling namun Pak Herman tak melihat Sam di manapun, kemudian Pak Herman bertanya
"Kok Saya tidak lihat Pak Sam ya, kemana Dia?" tanya Pak Herman kepada tim kreatif, lalu Pak Aldi menceritakan bahwa Pak Sam dan Pak Chandra meminta izin tak dapat mengawasi acara sampai selesai dikarenakan bagian keluarganya ada yang mengalami musibah, Pak Herman terdiam, sambil melihat-lihat sekeliling, namun Herman pun tak menemukan Asri disini, lalu Pak Herman bertanya soal Asri, dan Pak Aldi lagi yang menjelaskan bahwa Mbak Asri juga ikut Pak Chandra dan Pak Sam.
Kini Pak herman menjadi curiga, kenapa segala sesuatunya Asri selalu ikut di belakang Sam, dan Pak Herman bertanya-tanya siapa yang sedang terkena musibah dalam hatinya. Setelah selesai bertanya Pak Herman pun kembali lagi ke kantor.
Juvi pun sampai di Rumah Sakit, Dia langsung menghampiri dan bertanya terkait insiden yang terjadi dengan Asri juga Rahma
"Sory Gue baru sampai, Sam ini sebenarnya ada apa sih kenapa bisa sampai ada orang yang menusuk Rahma dengan pisau" tanya Juvi dengan rasa khawatir
"Gue juga belum tahu siapa orang itu, tapi pasti akan Gue cari!!" ucap chandra dengan penuh amarah, setelah itu Dokter pun keluar dan menjelaskan mengenai keadaan Asri
"Keluarga pasien" Sam langsung menyahuti ucapan Dokter
"Saya Dokter saya kekasihnya bagaimana keadaan Asri Dok?"
"Mbak Asri kondisinya baik-baik saja, luka goresan di tangannya cukup dalam, tapi Kami sudah melakukan pengobatan dengan baik, mungkin butuh waktu lama untuk sembuh dan kering lukanya, harus sabar ya untuk keluarganya" setelah itu Sam bertanya apakah Asri boleh ditemui atau belum, Dokter pun menjawab,
"Silahkan Mas Mbak Asri boleh di jenguk" Sam pun langsung bergegas menemui Asri, sementara Chandra masih menunggu kabar dari Dokter mengenai keadaan Rahma,
"Chan Lo gak masuk lihat Asri?" tanya Juvi, Chadra hanya menatap Juvi lalu kemudian menggelengkan kepalanya, setelah itu juvi pun masuk untuk melihat Asri.
Tak lama Dokter yang menangani Rahma pun keluar
"Dok... Bagaiman keadaan Istri Saya, Dia baik-baik saja kan Dok" Chandra bertanya dengan rasa gelisah
"Kami sudah mengobati lukanya, namun setelah Kami telusuri luka itu sangat dalam Pak, setelah Kami ronsen untuk melihat hasilnya ternyata tusukan pisau itu, merobek perut Pasien hingga mengenai rahimnya Pak" Chadra pun tercengang kaget mendengar ucapan Dokter lalu Chandra bertanya lagi
__ADS_1
"Tapi istri Saya bisa di selamatkan kan Dok"? tanya Chandra yang begitu khawatir mengenai keadaan Rahma
"Kami harus segera melakukan operasi Pak untuk menjahit luka di bagian rahimnya, dan mohon maaf harus Kami katakan, kemungkinan besar Ibu Rahma akan sulit hamil, kalau pun hamil pasti akan sangat rentan sekali Pak" mendegar berita itu, Chandra kini merasa sangat bersalah, karena dulu sebelum mengalami musibah ini, Rahma selalu membahas ingin punya anak darinya, dan sekarang untuk hamil saja itu tidak mungkin.