Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
ASRI BIMBANG


__ADS_3

Bu Anita terus menarik tangan Asri, sambil berkata,


"Asri masuk... Mamah mohon Nak, Mamah melakukan ini untuk kebaikan Kamu Mamah lebih mencintai Kamu dari pada laki-laki ini" ucap Bu Anita dengan suara meninggi


"Tapi Aku mencintai Sam Mah"


"Aku gak bisa jauh dari Sam, Aku cinta Sam Mah"


Bu Anita takut kehilangan Asri, merasa cintanya begitu besar dengan Sam, hingga Ia di buta kan oleh cinta yang sebenarnya belum tentu jelas kelanjutannya.


Bu Anita pun Marah lalu dengan Paksa melepaskan genggaman tangan Sam dan Asri, Sam terus berkata,


"Tante Aku mohon jangan pisahkan Aku dengan Asri Tante Aku mohon" ucap Sam memohon terus menerus


Genggaman itu sungguh kuat Bu Anita pun kesusahan melepaskan kedua tangan Sam dan Asri, tapi dengan tekad juga kasih sayang seorang Ibu untuk Anaknya, Bu Anita terus berusaha melepaskan genggaman itu, lalu di tarik lah Asri dengan sekuat tenaga Bu Anita agar Asri masuk kedalam rumah, dan akhirnya genggaman tangan itu terlepas Asri pun teriak


"Sam..."


"Asri... Tidak... Tante Aku mohon"


kini Bu Anita menutup pintu dengan keras lalu mengunci pintu dengan rapat, kemudian memasukkan kunci kedalam kantung bajunya.


"Sampai Kamu buka pintu itu, dan keluar dari rumah ini, Kamu tidak perlu lagi menganggap Mamah ini adalah Mamah Mu, orang yang telah melahirkan Kamu dan membesarkan Kamu yang berjuang dengan tangan dan keringatnya" setelah mengucapkan kalimat itu Bu Anita pun masuk dengan wajah bersedih dan menangis.


Asri pun terdiam memikirkan setiap detail ucapan Ibunya, kini Ia melemah dan terjatuh menyender di pintu Ia masih mendengar suara Sam yang memanggil-manggil namanya


"Asri... Asri.. Aku cinta Kamu.. Aku sayang Kamu... Aku akan buktikan kalau Aku layak untuk Kamu" Sam berkata dengan suara tangisan kecil merasa sedih harus berpisah dari Asri


Tapi dalam hatinya Sam tak akan menyerah Dia akan terus berusaha membujuk Bu Anita agar Bu Anita mau merestui hubungannya, merasa tak ada lagi yang harus di lakukan disini Sam pun pergi dari rumah Asri.


Asri masih duduk menyender di pintu dengan menangis kecil, menahan suara tangis dengan menutup mulutnya dan berkata,


"Aku juga cinta Kamu Sam, Aku juga sayang Kamu Sam, Aku pun gak ingin pisah dari Kamu, ya Allah kenapa hubungan Aku harus seperti ini dengan Sam, Aku tidak bisa memilih Mamah atau cinta Ku, Mereka semua orang yang Aku cintai dalam hidupku, kenapa semua tidak seperti apa yang Aku bayangkan" ucap Asri dalam hatinya.


Sedangkan Bu Anita hanya memandangi Anaknya dari kejauhan, Dia sebenarnya tak tega melihat Asri begitu, tapi apa yang dilakukan Bu Anita memisahkan Asri dan Sam itu adalah untuk kebaikan Asri dan juga nama baik Asri, Bu Anita hanya tak ingin Asri menjadi korban dusta cinta dari seorang laki-laki seperti dirinya dahulu, jika Ia merestui hubungan itu Dia takut suatu saat Sam tidak bisa memilih Antara Asri atau Istrinya.


Kini Sam pergi ke pengadilan agama untuk menggugat cerai Tini yang memang sudah di niatkan hari ini, lalu Sam memberikan semua dokumen yang di perlukan untuk proses gugatannya, kemudian orang pengadilan berkata,

__ADS_1


"Baik Pak... Kita akan proses laporannya, surat gugatan akan jadi besok, lalu akan Kami kiriman ke alamat tujuan" Sam pun mengucapkan terimakasih lalu Sam kembali ke apartemennya.


Sementara Chandra tengah makan siang dengan Juvi, Chandra pun langsung berbicara soal tawaran yang di berikan HRD untuknya, "Juv... sebenarnya Gue mau cerita soal tadi, kalau HRD kasih tawaran gue untuk pindah Divisi" ucap chandra dengan raut wajah yang serius Juvi yang sedang menyimak menjawab,


"Pindah Divisi, sebagai apa Chan?" tanya Juvi kini ikut serius


"Bagian Manager Marketing posisinya Sam, sekarang Sam kan sudah resign dari Retro dan posisi itu kosong, gue di tawarin bakal naik gaji 20% kalau gue mau terima tawaran itu"


"Terus Lo sendiri bagaimana, Lo mau atau gak untuk terima tawaran itu" tanya Juvi sambil menyantap makanannya


"Gue sih mau saja Juv, tapi gue jadi ngerasa gak enak sama Asri, masa gue jadi nempatin posisi Sam sih, kira-kira nanti Asri pikirannya bagaimana ya?" tanya Chandra terhadap juvi tentang tanggapan Asri nanti, Juvi pun tertawa kecil lalu mengatakan,


"Lo itu mau kerja, atau cuma ngurusin perasaan orang, hadeuh Chan... menurut Gue kalau Lo terima tawaran itu malah bagus kok, Lo bisa berkarir bertahap, dan soal Asri Gue yakin Dia pasti ngerti, tapi ya itu... Lo harusnya tanyakan dulu soal ini sama Rahma, Dia kan istri Lo Dia harus tahu, kalau Istri Lo setuju, Gue rasa lebih baik Lo ambil tawaran itu" ucap nasihat Juvi untuk Chandra


kini Juvi makan dengan lahap Chandra hanya diam sesekali melirik Juvi lalu Chandra tiba-tiba tertawa kecil, membuat Juvi kebingungan.


"Eh... Lo kenapa, kesurupan apa... ketawa ada yang lucu hah?" tanya Juvi dengan terus sambil makan


"Gue tuh ketawa karena Lo tahu, lihat deh Lo makan kayak tukang kuli, seperti kerja Lo berat saja" ucap Chandra sambil tersenyum, kini Juvi pun ikut tersenyum dan mengatakan,


Setelah jam tepat pukul 16.30 Lia pun menghentikan pekerjaannya, lalu Lia bergegas pergi untuk menemui Asri karena Dia sudah janji akan menjenguk Asri dan setelah itu menjenguk Rahma.


Ketika melewati loby Lia pun bertemu Chandra juga Juvi, kemudian Juvi menyapa,


"Lia mau pulang?" tanya basa-basi Juvi terhadap Lia


"Iya nih... Tapi Aku mau jenguk Asri dulu, habis itu Aku mau jenguk Rahma di rumah sakit" ucap Lia sambil tersenyum


berhubung Chandra juga mengkhawatirkan Asri lalu Chandra menawarkan diri untuk ikut menjenguk Asri


"Lia Aku ikut ya, Aku juga mau jenguk Asri"


"Gue ikut juga ya, sekalian main deh Gue suka bosan di rumah" pinta Juvi kepada Lia juga Chandra dengan senyum menyeringai


"Ya sudah kalau gitu Kita bareng saja, Kamu bisa naik mobil Aku Lia kalau Kamu mau, atau naik motor Juvi juga gak masalah"


"Kalian pada mau ikut, Ya sudah Aku ikut Kamu ya Chan, Juv... jangan tersinggung ya kalau Aku ikut Chandra, Kalian semua sama-sama sahabat baik Aku" Juvi pun tertawa kecil mendengar ucapan Lia lalu berkata,

__ADS_1


"Tersinggung... untuk apa Lia, cuma soal kendaraan Gue gak Maslah kok, lagian cewek bagusnya memang naik mobil sih, nanti deh Gue ambil mobil jadi... kalau Gue mau antar Lo kemana-mana Lo bisa nyaman" ucap Juvi yang entah apa itu maksud dari ucapannya.


Chandra hanya menyimak merasa kebingungan dengan ucapan juvi, padahal jelas-jelas Suami Lia punya mobil, yang sudah tentu pasti mengajak Lia kemanapun dengan nyaman, Juvi berkata seakan-akan Lia itu nantinya akan menjadi pacarnya.


"Ya udah ayo... ini sudah sore" kini Chandra Juvi dan Lia pun berangkat ke rumah Asri.


Di perjalanan Lia mendapatkan SMS dari Makmun yang isinya


"Sayang Kamu sudah pulang ya, Aku akan jemput Kamu ya sekarang" Lia pun segera membalas SMS itu


"Jangan Mun... Aku sedang ingin menjenguk Asri bersama Juvi juga Chandra" setelah melihat balasan SMS dari Istrinya kini wajah Makmun menjadi sedikit kesal Makmun pun berkata pada dirinya sendiri,


"Apa... bisa-bisanya Kamu gak izin dulu sama Aku Lia, mana pergi dengan Juvi segala lagi" Makmun pun tak membalas lagi SMS dari Lia, kini Dia jadi berfikiran Asri dan teman-temannya itu membawa pengaruh buruk untuk pribadi Lia.


Buktinya Lia sekarang sudah mulai tak sopan dengan suaminya yang pergi tanpa izin, juga tak mau mendengarkan ucapan suami yang ingin agar Lia berhenti kerja, Makmun pun menahan emosinya, lalu Bu Alya datang menghampiri Makmun


"Mun... katanya Kamu mau jemput Istri Mu kok masih berdiri disini"


"Gak jadi Mah.. Lia sedang pergi menemui Asri temannya yang sedang sakit"


"Oh ya, Dia sudah izin sama Kamu sebelumnya" tanya Bu Alya dengan mengangkat kedua alisnya,


Makmun hanya terdiam tak menjawab, tapi sang Ibu sepertinya tahu jawaban itu


"Pasti belum, sudah Mamah duga, Istri Kamu itu sungguh gak sopan tahu gak?" lalu Bu Alya bertanya lagi,


"Dia pergi dengan siapa?"


"Dengan Chandra dan Juvi teman dekatnya" ucap Makmun dengan suara datar


"Dia pergi dengan laki-laki" Bu Alya merasa kaget lalu Bu Alya mengatakan,


"Masa hal sepenting itu Dia gak izin suami dulu, Kamu harus didik yang benar itu Istri Kamu, kalau Kamu gak bertanya.. apa istri Kamu akan kasih tahu kalau Dia sedang pergi, gak kan Mun... mana perginya dengan laki-laki yang bukan muhrim lagi" Bu Alya kini justru malah seperti memanasi masalah yang sedang terjadi.


Makmun hanya terdiam merenungi ucapan Ibunya sepertinya Makmun kini merasa apa yang di ucapkan Ibunya itu ada benarnya, karena tak mau banyak bicara lagi Makmun pun masuk kedalam rumah, dan Bu Alya hanya memandangi Anaknya itu dari belakang sambil menggerutu pada dirinya sendiri


"Katanya Dia itu berjanji akan menjadi istri yang baik dan melayani suami dengan baik, mana ada macam istri kaya Dia, membiarkan suami di rumah sedangkan Dia pergi dengan teman lelakinya" Bu Alya berkata sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2