Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
RENCANA JAHAT


__ADS_3

Setelah Sam pergi Tini bolak-balik di dalam kamarnya, Dia merasa harus cepat-cepat menyingkirkan Asri dari hidup Sam, lalu Tini terpikirkan rencana jahat untuk mencelakai Asri kemudian Dia menelpon Pria misterius


"Saya ada tugas untuk Kamu, hari ini Kamu harus habisi Asri sampai tuntas, Kamu datang ke daerah Kebayoran, nanti saya akan kirim alamatnya, Kamu harus cari celah di saat Asri lengah Kamu harus hajar Dia sampai Mati"


"Baik Bos, Saya akan lakukan sesuai permintaan Bos"


"Ingat jangan sampai gagal, karena Saya tidak mau mendegar kegagalan" dan Pria misterius itu menjawab Iya dengan suara yang meyakinkan.


Lia dan Makmun pun bersiap-siap untuk berangkat ke acara bazar, Lia sudah bangun pagi, lalu masak untuk sarapan pagi keluarganya, Dia juga menyiapkan pakaian suaminya dan sudah membereskan pekerjaan rumah selagi masih ada waktu.


Lalu Ibu mertua Lia datang mendekati meja makan, melihat semua sudah beres Bu Alya pun berkata,


"Tumben ini makanan sudah siap, biasanya Mamah harus masih sibuk di dapur" ucapan itu di dengar oleh Pak Helmi lalu Pak Helmi menjawab,


"Mah... jangan seperti itu dong bicaranya, ini kan semua Lia yang mengerjakan, kalau Lia dengar ucapan Mamah nanti Dia bisa tersinggung Mah" Pak Helmi menasehati Bu Alya


"Pah.. Mamah tuh sebenernya ingin sekali kalau Lia itu gak perlu bekerja, jadi Dia bisa menemani Mamah di rumah kalau begini kan Mamah jadi sendiri terus di rumah" tak sengaja ucapan itu di dengar oleh Lia juga Makmun lalu Lia mendekati Ibu mertuanya


"Mah... jadi ini alasan Mamah selalu menyindir Aku dan selalu salah setiap Aku mengerjakan sesuatu di rumah ini" ucap Lia dengan suara lembutnya agar Ibu mertuanya tidak tersinggung


"Ya itu.. begitu Lia, Maafkan Mamah deh kalau Mamah sudah menyakiti hati Kamu, Mamah hanya ingin Kamu itu dirumah jadi Ibu rumah tangga yang baik dan bisa melayani suami dengan baik" ucap Bu Alya dengan wajah yang memelas, mendegar itu Lia memandang Makmun juga Pak Helmi


"Mah... kalau pun Aku kerja, Aku kan masih bisa jadi temen Mamah, Mamah mau curhat, atau mau apa, sepulang kerja Lia masih bisa temani Mamah, tapi Lia mohon Mah... Jangan bersikap seperti ini sama Lia" ucap Lia dengan penuh harap kepada Ibu mertuanya, Lia bicara sambil menggenggam tangan Bu Alya


"Iya Lia, Maafkan Mamah ya kalau Mamah sudah jahat sama Kamu" ucap Bu Alya sambil tersenyum


"Mamah gak perlu minta maaf, Lia yang minta maaf karena belum bisa mewujudkan keinginan Mamah, tapi Lia janji walaupun Lia masih bekerja, Lia bisa kok jadi Istri yang baik untuk Makmun dan Ibu rumah tangga yang baik" Lia meyakinkan Ibu mertuanya agar dirinya tak di remehkan dan di sindir-sindir lagi.


pak Helmi dan Makmun merasa lega akhirnya Bu Alya bisa akur dengan Lia, dan mereka pun mulai sarapan bersama.


Setelah sampai di tempat bazar Asri turun dari mobil, rambut Asri berterbangan ketika tertiup angin.


Rambut Asri yang di gerai dengan belahan pinggir ke kanan dan memakai jepit yang lucu membuat Asri tampak cantik dan imut, apalagi jika Asri sudah tersenyum, sangatlah manis di pandang Sam pun memandangi kekasihnya itu sambil tersenyum


"Sayang Kamu cantik sekali, Aku makin jadi cinta dan sayang sama Kamu" mendegar ucapan itu Asri tersenyum sipu merasa malu akan pujian Sam


"Terus saja gombal" Asri berkata, dengan tersenyum kecil, membuat Sam menjadi gemas melihat wajah Asri.


Tak lama Sam langsung mencium pipi Asri dengan cepat, hal itu membuat Asri manjadi kaget seketika

__ADS_1


"Sam... Kamu ini kebiasaan deh, kalau ada orang lihat bagaimana" Asri sedikit khawatir dengan adegan yang Sam lakukan tadi, Sam hanya tersenyum senyum melihat wajah Asri.


Lalu Chandra dan Rahma akhirnya datang dan Mereka melihat Asri juga Sam berada di luar area bazar Chandra pun menyapa,


"Sam, Sri Kalian gak masuk ke dalam"


"Ini juga Kita mau masuk kok" jawab Sam, melihat ada Rahma Asri pun menyapa,


"Rahma Kamu datang juga kesini"


"Iya Aku mau lihat pameran bazar siapa tahu ada barang-barang yang aku naksir"


"Ya sudah masuk yuk, Kita kan masih banyak kerjaan" ucap Sam mengajak semuanya ke dalam.


Setelah Mereka masuk tak lama Lia dan Makmun datang, Lia melihat dari kejauhan Jika di dalam sangatlah ramai sekali membuat Lia menjadi senang hatinya


"Wah.. ramai sekali ya Mun"


"Sayang kalau Kamu mau beli sesuatu bilang Aku ya, Aku pasti belikan apapun yang kamu mau" Makmun berkata dengan penuh kasih sayang terhadap Lia


"Gak ah... lebih baik uangnya Kita simpan sayang, untuk beli rumah impian Kita, kamu mau kan Kita punya rumah" mendengar ucapan Lia Makmun jadi teringat akan usulan dari Papahnya tentang pindah dari rumah


Pemandangan itu dilihat oleh Juvi, namun Juvi tak begitu membawa dalam perasaan, sebab Ia merasa tak pantas jika cemburu pada Istri orang, dan Juvi langsung menyapa Mereka


"Hay Mun Lia, Kalian sedang apa disini kenapa gak masuk" tanya Juvi yang sedang berbasa-basi, merasa kaget Lia pun mengangkat kepalanya dari bahu Makmun


"Ini Kita mau masuk kok, lagi ngobrol sebentar" dan akhirnya Mereka pun semua masuk ke dalam untuk melakukan tugasnya masing-masing.


Rahma sedang duduk di kursi tempat tim kreatif Sam berkumpul, sedangkan Sam, Asri juga chandra sedang melakukan tugasnya.


Namun dari kejauhan Rahma melihat sosok pria misterius yang pernah di temui Tini waktu di supermarket itu, lalu Rahma menghampiri Chandra karena ingin memberitahu bahwa Dia melihat Pria misterius itu


"Chan... Kamu lihat deh di dekat pohon itu, ada laki-laki yang pernah aku ceritakan ke kamu" Rahma berkata seperti sedang ketakutan.


Lalu Chandra menoleh dan melihat, namun tak ada siapapun disana, Chadra hanya melihat sebuah pohon besar dengan bangku kosong yang berada di bawah pohon


"Mana... gak ada siapapun" Rahma kini bingung kemana perginya lelaki itu, padahal baru saja tadi Dia melihatnya, kenapa sewaktu Chandra yang melihat Dia sudah tidak ada.


Rahma kini khawatir dengan lelaki misterius itu, Rahma berpikir apakah Dia seseorang yang baik, atau malah sebaliknya, melihat Rahma bengong Chandra pun berkata,

__ADS_1


"Rahma, lebih baik Kamu duduk saja ya disitu, atau tidak Kamu lihat-lihat saja pameran bazar disini, supaya Kamu gak bosan" Chandra berbicara dengan suara lembutnya, supaya Rahma tak merasa tersinggung.


Rahma yang masih memikirkan tentang pria tersebut akhirnya memutuskan untuk mengikuti saran dari suaminya


"Ya sudah, Aku keliling sebentar ya" ucap Rahma lalu pergi untuk melihat-melihat pameran bazar.


Selagi tengah sibuk membereskan dan merapihkan barang-barang tiba-tiba ponsel Sam berbunyi, setelah dilihat ternyata itu panggilan dari Pak Ammar yang memegang proyek di Bandung, Sam pun mengangkat telepon tersebut, lalu Pak Ammar berkata,


"Halo Pak Sam, apa kabarnya Pak, Saya sedang berada di Jakarta saat ini Pak"


"Kabar baik Pak, maaf ada apa Pak menelpon Saya, apa ada masalah dengan proyek Kita" Sam bertanya mengenai proyek


"Oh tidak ada masalah kok Pak, begini Saya ingin bertemu bapak sekarang untuk membahas lebih detail proyek pembangunan di Bandung, kira-kira Pak Sam bisa tidak bertemu sekarang"


"Oh bisa Pak, tapi Saya punya waktu sedikit Pak, karena Saya juga sedang ada acara penting"


"Tenang Pak Saya gak lama kok, mungkin setengah jam, Pak Sam bisa kan" tanya Pak Ammar mengenai waktu meeting, lalu Sam menjawab,


"Ok Pak bisa... Kita ketemu di cafe Rosalia ya Pak, karena Saya saat ini sedang di daerah dekat cafe tersebut" lalu Pak Ammar mengatakan bahwa dirinya akan sampai sekitar 15 menit lagi, dan panggilan pun di akhiri.


Tak lama setelah Pak Ammar menelpon kini ponsel Sam berbunyi lagi, kali ini telepon dari Isabella penyanyi duet bintang tamu di acara bazar, Isabella pun memberi tahu bahwa dirinya tak bisa hadir di kerena kan ada keluarga yang baru saja berduka


"Mohon maaf ya Pak, Saya benar-benar tidak bisa datang"


"Ok gak masalah kok, Kami turut berduka cita ya" ucap Sam mengucapkan bela sungkawa terhadap Isabella, dan telepon pun diputus.


Sam kini jadi kebingungan siapa yang akan menggantikan penyanyi duet itu, lalu Asri melihat Sam seperti sedang gelisah, kemudian Asri bertanya,


"Sayang, Kamu kenapa, apa ada masalah?" tanya Asri dengan raut wajah serius memandangi Sam.


Sam pun menceritakan mengenai Isabella yang tak bisa datang, dan Sam bingung harus mencari pengganti di mana sedangkan waktu mepet, dan dirinya juga harus meeting dengan Pak Ammar saat ini juga, mendegar cerita Sam Asri pun mengusulkan ide


"Kamu kenapa bingung, Aku kan bisa bernyanyi sayang, dan Kamu kan bisa bermain gitar, kalau Kita yang menggantikan bagaimana"


"Aku kan harus bertemu Pak Ammar sayang, sedangkan penyanyi duet itu tampil 10 menit lagi" kini Asri juga mulai ikut bingung, lalu Chandra datang menghampiri dan mengatakan,


"Kalian sedang apa sih dari tadi berduaan terus, Kalian gak lihat tuh Mereka semua bekerja, kalau Kalian mau pacaran nanti dulu dong, kan bisa nanti setelah acara bazar" ucapan Chandra membuat Sam kesal


"Eh Chan yang mau pacaran siapa, justru Gue lagi bingung penyanyi duet Kita gak bisa hadir, terus ini siapa yang mau gantikan Mereka" Sam melontarkan jawaban dengan nada ketus, lalu Chandra meminta maaf sudah salah prasangka dengan Asri juga Sam.

__ADS_1


__ADS_2