
Sepanjang melakukan pekerjaan Chandra masih memikirkan tawaran dari HRD, berhubung makan siang sudah waktunya Chandra pun ingin menemui Juvi sekalian meminta saran dari sahabat itu.
"Juv Kita makan siang yuk, sekalian ada yang mau Gue obrolin"
"Ok Gue juga sudah lapar nih, memang Lo mau bicara apa sih" tanya Juvi sambil membereskan meja kerjanya
"Nanti saja ceritanya sambil Kita makan" kemudian Mereka pun pergi ke cafe di sebelah Kantor.
Tini pun sudah kembali ke rumah, saat ingin memasuki kamar Tini berpapasan dengan Bu Heni di ruang Makan.
"Tini Kamu dari mana?" tanya Bu Heni, sebab yang Bu Heni tahu Anaknya berada di kamar setelah pulang dari Rumah Sakit
"Aku... Aku pergi sebentar Mah ada urusan" Bu Heni memandangi mimik wajah Anaknya apakah yang di ucapkan itu benar atau Dia sedang berbohong
"Kok ga izin sama Mamah" tanya Bu Heni dengan penuh tekanan
"Sudah lah Mah.. Mamah gak perlu tahu urusan Ku apa" Tini menjawab dengan suara ketus lalu Tini bergegas pergi menuju kamarnya.
Bu Heni hanya terdiam berfikir semoga saja Tini tidak melakukan suatu hal yang akan merugikan dirinya sendiri.
Sementara Asri sampai saat ini belum mau keluar kamar apalagi membuka pintunya kemudian Bu Anita mencoba lagi membujuk Putrinya supaya tak marah terus dengannya,
"Asri... Kita makan yuk sayang, Kamu kan sedang sakit Kita makan dulu yuk?" Bu Anita membujuk Asri supaya keluar kamar
Namun di dalam kamar Asri masih melamun memandangi foto wajah Papahnya.
"Papah.. Aku sudah lama sekali ingin bertemu Papah, ternyata Papah masih hidup, Mamah jahat sekali sama Aku, Mama sembunyikan Papah dari Aku selama ini" ucap Asri sambil bersedih meneteskan air mata.
Bu Anita pun bersedih terdiam merasa bersalah atas tindakannya yang menyembunyikan identitas Papahnya selama ini, Bu Heni berkata pada dirinya sendiri,
"Tolong maafkan Mamah Nak, tolong jangan bersikap seperti ini" ucap Bu Anita dengan diam termenung.
Lalu Asri melihat ke arah pintu Dia merasa apa tindakannya ini keterlaluan dengan Ibunya, sementara Dia pun telah melakukan sebuah kesalahan di belakang Bu Anita.
__ADS_1
Lalu Asri berfikir lagi, kesalahan yang Ia perbuat tidaklah sebanding dengan apa yang di alami Ibunya selama ini, Dia sudah merasakan begitu banyak penderitaan, dan sekarang Asri merasa malah menambah beban penderitaannya lagi, Asri pun kini menangis tersedu-sedu memikirkan permintaan Bu Anita yang ingin menyuruhnya untuk meninggalkan Sam dan mengakhiri hubungannya dengan Sam
"Aku cinta Kamu Sam, tapi Aku harus bagaimana sekarang?" tanya Asri pada hati kecilnya kemudian Asri mencoba untuk menghubungi Sam.
Sam yang sedang rebahan di apartemen merasa bosan Dia pun memutuskan untuk pergi ke rumah Asri, saat hendak bangun ternyata Asri telah menelponnya, dan di angkat lah telepon tersebut
"halo Sayang, baru saja Aku mau ke rumah Kamu" Asri belum menjawab, namun terdengar suara Isak tangis kecil di telinga Sam
"Sayang.. Kamu sedang nangis Kamu kenapa?" Sam penasaran dengan keadaan Asri, lalu Asri menceritakan semua percakapan yang terjadi dengan Ibunya.
"Apa... jadi Tante Anita membenci Aku sekarang, dan Tante Anita menyuruh Kamu mengakhiri hubungan Kita"
"Ya" jawab Asri dengan suara pelan
Tanpa bicara lagi Sam mematikan panggilan di ponselnya, lalu Sam bergegas pergi ke rumah Asri untuk menjelaskan keseriusannya dalam hubungannya bersama Asri, Asri pun memangil Sam dengan terus menggenggam ponselnya, namun tak ada jawaban ketika di lihat ternyata Sam telah memutuskan panggilan, hati Asri mengatakan,
"Kamu pasti akan kesini sekarang".
Asri pun kini mencoba keluar kamar dan menemui Bu Anita, Asri berjalan mencari Bu Anita lalu Ia melihat Bu Anita dari belakang sedang melamun di dalam kamarnya sambil memandangi fotonya dengan Pak Fery.
"Mamah yang salah, Mamah yang gak bisa mendidik Kamu dengan benar, Kamu seperti ini karena karma dari kelakuan Mamah, Maafkan Mamah Nak, Maafkan Mamah Asri, Mamah sayang sekali sama Kamu Nak" ucap Bu Anita yang juga menangis, suasana ini pun menjadi haru ketika keduanya saling merasa bersalah dan meminta maaf.
Tak lama terdengar suara mobil Sam, Sam pun datang lalu berjalan dengan cepat kemudian mengetuk pintu rumah Asri
"Asri... Tante ... Asri... " Sam pun memanggil dengan suara lantang.
Bu Anita terdiam mendegar suara Sam dari dalam, Bu Anita pun pergi untuk membuka pintu begitu pun Asri mengikuti dari belakang.
Ketika pintu di buka, Bu Anita memandang Sam dengan pandangan yang tajam penuh makna, Sam pun terdiam menatap Bu Anita dengan wajah melasnya
"Tante Aku kesini ingin menjelaskan semua yang terjadi antara Aku dan Asri"
"Apa yang mau Kamu jelaskan lagi Sam, Saya sudah tahu semuanya, Istri Kamu datang kepada Saya Dia memberitahu kelakukan Suaminya yang berselingkuh di belakangnya, Tante sungguh gak menyangka Kamu bisa bohongi Tante dengan cara seperti ini, Mau Kamu apa Sam" Bu Anita bertanya dengan sedikit membentak
__ADS_1
"Tante Aku mencintai Asri sangat mencintai Asri, Aku minta maaf sebelumnya karena Aku sudah membohongi Tante tentang status Aku yang sebenarnya, Aku kesini mau meluruskan Tante.. Aku dengan Istri Ku, pernikahan Kami dari dulu sudah tidak bisa di benahi lagi, Aku dulu pernah berusaha menceraikan Tini tapi itu semua gagal karena Pak Herman mencari kelemahan Aku Tante, sampai Akhirnya Aku harus tetap bertahan dengan pernikahan tanpa cinta, tapi saat ini Aku berani mengambil keputusan karena Aku sudah mempersiapkan semuanya" Sam berbicara dengan begitu panjang lebarnya, namun apa yang dikatakan oleh Bu Anita
"Kamu pikir Saya percaya dengan apa yang kamu ucapkan, Kamu pikir Saya akan merestui hubungan Kalian ini, Sam Tini datang dengan begitu rapuhnya, Dia bilang sama Saya kalau Kamu itu dulu perhatian, sayang dengan Dirinya, tapi semenjak Kamu bertemu Asri Dia bilang Kamu mulai berubah lalu Kamu mengkhianatinya, Maaf Sam... kalau Kamu cuma ingin mempermainkan seorang wanita tolong jangan Anak Saya yang Kamu gunakan" jawab Bu Anita dengan nada yang meninggi, Sam pun terdiam tak percaya dengan apa yang di katakan Bu Anita, Sam berkata dalam hatinya
"Bisa-bisanya Tini melakukan ini dengan berbicara suatu kebohongan besar"
"Tante itu semua gak benar, Aku dan Tini pernah hampir bercerai, Aku menikah dengannya bukan karena cinta, tapi karena Paksaan terutama karena Ibu Saya yang sedang sakit jantung, Tante Aku mohon jangan pisahkan Aku dengan Asri, Aku mencintai Asri Tante, Aku janji Aku akan selesaikan pernikahan ini secepatnya" Sam menjelaskan kebenaran dan memohon dengan sangat agar dirinya tetap di izinkan berhubungan dengan Asri.
"Saya tidak percaya dengan Kamu, bagaimana bisa Kamu tepati janji Kamu sedangkan sekarang Kamu masih belum bisa melepaskan ikatan Kamu dengan Istri Kamu, apa lagi Kamu bilang Ibu Kamu sakit jantung, kalau Ibu Kamu tahu soal ini apa yang akan terjadi nanti Sam, apa Kamu pikirkan itu" ucap Bu Anita dengan tegas lalu kini Asri ikut bicara
"Mah.. Mamah salah, justru Ibu Sam sudah menyuruh Sam untuk bercerai dari dulu, tapi Sam belum lakukan itu Mah, karena Sam harus menabung dulu untuk keperluan Ibunya kalau nanti jantungnya kambuh lagi, Mah.. Apa yang di katakan Tini itu semuanya bohong Mah, Mamah harus percaya Aku dan Sam" sebenarnya Bu Anita tak mengerti dengan apa yang di jelaskan Asri itu, namun tiba-tiba plaakk.... Bu Anita menampar Asri, dengan tamparan keras untuk kedua kalinya.
Asri pun memegangi pipinya melihat dengan raut wajah sedih menatap mata Bu Anita, Sam melihat itu merasa terkejut sebegitu marahnya Bu Anita hingga tega menampar Anaknya sendiri.
"Tante apa yang Tante lakukan, jangan tampar Asri Tante"
kemudian Bu Anita melihat dan memandang Sam tak lama Bu Anita pun menampar wajah Sam dengan sangat keras, hingga telapak tangan Bu Anita memerah begitu juga dengan pipi Sam, Sam memegangi pipinya seperti menahan rasa sakit.
"Kamu... Kamu membawa pengaruh buruk untuk Anak saya, itu.... tamparan itu pantas kalian dapatkan" ucap Bu Anita dengan suara membentak Asri juga Sam.
Lalu Bu Anita tiba-tiba menangis, kemudian berkata,
"Asri kalau Kamu sayang dengan Mamah, tinggalkan Pria ini sekarang juga" pinta Bu Anita bicara dengan menangis kecil.
Mata Asri terbelalak lebar ketika mendengar ucapan Bu Anita yang meminta untuk meninggalkan Sam, begitu pun juga dengan Sam Ia terkejut dengan permintaan Bu Anita.
"Tante Saya mohon, jangan pisahkan Saya dengan Asri Saya mencintai Asri Tante, Saya janji akan menikahi Asri dan segera menceraikan Tini" Bu Anita kini mulai geram dengan janji Sam yang berkali-kali bilang segera menceraikan Tini.
"Cukup Sam.. Sebelum Kamu berstatus lajang, jangan harap Kamu bisa menemui Anak Saya, sampai kapanpun Saya tidak akan merestui hubungan yang seperti ini, Saya tidak akan biarkan Anak saya tercoreng namanya hanya karena mempertahankan Kamu yang belum jelas apakah janji itu bisa Kamu tepati, Saya rasa itu tidak akan pernah bisa Kamu lakukan, sekarang juga Kamu pergi dari sini, ini terakhir kalinya Kamu menginjakan kaki di rumah Saya, PERGI....!!" ucap Bu Anita dengan penuh emosi dan kemarahan.
Bu Anita segera menarik tangan Asri, untuk masuk kedalam, namun Asri terdiam tak melangkah, lalu Bu Anita menoleh melihat Asri kemudian berkata,
"Ayo Asri... Masuk..." Asri hanya diam menangis tanpa suara, Sam pun berkata,
__ADS_1
"Sayang... Kamu gak akan tinggalkan Aku kan, Aku mencintai Kamu sayang, Aku akan tepati janji Aku, Aku gak bisa jauh dari Kamu" ucap Sam dengan menggenggam tangan Asri dengan erat, namun Asri tak menjawab apa- dia hanya terus menangis tanpa suara dengan tetap Diam berdiri.