Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
MENCARI INFORMASI


__ADS_3

Andi yang masih penasaran dengan hubungan Asri dan Sam, kini Ia bertanya bagaimana awal pertemuan Mereka hingga bisa menjadi cinta dan nekat menjalani hubungan terlarang ini.


Tanpa segan Asri pun menceritakan awal kali pertama bertemu hingga Sam menyatakan cintanya, yang awalnya Ia tolak, tapi lama kelamaan Dia pun menyukai sosok Sam, Asri sangat mengharap jika suatu saat dirinya bisa bersatu dengan Sam, maka dari itu Ia mampu bertahan sampai saat ini, hanya demi untuk menunggu Sam.


Andi merasa terharu dengan kisah cinta Asri namun hal ini tetap tidak di benarkan, Andi pun berkata,


"Tapi Asri.. yang namanya perselingkuhan tetaplah salah, seharusnya Kamu bilang pada Sam, kalau ingin bersama ku Dia harus menyelesaikan dulu pernikahannya" Andi menasihati Asri, lalu Asri tersenyum dan menjawab,


"Aku juga maunya seperti itu, tapi Sam pernah bilang sambil menunggu waktu itu Dia butuh Aku Dia butuh seseorang yang bisa membuatnya semangat dalam hidupnya, dan Kata Sam orang itu adalah Aku, bagaimana Aku bisa menolak Andi... sedangkan hati dan perasaan Ku sudah Dia curi, Dia mengisi hati Aku disaat Aku benar-benar rapuh karena patah hati" ucap Asri dengan panjang lebar menjelaskan tentang isi hatinya


"Patah hati, memangnya Kamu habis putus cinta sebelum bertemu Sam"


"Ya.. Aku di tinggal menikah dengan orang yang sangat Aku cintai sebelum Sam ada di hati ini, Sudahlah masa lalu itu Aku pikir tidak perlu di ceritakan" ucap Asri sambil tertawa kecil, setelah menyimak cerita dari Asri, Andi mengatakan isi pikirannya


"Boleh Aku tebak laki-laki yang membuat Kamu patah hati itu adalah Chandra" Asri terdiam menundukkan pandangannya


"Dari mana Kamu tahu..?" lalu Andi tertawa kecil dan berkata,


"Aku bisa lihat dari cara Dia membela Kamu, Dia bicara sama Kamu, bahkan Dia sampai rela menjemput dan mengantar Kamu ke kantor selama tak ada Sam disini, hehe.. itu sih pemikiran Aku benar atau tidak..?" tanya Andi dengan tertawa kecil supaya obrolan tak begitu garing


"Ya Aku tahu itu, harus Kamu tahu Andi, Aku tahu kalau Chandra selama ini masih mencintai Aku karena itu semua Dia akui di depan Aku, tapi Kita saling menghargai perasaan Kita satu sama lain, dan Chandra pun pernah bilang sama Aku.. soal perasaan Dia terhadap Aku, jangan pernah Kamu meminta Aku untuk menghapusnya, jadi Aku gak masalah kalau Chandra masih mencintai Aku atau tidak, yang penting Aku konsisten dengan perasaan Aku, cinta Aku hanya untuk Sam" Asri menegaskan tentang perasaannya, obrolan kini terasa makin serius namun waktu istirahat sudah habis.


Lalu Asri melihat jam tangannya dan Ia mengatakan,


"Tett.... waktu habis, haha.. nanti lagi ya Kita sambung, Aku harus kembali ke Kantor, masih banyak pekerjaan" Asri pun tersenyum lalu pergi meninggalkan Andi yang masih minum jus buah segar.


Sepertinya Andi tertarik dengan karisma Asri, apalagi saat melihat dia tersenyum, Andi kini jadi tersenyum sendiri Dia berkata,


"Kalau Kamu bukan milik Sam, Aku pasti sudah mengejar Kamu Asri" ucap Andi pada dirinya sendiri sambil tersenyum, tak lama Andi pun kembali ke kantor.


Tiba-tiba ponsel Andi berbunyi panggilan tersebut ternyata dari Tini, dan Andi mengangkat lalu bicara,


"Halo.. ada apa?" tanya Andi yang sedang berdiri


"Bagaimana Kamu sudah tahu Sam ada dimana?" tanya Tini dengan wajah seriusnya.


wah... ternyata Andi mendekati Asri itu suruhan Tini loh teman... yuk ikuti kelanjutan ceritanya.


Lalu Andi mengatakan semua yang Asri ceritakan


"Jadi begitu, cukup ini yang terakhir Lo menyuruh Gue cari tahu informasi tentang Sam, kalau bukan karena Lo sepupu Gue, sebenarnya Gue gak mau lakukan hal ini" Tini tertawa sinis dan berkata,

__ADS_1


"Heh.. Lo kenapa, jangan bilang Lo naksir sama si perempuan murahan itu" Andi hanya terdiam ketika Tini berbicara seperti itu


"Gak.. bukan itu, Ya Gue gak enak saja, menganggu privasi orang" Tini pun langsung menjawab dengan nada meninggi


"Alah... biang saja Lo suka sama Asri, Andi ingat ya Lo lupa ya kejadian 2 tahun lalu, Lo suka sama siapa, Gue yakin kalau Lo sampai nekat kejar Asri om Heri gak akan setuju dengan latar belakang Asri yang pernah merebut suami Gue"


Mendengar Tini bicara seperti itu, rasa-rasanya Andi tak terima jika Tini menjelekkan Asri.


"Tini sudahlah.. sejauh yang Gue lihat Asri orang baik, gak seperti Lo ucapan dan hati itu beda tau gak.. sudah.. Gue mau lanjut kerja!!!" Andi membalas ucapan Tini dengan nada meninggi juga, setelah itu Andi langsung memutuskan panggilan tersebut, Tini pun marah lalu berkata,


"Andi... Andi... ikh.. Lo sama saja ya kaya Sam, setiap Gue telepon pasti selalu di putus begitu saja, dasar lelaki semua sama saja" ucap gerutu Tini sambil marah-marah.


Setelah tahu keberadaan Sam, Tini mulai menyuruh orang untuk memata-matai Sam selama di Kampung, siapa tahu Dia bisa menemukan titik lemah Sam sehingga Ia bisa berkompromi dengan Sam agar tak jadi menceraikannya.


Asri pun masuk ruangan, namun Ia sudah tak melihat ada Rahma disini.


"Rahma sudah pulang..?" tanya Asri lalu duduk di meja kerjanya, kemudian Chandra menghampiri dan memberikan sebuah kertas dengan berkata,


"Ini kontak Sam, Aku akan kasih sama Kamu, tapi ingat kalau sampai Tante Anita tahu, dan hubungan Kamu semakin di persulit, Aku mungkin gak bisa bantu Kamu lagi"


Asri mengambil kertas tersebut lalu melihat sebuah tulisan berisi nomor kontak Sam, Asri pun mulai tersenyum


"Chan.. Aku janji Mamah gak akan tahu soal ini, makasih ya Kamu sudah mengerti perasaan Aku" Chandra ikut tersenyum melihat Asri senang saat ini


"Maafkan Aku karena tadi Aku sempat marah sama Kamu"


kemudian Chandra baru mengingat jika dirinya tadi menggenggam erat tangan Asri dengan kasar, lalu Chandra memegang tangan Asri dan berkata,


"Tangan Kamu gak ada yang sakit kan"


"Gak ada kok Chan.. tadi memang sakit, tapi sudah hilang rasa Sakitnya" Chandra pun meminta maaf karena tadi sempat berlaku kasar


"karena Aku gak mau Kamu marah dan menjauhi Aku, jadi apapun akan Aku lakukan untuk Kamu Asri"


Asri terharu dengan kata-kata Chandra, sebenarnya Asri mengakui bahwa Chandra tak beda jauh dengan sikap Sam, keduanya sama baik, sama-sama menyayangi Asri dengan sepenuh hati, sama-sama akan melakukan apapun demi kebahagiaannya, tapi perasaan Asri sudah mantap dengan Sam, Dia yakin dengan pilihannya dan Dia tak ingin menyakiti hati Rahma, Lalu Mereka pun melanjutkan pekerjaannya.


Waktu sudah mendekati jam 4 sore, Lia sedang membereskan meja kerjanya tiba-tiba Ia merasa mual lagi seperti kemarin, dan kepalanya agak pusing sempoyongan lalu Lia memegang kepalanya sambil berkata,


"Aduh . sakit banget kepala Aku, ini kenapa ya kadang sakit nanti sembuh sendiri, sepertinya Aku harus periksa ke Dokter"


kemudian Makmun datang untuk menjemput Lia dan mengajak pulang, ketika masuk Makmun melihat Istrinya sedang merasakan sakit kepala

__ADS_1


"Sayang.. Kamu kenapa sakit kepala lagi" tanya Makmun dengan rasa khawatir


"Iya nih.. Aku juga bingung, Kita berobat sebentar ya, kalau sudah sakit kepala Aduh... rasanya gak bisa di tahan" Lia meminta pada suaminya untuk di temani berobat.


Lalu Lia dan Makmun pun bergegas berangkat ke Klinik terdekat, saat di koridor Lia bertemu Juvi lalu Juvi menyapa,


"Lia, Makmun.. Kalian mau pulang ya"


"Iya Juv Aku duluan yah" ucap Lia dengan suara lemas juga wajah yang pucat, hal itu membuat Juvi merasa khawatir dengan keadaan Lia


"Lia .. wajah Kamu pucat, Mun sebaiknya Kamu segera bawa Lia ke Rumah Sakit, kelihatannya Lia sedang sakit" Juvi memberitahu Makmun padahal Mereka pun memang ingin pergi ke Klinik


"Gue lebih tahu kondisi Istri Gue.. makasih sudah perhatian dengan Lia, Kita permisi dulu" ucap Makmun dengan nada jutek.


Juvi pun tak mengerti semenjak dari mengambil cuti sikap Makmun kepadanya agak aneh, setelah itu Juvi langsung berjalan ke luar gedung untuk pulang.


Ketika di dalam mobil Lia berkata kepada Makmun mengenai sikapnya tadi terhadap Juvi


"Mun.. Kamu kenapa sih tadi gitu banget bicaranya sama Juvi, Dia kan hanya bermaksud baik loh.. sama kesehatan Aku" ucap Lia dengan terus memijat keningnya.


Namun Makmun tak menjawab ucapan Lia dia terus fokus menyetir, Lia hanya terdiam melihat Suaminya sambil menggelengkan kepala.


Setalah sampai di klinik Lia dan Makmun mengambil nomor antrian, Lia pun duduk di kursi menunggu giliran.


"Sayang masih sakit kepalanya" Lia tak menjawab Dia hanya menganggukkan kepalanya, setelah itu nama Lia pun di panggil oleh suster


"Ibu Lia silahkan masuk" ucap Suster memanggil nama pasien


Lalu Lia dan Makmun masuk dan kemudian duduk, setelah itu Dokter langsung bertanya mengenai keluhan apa yang dirasa, setelah Lia menjelaskan Dokter pun bertanya mengenai menstruasi terakhir, Lia pun bingung lalu berkata,


"Terakhir menstruasi sekitar 1 bulan yang lalu Dok" ucap Lia sedikit ragu karena agak lupa lupa ingat, kemudian Dokter langsung mengambil alat untuk USG dan benar saja dugaan Dokter bahwa Lia tengah hamil dan kandungannya kini berusia 1 Minggu.


"Selamat ya Ibu Lia dan untuk bapak juga.. Istri Bapak tengah mengandung saat ini usia kandungannya masih sangat rentan Pak.. tolong di jaga ya Pak.. untuk Ibu jangan lupa makan makanan yang sehat dan sesuai aturan untuk Ibu hamil ya, sekali lagi selamat" ucap Dokter sambil tersenyum


Makmun terdiam tak menyangka bahwa Istrinya tengah hamil lalu Dia pun tertawa kecil dan berkata,


"Benar Dok Istri Saya hamil, ya Allah Terimakasih... Dokter terimakasih kabar bahagianya" Lia pun tersenyum senang kemudian berkata,


"Aku hamil Sayang.. Aku gak nyangka akan secepat ini"


kemudian setelah selesai periksa dan Dokter memberikan resep obat, Lia dan Makmun pun pulang dengan wajah berseri-seri bahagia, di dalam mobil Lia berkata,

__ADS_1


"Mamah pasti bahagia dengar kabar ini, Sayang nanti malam Kita ke rumah Mamah ya, Aku mau kasih tahu kabar ini langsung ke Mamah"


"Ia sayang..." kini Mereka berdua sangatlah berbahagia dengan kehamilan ini.


__ADS_2