
Akhirnya Mereka pun sampai di tempat acara, tepat jam 9 pagi, semua orang sudah banyak yang hadir bahkan kolega Retro pun ada disini
"Chan.. sepertinya ini acara yang sangat besar, Kamu lihat deh klien disini klien besar semua"
"Iya.. tapi dimana Pak Ammar, Aku harus menemuinya"
"Itu Pak Ammar, ayo Kita hampiri"
Mereka menghampiri Pak Ammar yang sedang berbicara dengan rekan kerjanya
"Selamat pagi Pak Ammar"
"Halo Pak Chandra, terimakasih ya sudah menyempatkan datang kesini, Bu Asri bagaimana kabarnya?"
"Alhamdulillah baik sekali Pak, acaranya terlihat mewah ya Pak"
"Ah.. Ibu bisa saja, terimakasih ya sudah menyempatkan datang kesini, oh iya Pak Chandra nanti Kita akan potong pita bersama, karena proyek ini Bapak yang pegang, jika Pak Sam masih bekerja di Retro kemungkinan Pak Sam yang akan menemani Saya"
"Iya Pak.. Saya mengerti"
Lagi asiknya mengobrol tiba-tiba Pak Ammar melihat kedatangan Sam dengan Pak Faris
"Loh...itu bukannya Pak Sam ya"
Asri terkejut mendengar nama Sam, Ia langsung melihat seseorang yang di tunjuk oleh Pak Ammar, dan benar saja.. itu memang Sam dan Pak Faris juga Tini ikut bersamanya
"Dia bekerja dengan Pak Faris sekarang"
"Saya kurang tahu Pak sepertinya ia"
Lalu dalam hati Chandra mengatakan,
"Oh.. jadi Kamu bekerja dengan orang sombong ini"
Chandra masih mengingat kesombongan Pak Faris sewaktu menghina Asri di ruang meeting, sedangkan Asri hanya terdiam menatap Sam dengan wajah bersedih.
Sam dan Pak Faris sedang berbincang-bincang dengan banyak kolega, hingga Ia tak sadar jika Asri dari tadi memperhatikannya dari kejauhan
"Sam.. Aku rindu padamu"
ungkap rasa rindu Asri dari dalam hatinya, tiba-tiba Pak Herman mendatangi Pak Ammar
"Selamat pagi Pak Ammar, loh Chan.. Kamu kesini bersama Asri"
"Iya Pak.. tidak apa-apa kan, Aku rasa ini acara umum siapapun boleh datang, bukankah begitu Pak Ammar?"
"Ya.. siapa saja boleh datang, Saya sudah mendengar jika Pak Sam dan Ibu Asri ini resign dari Kantor"
Pak Herman hanya bingung mengapa Chandra mengajak Asri bukan Istrinya, tapi Pak Herman tak ingin ikut campur dalam rumah tangga Chandra, selagi Chandra tidak mengganggu Tini Dia tidak akan mengganggunya.
Saat sedang melihat-lihat di sekeliling Pak Herman melihat Tini Putrinya yang datang bersama Sam juga Pak Faris, lalu Ia pergi untuk menghampiri Mereka
"Pak Ammar, Saya permisi dulu ya, ingin kesana"
"Iya pak silahkan, nikmati hidangan yang ada ya Pak"
Lalu Asri mendadak merasakan mual dan pusing
"Chan.. Aku ke toilet sebentar ya"
"Kamu kenapa, mual lagi"
Asri hanya menganggukkan kepalanya
"Aku antar"
"Tapi..."
"Pak Ammar sebentar ya, potong pita masih lama kan, Saya ada urusan sebentar"
"Ya Pak acara akan Kita mulai jam 10 nanti, Pak Chandra santai saja dulu, silahkan di nikmati Pak hidangannya"
Chandra langsung mengantar Asri ke toilet.
Pak Herman dengan ramah menyapa Tini, Sam juga Pak Faris
"Selamat Pagi Sayang"
__ADS_1
Tini menoleh dan betapa terkejutnya Ia melihat Papahnya berada disini
"Papah, di undang juga"
Tini langsung memeluk sang Ayah
"Iya pasti dong, ini kan Proyek Retro dengan Pak Ammar, Pak Faris apa kabarnya"
"Baik sekali Pak, senang bisa bertemu Pak Herman kembali"
Dalam hati Herman sebenarnya tak menyangka jika Putrinya telah di nodai oleh Anak dari Pak Faris, rasanya ingin sekali Herman menonjok wajah Faris, namun rasa kesal dan marah itu Ia simpan di dalam hati, lalu Herman berkata dalam benaknya,
"Sebentar lagi Kamu akan rasakan jatuh miskin Faris, ini balasan untuk Kalian karena Anak Kamu telah menyentuh Anak Saya"
Lalu Sam permisi dahulu ingin ke toilet
"Pah.. Pak Faris Aku ke toilet sebentar ya"
"Silahkan Pak Sam"
Sam kini berjalan menuju toilet. Chandra masih menunggu Asri yang tengah muntah di dalam toilet, suara mual itu terdengar hingga keluar, Chandra merasa kasihan seharusnya saat seperti ini adalah suami yang menemaninya, tak lama Asri keluar dengan wajah pucat, dan keadaan yang sempoyongan.
"Kamu gak apa-apa Asri, wajah Kamu pucat loh"
"Aku gak apa-apa cuma pusing sedikit, bawaan hamil mungkin"
"Ya sudah Kamu masih mau disini atau Kita kembali ke acara"
"Kita kembali ke acara, tidak enak Kamukan akan potong pita Chan"
"Baik.. ayo jalan pelan-pelan ya"
Saat Asri dan Chandra berjalan kepala Asri terasa pusing lagi, Asri hampir oleng, dan saat itu juga Mereka berpapasan dengan Sam, saat hampir jatuh Sam reflek menangkap seseorang yang akan jatuh di sampingnya
"Ya ampun.. Anda tidak apa-apa"
Asri memegangi kepalnya, dan Chandra kini melihat Sam berada tepat di hadapannya
"Sam.. "
"Asri.."
Sam memanggil nama Asri dengan suara yang sangat pelan, tiba-tiba Sam reflek memeluk Asri dengan erat, Asri hanya terdiam tak menyangka jika dirinya kini dipeluk oleh orang yang begitu Ia cintai
"Aku rindu Kamu Asri"
Chandra terdiam seperti tak suka jika Sam mencoba mendekati Asri lagi, kerinduan yang amat dalam yang di rasakan Asri membaut Asri meneteskan air mata, dan memejamkan matanya, pemandangan yang sungguh tak mengenakan bagi Chandra.
Namun seketika Asri mengingat bagaimana waktu itu Ia meninggalkannya saat di rumah sakit, hingga Asri terjatuh pun Sam tak mengehentikan langkahnya hanya untuk sekedar menjelaskan mengapa Ia meninggalkan dirinya dan mengakhiri hubungannya begitu saja, sontak Asri langsung melepaskan pelukan Sam
"Tidak.. untuk apa Kamu memeluk diriku"
Sam tersadar Dia pun tak tahu jika telah memeluk Asri, hal itu dilakukan hanyalah reflek semata
"Maaf.. Aku.."
"Aku gak menyangka akan bertemu Kamu disini"
"Asri.. Kamu kenapa, tadi Kamu hampir jatuh"
"Aku tidak apa-apa, bukankah Kamu sudah tidak peduli lagi denganku"
Sam terkejut Asri berkata seperti itu, tapi Sam mengerti dirinya pantas mendapatkan kata-kata itu, karena Ia telah melukai hati Asri.
Saat Sam ingin berucap MC mengatakan jika acara akan segera di mulai, dan para tamu undangan di harapkan segera mendekat
"Asri.. acara akan di mulai, sebaiknya Kita kesana"
Ajak Chandra terhadap Asri
"Iya.."
Asri pergi begitu saja tanpa bicara apapun terhadap Sam, membuat hati Sam sungguh terenyuh
"Sepertinya Kamu sudah membenci Aku"
Ucap Sam dalam hatinya, Sam pun segera menuju toilet.
__ADS_1
MC mengatakan akan segera melakukan pemotongan pita, untuk meresmikan pembukaan hotel grand Lembang
"Mari Kita sambut yang meriah untuk Pak Ammar dan Pak Chandra"
Semua bertepuk tangan begitu juga Tini, saat Ia sedang menepuk tangan Ia melihat Asri di sebelah Chandra
"Asri.. itu Asri kan Pah"
Tanya Tini terhadap Papahnya, lalu Pak Herman mengatakan jika Chandra telah mengajak Asri kesini bukan Istrinya, Tini kini curiga jika Chandra punya hubungan spesial dengan Asri, tidak menutup kemungkinan jika Asri akan menjadi seorang selingkuhan lagi, setelah ditinggal oleh Sam. Sungguh pikiran yang begitu jahat dalam benak Tini.
Lalu Tini dengan senagaja merekam kebersamaan Asri dengan Chandra, seketika pikiran jahatnya muncul lagi
"Rahma harus tahu tentang ini, wah.. pasti akan seru perang dunia ke 2 akan terjadi sebentar lagi"
Tini tersenyum jahat, di dalam hatinya sungguh Ia tertawa dengan puasnya. Tak lama Sam datang, dan Tini langsung memasukkan ponselnya ke dalam tas
"Sam, sudah selesai"
"Sudah"
"Kamu tahu tidak Asri ada disini loh"
"Iya Aku tahu"
"Apa.. Kamu sudah bertemu dengannya?"
"Ya.. tadi Kami bertemu di toilet, tidak senagaja"
"Sam.. ingat, jangan macam-macam"
Sam bosan dengan ancaman itu, ancaman yang sudah tidak asing baginya, namun Sam tak menjawab ucapan Tini, Dia lebih memilih menyimak acara daripada mengobrol dengan Tini.
Akhirnya pemotongan pita selesai, semua para tamu undangan bertepuk tangan lagi dengan meriah, lalu Pak Ammar menyampaikan pesan dan kesan di atas panggung yang sudah di siapkan oleh pihak hotel.
Saat semuanya sedang makan dan saling berbincang, Sam dan Asri saling melirik mencuri pandang sesekali, hal itu membuat Tini semakin membenci Asri, lalu Tini membuka ponselnya dan seketika Ia mengirim video tersebut kepada Rahma, Rahma yang tengah makan siang tersedak makanan hingga membuatnya batuk, Rahma langsung minum air putih, dan bengong tak percaya akan video yang baru saja Ia lihat
"Apa.. Chandra pergi bersama Asri"
bagai disayat sayat hati Rahma melihat Suaminya bersama mantan kekasihnya di Bandung berdua. Rahma pun menelpon sang Papah dan menanyakan acara launching yang di selenggarakan di Bandung itu
"Ya Chandra pergi sendiri Rahma, memangnya kenapa?"
"Tidak ada apa-apa Pah, Aku hanya memastikan saja"
Dan kini Rahma memberanikan diri menelpon Chandra serta bertanya siapa saja yang datang, dan akan pulang dengan siapa nantinya.
Namun Chandra tak jujur dengan Rahma Dia mengatakan pulang sendiri karena Ia berangkat sendiri.
"Ya Aku pulang sendiri Rahma, Kamu kenapa bertanya seperti itu?"
"Tidak.. Aku tadi bermimpi, Kamu sekarang sedang dengan wanita lain"
Chandra merasa tersindir dengan mimpi Rahma, hatinya mulai gugup akan takut Rahma mengetahui kebenarannya
"Sudah.. itu hanya mimpi, jangan terlalu Kamu ambil hati"
"Tapi Chan.. Aku sangat takut jika Kamu pergi meninggalkan Aku"
"Rahma sudahlah Kamu ini kenapa sih, Aku sedang di acara, tidak enak jika Aku telponan"
"Baik.. Aku mengerti, semoga Kamu bisa menjaga hati Kamu Chan"
Panggilan pun di akhiri, Chandra merasa bersalah terhadap Rahma, akan lebih baik jika sepulang dari Bandung Dia mengutarakan niatnya yang ingin menikahi Asri, Dia tak ingin lagi sembunyi-sembunyi di belakang Rahma.
Tapi Rahma tak ingin salah menilai lalu Ia menelpon Tini dengan panggilan video call, Tini yang sedang menyantap kue ketika melihat panggilan video call dari Rahma, Ia langsung menaruh kuenya dan mengangkat panggilan tersebut
"Halo Rahma.. apa kabar, tumben Video call, ada apa ya?"
"Kamu gak usah basa-basi, kalau memang benar Chandra sedang bersama Asri coba tunjukkan Aku mau lihat"
"Oh.. mau lihat, tapi jangan sakit hati ya"
Tini langsung menyorot kamera ke arah Chandra juga Asri, sangat kebetulan Asri sedang mengalami pusing kepala, Chandra pun mengelus leher Asri dengan maksud memijat, namun Rahma salah sangka yang Ia pikirkan Chandra saat ini sedang berselingkuh dengan Asri.
"Bagaimana puaskan.. Aku tidak bohong kan?"
Mata Rahma mulai terlihat memerah rasa sedihnya kini tak dapat Ia tahan, langsung saja Ia memutuskan panggilan tersebut dan langsung menuju kamar, Ia sungguh bersedih hingga Isak tangis terdengar dari suaranya.
__ADS_1