Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir
ASISTEN RUMAH TANGGA


__ADS_3

Pagi yang sejuk menyelimuti hati Makmun dan Lia.


Lia tersenyum saat di pandang oleh Makmun sang suami,


"Biasa saja dong lihatnya" Lia berkata dengan suara manja, tiba-tiba Makmun memeluk Lia


"Makasih ya sayang.. tadi malam itu luar biasa sekali.."


Makmun bicara berbisik di telinga Lia, Lia pun jadi malu mengingat kejadian semalam, tiba-tiba terdengar suara berisik di dapur seperti orang sedang mencuci piring, Lia pun melihat jam dinding


"Aduh.. keduluan Mamah ni.. Aku ke dapur dulu ya"


lalu Lia berjalan dengan cepat menuju dapur, Lia pun terdiam bengong, ternyata yang sedang mencuci piring adalah Kasih


"Kasih.. Kamu sudah bangun"


Kasih pun menoleh lalu berkata,


"Eh Mbak Lia, Iya Saya sudah bagun dari jam 5 tadi"


kemudian Bu Alya datang melihat Lia dan langsung bicara


"Lia.. Kamu siapkan..." Bu Alya bengong ternyata sarapan pagi sudah siap dengan menu yang lengkap.


"ini Kamu sudah masak.. tumben sekali" tanya Bu Alya dengan nada heran


"Maaf Bu.. maaf mbak.. ini Saya yang masak, Saya mohon maaf ya, kalau sudah lancang.. Saya hanya ingin membalas kebaikan Kalian karena sudah memberi tumpangan"


Lia terdiam dengan alasan dari kasih, Lia yang mempunyai hati yang baik pun berterimakasih kepada Kasih, lain dengan Bu Alya malah menyindir Lia dengan berkata,


"Makasih ya Kasih.. duh.. begini dong Lia kalau jadi menantu bangun lebih awal dan semua sudah siap deh"


lagi-lagi Bu Alya tak ada hentinya menyindir Lia, namun Lia juga tak bisa menyalahkan Kasih, karena Kasih hanyalah orang luar yang tak tahu keadaan sebenarnya.


Mendengar hal itu Kasih melihat Lia Dia pun merasa tak enak karena sudah menyiapkan sarapan terlebih dahulu, lalu Bu Alya pergi ke teras rumah untuk menyiram tanaman


"Mbak Lia.. Saya minta maaf ya, Ibu Alya jadi marah ya sama Mbak gara-gara Saya"


Lia menyimak ucapan Kasih kemudian Dia tersenyum dan berkata,


"Gak apa-apa kok kasih, Ibu memang suka seperti itu, tapi Aku gak pernah menanggapi kok, ya sudah kalau begitu, Saya mau ganti baju dulu ya"


Lia pun bergegas berganti baju, sambil memakai baju Lia pun bicara pada Makmun


"Tadi Lia sudah menyiapkan sarapan untuk keluarga, dan Dia juga mencuci piring membersihkan dapur, Hebat ya... Bangunnya lebih awal dari Aku"


"Lalu... " ucap Makmun yang tak mengerti maksud dari ucapan Lia, setelah selesai Lia pun keluar kamar tanpa bicara lagi, sedangkan Makmun masih bengong tak mengerti dengan ucapan Lia tadi.


Setelah itu Lia dan sekeluarga sarapan bersama termasuk dengan Kasih, setelah selesai Lia dan Makmun pun berangkat


"Kasih.. ini ada uang sedikit kalau nanti Kamu mau cari kontrakan pakai uang ini"


kasih merasa tak enak Kasih pun menolak pemberian dari Makmun


"Maaf Mas.. Mas sudah menolong Saya kemarin saja, Saya sangat berterimakasih sekali, tapi kalau untuk uang, Saya ingin bekerja saja tidak ingin menyusahkan lagi"


"Ya sudah kalau begitu, kalau butuh apa-apa Kamu boleh katakan dengan Saya, Lia atau Mamah juga silahkan"


"Iya Mas.. Terimakasih"


melihat Makmun yang sudah mengobrol lama dengan Kasih, Lia pun menekan klaksonnya, Makmun langsung menoleh dan Ia pun langsung masuk ke dalam mobil


"Ngobrolin apa sih.. serius sekali sepertinya" tanya Lia dengan wajah malas


"Aku ingin kasih Dia uang, tapi Dia menolak katanya ingin kerja saja, ya sudah itu saja kok..." Makmun pun melihat raut wajah Lia sambil tersenyum


"Kamu cemburu ya.."


"Gak... siapa yang cemburu" jawab Lia dengan nada jutek.


Asri keluar kamar dengan masih berpakaian piyama, Bu Anita pun heran hari ini padahal bukan hari libur, lalu Bu Anita bertanya,

__ADS_1


"Asri.. Kamu kok belum siap-siap untuk kerja"


Asri mengambil sarapan lalu berbicara


"Aku resign Mah"


Bu Anita kaget mendengar pernyataan Asri


"Apa....resign, kok mendadak sekali Kamu juga gak cerita dulu sama Mamah"


Asri pun tertawa sambil menjilat sisa makanan yang ada di jarinya


"Iya.. Aku minta maaf ya Mah.. Aku merasa sudah ga betah di Retro, Aku mau suasana baru"


ucap Asri yang berbohong pada Ibunya, Asri pun terdiam dan berkata dalam hatinya,


"Mah.. maafin Aku ya, Aku bohong.. Aku sebenarnya di pecat tidak terhormat"


Bu Anita terdiam melihat sikap Anaknya, tapi ini bagus juga menurut Bu Anita, karena saat ini Bu Anita sendang butuh banyak karyawan, mungkin Asri bisa membantunya sementara


"Sayang... di toko Mamah sedang butuh karyawan banyak, Kamu mau gak bantu Mamah di bagian produksi, nanti Mamah gaji deh.." ucap Bu Anita sambil tersenyum


"boleh Mah.."


Asri pun senang dengan tawaran itu, lagi pula kegiatan ini untuk mengisi waktu kosong Asri.


Setelah itu Asri dan Bu Anita pun bersiap untuk pergi ke toko organik.


Sementara Sam tengah bersiap, untuk berangkat ke Jakarta, pagi ini Dia akan datang ke toko organik untuk memberikan sketsa botol minuman yang akan di buat, dan siangnya Dia akan datang ke pengadilan agama untuk menyelesaikan proses perceraiannya dengan Tini.


"Ibu.. Aku berangkat ya.. Sam pulang sore kok, Ibu kalau butuh apa-apa minta sama Mbak Rini saja ya, Rini akan temani Ibu disni"


"Iya Sam.. Kamu hati-hati ya Nak.. "


lalu Sam pun berkata pada Rini


"Mbak Rini Aku titip Ibu ya, ya sudah kalau begitu Aku berangkat dulu"


Sam mengatakan salam lalu Bu Fatma dan Mbak Rini pun menjawabnya.


"Pak Sam.. Saya sudah mendapatkan donor jantungnya, untuk jadwal operasi kita lakukan lusa ya pak.. nanti besok Ibu Fatma harus ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih dalam"


Sam kini tersenyum bahagia mendengar bahwa donor jantung sudah di dapatkan, tapi saat ini Sam harus menyelesaikan dulu masalahnya di Jakarta, tanpa menunda lagi, Sam langsung bergegas pergi.


Lia dan Makmun berjalan bersama saat di koridor Ia bertemu Chandra, Lia pun menyapa


"Chan.. Asri hari ini sudah tidak berkerja ya"


"Ya Lia... memangnya kenapa..?"


"Tidak.. Aku masih belum percaya saja, Aku masih merasa Asri ada disini dekat sama Aku"


Makmun tahu Lia pasti saat ini merindukan sahabatnya itu, Makmun pun berkata,


"Sayang.. Kamu yang sabar ya, Kamu kan masih punya nomor ponsel Asri, Kamu bisa telepon Dia kalau Kamu rindu"


Lia pun tersenyum dan menjawab,


"Iya sayang.."


"Ya sudah Aku duluan ke ruangan ya" ucap Chandra kemudian Ia berjalan menuju ruangannya


Saat Chandra sudah memasuki ruang kerjanya, Ia pun teringat dengan Asri ketika melihat kursi kerja milik Asri


"Siapa yang akan menggantikan Kursi ini nanti" ucap Sam dalam hatinya


rasa-rasanya Chandra tak ingin ada yang menggantikan kursi itu, Dia pun merasa sedih setelah itu Chandra membuka laptop dan memulai pekerjaannya.


Kasih sudah merapihkan pakaiannya lalu Ia membawa tas dan berjalan ke luar rumah, Ia pun melihat Bu Alya sedang menyirami tanaman lalu Kasih berkata,


"Bu...Saya permisi dulu yah..." Bu Alya menoleh dan menjawab,

__ADS_1


"loh.. Kamu mau kemana..?" tanya Bu Alya lalu Bu Alya mematikan selang air


"Saya kan sudah janji Bu.. untuk pergi hari ini, dan Saya juga mau mencari pekerjaan sambil mencari suami Saya, tapi ibu tenang.. Saya sudah membereskan rumah kok, rumah sudah rapih Bu"


Bu Alya terdiam, lalu memikirkan jika ada Kasih disini dirinya merasa tak kesepian, lalu Bu Alya pun berpikiran untuk menjadikan Kasih sebagai Asisten rumah tangga di sini


"Eh.. tunggu Kasih, Kamu memang mau cari kerja dimana..?"


"Saya juga gak tahu Bu.." Kasih berbicara agak kebingungan


"Nah kan.. belum tahu.. begini Kasih.. Kalau Kamu mau Kamu bisa bekerja disini sebagai Asisten rumah tangga, Kamu juga kan dulu berpengalaman, dari pada mencari yang belum jelas...bagaimana Kamu mau..?" Bu Alya berharap Kasih mau menerima tawarannya, setelah dipikir pikir Kasih pun menyetujui bekerja disini, sambil mencari informasi mengenai Suaminya.


Tini yang sedang bahagia melihat kehancuran karir Asri tertawa sampai terbahak-bahak


"Hahah....Kamu tahu kan sekarang, Kamu sedang berhadapan dengan siapa..?"


Tini berbicara pada dirinya sendiri, lalu Ia penasaran Asri saat ini sedang mencari pekerjaan baru atau sedang menagis


"Sepertinya Aku harus cari tahu, kalau Kamu masih nekat bertemu Sam, Aku akan buat perhitungan yang lebih kejam dari ini Asri"


Tini berbicara sambil menghadap cermin dan memandang dirinya sendiri dengan tajam.


Rumah Asri terlihat sepi, Tini pun kini bergegas menuju toko milik Bu Anita


"Aku yakin Kamu ada disana" Tini pun langsung menuju toko itu.


Sam sudah sampai di Jakarta tepatnya Ia sudah berada di depan toko milik Bu Anita, lalu Ia masuk ke dalam saat di dalam tak di sangka Ia melihat Asri ada disini


"Asri.." Sam memanggil dengan suara pelan, sepelan apapun suara Sam, Asri pasti mendegar suara itu, mungkin ini adalah ikatan hati Mereka.


"Sam.."


kemudian Asri tersenyum, Dia sudah menduga pasti akan bertemu Sam di sini


Sam kini tersenyum dengan penuh rasa rindu, menatap Asri lama sekali hingga tak berkedip. Tanpa di sadari Bu Anita datang dan melihat pemandangan itu, lalu Bu Anita berdehem


"Ekhem..."


Asri kaget mendengar suara Ibunya, lain dengan Sam Dia terus fokus menatap Asri, kini Asri memberikan isyarat mata, namun Sam sama sekali tak peka jika ada Bu Anita menghampiri kesini, kemudian Bu Anita berkata,


"Sam... ekhem .. Pak Sam.."


setelah suara itu dekat barulah Sam tersadar


"Iya Bu.. maaf.. Saya kurang fokus"


lalu Bu Anita melirik Asri juga Sam, tetapi tanpa disadari, sebenarnya Bu Anita pun ikut senang, melihat Putrinya bertemu dengan orang yang di cintainya, Bu Anita membayangkan jika dirinya suatu saat bertemu lagi dengan Fery Ayah kandung Asri.


Lalu Sam mengatakan mengenai kedatangannya


"Maaf Bu Saya pagi-pagi sudah disini, Saya mau memberikan sketsa botol untuk minuman herbal"


lalu Sam memberikan map sesuai perintah dari Pak Faris, setelah itu Bu Anita pun pergi menuju ruangannya, namun sebelum melangkah Ia mengatakan,


"Kalian jangan mengambil kesempatan yah.. disini Kalian bisa bertemu, tapi tidak untuk berpacaran Kalian mengerti"


Bu Anita berkata sambil menjewer telinga Asri


"Aduh.. Iya Mamah.. aku gak akan macam-macam"


Asri merasa kesakitan karena di jewer oleh Bu Anita, Sam hanya memperhatikan sambil tertawa kecil, setelah itu Bu Anita masuk ruangan, kemudian Asri berbicara


"Seneng ya.. lihat Aku di jewer.."


lalu Sam melihat Kanan dan kiri, sepertinya Bu Anita sedang fokus, lalu Sam berbisik di telinga Asri


"Aku mencintai Kamu"


tentu saja kata-kata membuat hati Asri berseri-seri, Asri pun menunduk dan tersenyum malu.


Dan ternyata pemandangan itu di lihat oleh Tini yang sedang memantau Asri

__ADS_1


"Jadi begini ya kelakuan Kalian di belakang Bu Anita, Kita lihat Asri kalau Bu Anita tahu video itu, bagaiman ya.. responnya"


Tini berkata pada dirinya sendiri, sambil memandang Sam dan Asri dengan penuh kebencian.


__ADS_2